
Sudah satu minggu mereka tinggal bersama di apartemen tersebut, Kalas bahkan sering memberikan perhatian lebih terhadap Tania.
Meskipun hanya perhatian sebagai asisten rumah atau asisten pribadinya.
Namun tak jarang pria itu memberikan barang-barang yang mungkin akan sulit untuk Tania dapatkan Jika dia menunggu untuk bekerja dan menabung terlebih dahulu. untu mendapatkan barang itu.
Sampai saat Kalas meminta dirinya untuk menggunakan sebuah gaun malam yang akan dikenakan nanti saat menghadiri pesta ulang tahun dari sahabatnya.
Tania sempat menolak karena gaun itu terlalu seksi untuknya, untuk seorang Tania yang tidak pernah menggunakan baju yang memiliki belahan lebar atau sedikit mempertontonkan tubuhnya.
Yang indah yang selalu tertutup selama bertahun-tahun, karena Tania hanya akan memakai kaos pendek jika keadaan sedang tidak banyak orang.
Namun jika sedang berbaur dengan orang-orang yang ada di tempat dia bekerja atau di lingkungannya dia akan memakai pakaian yang tertutup meskipun bukan stelan hijab yang ia kenakan melainkan Hoodie yang selalu melekat di tubuhnya.
Itu karena dia sedang menyembunyikan bekas luka yang ada di bagian bahu dan juga bagian pinggangnya akibat kekerasan yang ia dapatkan dari teman yang pernah memfitnahnya dulu.
Luka itu sampai saat ini masih membekas karena dia bukan orang kaya yang bisa membuat kulitnya kembali mulus dengan jalan operasi plastik,
Tapi meskipun demikian ada rasa ingin mengubur semua luka itu agar dia tidak trauma lagi dengan kejadian itu, luka-luka itu selalu mengingatkan rasa sakit di hatinya hingga saat ini.
Sampai saat Kalas memaksa dia untuk menggunakan pakaian itu atau gaun yang ia berikan tadi Kalas melihat bekas luka itu di bagian bahunya, karena bagian pinggang tertutup dengan gaun tanpa lengan itu.
Tania memiliki kulit yang putih dan mulus yang terdapat bekas luka yang cukup dalam, mungkin jika itu terjadi saat ini tapi karena sudah bertahun-tahun hanya tinggal bekasnya saja.
Kalas mulai mengerti kenapa Tania Tidak mau menggunakan gaun tersebut, hingga akhirnya dia itu menyarankan Tania untuk memilih gaun lain di sebuah butik langganan keluarganya.
Dan saat itu ia harus pergi sendiri, karena saat ini Kalas benar-benar sibuk.
__ADS_1
Tania mengikuti saran dari kalas yang meminta dia pergi dengan asisten pribadi Kalas menuju sebuah butik.
Dia pun mengatakan kedatangannya untuk mencari sebuah gaun yang bisa membuat dirinya nyaman yang menutupi bagian seluruh tubuhnya tanpa terkecuali namun masih terlihat elegan, dan pemilik butik sangat mengerti dengan keinginan Tania.
Setelah berulang kali memilih, pilihannya jatuh pada gaun pesta yang memiliki lengan sampai batas siku lengannya dengan berbagai varian warna yang ia pilih jatuh pada warna merah marun dengan aksen mutiara di bagian dadanya yang membentuk sebuah bunga mawar.
Akhirnya dia pun pulang menuju apartemen tapi di tengah jalan dia kembali minta berhenti untuk singgah di sebuah supermarket karena saat ini dia sudah mendapatkan tamu bulanan, dia harus membeli pembalut untuk dirinya sendiri.
Sampai saat dia masuk ke dalam dia tidak sengaja menabrak seseorang yang tampak sangat mirip dengan Kalas, pria itu sedang menggandeng seorang wanita tepatnya bukan menggandeng tapi menggenggam tangan seorang wanita sambil melakukan pembayaran.
Tepat di depan meja kasir tempat keranjang merah itu berada.
Tania sempat berpikir bahwa itu adalah Kalas.
Mungkinkah dia beralasan tidak ingin mengantar Tania hanya karena kekasihnya itu, dan ia pun kembali fokus dengan tujuannya dia tidak hanya membeli pembalut wanita tapi juga membeli sesuatu yang ingin dia masak saat ini.
Namun dia sadar diri bahwa dirinya hanyalah seorang pelayan seorang asisten pribadi harus bekerja dengan bayaran biaya kuliahnya.
Sampai saat ia selesai dan membayar semua belanjaanya tersebut, ia pun langsung bergegas keluar dan langsung masuk ke dalam mobil.
"sudah selesai belanjanya tuan Kalas minta kita untuk segera kembali karena dia ingin segera berangkat ke suatu tempat."ujar sopir.
"sudah maaf menunggu terlalu lama, tadi saya membeli bahan makanan untuk dimasak hari ini dan saya tadi melihat tuhan Kalas yang sedang bersama dengan wanita mungkin itu kekasihnya."Tania tanpa ragu.
"dia bukan tuan Kalas dia itu kakaknya tuan, tuan Kalen, kakak tuan Kalas. mereka bahkan memiliki saudara kembar dan bukan cuman satu melainkan tiga hanya beda tahun kelahirannya saja."ujar sopir.
Tania pun terdiam, dia tidak ingin banyak bicara lagi yang jelas tadi bukan Kalas tuannya.
__ADS_1
Dia pun langsung bergegas pergi menuju apartemen bersama dengan sopir pribadi Kalas karena pria itu telah terburu-buru akan mengantar tuannya ke suatu tempat jadi Tania tidak bisa berlama-lama di tempat ia berbelanja tadi.
Saat tiba di basement apartemen tersebut dia berpapasan dengan Kalas yang sudah berada di sana, mungkin sudah menunggu atau sudah janjian dengan sopir yang membawanya kini.
Tania langsung keluar dengan membawa handbag dan juga beberapa kantong belanjaannya.
Gadis itu tampak ragu untuk menyapa, karena takut jika yang ditemui adalah kembaran dari tuannya tadi karena mereka begitu mirip dan tidak ada perbedaan sedikitpun kecuali pakaian yang ia kenakan tadi.
Kalas bingung saat melihat gadis itu terdiam, bahkan tidak menyapanya dan langsung berlalu pergi meninggalkan dirinya dengan sopir yang kini menyambutnya tengah membukakan pintu mobil tersebut.
Saat dia masuk ke dalam mobil sopir itu pun berbicara pada Kalas untuk menjawab kebingungan pada tuanya.
Sopir itu berkata"Tania tidak menyapa anda karena dia tadi sempat bertemu dengan Tuan Kalen yang sedang berjalan dengan Nona Tiara jadi Dia mengira Tuan adalah kembaran Tuan, Tuan Kalen."ujar sang sopir.
Pria itu mengerti bahwa saat ini Tania tengah bingung.
Kalas pun pergi menuju sebuah tempat di mana dia dan Tania nanti akan datang ke sana, namun sebelum mereka pergi dia ingin memastikan bahwa sang kakak benar-benar akan menghadiri pesta tersebut.
Karena dia tidak ingin rencananya gagal sudah memberikan gaun yang cukup mahal nanti bisa sia-sia, rencananya tidak terealisasi pria itu ingin menunjukkan pada kakaknya sendiri bahwa dia juga bisa mendapatkan yang lebih baik. pada yang telah merebut wanita incarannya.
Bukan Kalen yang mendekati gadis itu tapi Tiara yang mendekati kalen. Gadis itu seakan lupa dengan pertolongan yang ia berikan.
Kini Kalas tengah mengintai dari dalam mobil, benar kata sopir tadi bahwa kalen tengah bersama Tiara.
Pria itu bahkan berani menggenggam tangan gadis itu saat mereka tengah berjalan memasuki butik.
Kalas, yang kini tengah mengepalkan tangannya dia langsung meminta untuk segera kembali ke apartemennya.
__ADS_1
Pria itu ingin memastikan Tania benar-benar merawat dirinya sebelum akhirnya mereka pergi.