
Agatha, kini sedang tertidur pulas, setelah Alvin menemaninya berbicara, dan sambil mengelus puncak kepala putri nya itu.
setelah memastikan putri nya tertidur pulas, Alvin pun kembali ke dalam kamar nya dengan menggunakan kursi roda.
"Apa? putri kita sudah tidur"tanya Anggita.
"Sudah, baru saja"jawab Alvin.
"Mas, apa? tidak sebaiknya kita bawa dia berlibur, dan hanya ada kita bertiga"saran Anggita.
"Baiklah kita coba saja"ucap Alvin.
Sementara itu di apartemen, NATO, tengah sibuk dengan laptop nya, saat ini dia tidak hanya memiliki satu pekerjaan NATO juga mengurus perusahaan milik keluarga, karena Alvin hanya akan bekerja dari rumah, dia masih terbatas gerakannya, meskipun semua sudah membaik, dan sudah bisa berjalan kembali, hanya sedikit rasa ngilu saat dia berjalan mungkin karena belum terbiasa.
"Dokter, saya harus pulang, ini tidak benar, aku tidak mungkin tinggal satu atap dengan pria lain"ucap Rosella.
"Tidak mungkin apanya, kita akan menikah sebentar lagi"ucap NATO.
"kita terlalu jauh berbeda, tuan, yang lebih pantas mendampingi mu, hanya suster Nara"ucap Rosella.
"Apa?aku pernah minta pendapat mu"ucap NATO.
"Tapi itu kenyataan nya"ucap Rosella.
"Kamu tidak usah banyak pikiran apapun, kita akan segera menikah, dan kamu hanya perlu menjadi istri yang baik"ucap NATO.
"Aku bahkan belum pernah belajar jadi istri yang baik"ucap nya polos.
"Maka, dari itu, sekarang siapkan air mandi untuk ku"ucap NATO.
"Bukan kah, itu tugas pelayan"ucap Rosella.
"Jika semua itu, tugas pelayan, lalu apa? gunanya seorang istri"ucap NATO, kembali bertanya.
"Mungkin masak, atau ngurus anak"ucap Rosella sambil berpikir keras, gadis pintar itu menjadi lemot saat memikirkan bagaimana tugas seorang istri.
"Itu juga bisa dikerjakan pelayan"ucap NATO.
"Iya juga ya, ahhhhhh, sudah lah aku bingung, lebih baik tidak menikah saja"ucap Rosella.
"Apa? kamu ingin menjadi perawan tua"ucap NATO.
"Aku tidak tau tugas, seorang istri apa? jadi aku tidak usah menikah saja tidak ada masalah iya kan"ucap Rosella.
"Apa? kau tidak ingin belajar sayang, aku bisa mengajari mu"ucap NATO.
"Tidak, aku tidak mau belajar dari mu, pasti pelajaran itu menyesatkan, buktinya, kamu sudah pernah membuat wanita itu keguguran"ucap Rosella.
"Kamu tau, apa? yang menjadi alasan dari keguguran itu"ucap NATO.
"Kita, bisa mengetahui itu, dengan mencoba nya"ucap NATO, sengaja menggoda Rosella.
"Coba, apa? nya yang di coba"gadis itu kebingungan.
"Membuat anak"ucap NATO.
"Owh ya ampun, bagaimana cara nya"ucap Rosella, yang langsung membuat NATO tepok jidat, dia kira, Rosella tau tentang bahasan itu.
"Ah sudah lah, sebaiknya kamu siapkan, semua keperluan ku, sekarang"ucap NATO.
"Keperluan apa? aku tidak tau"ucap Rosella.
"Keperluan ku, baju ganti untuk tidur, dan siapkan air di bathtub, untuk ku berendam"ucap NATO.
"Jadi sekarang aku jadi pelayan mu"ucap Rosella.
"Ros, kenapa? kamu jadi begitu menjengkelkan"ucap NATO.
Ros yang sedari tadi pura-pura lemot, agar diijinkan untuk pulang, hanya menggeleng.
"Ya sudah jika begitu, tolong siapkan makan makan malam ku"pinta NATO.
"Semua itu tugas pelayan"ucap Ros, lagi.
"Ya sudah, sekarang kamu mau nya apa?"tanya NATO.
"Pulang"ucap Rosella.
"Owh ya ampun, giliran itu saja cepat"ujar NATO, mencibir.
__ADS_1
"Baiklah, kamu bisa pulang tapi ingat mulai besok datang ke rumah sakit antar kan makan siang untuk ku"ucap NATO.
"Aku tidak akan buka kantin lagi, aku mau pindah ke luar kota, untuk buka usaha disana, teman ku, sudah mencarikan aku tempat tinggal" ucap Rosella.
"Tidak bisa Ros, kita akan segera menikah"ucap NATO.
"Tuan, aku belum siap untuk menikah dengan mu, tunggu setidaknya sampai aku layak menjadi istri mu"ucap Rosella.
"Sampai kapan? yang aku keburu tua,lagi pula aku tidak butuh uang mu, kamu cukup nikmati hasil kerja keras ku, dan menjadi istri dan ibu bagi anak-anak kita kelak"ucap NATO, yang kini membingkai wajah cantik alami itu.
Cuph...
sebuah kecupan, mendarat di bibir ranum itu.
"Kak"lirih Rosella.
"Yang, aku akan memberikan apapun yang kamu butuhkan setelah kita menikah"ucap NATO.
"Aku mau buka toko cake"ucap Rosella.
"Besok, pun kita bisa wujudkan mimpi mu"ucap NATO tulus.
Gadis itu pun mengangguk, setelah obrolan panjang itu, akhirnya Rosella, pergi menyiapkan baju piyama untuk NATO, dan air hangat di dalam bathtub, untuk pria itu mandi, setelah itu, dia pun kembali ke ruangan santai.
"Semua, sudah siap, aku mau buat makan malam dulu"ucap nya, sambil berjalan menuju dapur yang terlihat super bersih itu, Rosella membuka lemari es, dia menemukan banyak bahan makanan, mulai dari sayur dan buah yang sangat segar dan berbagai macam jenis sayuran ada di kulkas dua pintu tersebut.
"Kapan? dia belanja"gumam Rosella, yang mulai mengambil daging, dan sayuran setelah dirasa cukup dia langsung meracik bumbu sambil menyiapkan makanan lainnya.
tidak lama tumis daging sapi yang dipadukan dengan beberapa jenis sayuran, sudah jadi, dan terakhir nasi beras merah pun matang semua, sudah dihidangkan oleh Rosella,di atas meja.
"Sayang, kamu masak apa? baunya enak.
"Lihat saja sendiri"ucap Rosella.
"kamu memang pintar sayang"ujar NATO, sambil tersenyum manis.
"Makan lah dulu setelah itu kakak, boleh memujiku"ucap Rosella.
"Baiklah sayang ku"ujarnya sambil duduk dan langsung mengambil sendok dan garpu.
Sementara Rosella, memberikan piring yang sudah diisi dengan nasi dan lauk yang dia masak tadi.
Mereka pun makan malam bersama, setelah itu, NATO, mengantar gadis itu pulang ke rumah kontrakan nya.
Sebenarnya NATO, tidak tega melihat dia masuk kedalam kontrak yang menurutnya sempit, apalagi ditambah dengan barang-barang pribadi nya, yang lumayan memenuhi kontrakan kecil itu.
"Sayang, hati-hati di rumah, telpon aku jika ada apa-apa"ucap NATO sambil memeluk Rosella.
"Iya kak, tapi kakak tenang saja, semua akan baik-baik saja"ucap Rosella.
NATO pun pergi meninggalkan rumah Rosella, setelah sampai di apartemen, dia membuka internet, mencari tempat usaha sekaligus tempat tinggal untuk Rosella, sebelum mereka menikah nanti, karena masih ada banyak proses yang harus dia lakukan.
pria itu, menemukan sebuah tempat yang baru selesai dibangun, bangun, sebuah bangunan yang cocok, untuk dijadikan sebagai cafe tapi juga ada tempat tinggal yang menyatu dengan bangunan tersebut, sebuah hunian yang nyaman.
"NATO, langsung, melakukan pemesanan.
...🌸...........🌸...
Sudah dua hari berlalu, saat ini kedua pasang suami istri yang terdiri dari Marvin dan Ariana, juga Alvin dan Anggita, ada satu lagi yang membuat mereka yang menjadi alasan utama untuk mereka pergi liburan.
Agatha, ya, Agatha, adalah alasan kenapa? mereka berlibur saat ini, tapi sayang bahkan hingga, hari ini, gadis itu tidak kunjung kembali ceria seperti dulu.
Apa? sebegitu berpengaruh nya, penghianatan Alex, untuk Agatha.
"Daddy, putri ku"ucap Anggita, yang kini menangis di hadapan Marvin.
"Jangan khawatir, dia baik-baik saja"ucap Marvin.
"Tapi dia jadi pendiam dan bahkan tidak lagi seceria dulu, apa? semua itu begitu menyakitkan"ucap Anggita bertanya.
"Tentu saja Anggi, saat cinta tumbuh dan berkembang di benak nya, tiba-tiba dia harus menerima kenyataan pahit itu, jangankan Agatha, mommy juga tidak akan sanggup"ucap Ariana.
"Bagaimana cara nya agar dia bisa sembuh dari luka, mom aku sendiri benar-benar tidak kuat melihat nya"ucap Anggita.
"Sabar sayang, jangan terlalu dipaksakan, semua ada masanya"ucap Alvin.
"Tapi aku takut mas, aku takut putri ku, akan frustasi dan lari ke hal yang tidak diinginkan"ucap Anggita.
"Sudah, sebaiknya jangan berpikir yang macam-macam, jika pun, dia melakukan kesalahan, kita hanya bisa menasehati nya, bukan memaki atau pun membenci, biarkan dia menyembuhkan luka itu dengan caranya sendiri"ucap Marvin.
__ADS_1
Mereka langsung berhenti bicara, saat Agatha, datang menghampiri mereka, sambil memegang sesuatu di tangan nya.
"Mom, boleh Agatha, tinggal di apartemen mommy"ucap nya.
"Tapi untuk apa? sayang, Mension, juga masih luas untuk ditinggali"ucap Anggita.
"Boleh sayang tentu saja boleh, bahkan jika Agatha mau, Daddy bisa beli apartemen yang baru untuk putri kesayangan Daddy ini"ucap Alvin.
"Bekas mommy, saja dad,sayang juga jika tidak ditempati"ucap Agatha.
"Tentu, baik'lah, sayang terserah kamu saja" ucap Ariana, yang lebih mengerti bagaimana perasaan cucunya itu.
"Mulai besok, Agatha akan pindah ke sana, tapi , Agatha ingin semua barang-barang mommy di ganti dan di lakukan pengecatan ulang"ucap Agatha.
"Apapun, sayang"ucap Marvin.
Agatha pun tersenyum, manis, dia pun duduk bergabung, bersama dengan keempat nya.
"Mom, Agatha, mau tanya, jika Agatha tidak kuliah, apa? Agatha masih putri kalian"ucap gadis itu yang kini terlihat, sangat pasrah.
"Tentu saja Sayang, bahkan jika kamu tidak mau bekerja pun, tidak masalah, uang keluarga kita, tidak akan habis untuk tujuh turunan"jawab Ariana, karena dia melihat menantunya itu melamun.
"Terimakasih Oma"ucap Agatha.
Hingga keesokan harinya semua orang sudah berkemas, Agatha pun sudah siap dengan barang bawaan nya.
Hingga mereka tiba di Jakarta, Mension utama menjadi tempat tujuan nya.
Anggita pun, membantu suaminya berjalan menggunakan tongkat, hingga sampai di dalam kamar, wanita itu melepaskan sepatu sang suami, dan menyimpan nya di rak sepatu.
"Mas, istirahat, sebentar lagi aku akan bawakan makan malam untuk mu"ucap Anggita.
"Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu"ucap Alvin.
"Love you too, mas"ucap Anggita sambil pergi meninggalkan Alvin, untuk turun ke ruang bawah.
Sesampainya di sana, dia melihat Agatha, tengah duduk berhadapan dengan Alexander, yang ternyata sengaja datang.
"Berapa?kali aku katakan, jangan cari aku lagi, aku tidak akan kembali padamu"ucap Agatha tegas.
"Yang, kamu akan tau, jika kamu, berada di posisi ku, bagaimana cara nya agar kamu, mau memaafkan aku"ucap Alexander.
"Sudah tidak ada lagi, yang perlu diperbaiki kak, silahkan jalani hidup mu, dan aku pun sudah menjalani hidup ku yang sudah hancur ini, kamu lihat ini, kamu lihat"ucap Agatha yang membuka T-shirt yang dia gunakan, tampak lah, sebuah tato, yang melingkari pinggang nya, dan alangkah terkejutnya Anggita yang langsung jatuh pingsan.
"Nyonya"teriak sang asisten yang kini terlihat menolong Anggita, sementara Agatha mematung di tempatnya, dengan derai air mata, Alex langsung menutup kembali T-shirt Agatha menutupi semua nya dan berlari menghampiri mereka.
"Mom, bangun maafkan Agatha, Agatha salah, mommy boleh pukul Agatha"ucap nya benar-benar merasa bersalah.
Anggita pun, mulai membuka mata nya, wanita itu menangis sesenggukan sambil memeluk erat tubuh Agatha, dia merasa sangat bersalah, karena selama ini tidak bisa berada di sisi nya, saat Agatha, frustasi dan hancur.
Gadis itu ternyata sudah melewati masa-masa tersulit nya sendirian.
"Aunty, biarkan aku bertanggung jawab untuk semua ini"ucap Alex.
"Tidak kak, aku tidak mau, sudah cukup, aku sudah putuskan untuk hidup sendiri"ucap Agatha dihadapan semua orang.
Agatha pun pergi meninggalkan mereka menuju kamar nya, Agatha mengunci pintu, dia mengambil minuman yang dia simpan di dalam laci nakas, air mata nya terus menetes minuman itu, terus dia teguk hingga habis, dan pandangan matanya mulai mengabur, kepalanya sudah benar-benar terasa berat dan puyeng, Agatha, pun menyandarkan kepalanya samping ranjang, dengan posisi selonjoran, gadis itu pun memejamkan mata nya, mencoba melupakan rasa sakit yang teramat dalam, apalagi setelah melihat rasa sakit yang di alami oleh Anggita.
Anggita, meminta Alex, untuk pergi, dia tau semua nya begitu sulit, untuk putri nya, dan juga untuk Alexander sendiri.
Anggita, mulai mengerti kenapa? putri nya, tidak ingin melanjutkan kuliah kedokteran nya, semua karena, yang ia tunjukkan tadi.
"Sayang buka pintu nya"ucap Anggita.
Berkali-kali wanita itu mengetuk pintu, tapi tidak sedikit pun jawaban yang keluar dari dalam kamar nya.
"Daddy, kenapa? putri ku tak menjawab"tanya Anggita cemas.
"Dia mungkin tidur, sudah lah, jangan terlalu dikhawatirkan"ucap Marvin.
"Tapi tadi dia tidak sedang baik-baik saja Daddy"kata Agatha.
"Beri dia waktu, mungkin sedang menenangkan pikiran"ucap Marvin.
Ariana pun mengajak Anggita, keruangan nya, dan mereka pun mengobrol, panjang lebar, dia mereka berencana untuk membawa Agatha, ke psikolog, Anggita, ingin putri nya kembali baik-baik saja, tapi Marvin, melarang nya, dia tau cucunya akan sembuh seiring berjalannya waktu, karena yang Agatha, alami bukan penyakit kejiwaan, dia hanya butuh berdamai dengan masalalu dan bisa menerima takdir yang harus dia lewati untuk menjadi wanita yang tangguh.
Sampai akhirnya, Marvin, memberikan apa? yang cucunya ingin, dia ingin tinggal sendiri, bahkan di apartemen milik mommy nya, yang akan dia ubah menjadi tempat ternyaman baginya.
Agatha berencana untuk menjadikan apartemen tersebut, menjadi studio Tatto.
__ADS_1
Marvin tidak melarang nya, dia ingin cucunya menjadi dirinya sendiri, sampai saat saat nanti, tiba.