
Kalas langsung mengajak gadis itu pulang, dia tidak ingin lagi mengejar cinta yang salah.
Setidaknya dia bisa memulai sebuah hubungan dengan Tania.
Gadis itu tidak akan pernah bisa menolak keinginan dirinya.
Saat ini dia ingin berkata jujur pada gadis itu meskipun rasanya sungguh sangat berat.
Sepanjang perjalanan menuju apartemen pria itu hanya terdiam sambil menatap kearah jendela mobilnya, sudah hampir tiga puluh menit keduanya bahkan tidak terlibat obrolan apapun.
Sampai saat tiba di dalam apartemen, Kalas meminta gadis itu untuk duduk dan bicara.
"Tania duduklah aku ingin bicara padamu."ujar Kalas.
Gadis itu pun langsung duduk di sofa yang ditujuk oleh Kalas.
"Mau bicara apa? tuan."ujar Tania.
"Mari kita menikah."ujar pria tampan itu.
"Menikah!."ujar Tania kaget.
"Ya,,, menikahlah denganku."ujar Kalas.
"Tuan jangan bercanda, saya itu hanya seorang pelayan jadi saya tidak pantas untuk itu meskipun hanya bercanda."ujar Tania.
"Aku yang menilai pantas atau tidak, kau hanya harus mendengarkan kata-kata ku! karena aku tidak suka penolakan."ucap Kalas tegas.
Tania langsung terdiam dia bingung harus menjawab apa? jika ternyata itu bukan sebuah pertanyaan melainkan sebuah perintah.
"Saya baru masuk kuliah tuan, bagaimana? dengan kuliah saya."ujar gadis itu.
"Kau harus bisa membagi waktu antara mengurus rumah tangga dan juga kuliah."ujar Kalas tegas.
"Tidak bisakah menunggu sampai usia ku genap dua puluh tahun."ujar gadis itu.
"Tidak perlu, kau hanya harus melanjutkan kuliah mu, tanpa harus bekerja."ujar Kalas.
"Setidaknya aku ingin mengenal calon suamiku dulu tuan."ujar gadis itu.
"Kau bisa mengenal ku setelah kita menikah"ujar gadis itu.
"Heumm,,,, baik'lah tuan."ujar gadis itu tidak lagi bisa menolak.
"Baiklah sekarang kamu buatkan makan malam untukku, aku laper."ujar Kalas.
"Baik tuan."ujar gadis itu.
"Kau lupa jika kau harus panggil aku apa?."ujar Kalas yang kini menatap tajam kearah Tania.
"Tapi tuan disini tidak ada gadis yang tuan cintai."bantah Tania.
"Apa? obrolan kita tadi kurang jelas,,, kau adalah calon istriku."ujar pria itu.
"Maafkan saya tuan eh sayang."ujar gadis itu.
"Heumm,,, ganti pakaian mu dulu dan siapkan baju ganti ku."ujar Kalas.
"Apa? Anda akan mandi."ujar gadis itu.
"Tentu, tapi tidak perlu siapkan air untukku, cukup siapkan baju saja."ujar Kalas.
"Baiklah tuan."ucap Tania.
Tania lebih dulu pergi ke kamar Kalas setelah menyiapkan pakaian ganti untuk tuanya itu dia pun lanjut pergi menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
Gadis itu pun mengganti pakaian setelah itu langsung keluar dan menuju dapur yang tidak jauh dari area kamarnya.
Gadis itu lanjut mengambil bahan masakan saat ini dia hanya akan membuat spaghetti bolognese dan juga steak Wagyu untuk tuan mudanya itu.
Setelah hampir tiga puluh menit, akhirnya semua selesai dihidangkan sungguh hidangan yang sangat menggoda lidah dengan penyajian yang lumayan cantik.
Gadis itu langsung memanggil Kalas yang kini sedang berada di ruang kerjanya.
"Sayang makan malam nya sudah siap."ujarnya.
"Tunggu sebentar."ujar Kalas.
Tania pun kembali berjalan menuju meja makan, dia duduk di tempat biasanya, sambil menunggu Kalas.
Sampai lima menit kemudian Kalas baru saja keluar dari ruang baca berjalan menghampiri meja makan.
Pria itu langsung duduk di tempatnya setelah itu dia pun mulai memotong steak tersebut.
"Kenapa? makan spaghetti di jam segini ."ujar Kalas.
"Aku hanya ingin makan ini."ujar gadis itu.
__ADS_1
"Ganti pola makan mu, aku tidak ingin memiliki istri penyakitan nantinya."ujar Kalas.
"Baiklah sayang."jawab Tania yang lanjut memakan makan malamnya itu.
Begitu juga dengan Kalas yang kini tengah menikmati makan malamnya itu.
"Aku akan ke Kanada besok, kamu siapkan keperluan ku untuk beberapa hari saja."ujar Kalas.
"Baiklah sayang."ujar Kalas.
"Saat aku tidak ada jangan dekat-dekat dengan pria manapun ingat aku masih mengawasi dirimu."ujar Kalas lagi.
"Saya tinggal dimana? saat anda tidak ada."ujar gadis itu.
"Apa? Aku orang lain, apa? kau pelayan ku! kenapa? kau selalu bersikap formal padaku dan aku tidak suka mendengar itu tentu saja kau akan tinggal di sini karena ini adalah rumah kita mulai sekarang."ujar Kalas tegas.
"Maafkan aku."ucap Tania sendu.
"Setelah makan datanglah ke kamar ku dan siapkan semuanya."ujar pria itu.
"Baik."lirih gadis itu.
Sampai saat mereka selesai makan, Kalas kembali ke ruang baca, sementara gadis itu mencuci piring kotor bekas mereka makan.
Tania pun masuk kedalam kamar Kalas setelah selesai dengan pekerjaannya di dapur.
Gadis itu langsung mengambil sebuah koper yang berada di dalam lemari penyimpanan di walk-in closed tersebut.
Dia mengambil beberapa stelan jas, setelah itu dia pun pergi mencari perlengkapan lainnya seperti kasus kaki dan pakaian dalam juga pakaian santai untuk pria itu, tidak lupa sabuk dasi jam tangan yang sudah dimasukkan kedalam kotaknya dan beberapa skincare khusus pria milik pria tampan itu.
Setelah semua terkumpul di atas sofa etalase yang ada di sana, gadis itu pun mulai menyusun semuanya kedalam koper lalu menutup dan mengunci komper tersebut.
Gadis itu hendak bangkit dan berranjak dari sana tapi setelah dia berdiri tiba-tiba tangan kekar itu melingkar di pinggangnya.
Tania yang kaget hendak berontak tapi pria itu langsung berkata.
"Biarkan seperti ini sebentar saja Tiara."
Deg......
Gadis itu langsung mematung.
"Tuan, saya Tania bukan Tiara."ujar gadis itu tegas lalu melepaskan tangan itu hampir bersamaan dengan Kalas yang menyadari kesalahannya.
"Jika tuan masih mengharapkan gadis itu maka sebaiknya tuan pikir-pikir dulu sebelum semua terlambat."ujar Tania yang kini langsung beranjak pergi.
Sementara Tania sendiri dia hanya bingung apa? dia harus marah atau bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Dia sendiri belum bisa menerima hubungan antara mereka karena ada dua hal yang sulit untuk dijalani, yaitu dia yang sebagai pelampiasan dari cinta yang tak sampai dan satu lagi hubungan antara pelayan dan majikan adalah masalah terbesar bagi dirinya saat ini.
Tania langsung masuk kedalam kamarnya Setelah mengunci pintu tersebut.
"Tania buka pintunya aku minta maaf."ucap Kalas.
Pria itu menggedor pintu tersebut.
"Tania."pria itu kembali menggedor pintu kamar Tania.
"Tania."ujar Kalas lagi.
Tidak sampai sepuluh detik, setelah panggilan terakhir itu, akhirnya Tania membukakan pintu tersebut.
"Tania,,, aku minta maaf aku tidak sengaja."ujar Kalas.
"Tuan tidak perlu minta maaf Anda tidak salah apa-apa, lagipula sudah seharusnya tuan jujur pada diri tuan bahwa tuan memang sangat menginginkan dia."ujar gadis itu datar.
"Tania, aku tidak sengaja."ucap Kalas tegas.
"Tuan tidak perlu merasa tidak enak hati, saya pun sudah tahu sebelum ini tuan sangat mencintai dia dan alangkah baiknya anda langsung berterus terang padanya." ujar Tania.
"Stop mengatakan itu Tania, aku tidak suka mengemis cinta pada siapapun, yang perlu kamu tahu saat ini hubungan kita akan tetap berlanjut sampai kapan pun."ucap Kalas tegas.
"Hubungan yang didasari atas kerja sama tidak akan berakhir baik tuan sebaiknya anda pikirkan itu terlebih dahulu."ujar gadis itu serius.
"Aku tidak pernah mengatakan jika aku mengajak mu untuk kerja sama, kamu adalah asisten pribadi ku beberapa minggu lalu dan sudah seharusnya kamu mematuhi aku."
"Tapi saat ini kau adalah kekasihku jadi sudah sepantasnya aku meminta maaf padamu dan mempertahankan hubungan ini."ujar Kalas.
"Saya hanya seorang pelayan tuan kami terlalu jauh."ujar Tania.
"Apa? bedanya dia dan kamu keduanya sama-sama wanita, karena aku tidak pernah melihat wanita dari pangkat dan jabatannya. karena bagiku itu tidak ada pengaruhnya aku sudah terlahir kaya dan aku juga tidak butuh pangkat dan jabatan, aku hanya ingin hidup bahagia bersama orang yang yang tulus menerima diriku."ujar Kalas.
"Terserah tuan maafkan saya sudah mengantuk."ujar Kalas.
Gadis itu pun hendak menutup pintu kamar namun Kalas menahannya.
Cuph...
__ADS_1
Satu kecupan mendarat di bibir Tania, pelakunya adalah Kalas.
"Good night honey,,, mulai sekarang setiap pagi dan akan tidur biasakan untuk selalu melakukan itu."ujar Kalas sambil mengusap puncak kepala Tania dan mengecup nya lalu dia beranjak pergi meninggalkan Tania yang kini masih mematung.
"Kau itu pria seperti apa? tuan."ujar gadis itu.
Malam pun berlalu, saat pagi tiba Tania sudah selesai mandi dan bersiap untuk menyiapkan keperluan Kalas seperti biasanya di pagi hari yang pertama kali dia lakukan adalah membangunkan pria itu lanjut mengisi air kedalam bathtub-e setelah itu dia pun menyiapkan pakaian formal untuk dikenakan oleh Kalas.
Saat tiba di dalam kamar, dia langsung menghampiri Kalas yang masih berbaring di atas ranjang empuk itu.
"Sayang bangun sudah pagi."ucap Tania.
Tania pun langsung bergegas menuju kamar mandi dia mengisi air hangat kedalam bathtub-e Setelah selesai membubuhkan aroma terapi dan sabun kedalam bathtub-e tersebut gadis itu pun keluar dari dalam kamar mandi tapi dia heran pria itu tidak bergeming dari ranjang tersebut dan tidak seperti biasanya.
"Sayang,,,ini sudah pagi ayo bangun bukanya kamu akan pergi ke Kanada, aku sudah menyiapkan air hangat untuk mandi nanti keburu dingin."ucap gadis itu.
"Biarkan saja dingin dan terlambat untuk pergi karena calon istri ku sendiri tidak ingat dengan perjanjian kita semalam."ujar Kalas yang membuat Tania mematung sambil mengingat perjanjian apa? Yang dimaksud oleh pria yang ada di hadapannya yang kini memunggunginya.
"Apa? kau lupa atau sengaja pura-pura lupa."ujar Kalas yang kini hendak berbalik dan memunggungi Tania.
Gadis itu pun, langsung naik keatas ranjang Kalas dia memberanikan diri meskipun tau jika semua itu tidak pantas dia lakukan.
"Sayang selamat pagi."
Cuph...
Kecupan itu mendarat di bibir Kalas, sangat singkat namun saat Tania hendak bangkit tiba-tiba posisi dia jadi terbaik dan berada di bawah kalas.
Pria itu langsung mencium bibir gadis itu dengan begitu rakusnya hingga beberapa detik kemudian saat Tania berontak karena hampir kehabisan oksigen akhirnya Kalas melepaskan itu.
"Selamat pagi sayang."ujar Kalas.
"Sayang kamu apa-apaan sih."ujar Tania.
"Itu untuk bekal beberapa hari nanti, ingat aku mengawasi mu, jangan dekat-dekat dengan laki-laki manapun, sekarang siapkan aku sarapan pagi yang sangat spesial."ujar pria tampan itu.
"Baiklah tuan muda."ujar Tania sambil tersenyum manis.
Tunggu sampai aku selesai mandi, dan bersiap akan aku habisi kamu Yank."ujar pria itu sambil tersenyum licik.
Tania bergidik ngeri, dan langsung berlalu pergi, tapi ada perasaan aneh yang tidak bisa ia ungkapkan saat ini.
Gadis itu langsung masuk kedalam walk-in closed untuk menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh Kalas yang kini tengah mandi setelah itu ia langsung bergegas menuju dapur untuk membuat sarapan pagi untuk Kalas.
Saat ini dia sedang membuat nasi goreng seafood yang di mix dengan sayuran yang suguh menggoda selera.
Setelah semua siap dan tertata rapi di meja Tania langsung bergegas pergi menuju kamar Kalas.
"Sayang sarapan sudah siap, kamu sedang apa?."tanya gadis itu yang masih melihat kalas berkutat dengan laptopnya.
"Aku belum selesai pakai dasi yank."ujar Kalas.
"Ya sudah selesaikan dulu aku tunggu dibawah jangan lama-lama nanti sarapan pagi nya keburu dingin."ucap gadis itu.
"Mau kemana? tidak berniat kah untuk membantu calon suami ini."ujar pria itu.
"Aku tidak pernah memakaikan dasi pada siapapun karena ayahku juga seorang petani dan tidak ada di keluarga ku yang menggunakan itu, jadi daripada nanti hasilnya kusut lebih baik tidak usah."ucap gadis itu.
"Kamu harus belajar mulai sekarang Yank,,, suamimu akan menggunakan itu setiap harinya."ujar Kalas.
"Besok aku akan kursus di kampus."ujar gadis itu.
"Kenapa? harus dikampus heumm mentang-mentang calon designer ."ujar pria itu.
"Jangan mengejek aku baru saja masuk kuliah."ujar gadis itu.
"Tapi akan aku pastikan bahwa kamu mampu menjadi yang terbaik."ujar Kalas.
"Heumm,,,."ucap gadis itu lirih.
"Ya, sayang tunggu apalagi kemarilah."ucap pria tampan bertubuh tinggi tegap itu.
Pria itu langsung bergegas berdiri setelah itu Tania mendekat.
"Ayo lakukan sayang aku akan menuntun mu."ujar pria tampan itu.
Tania terlihat grogi karena saat ini Kalas merangkul pinggang nya sambil membisikkan cara mengikat simpul dasi miliknya.
Tapi bukannya selesai keduanya kini malah bercumbu mesra.
Sampai Tania melepaskan ciuman itu dan langsung pergi.
Akhirnya Tania pun pergi meninggalkan pria itu yang kini terus memanggilnya dan menggoda dirinya.
Ternyata untuk bahagia itu tidak harus dengan wanita yang sangat dia inginkan tapi dia bisa memulai itu dengan wanita manapun yang penting niat yang kuat, tapi bukan berarti menghalalkan seluruh wanita hanya satu wanita dengan komitmen yang kuat dan tidak perlu cinta karena itu akan datang dengan sendirinya.
Justru rasa bahagia itu tumbuh saat ini meskipun Kalas belum mencintai Tania.
__ADS_1