Sang Penari

Sang Penari
#Benci tapi rindu#


__ADS_3

"Sebentar sayang kakak telpon dulu"ujar Alex.


Pria itu menelpon seseorang untuk membawa es krim pesanan Agatha dengan berbagai varian rasa.


Alexander kini tengah selonjoran dan Agatha rebahan di samping nya, sambil memainkan ponsel nya.


Sampai es krim itu datang sekaligus dengan pemilik cafe nya yang membawa kue ulang tahun sebagai kejutan untuk Alexander, yang kini tengah berulang tahun.


"Happy birthday to you.... happy birthday to you.... happy birthday,, happy birthday ... happy birthday to you"ujar Yunho, sambil menyodorkan kue tersebut.


"Surprise!!....." teriak teman Alexander dan mantan tunangan Alex yang hadir saat ini mereka semua ngucapin selamat, sementara Agatha mundur perlahan kebelakang kemudian berlari pergi meninggalkan Alex yang tengah sibuk cipika cipiki, bareng sahabat nya, hingga saat dia sadar Agatha sudah berada di parkiran.


"Agatha, sayang!! teriak Alexander, dan langsung berlari dengan cepat tapi sayang, Agatha sudah pergi dengan taksi meninggalkan cafe tersebut.


"Agatha"ujar Alexander yang langsung kembali ke lantai dua, dia langsung meraih tas milik nya tak lupa hand bag yang berisi gaun pesta yang sangat elegan, untuk Agatha tapi sepertinya pesta itu akan dibatalkan.


"Agatha....sayang angkat telpon nya"ujar Alexander.


Pria itu terus tancap gas menuju Mension milik Marvin.


Sesampainya di sana, dia langsung masuk dan disambut oleh Irma yang tau bahwa Agatha pulang karena dia ngambek.


"Alex ya, Agatha sedang berada di atas dia tengah menangis, saat ini" ujar Irma.


"Heumm, apa? saya bisa menemui dia" ujar Alex.


"Naik saja mumpung mommy ada"ujar Irma.


Alexander pun naik menggunakan lift hingga sampai di depan pintu kamar Agatha yang memiliki nama di pintunya itu.


"Mommy, masa kekasih kak Alex saja tau bahwa hari ini adalah hari kelahiran kak Alex, tapi Agatha tidak dia kasih tau, Agatha, seperti anak kecil yang tidak tau apa-apa, melongo melihat mereka berpelukan dan cipika cipiki"ujar Agatha.


"Sayang mungkin karena kak Alex lupa beritahu sama kamu" kata Anggita, sambil tersenyum lembut.


"Ah... mommy jangan belain kak, Alex dia jahat pokonya Agatha benci Agatha tidak jadi memberikan lukisan itu sebagai kado ulang tahun, dia jahat Agatha buang saja"ujar Agatha.


"Jangan sayang mana kado ulang tahun untuk kakak"ucap Alex yang langsung masuk, saat mendengar Agatha mau buang lukisan yang sudah diniatkan untuk Alexander.


"Tidak jadi aku benci kakak, aku gak mau ketemu kakak lagi sana kembali saja pada wanita itu"ucap Agatha yang kini membenamkan wajahnya.


"Sayang kakak minta maaf, tidak memberi tahu kamu tentang itu, tapi kamu harus tau kakak sudah menyiapkan makan malam romantis untuk kita berdua sebagai kado ulang tahun kakak gimana?"ujar Alexander.


"Tidak mau kamu pulang saja kamu jahat"ujar Agatha yang kini tengah menangis sesenggukan sambil meminta Alexander pergi.


"Sayang aku tidak akan pulang jika kamu masih menangis ayolah jangan nangis aku jadi ikut sedih ,ayo kita ke kedai eskrim"ujar Alexander.


"Tidak mau aku bukan anak kecil, yang bisa disogok dengan es krim"ujarnya yang membuat Alexander dan Anggita menahan tawa.


"Sayang mommy mau ikut menghadiri pesta ulang tahun kak Alex apa Agatha tidak mau ikut.


"Jangan mommy, atau kita gak temenan lagi"ujar Agatha.


"Ampun sayang iya mommy gak jadi ikut"ujar Anggita.


"Aku kok, sedih ya disaat ulang tahun ku, aku malah dibenci oleh kekasihku sendiri, jika begini lebih baik Alex tidak ulang tahun lagi aunty, Alex mati saja"ujar Alexander dengan sengaja.


"Ya mati saja sana, tidak usah bilang-bilang"ujar Agatha, yang langsung dibekap oleh Anggita.


"Biarkan saja aunty, biar dia puas marahin Alex, biar dia tidak penasaran saat Alex sudah mati"ujar Alexander yang kini terlihat sangat serius.


"Alexander tidak lucu, kamu jangan dengarkan Agatha, dia hanya sedang kesal karena kamu tidak memberitahu,kapan ulang tahun mu, karena, Agatha sudah menyiapkan kado untuk mu hanya saja dia lupa tanggal berapa"ucap Anggita.


"Aunty, tolong biarkan Alex berdua dengan Agatha, Alex janji Agatha akan selalu baik-baik saja"ujar Alexander.


"Baiklah jika dia tidak mau tolong jangan dipaksakan"ucap Anggita.


"Baiklah aunty"jawab Alexander.


Agatha yang kini tengah duduk menunggui nya, Alexander langsung memeluk nya dengan lembut, Agatha sempat ingin berontak tapi Alexander langsung mengecup bibir Agatha dia mencium bibir itu dengan sangat lembut, dan perlahan membuat Agatha mematung dan memejamkan mata nya, gadis itu merasakan perasaan yang sangat aneh dan bahkan dia mengalungkan tangannya di leher Alexander.

__ADS_1


"Sayang jangan marah lagi ya cinta aku janji ini untuk yang terakhir kali nya, lain kali aku akan memberitahu kan pada mu mengenai apapun itu"ujar Alexander.


Agatha pun mengangguk, dan kini dia terlihat sedikit lebih dewasa dibandingkan tadi.


"Mana hadiah ku"kata Alexander.


"Tuh ada di samping"kata Agatha yang


"Heumm ,ayo buka sama-sama"kata Alex.


"Baiklah"ucap Agatha sambil tersenyum, wajah nya terlihat sangat merona saat menahan malu, Alexander pun mulai membuka lukisan tersebut, dan betapa terkejutnya dia melihat lukisan dirinya yang begitu perfek itu.


"Sayang apa? kamu yang buat ini"tanya Alexander.


"Tentu saja kak, kakak pikir siapa?... aku belajar semua itu dari kak Irma, dan ternyata aku berhasil, meskipun jelek ya kak, maafkan aku amatiran"ucap Agatha sambil meraih lukisan itu hendak dia buang tapi Alexander meraih tangan nya dan berkata.


"Aku belum selesai bicara sayang ku, justru aku ingin sekali berterimakasih pada mu, karena lukisan itu sangat perfek"ujar Alexander.


"Benarkah itu?" tanya Agatha.


"Tentu saja Sayang, berarti kamu itu begitu berbakat, boleh kakak bawa hadiah nya"ujar Alexander sambil menggenggam kedua pipinya Agatha, dan lagi-lagi Alex memberikan kecupan manis di bibir mungil wanita nya itu.


"Agatha , ikut lah dengan kakak, kita akan merayakan ulang tahun ini hanya berdua saja, kakak janji hanya berdua"ujar Alexander.


"Baiklah"ucap Agatha.


"Sekarang bersiap lah, kakak akan membawa lukisan ini ke bawah, dan menyimpan nya di mobil"Alex.


"Heumm ya"sahut Agatha.


"Ini pakai ini dan dandan yang cantik untuk ku"ucap Alex


Agatha pun mandi dan berganti pakaian dengan gaun berwarna merah marun dan tanpa lengan, hanya ada tali panjang yang melingkar di leher menyerupai kalung gaun yang memiliki panjang sampai semata kaki dan memiliki belahan di ujung paha bawah hingga ke mata kaki.


tidak lupa dengan sandal high heels yang senada dengan begitu kesempurnaan Agatha saat ini begitu terpancar.


...🌸.......................🌸...


Alex langsung berdiri menyambut dia begitu juga Alvin yang langsung memuji Agatha saat ini.


"Agatha, sayang putri Daddy, kamu begitu cantik princess Daddy"ujar Agatha.


"Terimakasih Daddy, Agatha pergi dulu dengan kak Alex"ucap nya.


"Ya sayang ,Alex selamat ulang tahun"ucap Anggita.


"Terimakasih aunty"ujar Alex.


"Wah rupanya ada yang sedang berulang tahun, besok kita rayakan bersama"kata Alvin.


"Terimakasih uncle tidak usah merepotkan"ucap Alex.


"Tidak merepotkan Alex"Anggita.


Agatha, pun pergi meninggalkan rumah bersama dengan Alexander, menuju tempat yang sudah disediakan.


Bertempat di sebuah hotel milik keluarga Alex, Alex kini membawa gadis cantik itu menuju kamar pribadi milik nya, untuk bersiap, sementara persiapan makan malam romantis itu sudah siap sedari tadi.


Alexander pun meminta Agatha duduk di sofa atau ranjang, sementara dirinya kini tengah mandi, dan bersiap.


Alex keluar dari dalam kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk di yang membalut di pinggang ke lutut, setelah dengan tetesan air dari rambut yang masih basah menetes melewati roti sobek itu, Agatha yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya menahan jeritan dan langsung. berkata


"Tidak sopan"ujar Agatha.


"Maaf sayang aku lupa ada kamu disini"ujar Agatha.


"Heumm, buruan pakai baju, atau aku tunggu di lobby.


"Jangan sayang bahaya nanti kalau ada orang gila bagaimana, kakak ganti baju dulu ya"kata Alex yang langsung masuk ke dalam walk-in closed.

__ADS_1


"Agatha pun kembali fokus pada ponsel nya, hingga Alex dander pun keluar dia terlihat sangat gagah dan tampan, dengan stelan jas mahalnya, dan jam tangan mewah melingkar di tangan nya.


"Ayo sayang"ucap Alex.


Alexander pun memberikan lengan nya untuk di rangkul oleh Agatha, dan mereka pun berjalan keluar dari kamar hotel menuju ke rooftops, dimana disana ada kolam renang yang dihiasi balon dan bunga disana juga ada meja yang sudah disulap sedemikian rupa, memperlihatkan suatu romantis, lilin berjajar di lantai dan berbentuk love, terutama dekorasi meja makan disana.


Pemain biola pun menyambut kedatangan mereka, Alexander pun langsung mengajak Agatha berdansa sampai pelayan selesai menghilangkan sajian utama.


Mereka benar-benar terlihat sangat serasi ketampanan Alexander, dan kecantikan Agatha yang kini menjelma menjadi wanita dewasa.


Alexander tidak percaya, gadis berusia tujuh belas tahun itu, kini terlihat lebih dewasa, dia begitu pintar berdansa dengan alunan biola, seakan sudah melakukan persiapan sebelum nya.


Karena Alexander belum tahu bahwa keluarga Agatha, hampir semua pandai menari.


hingga selesai berdansa kini tibalah waktunya makan malam romantis.


"Hidangan yang tersaji pun adalah makanan favorit, Agatha, tidak lupa disana juga ada es krim dan juga steak dan salad, tapi di atas es krim tersebut terdapat satu buah cincin berlian, yang menjadi daya tarik utama.


"Kak, ini es krim kok ada cincin nya sih kalo ke telen gimana kan bahaya"ujar Agatha yang kini memperhatikan cincin berlian tersebut.


"Apa? ini asli"tanya dia lagi.


"Tentu saja Sayang, itu itu cincin lamaran untuk mu"ujar Alex.


"Heumm cincin nya cantik aku suka"ujar Agatha.


"Will St Du Meine Frau Sien ?"tanya Alex dalam bahasa Jerman yang artinya (Maukah kau menjadi wanita ku"ujar nya.


"Ya"ujar Agatha yang juga sering belajar.


Alex pun langsung memasang cincin itu di jari manis Agatha.


Gadis itu pun tersenyum , lalu Alexander pun menyuap kan potongan steak ke Agatha yang kini tersenyum manis pada Alexander.


"Terimakasih, kak" ucap Agatha.


"Sama-sama sayang balas Alex.


Mereka pun akhirnya makan bersama masih dengan alunan musik yang benar-benar semakin memperkuat kesan romantis yang mereka lewati, hingga keduanya larut dalam kebersamaan.


Agatha pun kini sudah kembali diantar pulang oleh Alexander.


Sesampainya di sana Agatha langsung pergi menuju kamar nya, dia sudah sangat lelah, Agatha bahkan tidak menghiraukan panggilan Anggita, dengan alasan mengantuk.


Anggita pun masuk dan benar saja Agatha, sudah terlelap bahkan tidak mengganti gaunnya dengan baju piyama, gadis itu pun sudah berada di alam mimpi nya.


Alexander pun pamit pulang, setelah memastikan bahwa Agatha sudah tertidur.


Sepanjang perjalanan pemuda tampan itu terus tersenyum manis, dia begitu bahagia di ulang tahunnya kali ini sudah menjadi pria yang paling beruntung, mendapatkan hadiah terindah yang tuhan kirim untuk nya bidadari cantik dan suci bahkan belum tersentuh pria manapun.


Hingga tiba di Mension, Alex masih tersenyum sesekali, dia yang tinggal sendiri di Indonesia, pria itu pun sebenarnya sangat kesepian, tapi dia selalu menghabiskan waktu untuk mencari hal yang positif, pria itu bahkan hanya akan gabung bersama sahabat nya di cafe milik Yunho atau pun tempat dia melepaskan penat yaitu di hotel.


Alex pun menyusul Agatha ke alam mimpi.


Sementara itu di kediaman Marvin, Anggita yang masih tidur terpisah dengan Alvin, dia tidak bisa tidur saat ini entah kenapa ada rasa rindu yang menyeruak di sanubari nya tapi dia benci dengan tingkah Alvin yang benar-benar cuek, hingga wanita itu pun tidak mau menyapa, jika bukan karena anak-anak nya.


Dan begitu juga dengan Alvin, pria itu benar-benar sudah tidak kuat, menahan rindu pada sang istri, meskipun mereka selalu bertemu setiap hari, tapi mereka tidak pernah tidur bersama lagi sejak pertengkaran itu.


Ego nya mengalahkan rasa rindu nya, Alvin pun menuju balkon, kamar nya.


Tanpa Alvin sadari bahwa saat ini, Anggita juga tengah menatap langit malam yang gelap gulita, bersamaan dengan Alvin yang menoleh ke arah balkon kamar nya yang kini ditempati oleh istri tercinta nya.


Saat itu pandangan mereka bertemu, mereka saling mengutarakan ras rindu yang begitu besar, lewat tatapan mata, tapi tidak lama Anggita lebih dulu memalingkan wajahnya, wanita itu tidak ingin terlihat lemah karena rasa rindu nya.


Begitu pula dengan Alvin yang kini menyalahkan rokok dan juga menyesap segelas wine.


Anggita yang melirik dengan sudut mata nya dia sangat mengerti berat bagi Alvin dengan kondisi seperti ini, dia tau pria itu sudah bertobat dan meminta maaf sejak dulu, tapi rasa sakit karena ter hianati dan juga jejak yang dia tinggalkan, hingga saat ini masih membekas dan selalu menimbulkan perselisihan antara mereka berdua yaitu, sakit yang diderita oleh Agatha putri bungsu nya.


"Sudah malam, masuk dalam tidur lah tidak baik untuk kesehatan" ucap Alvin.

__ADS_1


"


__ADS_2