Sang Penari

Sang Penari
#Hari penuh senyuman#


__ADS_3

Alvin merasa sangat bahagia karena Anggita sudah bisa memaafkan dirinya, saat ini.


sementara Alvaro pergi ke perusahaan milik sang Mommy didampingi, asisten setia sang kakek, pemuda itu tampak tampan dan gagah saat ini, karena Alvaro memang sudah tampan sejak lahir, hanya saja tidak ada keluarga yang tau bahwa pemuda itu sering bermain-main dengan wanita yang lebih dewasa dari dirinya, bukan karena dia merindukan sosok ibu, karena semua itu sudah ia dapat dari Anggita, hanya saja dia lebih nyaman dengan wanita dewasa.


saat ini adalah saat dimana seorang sekretaris cantik nan seksi mendekat ke arah nya.


wanita cantik yang lebih dewasa dari Alvin itu tengah mengantarkan berkas perusahaan ke meja Alvin.


Alvin sendiri yang tengah sibuk dengan laptop nya, sedikit terusik dengan wanita yang bahkan memperlihatkan bagian dadanya yang menonjol, dengan kemeja putih yang menerawang seperti pegawai club malam saja tapi satu hal yang orang lain tidak tahu yaitu adalah dia adalah seorang bodyguard tanpa otot.


"Hey kamu bisa tolong jelaskan semua ini padaku"ucap Alvaro.


"Bisa tuan tapi pekerjaan saya sedang banyak "ucap wanita itu.


"Aku disini bos nya, jadi kamu harus dengar apa? kata ku"ucap Alvaro yang menarik lengan wanita itu hingga dia terjerembab di pangkuan Alvin.


sontak mata perempuan itu membulat sempurna, tidak percaya bos nya, yang masih dibawah umur nya itu,berani berbuat kasar.


"Apa-apaan ini!"ucap nya sedikit berteriak.


"Hey kau kenapa? harus berteriak keras seperti ini, aku tidak sengaja"ujar Alvaro yang juga membentak nya.


"Maafkan aku tolong lepaskan saya dulu"ucap Irma, gadis itu langsung menunduk karena malu.


"kamu bisa jelaskan saja langsung agar lebih dekat"ucap nya.


"Tapi.tidak enak"ucap Irma.


" Terus yang enak dimana" goda Alvaro pada gadis itu.


"Bukan itu maksud saya"ujar Irma.


"Ah, sudah lah ayo jelas kan" ucap Alvaro.


pria itu bahkan tidak bisa diam tangan Alvaro terus bergerak mennujuk satu persatu apa? y ada di layar laptop nya, sementara Irma dibuat salah tingkah karena bau parfum yang Alvaro pakai benar-benar sangat memabukkan bagi wanita manapun.


Bau maskulin yang tercium dari jarak dekat seperti ini, membuat Irma ingin memejamkan mata nya.


sampai akhirnya wanita itu berusaha keras untuk menjelaskan semua nya, disana memang ada banyak kejanggalan yang bisa Alvaro temukan hanya dengan melihat sekilas saja"Pantas saja perusahaan milik Mommy tidak berkembang pesat seperti perusahaan Daddy, ternyata banyak tikus di dalam nya" ujarnya lirih.


sekertaris nya itu hanya mengangguk karena memang benar semua yang dikatakan oleh Alvaro bos baru nya itu.


akhirnya setelah selesai Alvaro pun membiarkan Irma pergi sambil membawa laporan tersebut untuk di foto copy terlebih dahulu setelah itu akan dia bawa untuk di berikan kepada Daddy nya.


saat jam kerja berakhir Alvaro kembali pulang sambil membawa laporan keuangan dan lainnya saat ini, dia sedang berada di perjalanan pulang.


sesampainya di rumah, Alvaro langsung disambut sang Mommy yang sedari tadi tengah menunggu nya bersama Daddy nya.


"Sayang kamu sudah pulang"ucap Anggita.


"Sudah Daddy, ayo kita bahas sesuatu" ujar Alvaro ingin langsung membahas semua nya yang sudah ia temukan.


"Sebaiknya kakak mandi dulu nanti setelah lebih fresh kakak bisa ngobrol santai dengan Daddy dan mommy"ujar Anggita.


"Baiklah mom, Mommy bisa cek semua nya sekarang bersama dengan Daddy nanti kita bahas bersama "ujar Alvaro.


pria itu langsung meletakkan tas kerja nya di atas sofa dan dia pun pergi begitu saja, Alvin langsung meraih tas, yang Alvaro bawa.


pria itu langsung membulat kan mata nya, karena melihat laporan keuangan terdapat banyak kejanggalan.


Anggita bahkan sempat menitikkan air mata dia langsung teringat dengan kerja keras ayahnya selama ini, hingga dia sudah tidak ada lagi di dunia ini, hanya untuk dirinya.


untuk putri semata wayangnya itu, Anggita.


bahkan disaat Anggit sudah, berpisah dengan suaminya pun, dia langsung marah.


"Aku akan bantu kamu sayang kamu tenang saja semua akan teratasi"ucap Alvin.


"Mas mau ambil alih semua"ucap Anggita.


"Tidak sayang tapi mas akan bekerja di belakang kamu tapi untuk besok seperti nya akan turun tangan"ucap Alvin.


"Terimakasih mas"ucap Anggita yang kini bersandar di dada Alvin setelah menangis.

__ADS_1


"Daddy Agatha lihat ini, Agatha mau"ucap nya sambil menunjukan gambar makanan yang ada di layar ponselnya.


"Sayang Daddy pesankan dulu ya, seperti nya itu tidak ada di negara ini"ucap Alvin.


"Daddy tapi aku maunya sekarang"rengekan itu sungguh sangat menggemaskan bagi kedua orang tua nya, Agatha merengek sambil ngemut loli pop milik nya.


"Sayang putri Mommy yang pintar, itu tidak dijual di sini jika kamu mau mommy bisa masak buat kamu" ucap Anggita.


"Baiklah Mommy"ucap Agatha.


"Agatha sini duduk di sini ok"ujar Alvin.


Alvin pun memeluk putri bungsu nya itu dengan sayang bagaimana dia tega bisa menyakiti batin putri nya yang malang itu.


Alvin berulang kali meminta maaf kepada putrinya itu, dia benar-benar merasa sangat bersalah.


Anggita sendiri yang melihat itu, dia berbalik sambil menitikkan air mata nya.


dia tidak tega jika mengingat bahwa Agatha harus mengetahui tentang keburukan yang Alvin lakukan disaat dia sendiri tengah berjuang untuk bisa sembuh dari sakit yang ia derita.


Anggita langsung masuk ke dapur, dan melihat bahan apa? saja yang ada yang bisa dia buat seperti yang diinginkan oleh putri bungsu nya itu.


Anggita pun mulai berkutat dengan itu, dan butuh waktu satu jam akhirnya jadi juga.


yang di inginkan Agatha adalah sponge cake durian dengan daging durian di atas nya tapi karena tidak ada durian di sana dan sangat langka akhirnya Anggita bentuk itu menyerupai durian dengan perasa buatan.


"Akhirnya ini sayang" ujar Anggita.


"Heummm seperti nya itu enak Kakak juga mau ucap ketiganya yang turun untuk makan malam bersama.


"Tidak boleh ini hanya untuk Agatha"ucap Agatha sambil menghalangi mereka agar tidak mendekat.


"Mommy, aku mau"ucap Alana.


"Masih ada di oven sayang, ini untuk adik mu dulu"ucap Anggita.


Alvin langsung mengambil alih sponge cake tersebut dan meminta putri nya duduk, sementara Anggita mengambil yang lainnya di oven yang baru saja di panggang.


🌸.....................🌸


Hingga mereka selesai makan malam, Alvin berbincang dengan Alvaro dan NATO juga sang istri, sementara Agatha tengah sibuk dengan gadget yang dia pegang sedari tadi, dia memang punya dunia sendiri.


sementara Alana setelah makan malam dia berdiam diri sejenak setelah itu kembali latihan menari di sebuah ruangan khusus yang Mommy nya sediakan khusus untuk dirinya.


hingga akhirnya selesai latihan Alana pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu, dia melihat chat dari seseorang yang selalu ia ingat pria, yang saat itu duduk dengan tenang disudut club malam dengan segelas wine dan rokok di tangannya, tatapan mata lurus ke depan dimana Alana tengah menari dengan enerjik hingga tetes keringat membuat Alana semakin terlihat seksi padahal saat itu dia menggunakan t-shirt yang longgar dengan legging katun hitam panjang.


dan topi juga kacamata yang bertengger di hidung mancung nya itu.


Alana terlihat mencolok kecantikan nya dari teman yang lain nya, meskipun berpenampilan cuek.


hingga dia dinyatakan sebagai pemenang nya, Alana terlihat semakin bersinar.


dan saat gadis belia itu hendak ke toilet pria itu mencegah nya.


"Kau mau ke toilet nona, jangan disana ikut aku karena disana tidak aman untuk gadis seperti dirimu"ujar pria itu.


pria itu sudah berusia dua puluh lima tahun, dia seorang pengangguran, tapi harta kekayaannya tidak kalah dari Alvin, karena kedua orang tua nya memiliki semua itu, hanya saja dia belum mau terjun jika belum punya kekasih atau pun istri, menurut nya, tidak ada yang akan membutuhkan uang nya, meskipun dia sudah bekerja keras.


dan saat setelah memberitahu Alana, dimana terdapat yang aman, akhirnya pria itu kembali ke tempat nya semula, tanpa sadar jika Alana, sudah kembali dengan baju yang berbeda setelah tiga puluh menit lamanya berada di dalam toilet.


sampai saat, Alana hendak pergi, pria itu kembali mencegah langkah gadis itu dia pun memberikan kartu nama nya untuk Alana, dan dia juga minta nomor ponsel Alana.


📱"Kau dimana, sudah hampir dua bulan, aku mencari mu"ujar nya.


📱"Aku di luar negeri, apa? kau tidak melihat nomor ku"ucap Alana.


📱"Yang aku ingin lihat adalah kau bukan nomor itu"jawab nya.


📱"Bagaimana bisa kamu dapatkan nomor ini"ujar Alana.


📱"Itu masalah gampang, kapan kamu pulang"ucap pria itu.


📱"Bagaimana, bisa aku pulang rumah ku ada disini"ucap Alana.

__ADS_1


📱"Alana aku tidak mau tau katakan kapan kamu pulang"ucap nya.


📱"Aku tidak akan kembali ke sana selain berkunjung ke rumah Oma karena aku sudah pindah rumah"ucap Alana.


📱"Sebutkan dimana kamu tinggal"ucap nya.


📱"Tidak aku tidak bisa katakan"ucap Alana.


Gadis itu langsung memutuskan sambungan telepon nya, setelah itu dia pergi menuju kamar nya, ini sudah larut malam, Alana .langsung membersihkan diri, setelah itu diapun tidur.


tidak tampak beban pikiran yang terlihat saat ini, Alana pun terlelap tidur di ranjang empuk nya itu, hingga pagi menjelang Alana terlihat sangat segar.


mereka pun makan bersama setelah itu Alvin Alvaro dan Anggita akan pergi ke kantor, karena ingin mengurus masalah perusahaan sementara ketiga anak nya yang lain akan pergi ke sekolah.


Anggita tampil cantik dengan blazer berwarna hitam yang dipadukan dengan celana panjang dengan warna senada, membuat siapapun tidak akan pernah menyangka bahwa wanita cantik itu adalah seorang dokter bedah karena kini penampilan nya, bak pengusaha yang sudah melanglang buana.


Anggit, datang berdampingan dengan pria keren sangat gagah dan berwibawa tidak hanya itu aura dingin menyeruak tatkala Alvin memasuki lobby kantor tersebut hingga akhirnya ia disambut oleh para karyawan yang ada di gedung tersebut.


Siapkan ruang meeting sekarang juga, karena kita akan langsung mengadakan rapat penting"ucap Anggita tegas.


semua orang langsung berbisik-bisik, tentang kehadiran Alvin disana, terutama para wanita karir itu, Anggita bahkan sempat melirik sekilas ke arah mereka.


"Ada apa? apa yang saya katakan tadi kurang jelas"ucap Anggita.


sontak semua orang terdiam dan langsung terburu-buru menyiapkan semua yang Anggita minta saat ini.


Hingga tiba di depan meja sekertaris cantik bernama Irma itu, Alvaro mengedipkan sebelah matanya.


"Al Mommy melihat nya"ucap Anggita.


"Maaf Mommy tidak sengaja"ujar Alvaro.


"Bagaimana bisa kamu seperti itu nak"ucap Anggita sambil tersenyum.


"Seperti apa? My "ucap Alvaro.


"Jangan coba-coba oke jika kamu ingin selamat"ucap Anggita sambil mengelus punggung putra nya yang lebih tinggi dari nya itu.


"Aku tidak mengerti Mommy"ucap Alvaro.


"Dia adalah salah satu bodyguard, pilihan kakek mu, dan sampai sekarang belum ada yang bisa mengalahkan dia"ucap Anggita sambil tersenyum.


Alvaro hanya berdiam diri, hingga saat Anggita meminta putra nya bersiap, sementara Alvin sedari tadi dia diam, karena sedang merancang siasat agar bagaimana cara bisa membersihkan koruptor yang ada di kantor itu secara langsung.


sampai akhirnya Irma berkata, bahwa ruangan rapat sudah siap, dan mereka sudah bisa menempati ruangan tersebut dan semuanya sudah berada di dalam sana sambil menunggu kedatangan Anggita.


sementara Alvaro tetap berada di ruangan tersebut dengan Irma, Alvin dan Anggita masuk kedalam ruang meeting, bersamaan.


Alvaro kini berdiri di depan meja kerja nya, sementara Irma, sedang membereskan berkas yang sedikit berantakan di meja Alvaro.


"Sejak kapan? kamu bekerja untuk opa"ucap Alvaro membuka obrolan.


"Sejak beliau masih sehat dan masih ada mendiang nyonya besar"ucap nya.


"Berarti sudah cukup tua ya kamu secara Oma, meninggal saat aku usia tiga tahun"ucap Alvaro.


"Aku sudah tua, kamu benar, usia ku sudah dua puluh lima tahun"ucap Irma.


"Tapi bukan nya saat aku berusia tiga tahun dan sekarang sudah dua puluh satu tahun"ucap Alvaro.


"ibuku yang mengawal dan aku ikut, karena aku sudah terlatih sejak usia tiga tahun"ucap Irma, yang membuat Alvaro membelalakkan matanya.


"Tiga tahun sudah bisa memukul orang"ucap Alvaro.


"Iya bukan begitu juga, karena aku tidak mengawal seorang mafia, aku mengawal tuan besar dan istri sambil menyediakan apapun yang dia butuhkan"ucap Irma.


"Lalu kenapa? kamu tidak memukul ku, jika kamu bisa bela diri saat itu"ucap Alvaro.


"Karena saya tau mana lawan yang sesungguhnya, dan anda bukan lawan saya"ucap Irma sopan.


"Aku mungkin tak pandai bela diri, tapi aku pandai memanjakan perempuan manapun akan bertekuk lutut di hadapan ku"ujar Alvaro.


"Sombongnya"ujar Irma.

__ADS_1


__ADS_2