Sang Penari

Sang Penari
Mimpi buruk


__ADS_3

NATO, pun merapihkan sofa, bekas dia duduk mengerjakan pekerjaan nya tadi, sementara Rosella,baru keluar dari dalam kamar mandi, dengan dress, selutut yang NATO pilihkan, dari butik langganan nya.


Istrinya, itu tampak lebih cantik dan berbeda dari biasanya, kini terlihat sedikit lebih dewasa, dan kecantikan nya terpancar jelas.


"Sayang, sudah mandinya, sekarang kamu bisa mengeringkan rambut lebih dulu, aku mandi dulu"ucap NATO.


"Iya kak"ucap nya patuh.


Sementara itu di apartemen, Alexander, tengah duduk di samping Agatha, yang sedari tadi sibuk dengan gadget nya,entah apa yang dia kerjakan yang pasti, begitu serius.


"Yang, mau eskrim atau tidak"tawar Alexander.


"Aku tidak makan itu lagi"ucap Agatha.


"Sesekali tidak masalah kan yang"ucap Alexander.


"Tidak ada masalah sih, tapi aku tidak suka lagi"ucap Agatha.


"Kenapa?" tanya Alex.


"Tidak apa-apa, hanya tidak suka saja"ucap Agatha.


"Benarkah yang"ucap Alex.


"Kak, kamu itu, seakan sedang interogasi aku, kenapa? sih kak"ucap Agatha kesal.


"Yang kamu kenapa? harus, berubah menjadi sedingin ini sih, aku tau aku salah, tapi yang aku tidak sengaja ingin nyakitin kamu, aku sudah jelaskan apa? alasanku selama ini, tapi sepertinya, kamu enggak peduli, yang aku mencintaimu, jika boleh memilih, aku lebih suka memilih kamu tetap seperti dulu, aku rindu kamu yang dulu yang" ujar Alex sambil memegang tangan Agatha.


"Ya, Agatha, yang dulu, yang bisa kamu bohongin, Agatha yang bahkan bisa dibujuk dengan makanan kesukaan nya, sorry, Agatha yang dulu sudah mati, bersama dengan penghianatan yang kamu lakukan"ucap Agatha.


"Sayang-sayang aku mohon jangan seperti ini, aku benar-benar tidak berniat untuk menyakiti hati mu, aku benar-benar tidak ingin pernikahan itu, semua karena Daddy ku"ucap Alexander.


Sudah berulang kali Alexander, menjelaskan apa yang terjadi, tapi Agatha, sudah terlanjur sakit hati, karena Alex, dia harus mengubur cita-cita nya, untuk menjadi seorang dokter, karena dia merasa dirinya tidak pantas untuk itu, saat tubuhnya, sudah ternoda dengan tatto yang dia miliki, dan dengan menenggak minuman keras, tidak mencerminkan kepribadian seorang dokter yang baik.


Agatha, kini tengah kembali kuliah di jurusan manajemen bisnis, yang bukan cita-cita nya justru harus ia jalani.


Wanita itu kini tengah di uji dengan kesabaran , untuk menghadapi bagian dari masalalu nya.


Siapa lagi jika bukan Alexander, yang datang memohon untuk kembali ke sisinya.


Pria itu tidak mau mengalah.


Agatha, pun memberikan dia kesempatan tapi bukan berarti, dia akan kembali seperti dulu, dia hanya ingin melihat seberapa besar cinta, yang Alex katakan selama ini.


Perdebatan itu terhenti saat, Agatha tertidur pulas hanya dalam hitungan detik, saat Susana terasa hening:


...Mimpi Agatha...


Sementara itu tidak ada satupun orang tau jika, Agatha kini memiliki scandal, dengan Piter, si kakak ipar, pria itu berulang kali, mengatakan cinta pada Agatha, yang hampir saja menghabisi Piter, Piter bahkan bilang jika dirinya, tidak tertarik dengan Alana, sedari awal dia hanya ingin balas dendam, tapi saat bertemu dengan Agatha yang polos, hatinya menunjukkan ketertarikan, tapi dia hanya bisa memendam rasa itu.


Malam kemarin, saat Agatha, sedang ada klien yang tengah membuat tatto Piter, datang dia membawa buket bunga, dan juga dua paper bag berisi makanan favorit Agatha.


Agatha, pun hanya mempersilahkan dia masuk, dan setelah menyelesaikan pekerjaan nya, akhirnya dia pun, menemui Piter.


"Ada apa? tanya Agatha dingin.


"Sayang kamu kenapa? bersikap seperti itu, bukan kah, sudah kukatakan bahwa aku mencintaimu"ucap Piter.


Pria itu mendekat, mengusap puncak kepala Agatha, yang terlihat, sedikit menjaga jarak.


Piter, pun membawa Agatha, kedalam dekapannya, sementara Agatha, hanya terdiam, mematung, dia benar-benar merasa ada yang aneh dengan itu, Agatha, seakan terhipnotis, padahal selama ini dia begitu membenci Piter, karena selalu membuat dia kesal setengah mati.


"Yang kamu sudah makan, aku bawakan makanan untuk mu"ucap Piter.


Agatha pun hanya mengangguk pelan.


"Kak, kak Alana, tau kamu kesini"ucap Agatha, sambil menatap kearah pria itu, dia terus mencari kebohongan, pada tatapan mata Piter.


Agatha, pun kembali bertanya"Apa? perasaan kakak benar-benar nyata adanya"ucap Agatha.


Piter, menatap lekat wajah cantik itu,lalu mengangguk yakin.


"Seratus persen yakin" ucap Piter.


Agatha, sudah satu Minggu, selalu diam-diam bertemu dengan Piter, atau Piter, yang menemui nya, tapi wanita itu, tidak pernah mau menerima sentuhan dari Piter hingga dia menampar keras pipi pria yang hendak menyentuh nya.


..."Sayang!"...


Alexander berteriak saat Agatha, tanpa sengaja menamparnya tapi itu mampu membuat, pria itu kesakitan, pipinya terasa bengkak.


Agatha, langsung terjaga, dan saat dia sadar ternyata scandal, menjijikkan itu, hanya mimpi, dia bersyukur dan langsung memeluk Alexander yang kini membeku, di tempat dan sedikit bergidik ngeri, karena wanita yang sangat ia cintai, ternyata seperti memiliki kepribadian ganda.


"Sayang, sakit, kenapa? kamu menampar ku"ujar pria itu.


"Maaf kan aku kak, aku mimpi buruk, ih... menjijikkan"ujar gadis itu.


"Mimpi apa? sih"tanya Alexander penasaran.


"Mimpi punya scandal, dengan orang gila"ucap Agatha tidak jujur.

__ADS_1


"Owh, dikira kamu dendam dan ingin menghajar ku"ucap Alex.


"Jika aku dendam padamu, mungkin sudah sedari awal kita kembali bertemu aku hajar kamu"ujar Agatha, yang langsung bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, untuk membasuh wajah.


Tidak sampai sepuluh menit, dia sudah kembali, kedalam ruangan tersebut.


"Yang jalan-jalan yu" ujar Alex.


"Sudah larut"ujar Agatha.


"Baru jam sepuluh"ujar Alexander.


"Malas, kakak juga harus pulang"ujar Agatha.


"Aku pulang, mana ada"ucap Alexander.


"Ingat istri di rumah"ucap Agatha, yang membuat Alexander, menatap tajam.


"Kenapa? apa.. aku salah bicara"ucap Agatha, yang kini menatap balik.


"Apa? aku salah"ulang Alex.


"Ih gaje banget sih"ucap Agatha.


"Kamu tuh yang gak jelas"ucap Alex.


"Gak jelas, apanya? aku bilang masih istrinya sendirian, emang ada yang salah gitu"ucap Agatha.


"Ya jelas, salah... istri mana lagi selain kamu, apa? lupa sudah meminta ku untuk menceraikan nya, dan karena itu, aku rugi banyak"ujar Alex.


"Jika kamu menyesal karena itu, kenapa? tidak kembali lagi padanya, urusan selesai"ucap Agatha yang tidak peduli sama sekali, bagaimana raut muka Alexander.


Agatha, hendak pergi tapi Alex, tiba-tiba menarik nya kedalam pelukan.


"Malam ini, adalah hukuman bagi mu, kamu, akan tidur bersama dengan ku"ucap Alex.


"Silahkan saja jika bisa"ujar Agatha.


Agatha, pun langsung bergegas pergi.


...🌸................🌸...


Sementara itu yang habis melewatkan malam pengantin, saat ini belum juga bangun, padahal sudah pukul sepuluh pagi, dan cafe sudah dibuka sedari pagi, tapi sang bos, belum juga muncul.


"Jam berapa ini"ujar NATO.


"Tidak tau mas"ucap Rosella, yang langsung membuat NATO terdiam sejenak dia, merasa hangat dalam hati nya, saat mendengar hal itu.


"Bagaimana? mau bangun sedari tadi mas peluk aku terus"ujar Rosella.


"Heumm, rasanya sangat nyaman sayang terimakasih sudah mau menjadi istri ku, semoga kita akan segera memiliki anak"ucap NATO.


"Semoga saja mas"ujar Rosella yang kini sudah menjadi wanita.


"Yang, besok aku sudah mulai masuk kerja, maafkan aku belum bisa membawa mu bulan madu"ucap NATO.


"Tidak perlu mas, kita pun sudah berbulan madu di sini"ucap Rosella.


"Tapi bulan madu yang aku maksudkan adalah sambil liburan yang"ujar NATO.


"Lain, kali saja, mas jika kamu sudah punya waktu, aku tidak ingin memaksakan keadaan"ucap Rosella.


"Heumm ya... terimakasih sayang kamu memang sangat pengertian"ujar NATO.


Rosella pun bangun lebih dulu, setelah itu dia berjalan dengan langkah yang sedikit di seret karena itu untuk pertama kalinya buat Rosella, tapi tidak untuk NATO, pria itu sudah sering berhubungan dengan Riana, meskipun wanita itu sudah tidak virgin lagi.


"Sayang, apa? terlalu sakit"ucap NATO, yang melihat langkah Rosella, begitu pelan dan sesekali meringis kesakitan.


pria itu langsung mengangkat tubuh Rosella, ala bridal style menuju kamar mandi, begitu juga dengan Rosella, yang takut terjatuh hingga berpegangan.


"Sayang tunggu disini, biar mas yang akan mengisi air"ujar NATO.


Sampai selesai mengisi air di bathtub, NATO pun membantu istrinya itu, untuk masuk kedalam bathtub.


"Ah..."teriak Rosella sambil mengigit bibir nya, air itu, seperti Betadine, obat luka, perih sangat terasa.


"Maafkan aku sayang, tapi setelah itu pasti tidak akan sakit lagi"ujar nya.


Rosella pun hanya mengangguk, sementara itu NATO, kini langsung mandi di bawah guyuran shower.


Sampai saat Rosella selesai mandi dan kini Piter, memakai kan bathrobe, ke tubuh istri nya.


"Sini, biar ku gendong lagi"ucap nya.


"Tidak mas, aku harus bisa jalan sendiri"ucap Rosella.


"Iya tapi sekarang belum sembuh benar cinta"ucap NATO.


Wajah Rosella pun memerah lalu kemudian dia mulai mengalungkan tangannya di leher NATO, karena NATO, menggendong nya kembali.

__ADS_1


"Sementara itu di kediaman Alana, Piter yang sedang tidak tidak bekerja, saat ini, tengah duduk santai, di sofa bersama dengan Alana, yang kini tengah bersandar di dada bidang nya.


Tiba-tiba, Agatha datang gadis itu ingin menemui Alana, untuk mengajaknya pergi memberikan kado pernikahan untuk sang kakak, tanpa sepengetahuan Alvin.


"Kak, Lana.... aku datang"ucap Agatha.


"Tidak usah berteriak Big baby, kami dengar ucap pria itu.


"Kau, dasar stress"ujar Agatha, sambil menjulurkan lidahnya, pada Piter.


"Sudah-sudah jangan ribut terus, kalian ini bisa tidak, sekali saja akur"ucap Alana.


"Tidak!"ucap keduanya.


"Terserah kalian, sekalian saling Jambak sana, aku mau ganti baju dulu"ucap Alana.


Bumil, itu langsung pergi meninggalkan mereka berdua untuk berganti pakaian, sementara Agatha, duduk di sofa yang ada di hadapannya Piter, wanita itu sibuk menatap ponselnya, untuk menghindari tatapan Piter yang membuat dia sangat kesal saat ini.


Mereka memang selalu ribut jika bertemu, tanpa sadar Piter, melihat ke arah Agatha, yang juga menatap nya, dan saat pandangan mata mereka bertemu, gadis itu langsung menjulurkan lidahnya.


"Kau!"teriak Piter, kesal.


"Sayang , kalian belum selesai"ujar Alana, yang kini sudah tampil cantik dengan dress selutut, dan juga tas selempang dan handbag berisi kado untuk pernikahan sang kakak, meskipun mereka tidak diijinkan hadir oleh Alvin, tapi keduanya, tidak mungkin tidak memberikan apapun pada. NATO.


"Kak, mau ikut tidak"ucap Alana.


"Tentu, lagi pula tidak mungkin big baby bisa membawa mu ke sana"ucap Piter.


"Lihat tuh aku bawa apa? di luar "ucap Agatha, yang naik darah.


"Paling odong-odong untuk bayi"ucap Piter.


"Awas saja kalau meminjam "ancam Agatha.


Piter hanya terkekeh geli, setelah itu dia pun berjalan kearah luar Mension, tampak lah, sebuah Ferrari berwarna merah marun, Agatha, bahkan menghidupkan mobil nya, saat itu juga.


"Kamu dibelikan Daddy" ucap Alana.


"Bukan ini Alex, yang belikan"ucap Agatha jujur, pasti karena, dia kembali bersama dengan mu, lagi big baby, pengasuh memang tetap lah pengasuh tidak bisa jauh sedikit saja, ujar Piter.


"Benarkah?" ujar Alana yang baru tersadar.


"Tentu, hadiah kita pasca balikan"jawab Agatha.


"Jangan-jangan nanti dia kasih Mension"ucap Alana.


"Heumm, ayo mau naik mobil ku, atau kau manusia aneh, pergi sendiri"ucap nya.


"Baiklah, aku akan coba,naik mobil ini tapi terpaksa karena kamu yang maksa"ujar Piter.


"Ih...najis maksa orang kaya gitu"ucap Agatha ketus.


"Awas nanti jatuh cinta"ucap Alana.


"Ih najis, kemarin saja ada yang hadir di mimpi, dan menjadi scandal, aku langsung menghajar nya"ucap Agatha.


"Memang siapa? yang menjadi pasangan scandal mu di mimpi"tanya Alana.


"Tentu saja, pria stress itu, yang hadir"ucap Agatha.


"Benarkah, saking bencinya kau memimpikan dia"ujar Alana.


"Tentu"jawab Agatha.


"Sebaiknya kalian, berbaikan takutnya, tidak ada waktu untuk itu"ucap Alana.


"Kakak, mendoakan aku mati"ucap Agatha.


"Bukan begitu, hanya saja, biasanya seperti itu, kalian harus segera baikan"ujar Alana dengan sengaja.


"Sayang, aku tidak mau meminta maaf kepada dia"ucap Piter.


"Aku apalagi"ucap Agatha, keduanya tidak mau mengalah tak terasa mobil yang mereka tumpangi, sampai di halaman cafe, tersebut.


Tapi usaha Alana untuk mendamaikan keduanya sia-sia saja.


"Kakak!"teriak Agatha, seperti biasa gadis itu akan manja pada NATO, pria itu terlihat tengah membantu istrinya memasang pajangan di dinding.


"Eh kamu sayang"ucap NATO menoleh.


"Tara... aku datang kakak ipar, heumm, sepertinya semalam ada yang bertempur"ujar Agatha.


"Hus...ngarang aja nih anak, kaya yang sudah pengalaman saja"ucap Alana, yang juga ikut duduk di kursi yang ada di sana.


"Kakak, ipar ini aku bawakan kado pernikahan, tidak usah lihat dari harganya, yang penting ketulusan nya, ucap Agatha.


"Terimakasih Agatha"ucap NATO dan Rosella, yang kini duduk berdampingan.


"Sama-sama kak, aku sayang kakak, meskipun dilarang hadir di pernikahan kalian"ujar Agatha.

__ADS_1


"Tumben, otak Big baby lancar"ejek Piter.


"Memang nya, otak mu yang beku"ujar Agatha kesal, sambil membuang muka.


__ADS_2