
Kaley tiba di sebuah club malam dengan menggunakan mobil sport mewah miliknya, dia turun dengan membawa kado untuk temannya yang berulang tahun, sementara dirinya tidak terlihat membawa tas atau handphone, karena dia menggunakan jam tangan super canggih yang bisa digunakan untuk menghubungi siapa? saja.
Sementara untuk melakukan pembayaran pun bisa dilakukan dari alat itu, termasuk identitas pribadi nya bisa muncul jika sewaktu-waktu dia membutuhkan itu.
Kristofer memang benar-benar menjaga dan memfasiltasi seluruh anak nya dengan kemewahan dan barang-barang canggih yang tidak orang lain miliki.
Sampai saat tiba di depan mereka yang tengah memulai berpesta.
Kaley menghampiri temannya yang sedang berulang tahun, sebenarnya mereka tidak sedekat itu, tapi dia tidak ingin dikira sombong.
"Happy birthday."ujar Kaley sambil cipika cipiki, dengan pria itu.
Pria itu dengan senang hati menerima kado spesial dari wanita yang menjadi incarannya.
"Cukup dengan kedatangan mu babe, itu sudah menjadi kado untukku."ujar pria itu.
Kaley pun tersenyum manis.
Pria itu langsung mengajaknya berjoget, dan Kaley tidak bisa menolak itu meskipun gadis itu. sebenarnya tidak suka dengan sikap pria yang terlalu berani.
Kaley meliuk-liuk kan tubuhnya mengikuti irama musik yang berdentum keras, tanpa ia sadari jika kini dua pasang mata tengah menatap tajam kearah nya.
Kaley bahkan menari dengan sangat menggoda, tidak bisa diragukan, anak keturunan Ariana itu memang sungguh pintar menari dengan genre musik apapun.
"Alex, bukankah Kaley tidak punya kekasih."ujar gadis itu.
"Heumm... kamu benar."ujar Alexander.
"Lalu siapa? pria itu kelihatannya sangat dekat dengan dia."ujar Feliks.
"Aku tidak tau, ujar Alexander yang kini menyembunyikan tangannya di dalam saku jas nya mengepal erat hingga otot-ototnya terlihat mengeras.
Alexander pun hendak pergi, namun tiba-tiba pandangan mereka bertemu.
Kaley, menghentikan gerakannya dia berjalan menghampiri Alexander yang kini pergi menjauh, Alexander bahkan tidak merespon panggilan dari Kaley yang saat ini terlihat berlari mengejarnya.
"Uncle tunggu,,, maafkan aku."ujar Kaley.
Alexander berhenti, tepat di hadapan Kaley yang kini jidatnya membentur punggung Alexander.
Alexander pun berbalik saat itu juga, tepat di saat dia melihat gadis itu mengusap jidatnya.
"Kenapa? harus meminta maaf,itu hak kamu mau berjoget sampai tidak bertenaga sekalipun."ujar Alexander.
"Aku tau tapi aku merasa sangat bersalah pada Uncle."ujar gadis itu.
"Kaley,,, kamu itu masih sangat muda, jadi bebas menentukan pilihan mu pada pria manapun."ujar Alexander yang kembali hendak pergi, namun tangan lembut Kaley dengan cepat meraih jemari Alexander.
"Aku tidak mau yang lain."ujar Kaley.
"Jangan main-main Kaley kau itu masih sangat muda, mungkin kamu sedang mabuk."ujar Alexander.
Pria itu kembali hendak pergi, tapi Kaley langsung memeluk Alexander dari belakang membuat pria itu mematung di tempatnya.
"Lepas Kaley, nanti kekasih mu salah faham, dan lagi orang-orang Daddy mu akan segera melaporkan semua ini. jadi jangan buat Daddy mu murka."ujar Alexander.
"Aku tidak perduli dengan semua itu, aku sayang uncle."ujar Kaley.
Feliks yang melihat itu, dia langsung menghampiri mereka berdua.
"Bos, sebaiknya kalian bicara di tempat lain, terlalu banyak mata-mata yang melihat kalian berdua."ujar pria itu.
"Itu anak buah Daddy, aku yang akan bicara dengan mereka nanti."ujar Kaley.
Alexander melepaskan jas kebesarannya dia memakaikan itu di bahu Kaley.
"Kamu lebih baik pulang sekarang jangan sampai Daddy mu marah."ujar Alexander.
Pria itu, tidak ingin meladeni ucapan Kaley karena bukan tidak mungkin itu akan membawa petaka bagi bisnis yang selama ini ia rintis.
Alexander, tau siapa? Kristofer yang tidak akan pernah mengijinkan dia berhubungan dengan seluruh keluarga mantan kekasihnya itu. apalagi ini adalah hal yang paling mustahil baginya.
Kaley adalah anak perempuan satu-satunya yang Agatha miliki, meskipun Kristofer memiliki putri lainnya tapi Kaley satu hal yang tidak akan pernah bisa di dapatkan oleh siapapun. kecuali bila kedua orang tua nya cocok dengan pria itu.
__ADS_1
"Tapi uncle."ujar Kaley.
"Kaley,,, sebaiknya pikirkan baik-baik sebelum bertindak. kamu tidak bisa mengumpulkan itu sebagai rasa sayang, semua itu karena kamu belum sepenuhnya mengerti apa? arti sayang sebenarnya. jadi sekarang sebaiknya kamu berpikir lebih jernih lagi dan jika itu benar-benar murni sebaiknya kamu berikan rasa sayang itu pada pria yang sebaya dengan mu."ujar Alexander.
"Aku tau aku mungkin baru pertama kali merasakan perasaan ini tapi, aku sudah yakin bahwa aku menyayangimu uncle."ujar Kaley tidak ingin mendengar.
"Heumm baik'lah begini saja,,,, kamu tetap pulang dan renungkan lagi, uncle yakin rasa itu pasti akan berubah. jadi jangan terburu-buru mengambil keputusan oke."ujar Alexander sambil mengusap puncak kepala Kaley.
"Kenapa? uncle apa? Kaley tidak cantik dan tidak seperti Mommy."ucapan Kaley lagi-lagi membuat Alexander terdiam.
"Apa? yang Kaley ucapkan adalah benar?."tanya gadis itu lagi.
Alexander masih terdiam.
"Tidak akan ada yang benar-benar mirip dengan Mommy, kalaupun ada mungkin hanya akan sama parasnya. tapi tidak dengan hatinya. dan begitupun sebaliknya. apa? dengan begitu berarti uncle akan selamanya menyendiri."ujar Kaley yang kini menatap sendu pada Alexander.
"Kaley sudah cukup,,, mungkin saat ini pengaruh alkohol sudah membuat kepalamu semakin pusing, jadi lebih baik kamu aku antar pulang oke."ujar Alex yang tidak ingin berdebat dengan Kaley lagi.
"Kenapa? apa? begini cara uncle untuk menghindari kenyataan!."ujar Kaley yang meninggikan suaranya bahkan dia juga menahan air mata nya agar tidak jatuh.
"Cukup! Kaley,,, kamu sudah kelewat batas, antara aku dan masalalu ku itu urusan ku, tidak ada hubungannya dengan Mommy mu atau pun yang lainnya ini hidup ku. karena kamu juga tidak akan pernah mengerti dengan semua itu. sekarang sebaiknya kamu pulang."ujar Alexander tegas.
"Uncle mengusir ku."ujar gadis itu yang kini menatap nanar pada Alexander.
"Aku tidak mengusir mu aku sudah berusaha bicara baik-baik dengan mu. tapi kamu terus keras kepala."ujar Alexander.
"Kaley langsung melepaskan jas milik Alexander dia meninggalkan nya begitu saja, Kaley kembali masuk kedalam club tersebut, dan itu membuat Alexander benar-benar dilema.
"Heumm,,, seperti rayuan cinta mu tidak berhasil."canda Feliks yang hanya mendapatkan tatapan tajam dari pria itu.
Aku akan pulang, terserah kamu jika ingin masih berada di sini, tapi ingat putra mu pasti tengah merindukan mu pulang lah."ujar Alexander.
Putra ku sudah jauh lebih dewasa dariku dia bisa menunggu ku kapanpun dia mau bertemu dengan ku.
Sebaiknya kamu segera mencari ibu pengganti, kasihan dia begitu kesepian selama ini.
Dalam hidupnya hanya akan ada satu ibu dan aku tidak akan pernah menggantikan nya dengan siapapun juga."ujar Feliks.
...🌸....................🌸...
Teman-teman Kaley yang melihat itu dia merasa heran dan bertanya-tanya ada apa? sebenarnya dengan Kaley.
Hingga seseorang datang menghampiri meja bar tersebut.
"Nona muda ayo kita pulang."ujar pria yang selama ini selalu menjadi pengawal bayangan.
"Aku tidak mau,,, aku ingin pulang bersama dengan uncle Alex."ujar gadis itu.
"Tapi pria itu sudah pergi."ujar pria itu.
"Aku tidak mau tau pokoknya dia yang akan membawaku pulang."ujar Kaley.
Sementara Alexander yang sudah membersihkan diri dan sudah menggunakan piyama tidurnya. dia hendak berbaring namun getaran handphone di atas nakas membuat dia langsung menoleh.
Nomor tak dikenal muncul di layar. awalnya Alexander enggan untuk mengangkat panggilan telepon tersebut tapi sebuah notifikasi pesan muncul di layar handphone Alexander yang mengirimkan rekaman video pendek tentang gadis yang sedang mabuk berat dan memanggil namanya.
Alexander pun langsung meraih mantel nya dan juga kunci mobil miliknya dia langsung pergi setelah memastikan bahwa pintu sudah benar-benar terkunci.
Alexander berlari hingga sampai di lift yang kini membawa dia turun menuju lantai bawah dimana lobby apartemen itu berada.
Alexander pergi dengan terburu-buru menuju basement apartemen tersebut dan dia pun langsung masuk kedalam mobilnya.
Sementara untuk perjalanan untuk tiba di tempat tersebut membutuhkan waktu satu jam pelajaran.
Alexander pun langsung tancap gas kuda besi itu melesat membelah jalanan yang terlihat lengang tidak terlalu banyak kesadaran berlalu lalang hingga memudahkan dia untuk tiba secepatnya di club malam tersebut.
"Kenapa? kamu keras kepala sekali Kaley. kamu masih sangat muda belum mengerti dengan ini semua tapi jika kamu memaksa aku hanya bisa menggunakan cara lain."gumam Alexander.
Yang seharusnya satu jam perjalanan tersebut Alexander hanya perlu waktu tiga puluh menit, mungkin karena jalanan dan kondisi cuaca yang cerah mempermudah dirinya untuk melesat lebih cepat dengan mobil sport nya itu.
"Anda Alexander Abraham bukan Nona muda ada di dalam dia tidak ingin orang lain yang menjemput nya."ujar seorang pria yang menggunakan stelan formal dengan warna gelap itu. dia adalah pengawal bayangan yang selalu mengikuti Kaley kemanapun Nona mudanya pergi.
Alexander berjalan dengan sangat cepat ternyata di dalam pun sudah banyak orang-orang kepercayaannya Kristofer yang kini tengah menjaga nona muda mereka.
__ADS_1
"Kaley, uncle ada di sini ayo uncle antar pulang."ujar Alexander.
"Kau bohong,,, Uncle Alex itu tampan aku sangat menyukai nya."ujar gadis yang kini masih menunduk di atas meja.
"Chih,,,, kau itu sedang mabuk mana tau aku Alex atau bukan."ujar Alex sambil meraih tubuh gadis itu dengan satu tarikan kini sudah berada di dalam gendongan Alex.
"Kau sudah besar,,, kenapa? masih bersikap seperti anak kecil, pria mana yang akan melirik gadis yang hobinya mabuk seperti dirimu."ujar Alexander yang sebenarnya tidak tega melihat gadis itu terlihat berantakan karena frustasi.
"Aku yakin Alexander Abraham akan menjadi suamiku suatu hari nanti. jika tidak aku akan bunuh diri saja karena aku tidak ingin seperti dia yang menyendiri karena rasa cintanya.
"Jangan bicara sembarangan kau itu punya masadepan yang panjang . aku tidak mati bunuh diri karena aku yakin kelak aku akan mendapatkan jodoh terbaik yang tuhan kirimkan untukku. tapi jika pun tidak aku akan menerima takdir tuhan. karena bunuh diri pun tidak berguna seperti yang aku tau orang mati bunuh diri itu tidak diterima oleh tuhan jadi lebih baik tetap menunggu kematian itu tiba."ujar Alexander sambil mengatur posisi jok yang di duduki oleh Kaley .
Wanita itu terdiam dan tidak bicara lagi.
"Kaley."ujar Alexander.
Alexander melihat salah seorang pengawal Kaley mendekat.
"Bilang pada atasan mu untuk segera menemui ku, aku yakin dia tau akan hal ini."ujar Alexander.
Pria itu hanya mengangguk pelan.
"Aku akan mengantar dia pulang ke Mension, kalian bisa mengikuti ku dari belakang."ujar Alexander.
"Tidak aku tidak mau pulang ke Mension!"teriak Kaley.
"Jangan membantah atau aku tidak akan pernah lagi mau bertemu dengan mu."ujar Alexander yang kini jelas-jelas tengah menghindari sesuatu yang akan terjadi.
"Please aku tidak mau pulang ke Mension, aku tidak mau!."teriak Kaley.
"Kamu tidak bisa membantah."ujar Alexander.
"Uncle please jangan antar aku pulang aku tidak mau."ujar gadis itu.
Alexander tancap gas, dia pergi menuju Mension dia tidak mendengarkan rengekan gadis itu.
Sampai saat tiba di sana Kaley bahkan tidak mau turun meskipun keempat adiknya membujuk dia untuk turun dan masuk.
Namun lagi-lagi Alexander langsung menggendong tubuh gadis itu yang kini memberontak tidak mau pulang.
"Kaley,,, aku tidak suka kamu seperti ini. cukup Kaley!"bentak Alexander.
Pria itu langsung membaringkan Kaley di atas ranjang, namun tiba-tiba gadis itu mencium bibir Alexander bahkan menahan tengkuk Alex dengan sangat kuat.
Alexander tidak bisa mengelak bibir mereka sempat bertemu hingga beberapa detik kemudian, Alexander berhasil melepas ciuman itu.
"Kamu keterlaluan Kaley."ujar Alexander.
Alexander, hendak pergi tapi tiba-tiba Kaley bangkit dan memeluk Alexander dari belakang .
"Kaley."ujar Alexander kesal.
Dia tidak ingin sesuatu kembali terbangun.
"Aku tidak mau uncle pergi aku ingin Uncle disini temani aku."ujar Kaley.
"Kaley ini sudah larut malam aku harus segera istirahat besok pagi ada perjalanan bisnis."ujar Alexander.
"Aku ikut."ujar gadis itu.
"Kaley please jangan begini oke, aku janji setelah selesai urusan akan menemui mu di sini."ujar Alexander lembut.
"Baiklah tapi tolong temani aku sampai aku tidur."ujar Kaley.
"Kaley aku sudah mengantuk dan harus segera kembali."ujar Alexander.
"Baiklah pergilah aku tidak akan memaksa lagi, mungkin ini pertemuan kita yang terakhir karena besok aku hanya tinggal nama."ancam Kaley.
Alexander langsung berbalik menghadap Kaley.
"Kaley,,, apa? kamu benar-benar anak dari Agatha."tanya Alexander.
"Ya tentu saja,,,, apa? uncle tidak melihat kemiripan diantara kami."ujar gadis itu.
__ADS_1
"Kalian tidak mirip sedikit pun, karena Agatha yang aku kenal dia tidak mudah menyerah dan tidak agresif seperti dirimu. dia adalah wanita cantik yang tegar dan sangat kuat dia juga pintar menjaga kehormatan diri nya."ujar Alexander .