
tiga belas hari sudah Anggita berkencan dengan Alvin, yang kini resmi menjadi kekasih nya, meskipun tidak ada jaminan bahwa mereka tidak akan putus jika Alvin suatu saat berpaling ke wanita lain, setelah lama menunggu Anggita itu.
"Terry sekali ini saja tolong panggil aku dengan sebutan sayang"pinta Alvin.
"Tuan mau di panggil apa?" ucap Anggita sambil tersenyum.
"Panggil aku sayang"ucap Alvin.
"Maafkan saya tuan tapi saya tidak berani"ucap Anggita.
"Apa? yang membuat kamu ragu Sayang, aku kekasih mu bukan majikan mu"ucap Alvin lembut.
"Baiklah saya akan mencoba nya"ucap Anggita .
"Ayo katakan"ucap Alvin sambil menggoda Anggita.
"Mas Alvin sayang I love you"ucap Anggita yang langsung mengecup pipi Alvin.
pria itu tak percaya dan langsung membelalakkan matanya, saat itu juga, bahkan dia meminta Anggita untuk mengulang kata-kata itu, tapi kemudian Alvin menelan kecewa karena Anggita menolak nya.
saat ini Anggita sedang menemani Alvin bekerja di kantor nya,di dalam ruangan Alvin wanita itu hanya duduk sambil membaca tentang anatomi tubuh manusia,buku tebal yang ia bawa saat hendak pergi ke kantor, tidak hanya itu Anggita, juga mencatat sebagian besar hal yang ia baca.
"Sayang, kamu bisa bantu aku tidak"ucap Alvin.
"Bantu apa? tuan muda"ucap Anggita.
"Bantu aku agar tidak bisa melupakan mu"jawab Alvin yang langsung membuat Anggita tersenyum malu.
sementara Alvin yang tau dengan ekspresi wajah kekasih nya itu saat ini sengaja pura-pura fokus pada laptop nya.
"Andaikan saja Anggita masih punya segalanya Anggita enggan untuk pergi jauh Anggita akan memilih untuk kuliah di sini meskipun bayaran nya besar, agar tidak perlu jauh dari"ucap Anggita terhenti.
"Dari siapa? ayo lanjutkan"ucap Alvin.
"Ah sudah lah lupakan saja tuan, saya juga tadi hanya berandai-andai"ucap Anggita.
"Honey jangan curang kamu bilang apa? tadi ayo lanjutkan"ujar Alvin.
"Tidak ada tuan"ucap Anggita.
"Baiklah aku mengalah"ucap Alvin sambil menutup laptop nya yang sudah dia matikan tadi.
"Akhirnya selesai juga"ucap Anggita sambil berdiri mengira Alvin sudah selesai dan akan mengajak nya pulang tapi Anggita salah besar, Alvin meraih pinggang Anggita mendekat kan tubuh nya dan ciuman penuh kelembutan mendarat di bibir Anggita yang terdiam sesaat.
hingga beberapa detik berlalu akhirnya mereka selesai dan sama-sama mengambil nafas.
"Sayang aku akan sangat merindukan mu, kenapa? harus pergi jauh aku yang akan membayar biaya kuliah mu"ucap pria itu lembut.
"Tuan bersalah setelah saya lulus nanti anda adalah orang pertama yang akan saya temui, meskipun mungkin saat itu anda sudah bersama dengan orang lain"ucap Anggita.
"Anggita jangan bahas itu aku gak suka"ucap Alvin, langsung menjauh dari hadapan Anggita.
Anggita langsung menghampiri Alvin meraih tangan pria itu.
"Jangan marah tuan aku hanya bilang mungkin"ucap Anggita.
"Anggita apa? aku terlihat main-main dengan mu"ucap Alvin.
"Tidak tuan anda serius, hanya saja saya tidak akan mempermasalahkan hal itu jika benar-benar terjadi nanti"ucap gadis itu.
Anggita memeluk Alvin dari belakang dia membenamkan wajahnya di punggung tegap pria tampan tersebut.
"Aku hanya takut tidak bisa terima jika suatu saat kamu berpaling pada wanita lain tuan, itulah kenapa? aku terus membatasi hati ini"ucap Anggita.
"Aku tidak akan melakukan itu jika bukan karena terpaksa, honey, jadi tolong jangan membuat jarak diantara kita"ucap Alvin, lembut pria itu kini telah berbalik menghapus air mata Anggita, dan juga memeluk erat wanita itu.
__ADS_1
"Tuan apa tuan suka dengan wanita berkerudung"ucap Anggita memberanikan diri untuk bertanya.
"Aku tidak munafik aku suka tapi aku tidak ingin, kamu berhijab karena aku, aku ingin kamu berhijab karena ibadah mu pada sang maha pencipta"ucap Alvin.
"semoga Allah memberikan hidayah"ucap Anggita.
mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah mereka, sesampainya di sana, Alvin langsung membersihkan diri karena Anggita langsung menyiapkan semua nya.
setelah selesai mandi Alvin langsung turun karena bi Nora sudah membuat makan malam di sore itu untuk Alvin.
sementara Anggita setelah mandi dia langsung memeriksa barang bawaan nya , karena besok pagi dia sudah harus berangkat.
"Anggita , kamu di panggil tuan Alvin sayang"ucap sang ibu yang kini mengelus puncak kepala putri nya.
"Baik Bu, terimakasih"ucap Anggita yang mencium pipi ibunya dengan sayang.
Anggita pun menemui Alvin di meja makan, setelah satu Minggu lebih mereka baru bisa bebas makan malam bersama lagi.
"Terry sayang kamu sedang apa? di kamar mu sedari tadi aku menunggu mu"ucap Alvin.
"Saya sedang bereskan barang-barang saya tuan"ucap Anggita sambil mendekat ke arah Alvin dan menuangkan makanan tersebut di piring Alvin.
"Terry, jangan terlalu banyak bawa barang di apartemen milik mu nanti sudah ada yang kamu butuhkan"ucap Alvin.
"Kenapa? tuan terlalu baik pada saya, saya takut tidak bisa membalas kebaikan anda"ucap Anggita.
"Kamu cukup membalas semua itu dengan keberhasilan kamu, dan setelah kamu kembali setelah menjadi dokter spesialis nanti, aku ingin kamu bekerja di rumah sakit milik Daddy"ucap Alvin.
"Insya Allah tuan"ucap Anggita.
"Terry Anggita Sari, aku sangat mencintaimu"ucap Alvin.
pria itu langsung mengecup bibir Anggita, saat selesai makan.
malam pun tiba, setelah selesai menyiapkan semuanya Anggita duduk di samping ibunya yang kini terlihat merenung ada kesedihan yang terlihat di mata wanita paruh baya tersebut.
wanita itu bahkan enggan untuk menoleh saat Anggita memanggil nya, hingga Anggita memeluk ibunya itu.
"Ibu, Anggita minta maaf jika selama ini Anggita, selalu membuat ibu sedih, Anggita benar-benar tidak bermaksud untuk membuat ibu sedih, dan belum bisa membahagiakan ibu"ucap gadis itu, sambil berurai air mata.
"Tidak sayang ibu sangat bahagia , dan sangat beruntung memiliki kamu dalam hidup ibu, ibu hanya sedih jika kamu tidak ada di sini, mulai besok, tapi ibu selalu berharap dimana pun kamu berada kamu bisa mendapatkan apa yang menjadi cita-cita dan impian mu, dan ibu berdoa semoga semua nya lancar dan putri ibu selalu dilindungi oleh yang maha kuasa"ucap Nora yang memeluk sang ibu.
"Amiinn yrbl alamin "ucap pria tampan yang berada di depan pintu masuk.
"Sayang ikut aku"ucap Alvin.
🌸..........................🌸
Setelah sampai di kamar Alvin, pria itu langsung menutup pintu kamar nya dan merangkul pinggang Anggita.
"Temani aku sayang, ini hari terakhir kita kencan, karena besok kamu akan pergi meninggalkan ku"ucap Alvin yang langsung mencium bibir Anggita.
Anggita langsung membalas nya, tapi wanita itu selalu menghentikan Alvin, jika pria itu menginginkan hal lebih karena Anggita, ingin memberikan apa yang dia jaga selama ini suatu hari nanti untuk suaminya.
Alvin pun menghargai itu, berbeda dengan wanita kebanyakan yang malah merelakan diri sendiri untuk Alvin sentuh, tapi Anggita terlalu istimewa untuk Alvin, karena Anggita selalu membatasi diri, dan tidak pernah serakah seperti perempuan lain nya.
"Sayang aku punya sesuatu untuk mu"ucap Alvin.
"Apa? itu tuan muda"ucap Anggita.
"Tuh ada di meja buka saja"ucap Alvin yang langsung berjalan sambil merangkul pinggang Anggita.
"Apa? ini "ucap Anggita sambil membuka kado yang berukuran besar itu.
"Buka saja sayang"ucap Alvin, sambil tersenyum.
__ADS_1
Anggita langsung membuka nya dan dia tersenyum malu karena melihat foto mereka saat di pantai bahkan satu pigura besar itu penuh dengan beberapa adegan mesra Anggita dan Alvin saat di pantai, apalagi saat mereka berciuman semua terpanggang jelas di sana.
Dan pigura foto yang besar satunya berisi foto dirinya dengan Alvin yang sedang menikmati pemandangan sunset di sambil berdiri saling merangkul pinggang dan menyatakan kening mereka dan sungguh terlihat indah.
"Siapa yang mengambil gambar kita"ucap Anggita penasaran.
"Mommy, ibu mertua mu itu yang sengaja membayar orang yang sangat profesional menguntit buruan nya, bahkan Daddy bilang Mommy banyak memajang foto kita berdua di Mension utama"ucap Alvin.
"Nyonya Ariana! a apa? yang harus aku katakan pada nya, dia pasti sangat murka"ucap Anggita terlihat panik sementara Alvin hanya terkekeh geli, melihat tingkah Anggita yang menurut Alvin sangat menggemaskan.
"Terry, sayang apa? kamu pikir orang yang sedang marah akan mencetak foto sesempurna ini dan memajang nya di rumah utama dan yang ini untuk di rumah kita ini dan yang itu untuk kamu bawa"ucap Alvin menunjukkan pigura berukuran kecil dengan foto yang lebih romantis lagi, foto saat mereka berpelukan dan berciuman.
"Itu "ucap Anggita tidak percaya.
"Di belakang nya masih ada lagi sayang jika kamu lupa tentang itu kamu bisa melihat nya dan jika kamu rindukan aku, kamu harus Vidio call me sayang ku"ucap Alvin.
"Heummm terimakasih atas semua nya"ucap Anggita.
"Aku pasang ini dulu sayangku"ucap Alvin yang langsung memajang foto-foto berukuran besar itu di dinding teratas yang lurus dengan arah tempat tidur Alvin berkata agar dia bisa melihat itu saat dia rindu dan tidak bisa menghubungi Anggita.
sementara itu satunya lagi di ruangan baca untuk menemani nya saat bekerja dan satu lagi untuk di kantor di ruangan nya.
Anggita begitu merasa sangat dicintai, gadis berusia delapan belas tahun itu bahkan sempat mengucapkan terima kasih dengan kecupan mesra, tapi lagi-lagi kecupan itu berubah menjadi sesuatu yang sangat memabukkan, beruntung mereka berdua bisa mengontrol diri mereka masing-masing.
malam semakin larut kini Anggita sudah berada di dalam kamar nya tidur di dalam pelukan sang ibu, wanita itu sungguh akan sangat merindukan hal itu setiap kali akan tidur.
"Bu, ibu apa? akan tetapi disini hingga Anggi kembali atau akan pulang ke rumah orang itu"ucap Anggita, saat dia bangun tidur.
"Tidak sayang ibu akan tetap disini dan akan menunggu mu"ucap Nora sambil tersenyum.
"Do'a kan Anggita biar cepat sukses ya Bu, suatu hari nanti Anggita akan bawa ibu kembali tinggal di rumah besar dan hanya kita berdua di sana tidak ada orang jahat itu lagi"ucap Anggita.
"tentu saja Sayang ibu sudah berdoa sejak dulu"ucap Nora sambil memeluk putri nya itu.
sementara itu Alvin yang masih terlelap dan seperti nya baru memejamkan mata nya dia tidak tau bahwa Anggita sedari tadi menatap dirinya dari dekat, Anggita pun merasa berat untuk meninggalkan pria baik hati dan sangat tampan itu, tapi kali ini dia tidak punya pilihan lain selain bekerja keras untuk mencapai cita-cita nya.
"Tuan muda" ucap Anggita sambil mengelus tangan pria itu.
"Tuan muda, Anggita pamit pergi maafkan Anggita jika selama ini Anggita selalu merepotkan tuan muda"ucap Anggita sambil meletakkan dua buah kartu ATM di atas nakas, Anggita tidak ingin lagi menyusahkan kekasih nya itu.
"Sayang kamu sudah siap?"ucap Alvin yang saat itu tiba-tiba membuka mata.
"Ya tuan saya berangkat sekarang juga, dan sendirian menuju bandara, karena saya tidak ingin ada kesedihan yang menyelimuti kepergian saya nanti, sampai jumpa tuan saya sudah menyiapkan semua nya"ucap Anggita yang hendak melangkah tapi Alvin langsung menarik Anggita hingga terjatuh ke atas ranjang itu menimpa dirinya, sorot mata Alvin terlihat penuh kecewa.
"Terry kamu ingin pergi begitu saja, ahhhhhh apa? yang ada di kepala mu ini, aku tidak bisa membiarkan mu pergi begitu saja Sayang ku, kamu bahkan tidak memberikan ku salam perpisahan yang baik"ucap Alvin.
pria itu langsung mencium bibir Anggita dengan sangat lembut keduanya memejamkan mata, Alvin pun langsung mengakhiri itu, dan meminta Anggita untuk duduk dan menunggu dirinya hingga selesai mandi.
sampai tiga puluh menit kemudian, pria itu sudah selesai berpakaian dan Anggita membantu merapihkan penampilan Alvin tidak lupa memasangkan dasi .
Alvin merasa bahwa Anggita, sudah seperti istrinya sendiri, tapi mereka bahkan belum bertunangan hanya pacaran meskipun Alvin sudah memasang cincin lamaran di jari Anggita dua hari yang lalu.
"Sayang kamu makan sarapan pagi nya dulu"ucap Anggita tanpa dia sadari.
"Baiklah sayang ku terima kasih cinta, semoga kamu selalu ingat saat ini"ucap Alvin.
"Bu tolong bilang pada Robi angkatin barang Anggita ke mobil saya"ujar Alvin.
"Baik tuan muda"jawab BI Nora yang kini dipanggil ibu oleh Alvin.
"Sayang kamu juga sarapan dulu ya"ucap Alvin yang menyendok sarapan pagi nya lalu menyuapi, Anggita.
hingga tiba di bandara Anggita langsung melakukan pengecekan paspor dan tiket pesawat miliknya setelah itu dia memasukkan barang-barang nya ke tempat semestinya karena barang bawaan Mila lumayan banyak Alvin membantu mengurus semuanya hingga menunggu keberangkatan sambil mengobrol bahkan mendekap erat wanita yang sangat ia cintai itu.
"Aku akan transfer uang, setiap bulannya"ujar Alvin.
__ADS_1