Sang Penari

Sang Penari
#Berarti#


__ADS_3

Disini lah, Agatha berada di sebuah cafe, setelah kegiatan perkuliahan nya, berakhir.


Gadis itu, tengah menikmati makan siang nya yang terlewat, menu favorit nya sejak kecil yang selalu disediakan di cafe, tersebut setelah Agatha, datang berkunjung ke sana bersama dengan seseorang.


Ya...itu adalah cafe, milik teman Alex, gadis itu tidak sengaja ingin datang, hanya saja tadi dia lewat jalan tersebut, Agatha, kangen dengan tempat itu, meskipun terdapat kenangan indah yang berakhir menyakitkan.


"Agatha"sapa sang empunya.


"Eh, KA Yunho"ujar Agatha.


"Kamu, sendiri"ujar pria itu.


"Heumm, mau dengan siapa? lagi"ucap Agatha lesu, meskipun tidak disengaja seakan mengeluh.


"Sabar saja, Alexander, masih sangat mencintai dirimu, meskipun kini dia menikah dengan wanita lain"ujar Yunho.


"Sudah, cukup kak, tolong jangan bahas itu lagi, sudah tidak penting"ujar Agatha.


"Benarkah?"tanya Yunho.


"Heumm" ujar Agatha, yang langsung hendak pergi, tapi tangan nya,di tahan oleh pria itu.


"Maaf kan aku jika membuat mu tidak nyaman, aku hanya ingin kamu tidak membenci dia, dia tidak punya, siapa-siapa lagi saat ini"ucap Yunho.


"Dia punya orang tua, dia juga punya istri, kamu masih bilang dia tidak punya siapa-siapa"ujar Agatha.


"Alex, adalah anak angkat,maka dari itu kedua orang angkat Alex, selalu melakukan apapun yang mereka mau"bohong Yunho.


"Kak Yunho, aku bukan anak kecil, aku tau kakak sedang berbohong, mana ada orang tua angkat yang begitu mirip dengan nya, dan semua data dirinya tidak ada yang menyatakan bahwa Alexander Abraham, adalah seorang anak adopsi."ujar Agatha, dengan jelas.


Sontak Yunho, terdiam di tempatnya.


"Aku sudah kenyang terimakasih, meskipun tidak semua, orang pandai membahagiakan orang lain tapi aku yakin, Alex, tengah berbahagia dengan nya"ujar Agatha, sambil beranjak pergi.


Sampai saat Agatha, di depan pintu"Agatha, Alex, ingin kamu bahagia"ujar Yunho.


Agatha, sempat mematung, tidak lama setelah itu dia berbalik"Bahagia itu tidak bisa, ditentukan oleh keinginan orang lain, yang menginginkan seseorang untuk bahagia, karena bahagia, bukan sebuah tempat yang biasa dituju disaat kita mau, menuju kesana bisa seenaknya."ujar Agatha.


"Kamu mungkin sangat terluka dan ingin melupakan semua kenangan tentang nya, tapi satu hal yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun, ketulusan Alexander, saat menjagamu "ucap Yunho.


"Tanpa, kakak, ingatkan pun aku selalu ingat, tapi bukan berarti, aku tidak boleh melanjutkan hidup, dengan siapapun" ujar Agatha.


Gadis itu pergi dia tidak pernah membenci Alex, hanya saja dia ingin melupakan semua kenangan tentang mereka.


Sampai saat tiba di apartemen Agatha, langsung masuk ke dalam lift, yang akan membawa dia ke unit nya.


"Aku kuat"ucap nya.


"Tanpa sadar, bulir air mata yang dia tahan akhirnya turun juga.


Seberapa pun, kuatnya dirinya, mencoba untuk melupakan Alexander, tetap saja dia tidak bisa melakukan nya.


Agatha, terduduk di lantai, dia memeluk lututnya tubuhnya bergetar, kala ingat, bagaimana perhatian Alex, yang tulus padanya.


Di mana, dia selalu jadi yang utama untuk nya, Alex, bahkan rela di ejek oleh temannya, karena berpacaran dengan gadis es krim seperti dirinya.


"Sayang, kamu dimana"ujar Anggita, yang datang ke sana, seperti biasanya, wanita yang tidak lain adalah bidadari tak, bersayap itu, ingin mengantar makanan, untuk makan malam putri kesayangan nya.


"Sayang, kamu sedang apa? di sana heumm"ujar Anggita.


"Kamu menangis"ujarnya lagi.


"Mommy, apa? Agatha, kejam karena sudah melupakan kak Alex, yang begitu mencintai Agatha"ujar gadis itu.


"Tidak sayang, jangan bicara seperti itu, kamu memang sudah seharusnya, melupakan sesuatu yang bukan milik kita, tapi tidak untuk membenci nya, berdamai dengan keadaan akan jauh lebih baik, daripada terus berharap dan timbul kebencian, karena tidak dapat mendapatkan nya."ucap Agatha bijak.


"Agatha, mencintai nya mom"ujar Agatha.

__ADS_1


"Mommy, tau sayang, tapi mencintai seseorang, secara berlebihan itu tidak lah baik"kata Anggita.


"Mommy, kenapa? harus sesakit ini"ujar Agatha.


"Semua, sudah takdir sayang maka jalan terbaik adalah melupakan nya"ujar Anggita.


"Mom, apa? mommy pernah jatuh cinta pada pria lain, selain Daddy, sebelumnya"ucap nya penasaran.


Tapi Anggita, hanya menggeleng pelan, karena memang selain Alvin, wanita itu tidak mencintai siapapun lagi.


Agatha, tersenyum, betapa kagum nya, dia pada sang mommy, selain cantik dan baik hati, wanita itu juga tidak pernah mencintai pria lain selain Daddy nya, tapi lain ceritanya, mungkin jika itu di posisi Agatha, saat ini dia bahkan tidak berjodoh dengan pria yang sangat ia cintai.


"Sayang, mommy berharap kamu akan bisa bertemu dengan bahagia mu,suatu saat nanti, ingat jangan putus asa, selama dunia masih berputar, selama siang masih berganti malam, selama itu, masih ada harapan untuk kita kembali bahagia"ujar Anggita.


"Heumm, ya mom"ujar Agatha.


Anggita, pun pamit, seperti biasanya dia berpesan agar Agatha, tidak berbuat hal yang bodoh.


Sampai malam, tiba Agatha, sudah berada di dalam kamar nya, setelah mandi dan berpakaian, juga menggunakan, piyama tidur nya.


Agatha, tidak langsung tidur, setelah itu dia duduk di balkon kamar nya, sambil chatting dengan teman baru yang dia dapat kan dari sosial media yang merupakan akun pribadi nya, seseorang yang tiba-tiba muncul dengan foto profil, pantai itu, selalu menyapa dia.


setiap siang dan malam.


Seperti, saat ini.


^^^"Hi,, kamu sedang apa? sudah makan"(T)^^^


^^^"Heumm, jika belum makan, memang mau apa?"^^^


^^^"Siapa tahu gak punya beras🤭 atau uang😁aku bisa kirim"(T)^^^


^^^"Aku, mungkin tak punya beras, karena aku tidak makan nasi, dan satu lagi aku juga tidak pegang uang, hanya pegang kartu"^^^


^^^"Tidak makan nasi, lalu apa? makanan mu, selama ini"(T)^^^


^^^"Makan orang"^^^


^^^"Apa?"^^^


^^^"Coba, tanya orang sekitar mu, manusia yang makan manusia, terutama daging mentahnya"(T)^^^


^^^"Sudah lah, gak usah bahas itu, karena tidak akan ada ujungnya"^^^


^^^"Boleh, kita bertemu?"(T).^^^


^^^"Kau mau bertemu dengan ku?"^^^


^^^"Tentu"(T).^^^


Agatha langsung mengakhiri, semua nya tanpa pamit.


Dia berbaring diatas ranjang nya.


Dengan mata terpejam dia berdoa, semoga hari esok masih bisa bertemu dengan hari yang baru.


Sampai akhirnya, dia terlelap untuk bersiap menyambut pagi esok hari Agatha, terlelap dengan wajah polos tanpa beban.


Sampai pagi tiba, gadis itu kembali ke gadis itu pun menyambut nya dengan semangat empat puluh lima.


Dia pergi ke kampus.


...🌸.............🌸...


Sementara itu, seorang pria tampan, tengah berdiri di samping mobil sport milik nya, bersama dengan asisten pribadi nya, dia adalah (T) seseorang yang selalu menemani Agatha chatting.


Pria itu datang untuk bertemu dengan Agatha, yang kini baru tiba di parkiran kampus.

__ADS_1


Agatha, memarkirkan mobil Ferrari, pemberian dari Piter itu, setelah itu dia keluar dengan menggunakan kacamata dia berjalan tanpa menengok kanan kiri, meskipun di sana sudah berkumpul geng tidak tahu diri itu.


"Hi,,, Nona Alexandria"ujar mereka kompak.


"Hay guys, ada sesuatu untuk kalian"ucap Agatha, melempar,satu buah paper bag berisi sarapan pagi, masing-masing mendapat satu buah hamburger.


"Minumnya"ujar mereka kompak.


"Beli sendiri, gue duluan, mau kumpulkan tugas dulu"ujarnya sambil berjalan terburu-buru diikuti oleh mereka.


Sementara itu senyum pria, yang sedari tadi menyambut mengembang sambil berjalan mengikuti langkah Agatha.


Agatha, berjalan tidak perduli dengan orang yang kini tengah berjalan beiringan dengan nya.


"Heumm"gadis gadis itu sampai terlonjak kaget.


"Kau" ujar Agatha.


"Heumm ya"jawab Tama.


"Ada apa? kamu kemari, apa,,, ada urusan"tanya Agatha.


"Bukan kah, Kita sudah buat janji, semalam"ujar Tama.


"A apahhh, jadi (T) itu kamu"ujar Agatha.


"Tama Davidson, jika kamu lupa"ucap Tama, pria itu mengulurkan tangannya.


"Kau tau aku dimana"ujar Agatha lagi.


"Tentu saja, bahkan saat kau tidur pun,aku tau"ucap Tama.


"Permisi-permisi ambulans mau lewat"ujar mereka berlima yang bahkan tidak tau malu nyelonong di tengah-tengah sambil berbalik menatap wajah tampan Tama, yang mulai menjadi pusat perhatian, Tama, hanya bersikap cuek dan dingin pada mereka, tapi tidak pada Agatha.


"Kalian" ucap Agatha menahan emosi nya.


"Hehe, gak sengaja, ngomong-ngomong berapa, tarif tatto, yang kemarin kamu buat, ada teman ku yang mau buat"ujar Rio.


"Tiga puluh juta, itu sudah termasuk diskon sudah ya gue mau ke ruangan dosen, buat kumpulin tugas dulu"ujar Agatha, yang langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan Tama, yang kini menunggu, tidak jauh dari ruangan yang Agatha masuki.


Sampai beberapa menit, berlalu akhirnya Agatha kembali .


"Jadi kamu juga suka buat tatto?"kata Tama, bertanya.


"Heumm, terkadang, tapi sekarang sudah aku tutup, studionya, ada seseorang yang bilang, aku tidak boleh melakukan itu lagi."ujar Agatha.


"Pasti Alex Abraham kan, dia memang"


"Apa? kau jangan asal tebak"ujar Agatha kesal karena Reina, menyela obrolannya.


"Cafe, atau kantin" ujar mereka.


"Gue mau pulang"ujar Agatha .


"Pulang saja, jika kamu bisa keluar dari kerumunan laron yang penasaran dengan pria mu ini"ucap Rega.


"Tidak ada, pria kau lupa"ucap Agatha tegas.


"Kau benar-benar keterlaluan"ujar pria itu.


"Aku keterlaluan" tunjuk Agatha, pada dirinya.


"Ya, karena kamu tidak mengakui aku, sebagai tunangan mu" ujar pria itu dengan sengaja.


Agatha, membulatkan matanya, saat itu juga, dia tidak percaya bahwa pria itu berani berkata seperti itu, di saat sedang banyak orang.


Agatha, terus menatap lekat wajah tampan Tama, yang juga menatap wajah Agatha, yang cantik alami tanpa makeup.

__ADS_1


"Aku serius"ujar Tama.


"Diam, disini kita adalah orang asing, dan jika kamu ingin,berakting aku bukan orang yang tepat untuk kau ajak syuting"ujar Agatha..


__ADS_2