
"Itu tidak mungkin, aku masih kuliah di sini, dan masih banyak urusan, kamu bisa pulang sendiri, lagi pula disana ada istri mu, aku benar-benar merasa ini, adalah mimpi kenapa? aku dijadikan pelakor"ucap Agatha kesal.
"Tidak menurut pada suami dosa besar, jadi sekarang pilih nurut atau kamu, kembali aku hukum bahkan untuk selamanya tidak bisa keluar rumah"ucap Kristofer.
"Kris, aku mohon bebaskan aku, aku masih mau menikmati hari kebebasan ku, aku belum pernah ngerasain hal terbebas, dalam masa remaja ku"ucap Agatha.
"Sekarang, setelah menikah kamu baru sadar bahwa hari itu ada dari kemarin kamu kemana saja"ucap Kristofer.
"Kris, aku..."ucapan Agatha, tertahan di tenggorokan.
"Kenapa?... apa... sekarang kamu menyesal" tanya Kristofer menyelidik.
"Bukan, seperti itu Kris, tapi kenapa? kau menikahi ku, secara diam-diam, aku juga punya impian untuk itu"ucap Agatha.
"Mimpi menikah dengan pria lain begitu kah maksud mu"ujar Kristofer.
Agatha, terdiam dia tidak menjawab, perkataan pria yang kini sudah resmi menikahinya, seperti mimpi di siang bolong bahkan keluarga nya sendiri tidak memberi tahu dirinya, dan disaat dia mendengar kabar bahwa Alex, sudah bahagia, hati Agatha, begitu perih tapi semuanya, sudah terlalu kini Agatha, sudah terikat dengan pria lain dan merelakan orang yang dia cintai untuk bahagia itu adalah jalan terbaik baginya.
Agatha bangkit dari sofa yang dia duduki bersama dengan Kristofer, dia pergi menuju pintu keluar, tapi suara, bariton Kristofer mampu menghentikan nya.
"Sekarang renungkan kembali, apa? kesalahan mu, kamu pulang ke Mension, dan jangan membantah."ujar Kristofer.
Agatha, malah berbalik dan kembali ke hadapan Kristofer.
"Tuan Kristofer Alen, yang baik hati dan tampan tidak tertandingi, aku tidak mau hidup dalam dalam penjara rumah tangga, jadi sekarang ceraikan aku, dan perjanjian kita berakhir"ucap Agatha yang merobek semua berkas yang telah ia tandatangani, tapi kristofer, tak berkata apapun, wajah nya datar, dia juga tidak menghentikan Agatha, yang kini berbuat sesuka hati, justru ini yang Kristofer, ingin, dia ingin Agatha, bisa melindungi dirinya sendiri, saat dirinya tidak lagi di sisinya suatu hari nanti.
"Kau masih ingin bebas, aku baru bertemu dengan wanita seperti mu, kebebasan yang bagaimana yang kamu inginkan heuuhh,ayo katakan"ucap Kristofer, menantang Agatha, untuk mengeluarkan segala keluh kesah nya.
"Kris, aku ingin menikah, dengan pernikahan yang normal, dengan pria, yang aku cintai, bukan dengan cara seperti ini, dan kau juga sudah berkeluarga aku ingin pernikahan yang sakral seperti anak gadis pada umumnya, dengan pria yang kucintai"
Deg....
Seakan, ada batu besar yang menghantam dada Kristofer, saat mendengar kata (pria yang Agatha, cinta), dan itu artinya dia adalah Alexander.
"Apa? kau sadar dengan yang kau ucapkan Agatha! kau mengatakan bahwa kau ingin menikah dengan pria yang kau cintai, sementara dihadapan mu, adalah suamimu sendiri, atau kau ingin lebih terluka lagi, saat semua orang tau tentang scandal, cinta segitiga di antara kalian, apa? itu yang kamu mau"Kristofer, berbicara dengan nada tinggi, jujur, sebagai laki-laki normal, harga diri Kristofer, telah terluka.
Tapi pria itu, kembali berusaha untuk menormalkan reaksi nya lalu kembali berkata"Pulang dan kembali renungkan kesalahan mu"ujar pria itu.
"Ah..! kau keterlaluan Kris"ucap Agatha.
Satu yang tak pernah ia, sadari bahwa Kristofer, melindungi Agatha, dengan caranya, dia meminta Marvin, untuk menikahkan dirinya dengan Agatha, untuk melindungi Agatha, dari keterpurukan, karena bukan tidak mungkin jika Agatha, akan hancur jika Alana, tau bahwa Piter, sangat mencintai adiknya.
Sepanjang perjalanan Agatha, menitikkan air mata dia begitu sedih, karena sekarang bahkan untuk sekedar jalan sendiri pun, dia terus diapit oleh para bodyguard.
Sesampainya di tepi jalan raya yang sunyi, Agatha, menghubungi seseorang, dan sambung telpon itu langsung tersambung.
"Alex, sekarang semua sudah benar berakhir, kamu sudah bahagia selamat, untuk itu, dan sekarang aku pun sudah menikah, kamu tidak perlu memberikan kabar, lewat kak Yunho, lagi, selamat tinggal"Agatha.
^^^"Honey, tunggu"Alex^^^
Tut....
Sambungan telepon pun terputus, Agatha melempar ponsel nya, ke sembarang arah, tidak perduli siapapun yang akan memungutnya.
Gadis yang kini resmi menjadi istri dari Kristofer.
Agatha pun pulang ke Mension, tapi bukan Mension, milik kristofer, tapi milik Alana, dia ingin bertemu dengan Alana, untuk yang terakhir kalinya, dan saat sampai di sana, pasangan suami istri ku, tengah duduk bersama di ruang keluarga.
"Agatha" ucap Alana, yang langsung berdiri menyambut sang adik dan memeluk nya.
Sementara itu, tatapan mata Piter, terlihat begitu dalam, pria itu, tidak banyak bicara, setelah Agatha, datang, dia bahkan tidak menyapa Agatha, sama sekali, begitu juga dengan Agatha, hingga Agatha, mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Kak, aku sudah menjadi istri orang, setelah Daddy dan opah menikah kan aku dengan teman ku, dan besok sore, aku akan kembali ke Amerika, bersama dengan suami ku"ucap Agatha, yang langsung membuat Piter, bereaksi keras, tiba-tiba Piter, mengebrak meja itu, dengan sangat kuat.
"Tidak Agatha! kau tidak boleh bercanda, pernikahan itu, bukan lelucon, kamu bisa membohongi keluarga mu, tapi tidak dengan ku, jadi jangan coba-coba ujar berbuat semau mu"teriak Piter.
"Kak, kamu kenapa? sih honey, aku yang kakak nya, saja santai, lagipula sah-sah saja jika Agatha, menikah dengan siapapun, lagipula dia masih lajang"ucap Alana.
"Bukan masalah sah atau tidak Alana, apa? kau tau pria yang dia maksud, siapa?"ucap Piter.
"Memang nya, dia siapa? Agatha,sayang"tanya Alana.
"Kristofer Alen, dia teman ku, saat aku di Amerika dulu, sekarang dia berada di sini"jawab Agatha, yang membuat Piter, semakin terperanjat kaget.
Siapa? yang tidak tau sepak terjang pria itu, dia adalah ketua mafia, lebih tepatnya, ketua perhimpunan mafia di seluruh negara.
"Aku datang honey, tadi aku ada meeting, maafkan aku, datang terlambat"ucap pria yang kini terlihat sangat gagah dan tampan berdiri di depan mereka.
"Kau"ucap Piter.
"Ya kakak ipar, aku disini, untuk menemui kalian"ucap Kristofer, yang kini mendekap Agatha, sambil berbisik.
"Kau, harus tau akibat nya"ucap Kristofer, yang hampir tidak terdengar oleh siapapun kecuali Agatha.
"Silahkan duduk tuan"ucap Alana, sementara Piter, menatap tajam pada pria itu.
"Sepertinya, kehadiran ku, tidak disukai oleh tuan rumah"ucap Kris.
"Sayang, dia memang seperti itu, ya sudah duduk lah, kamu anggap saja rumah sendiri, lagipula kita hanya sebentar lagi di sini, bukankah setelah ini, kita harus menemui mommy"ucap Agatha dengan sengaja.
"Heumm, baik'lah"jawab Kristofer.
...🌸..........🌸...
Setelah hampir tiga puluh menit, Agatha dan Kristofer, duduk di sofa, sambil mengobrol dengan Alana, karena Piter, pergi dengan alasan pekerjaan, tapi sebenarnya dia, pergi menuju sebuah tempat dimana ada banyak orang-orang yang bekerja di dunia bawah.
"Baiklah, tunggu di tempat bos"ucap ketua dari perkumpulan orang-orang profesional itu.
Sementara, setelah Agatha, kembali dengan Kristofer,di tengah perjalanan Kristofer, dijemput oleh anak buah nya, karena, telah terjadi sesuatu di laboratorium milik nya, dan Agatha diminta nya, untuk kembali ke, Mension milik nya, segera, dengan menggunakan mobil Kristofer.
Agatha, dan dua orang bodyguard, yang selalu mengikuti nya pun, kembali melajukan mobilnya, menuju tempat dimana Mension, itu berada, tapi ditengah perjalanan, empat mobil yang berisi banyak orang didalamnya, dia langsung menyerang mobil milik Kristofer, tanpa mereka sadari, bahwa mobil itu, memiliki fitur canggih di dalam nya tiba-tiba muncul senapan yang selalu digunakan oleh sniper dan bukan hanya satu tapi ada lima mobil pun tiba-tiba berputar, seakan sedang beratraksi, tiba-tiba, semua sudah terkapar tak bernyawa, anak buah Kristofer, turun membawa senjata yang ada di balik jas nya.
Dia, mengecek satu persatu, dan mere sudah menjadi mayat, sementara Agatha, hanya terdiam tanpa kata, saat melihat mayat bertebaran di jalanan sepi itu.
"Kris, aku mohon sadarkan aku dari mimpi buruk ini"lirih Agatha.
Saat anak buahnya lengah tiba-tiba seseorang memukul kepala salah satu anak buah yang ada di mobil dengan sangat keras hingga, tergeletak begitu saja.
Sementara anak buah yang sedari tadi, mengecek kondisi mayat itu, tidak sadar bahwa Agatha, saat ini sudah lenyap.
Dan disinilah, Agatha, saat ini, di sebuah tempat yang dijaga ketat oleh orang-orang suruhan Piter, pria itu kini, tengah duduk di samping Agatha, membelai rambut lurus hitam legam dan sangat terawat itu.
"Sayang, kamu harus nya, mengerti jika aku, akan berbuat apapun, untuk bisa memiliki mu"ucap Piter, pria itu seperti memiliki kepribadian ganda, dan saat ini, jiwa Piter, yang lain terlihat sangat jelas.
Agatha, pun tersadar, dia langsung berusaha bangkit, meskipun kepalanya terasa pusing
"Baby.... kamu mau kemana?"tanya Piter, sambil menarik tangan Agatha, untuk dibawa kedalam dekapannya.
"Kau! apa? yang kau lakukan"teriak Agatha, saat sadar bahwa Piter, kini berada di hadapan nya.
"Kita, sedang honey moon, sayang apa? kau tidak lihat kita berada di mana"ucap Piter.
"Kak, jangan main-main, kau sudah punya anak dan istri, aku juga sudah menikah, kau hanya terobsesi pada ku, jadi aku mohon hentikan semua kegilaan ini"ucap Agatha.
__ADS_1
"Sayang, ayolah kita hidup hanya satu kali lebih baik, nikmati apa? yang akan aku berikan"ucap Piter, yang kini hendak meraih tengkuk Agatha, tapi gadis itu dengan secepat kilat, menghindar.
"Piter, jangan keterlaluan! kau itu adalah kakak ipar ku, ucap Agatha marah besar.
"Aku tidak perduli dengan itu sayang ku, aku sangat mencintaimu dan kau pun sudah tau itu."ujar Piter.
"Pi aku mohon sadarlah, aku mohon jangan sakiti kakak dan juga putra kalian, dengan keegoisan mu ini."ujar Agatha.
"Hi.... aku tidak egois, aku hanya ingin kau honey, sedari dulu, aku sangat mencintaimu, bahkan aku rela, bertahan hidup dengan wanita yang tidak pernah aku cinta, hanya untuk, menanti saat ini"ucap Piter.
"Tidak bisa, Pi! hentikan, atau aku akan melompat dari tempat ini"ucap Agatha, saat pria tampan itu mendekat ke arah nya, sambil tersenyum manis.
Agatha, benar-benar tidak menyangka jika hari buruk, yang selalu hadir dalam mimpi nya, akan terjadi bahkan sudah terjadi.
"Alex, tolong aku"gumam Agatha, dalam hati, saat Piter, sudah mendekat dan menghimpit tubuh nya, di tembok, pria itu mendekatkan wajahnya ke hadapan Agatha, dan saat ini Agatha, memejamkan matanya, dia bukan tidak ingin menghindar, dia hanya tidak ingin terjadi kekerasan, fisik antara dirinya dengan Piter.
Saat bibir itu, hampir mendarat.
Blakkk.......
Pintu, di terbuka dari luar hingga pintu itu sudah tidak berbentuk lagi, terlihat Kristofer, berjalan dengan santai rokok, yang masih berada di bibir nya itu, kini terlihat semakin keren.
Piter, langsung mendekap erat Agatha.
"Apa? kau tidak punya malu, sudah memeluk istri ku, yang tak lain adalah adik ipar mu"ujar Kristofer, santai wajahnya tidak menunjukkan kemarahan, atau pun kepanikan.
"Dia adalah wanita yang sangat aku cintai"ucap Piter.
"Tidak ada alasan untuk itu, karena dia juga istri sah ku"ujar Kristofer.
"Aku tidak perduli, dia sudah menikah atau belum, wanita yang sangat aku cintai tidak boleh, dimiliki oleh siapapun, sekalipun itu kamu"ucap Piter.
"Heumm, baik'lah"ujar Kristofer, yang kini menjentikkan jari nya, dan tibalah, Alana, dihadapan mereka.
Wanita itu, menatap kearah Piter, dengan tatapan mata penuh kesakitan dan air mata, ternyata selama ini ia hanya dijadikan pemuas nafsu saja, dan Piter, hanya mencintai adiknya.
"Kenapa?... kenapa! kenapa! kau tidak jujur padaku, sebelum nya, kenapa!"ucap Alana, yang kini terus berteriak di hadapan Piter.
"Kak, jangan percaya ini, Piter, hanya sedang bersandiwara, dia sangat mencintai mu, kau tau, aku bahkan sangat membenci nya"ucap Agatha, yang kini berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Piter.
"Tidak Agatha, kakak...tau semua ini, saat kau pergi dari rumah dua tahun yang lalu, kakak, mendengar semua, kakak pikir, dengan kakak mengandung benih nya, dia akan benar-benar mencintai kakak, tapi nyatanya, semua hanya angan-angan ku, saja Pi, mulai saat ini kita bercerai, putra ku, akan tinggal bersama dengan ku, karena dengan demikian kamu bahkan tidak pernah mengharapkan kehadiran nya, terimakasih untuk rasa sakit yang kamu berikan, semoga hidup mu, akan jauh lebih bahagia, setelah ini"
"Stop, Alana, jangan coba-coba pergi dari ku, aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi membawa putra ku"ucap Piter, tegas.
"Jika kamu tidak ingin itu terjadi, kamu pilih, salah satu, pilih ego mu, atau pilih anak istri mu"ucap Alana.
"Kau, tidak bisa mengatur ku"ucap Piter.
Tiba-tiba
Dor......
Seketika itu Alana, langsung terjatuh bersimbah darah.
"Tidak.....
Agatha, terjaga dari tidurnya, bermandikan keringat setelah dia bermimpi panjang, selama hampir semalaman.
"Owh, tuhan... terimakasih ternyata semua yang terjadi hanya mimpi, tolong jangan sampai terjadi aku tidak mau semua itu"ucap Agatha.
Wanita yang baru saja sadar dari mimpi panjang nya itu, benar-benar bingung.
__ADS_1
Bagaimana bisa dia bermimpi sudah menikah dengan Kristofer, sementara pria itu, masih sebelas bulan lagi kembali ke Indonesia, dan Piter, pria, itu kembali hadir, dalam mimpi buruk nya, padahal hari ini adalah hari kedua setelah hari ulang tahun nya.