
Setelah, Kaley yang minum asi sekarang giliran Kalan putra pertama mereka, seperti tadi saat di awal dia menyusui putri nya Agatha menggigit bibir bawahnya.
Hal itu membuat Kristofer cemburu bagaimana tidak putra nya sudah membuat istrinya kesakitan saat menyusu padahal dirinya juga tidak pernah sampai seperti itu.
"Sayang jangan susui mereka lagi jika mereka membuat mu tidak nyaman"ucap Kristofer.
"Honey itu tidak mungkin mereka adalah anak ku dan aku harus menyusui mereka"ucap Agatha.
"Heumm ingat ya Kalan jangan buat mommy kesakitan ini berlaku untuk kalian bertiga"ucap Kristofer yang terlihat posesif padahal mereka adalah anak nya.
"Sayang kamu kamu yang paling kuat minum asi nya, setelah kakak Kaley, tapi tidak masalah mommy sangat bahagia kalian bisa minum asi eksklusif dari mommy langsung, sekarang giliran ade Kala ya"ucap Agatha.
Kristofer pun kembali membantu menggendong baby Kalan dan di tidur kan di boks miliknya.
Lalu terakhir wanita itu menyusui si bontot baby Kala yang terlihat sangat kalem dan anteng tapi saat dia menyusui Kala dia kaget karena bukan main ternyata putra bungsu nya itu lebih kuat dari keduanya.
"Ah...!" pekik Agatha hingga membuat Kristofer menelan ludah nya saat itu juga saat mendengar pekikan Agatha seperti saat pertama kali ia menyentuh istrinya.
"Kala Daddy bilang jangan buat mommy kesakitan"ucap Kristofer pelan tapi penuh penekanan.
"Kris,,, jangan marahi putra ku"ucap Agatha yang terlihat sangat marah.
"Tapi dia menyakiti mu honey"ucap Kristofer.
"Heumm dia tidak tau apa-apa sayang lagipula ini masih wajar karena aku baru menyusui dia"Bela Agatha.
"Heumm baik'lah sayang maafkan aku "ucap Kristofer yang langsung mendekap Agatha, setelah itu dia langsung pergi menuju ruangan tempat dimana para anak buahnya berkumpul.
Sementara Agatha kini tengah tertidur untuk mengistirahatkan tubuh nya ditemani oleh para pelayan wanita yang ada di sana untuk menjaga ketiga anak nya sebelum Agatha bangun tidur, tidak satupun dari mereka yang boleh bersuara dan semua senyap seakan tak ada orang di sana.
Anak buah Kristofer memang bukan kaleng-kaleng semua benar-benar sudah terlihat.
Saat Kristofer masuk kedalam ruangan tersebut, dia terlihat sangat kesal dan tidak ada satupun yang berani menyapa pria itu.
"Carikan cara bagaimana supaya ketiga anak ku agar tidak membuat istri ku kesakitan saat menyusu"ucap Kristofer.
"Kenapa? tidak diganti dengan botol dan untuk Nona dia bisa menggunakan pompa asi khusus yang tidak akan pernah membuat nona kesakitan Don"ucap seorang dokter ahli yang merupakan anak buahnya.
"Bawakan alat itu untuk ku secepatnya jika tidak kalian sendiri akan tau akibat nya"ucap Kristofer.
"Baik Don" ujar anak buah nya.
Kris langsung kembali ke dalam kamar dan meminta para pelayan untuk meninggalkan tempat tersebut.
Kristofer ingin tidur bersama dengan istrinya saat ini.
Agatha masih tertidur pulas di atas ranjang tersebut setelah dua hari pasca operasi Caesar tersebut dan beruntung kondisi Agatha sungguh sangat sehat meskipun luka bekas operasi Caesar tersebut masih belum kering.
Kristofer berbaring menyamping, dia memeluk Agatha yang kini sedikit terusik.
"Sudah bobo lagi ya aku ngantuk"ucap Kristofer manja.
"Apa Oma bisa diajak kemari"ucap Agatha.
"Aku sudah meminta anak buah ku untuk menjemput seluruh keluarga ke pulau ini, termasuk sahabat mu yang kini dalam perjalanan"ucap Kristofer.
"Terimakasih Sayang"ucap Agatha yang kini menambahkan wajahnya di dada bidang Kristofer.
"Tidur lah Kris"ucap Agatha sambil mengelus dada bidang tersebut.
"Honey I love you"ucap gadis itu.
"Love you more"ucap Agatha yang kembali memejamkan mata nya.
Sementara itu di sebuah pesawat, sepasang suami istri yang merupakan pasangan pengantin baru, dia tidak lain adalah Xena dan juga Kenan, anak buah Kristofer, mereka berdua sedang makan malam bersama hingga akhirnya pesawat mereka tiba di pulau tersebut, landasan jet pribadi milik Kristofer itu sungguh sangat luas berada di atas pulau pribadi yang sangat luas tersebut.
Xena langsung di sambut oleh pelayan yang kini berada di depan pintu dan pelayan tersebut begitu hormat pada Kenan.
__ADS_1
"Dimana Don saat ini"tanya Kenan yang membuat Xena terkejut, wanita itu tau panggilan itu, hanya untuk seseorang yang paling kuat dan berkuasa.
"Sayang bukan nya ini rumah Alex, lalu kamu kenapa? bisa akrab dengan mereka dan kenapa? kamu menanyakan Don, maksud nya Don, apa?"pertanyaan itu terus lolos dari bibir Xena.
"Kamu akan tau nanti Sayang!"ucap Kenan sambil tersenyum.
Keduanya pun masuk, saat itu juga Xena menemui Agatha di dalam kamar nya, meskipun itu bukan kamar utama tapi kamar tersebut begitu luas dan sangat mewah.
"Alex!"pekik Xena yang benar-benar merasa rindu dengan sahabat terbaik nya itu, dia langsung memeluk Agatha dan mengecup seluruh pipinya Agatha seperti biasanya hingga Kristofer protes.
"Kau tidak boleh menyentuh istri ku sebelum kau benar-benar dinyatakan steril"ucap Kristofer.
"Heumm sampai segitunya"ucap Xena.
"Kris"ucap Agatha sambil menatap sang suami, hingga Kristofer tidak bisa berbuat apa-apa, dan akhirnya mengalah begitu saja.
"Oh,,, baby three twins K"ucap Xena saat melihat gelang nama yang khusus Kris ciptakan untuk ketiga baby tersebut.
"Alex, keponakan ku begitu menggemaskan"ucap Xena yang kini menggendong baby Kalan.
"Kenan sepertinya istri mu harus dipaksa untuk segera melahirkan agar dia tidak menggangu anak ku"ucap Kristofer.
"Honey!"pekik Agatha.
"Apa? sayang aku hanya mengingatkan"ucap Kristofer.
"Sebaiknya kalian keluar"ucap Agatha.
"Baiklah sayang ku, jangan marah ya, Daddy keluar dulu girls, Boy"ucap pria itu sambil mengelus ketiga nya dengan penuh cinta kasih.
Kristofer yang begitu mencintai Agatha, dia juga sangat mencintai dan menyayangi darah daging mereka.
Kristofer masih ingat betapa sulit nya untuk menjalin hubungan yang penuh ketenangan dengan istri cantik nya itu.
Sampai akhirnya istri pertama nya pulang ke negaranya untuk melahirkan di sana dan hingga saat ini masih berada di sana, membuat Kristofer miliki banyak waktu untuk berada di samping Agatha.
Sebagai seorang kepala dari para mafia, sebetulnya dia memiliki jadwal kegiatan yang sangat padat dan bahkan dirinya memiliki bisnis yang mencakup segala bidang, termasuk obat-obatan dan juga bahan kimia lainnya, menuntut dirinya untuk tetap bekerja lebih keras lagi.
"Oma, sudah datang"sambut Kristofer yang tersenyum sambil memberikan pelukan hangat meskipun itu bukan gaya Kristofer.
"Tentu saja Sayang, Oma akan datang demi melihat cicit Oma yang sangat Oma tunggu kelahiran nya.
"Sampai akhirnya mereka semua duduk di ruang keluarga yang super luas dan sangat keren itu, sebuah ruangan terbuka lebar tampak Agatha yang masih berbaring di atas ranjang, Ariana Alvin dan Anggita masuk lebih dulu melihat cucu dan cicit mereka.
"Oma! mommy, Daddy kalian disini"ucap Agatha yang langsung memeluk mereka yang mendekat satu persatu.
"Oma datang sayang untuk menjenguk kalian yang sangat Oma rindukan"ucap Ariana rose.
"Daddy juga sudah merindukan putri Daddy dan ketiga cucu Daddy"ucap Alvin.
"Terimakasih Daddy ku sayang, semoga kalian semua panjang umur dan bisa membimbing mereka"ucap Agatha.
"Mudah-mudahan putri mommy sayang,,, ingat mommy sangat mencintaimu dan merindukan mu"ucap Anggita, yang kini menitipkan air mata sambil mengecup seluruh wajah putri cantik nya itu.
"Aku baik-baik saja Mom... mommy jangan bersedih lagi Agatha kuat buktinya mereka sudah berada di dunia ini"ucap Agatha.
Agatha tau jika saat ini ibunya bersedih karena jalan hidup yang dilalui Agatha benar-benar tidaklah mudah.
"Mommy tau itu cinta"ucap Anggita yang kini semakin dibuat menangis sesenggukan sambil memeluk erat putri yang kini masih berbaring di ranjang.
"Sudah mom, lihat cucu kita yang super cantik dan tampan ini"ucap Alvin yang kini tengah menggendong Kaley, sementara Kalan dan Kala dalam gendongan Ariana.
...🌸.........🌸...
Anggita langsung mengambil alih salah satu nya,yaitu Kalan Alexander Alen.
Sementara Kala Alexander Alen, begitu anteng dalam pelukan nenek buyut.
__ADS_1
"Dia begitu tampan seperti kalian berdua, sementara Kaley lebih mirip daddy nya"ucap Ariana.
"Heumm kamu memang putri mommy yang paling hebat sayang mommy bahkan tidak pernah sepenuhnya berada di samping mu, tapi kamu mampu melewati semua ini sendiri"ucap Anggita.
"Ada Kris, bersama dengan Agatha mom"ucap Agatha.
"Mommy tau Sayang"balas Anggita mengiyakan saja, karena tidak ingin putri nya merasa sedih padahal seperti yang dia tau bahwa Kristofer baru beberapa bulan terakhir ada full bersama dengan Agatha.
Setelah yang lebih tua keluar kini giliran Alvaro NATO dan Piter, yang masuk.
"Kalian juga datang"sambut Agatha.
"Sayang tentu saja kakak datang untuk melihat ketiga keponakan kakak"ucap Alvaro yang langsung memberikan pelukan hangat dan kecupan di puncak kepala adiknya itu
"Terimakasih kak"ucap Agatha.
"Sama-sama sayang"jawab Alvaro.
"Sayang kamu tidak mengabari kakak, lalu siapa? yang sudah membantu proses persalinan, kenapa? tidak pulang ke rumah sakit kita"ucap NATO.
"Aku tidak sempat kak baru turun dari jet, sudah sangat sakit, dan tidak perlu ke negara kita, di sini juga sudah tersedia peralatan medis yang sangat canggih dan dokter mungkin kakak bisa melihat nya"ucap Agatha yang kini masih memeluk NATO erat.
Sampai akhirnya giliran Piter, pria itu sempat menatap Agatha dengan tatapan mata yang sulit untuk diartikan.
"Aku datang honey,,, setelah ini kamu bisa melahirkan anak kita kelak"bisik pria itu di samping kuping Agatha.
Setelah memberikan pelukan dan kecupan hangat di kening Agatha, Piter pun langsung duduk di ruangan tersebut sambil memperhatikan ketiga bayi yang kini di gendong oleh keduanya.
"Kak, jika kamu menikah mungkin saat ini kamu juga sudah menggendong anak"ucap NATO.
"Aku tidak bisa menghianati cinta ku pada kakak ipar mu"ucap Alvaro.
"Itu hanya alasan saja"ujar NATO.
"Dia disini"ucap Agatha yang tau duduk persoalannya.
"Heumm"jawab Alvin.nggak tahu manggil pelayan untuk meminta Xena, datang ke kamarnya itu di sana dia sebenarnya wanita itu namun sampai saat ini belum punya keberanian untuk memastikan kenyataan seperti yang pernah diberitakan bahwa kini Xena tengah mengandung darah dagingnya.
Ingin rasanya menemui wanita itu tapi dia tidak tahu dimana keberadaan Xena, hingga akhirnya kabar pernikahan itu pernikahan mereka tersebut dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Sementara, itu Xena, sendiri saat ini tidak mau keluar dari kamar dia bahkan mengurung diri saat tahu keluarga Agatha datang dan ada di sana meminta suaminya itu untuk segera kembali pulang dan tidak lupa lama-lama di rumah tersebut tidak bisa meninggalkan Christopher gitu saja saat ini keluarga besarnya sedang menjaga keamanan di seluruh pulau tersebut.
Christopher, sendiri saat ini tengah menemani mereka berbincang, di ruang keluarga sementara yang lainnya masih berdiskusi tentang keadaan sekeliling pulau tersebut agar steril, dari siapa pun agar tak sendiri merasa heran dengan Xena, yang tidak mau muncul di hadapan semua orang saat ini karena rasa kecewa.
Tepat di taman belakang Xena tengah duduk di samping kolam ikan koi yang jernih, yang kini terlihat sangat lincah bergerak ke sana kemari.
"Aku tau kamu kecewa padaku tapi tidak seharusnya kamu menyembunyikannya calon anak kita, aku hanya meminta waktu sejenak untuk berpikir, tapi kamu bahkan tidak pernah memberitahu ku akan kepergian mu, kamu egois Xena"ucap Alvaro yang kini berdiri di samping Xena.
"Waktu untuk berpikir, atau untuk menghindar aku sudah berikan semua itu, dan jika kamu masih butuh waktu itu artinya aku tidak pernah di harapkan untuk berada di sisi mu, jadi lebih baik kamu melupakan ku dan anak ini"ucap Xena.
"Tidak kau harus kembali bersama dengan ku"ucap Alvaro tegas.
"Aku bukan barang yang bisa kamu gunakan saat kamu butuh, oke dulu sempat melakukan kesalahan hanya karena ingin sebuah rumah untuk berteduh aku melakukan semua kesalahan itu tapi tidak untuk kali ini."ucap Agatha.
"Sayang kamu disini rupanya, ayo kita harus segera kembali ke kamar, tidak baik berada di luar saat malam hari"ucap Kenan.
Kenan, langsung merangkul pinggang istri nya, mereka pun melangkah pergi.
"Tunggu setelah bayi itu lahir aku akan mengambil nya"ucap Alvaro.
"Kau bisa mengadopsi bayi orang lain tapi tidak dengan calon anak ku"ucap Kenan.
"Dia anak ku"ucap Alvaro.
"Kapan anda menikah dengan istri saya"ucap Kenan, dengan tatapan elang pembunuh nya.
Kilat amarah yang terpancar dari laki-laki berwajah kalem itu, sungguh akan membuat siapapun lari ketakutan.
__ADS_1
sampai saat keduanya pergi Alvaro batu baru tersadar jika pria yang menikahi Xena, bukan lah pria biasa.
"Sayang kamu tidak usah bertemu lagi dengan nya"ucap Kenan, sedikit cemburu saat mendengar obrolan mereka, karena mereka tidak tau jika tembok dan apapun yang ada di sana bisa mendengar dan melihat.