
Sampai, mereka pulang dari apartemen, tersebut, Agatha, kini kembali duduk termenung sendirian, wanita itu beranjak dari duduknya, dan mengambil sebuah kotak kardus, untuk menyimpan semua foto-foto Alexander dan dirinya.
Satu persatu, foto ia pandangi, dengan derai air mata yang terus menetes tak tertahankan, sambil sesekali, mengusap wajah dan pigura foto, yang terkena air mata.
Hingga semua tersimpan di dalam kotak tersebut, dan yang pigura, berukuran besar,dia bungkus dengan kertas koran dan lem perekat, Agatha, berjalan menuju sebuah ruangan, yang dia jadikan tempat penyimpanan barang yang sudah tidak terpakai, atau bisa disebut gudang.
"Maafkan aku, kak.... bukan aku tak ingin menyimpan semua kenangan tentang kita, tapi, kini dirimu, bukan untukku lagi, kamu sudah bersamanya, semoga benar bahagia itu akan selalu ada untuk dirimu, setelah aku hadir di sisimu dengan segala keterbatasanku"lirih nya, yang kini tengah menangis sesenggukan, dan terdengar begitu pula.
Tidak hanya foto, dia juga menyimpan kado terakhir yang Alex berikan, padanya.
Sampai akhirnya, Agatha berbaring di atas ranjang nya.
Malam pun berganti pagi, Agatha, sudah bersiap untuk pergi kuliah, dia membuat sandwich dan segelas susu hangat.
Rencananya, hari ini dia ingin pergi ke suatu tempat jika, mata kuliah nya berakhir lebih awal.
Sampai ketika Handpone nya ,berdering nyaring, dan gadis itu pun melirik, sebuah panggilan masuk, dari nomor tak dikenal, dan notifikasi pesan muncul, yang meminta Agatha, untuk mengangkat panggilan tersebut.
^^^"Halo"Agatha^^^
^^^"Sayang, apa? kabar mu"^^^
^^^"Jangan panggil begitu lagi, aku hanya masalalu mu"Agatha.^^^
^^^"Yang, aku mohon jangan lupakan aku,jauh lebih baik jika kamu membenci ku, ketimbang kamu melupakan ku, aku, masih tetap mencintaimu sampai akhir hayat ku, tidak peduli, kamu masih akan mencintai ku atau tidak, tapi semua tentang kita masih tersimpan rapi di lubuk hati yang terdalam"Alex.^^^
^^^"Jika, seperti itu, gudang pun masih bisa menyimpan semua tentang kita, dan kamu bukan tempat penampungan barang lama, seperti hukum alam semua barang bekas atau lama akan lapuk dan terbuang"Agatha^^^
Panggilan Agatha, akhiri, sementara itu di seberang telpon, seorang laki-laki tengah mengusap bulir air mata nya, betapa hancur nya hati pria itu, sakit sudah tentu, sakit mencintai wanita begitu dalam, tapi dirinya bahkan tidak berdaya, dan cinta itu menyakiti keduanya.
Agatha, sendiri mengirimkan pesan pada nomor tersebut.
✉️"Aku akan mengirimkan mobil mu ke rumah mu"Agatha.
Tidak lama pesan itu terbalas.
✉️"Jangan Yang, aku mohon aku sangat mencintaimu, setidaknya tunggu aku, sampai aku kembali, kita akan segera menikah aku janji"Alex.
✉️"Kita sudah berakhir, terima, atau tidak aku akan kesana pagi ini"ucap Agatha, sambil mematikan handphonenya.
Gadis itu pun berlalu pergi meninggalkan apartemen tersebut, dia benar-benar membawa mobil Ferrari, yang pernah Alexander berikan, Agatha tidak ingin, terus hidup dalam bayangan masalalu, yang sungguh sangat menyakitkan.
Sampai di depan pagar rumah yang menjulang tinggi itu, dengan sensor kamera yang ada di balik pagar rumah itu, pagar yang sudah tertutup begitu lama itupun, terbuka, salah seorang pelayan menghampiri siapa? yang datang, karena setau mereka mobil tersebut adalah milik Alexander, sejak beberapa bulan lalu.
"Tolong simpan kunci mobil ini, dan jika tuan muda bertanya, katakan terimakasih untuk semua nya"ucap Agatha, yang langsung berbalik karena dia tidak kuat, lama-lama menatap mobil yang penuh kenangan indah sekaligus menyakitkan itu.
Agatha, pergi dengan Taksi, yang dia pesan saat sedang di perjalanan tadi.
Sampai, akhirnya dia tiba di sebuah pantai, yang cukup jauh, karena berada di luar kota, gadis itu berdiri di bibir pantai, dengan hembusan angin yang meniup seluruh tubuhnya, rambut sebahunya terus bergerak ke sana kemari mengikuti hembusan angin yang terus, menerpa wajah nya.
"Aku, disini untuk yang terakhir kali nya"ucap nya lirih, lagi-lagi air mata itu, kembali menetes, luka itu tidak pernah mengering setelah sekian lama dia mencoba untuk melupakan nya.
Agatha pun duduk di atas pasir putih itu, dengan beralaskan selembar koran.
Suasana nya, semakin sepi, Agatha, masih duduk di sana, hingga matanya terbelalak, saat melihat seseorang pria terdampar di tepi pantai, bibir pantai disapu ombak Agatha, berteriak meminta tolong tapi tidak ada siapapun yang datang, hingga dia berlari menghampiri pria yang terlihat penuh luka tusuk dan masih mengalir darah segar tersapu air.
"Tolong..!"
"Tolong...! siapapun tolong datang" ujar Agatha.
Agatha kini langsung menghubungi layanan darurat, saat ini juga, hingga mereka datang tak lama, setelah Agatha, mengirim kan lokasi.
Pria yang diperkirakan korban pembunuhan itu ternyata masih hidup, dan dilarikan ke rumah sakit, sementara itu, tidak ditemukan identitas diri sama sekali.
Sampai, saat pemeriksaan, fisik, dia dilarikan ke ruang operasi, atas persetujuan dari Agatha, saat ini wanita itu tengah duduk di ruang tunggu rumah sakit tersebut.
Sampai, saat getaran ponsel itu mengusik lamunan nya.
^^^"Sayang, kamu dimana?"ucap Anggita.^^^
^^^"Mom, Agatha, sedang diluar kota"jawab nya.^^^
^^^"Sama siapa? nak, kamu juga tidak bawa mobil"ucap sang mommy yang begitu khawatir.^^^
__ADS_1
^^^"Aku menemukan korban pembunuhan mom"ucap Agatha yang begitu mengejutkan Anggita.^^^
^^^"Apahhh!"teriak Anggita .^^^
^^^"Sudah ditangani polisi mom, tapi Agatha, tidak akan pergi sebelum pria itu, benar-benar dinyatakan selamat, karena kini sedang berada di ruang operasi"ucap Agatha.^^^
^^^"Baiklah sayang, sekarang, sekarang juga mommy kesana"ujar Anggita.^^^
^^^"Tidak usah mom, aku bisa atasi semua nya sendiri, mommy minta sopir saja, antar kan mobil bersama koper yang ada di kamar ku, kemungkinan akan sedikit tinggal lama disini, lagipula Agatha, tengah berlibur mom"alasan Agatha.^^^
^^^"Baiklah sayang,tapi terus hubungi mommy jika ada sesuatu"ucap Anggita.^^^
^^^"Baiklah mom"jawab Agatha.^^^
Akhirnya panggilan telepon pun berakhir Agatha, langsung mengikuti, dokter dan beberapa perawat, yang membawa pria itu,ke ruang perawatan intensif, karena masih dalam keadaan kritis, meskipun operasi berhasil dilakukan.
"Bagaimana keadaan nya, Dok?"tanya Agatha.
"Syukurlah pasien, masih bisa di tolong meskipun saat ini masih dalam keadaan kritis, karena hampir kehabisan darah"jawab sang dokter.
Polisi yang sedari tadi ikut bersama dengan Agatha, pun mulai memintai keterangan dari Agatha, tentang penemuan korban.
Setelah Agatha, kembali dari Polsek, akhirnya dia kembali masuk kedalam rumah sakit, di sana sudah ada yang menunggu nya, sopir pribadi sang Mommy, sedang duduk menunggu Agatha, di lobby rumah sakit.
"Nona, muda..!"panggil pria paruh baya tersebut, saat Agatha melewati nya, karena tidak menyadari kehadiran nya.
"Pak Min, sudah lama"ucap Agatha.
"Baru tiba nona"ujarnya.
"Owh, syukur lah"ujar Agatha.
"Ini kunci mobil nya"ujar pak Min.
"Saya, sudah pesan taksi, pak Min pulang dengan taksi, dan tolong bilang sama mommy, aku baik-baik saja, nanti setelah semuanya selesai, aku akan kembali"ucap Agatha.
"Baik nona"ucap pak Min.
...🌸............🌸...
Gadis itu mendapat kabar bahwa pria yang dia tolong saat ini, sudah sadar dan di pindah ke ruang rawat VVIP, seperti yang Agatha, pesan kan.
Gadis itu pun, langsung bergegas menuju rumah sakit, dengan membawa, tas selempang miliknya.
Dengan menggunakan mobil pribadi nya, yang merupakan mobil sport, keluaran terbaru dan limited edition, dia tak jarang menjadi pusat perhatian bagi mereka yang berpapasan, bersama dengan Agatha, hingga di parkiran rumah sakit.
Setibanya di depan ruang rawat VVIP tersebut, Agatha, langsung masuk kedalam, dan ternyata benar bahwa pria itu,kini tengah terjaga masih dengan posisi berbaring lurus.
"Selamat pagi, bagaimana keadaan nya"ujar Agatha.
"Saya, baik terimakasih telah menolong saya"ucap pria itu.
"Sama-sama, beruntung anda masih hidup, jika tidak mungkin proses nya, akan sangat lama"ujar Agatha.
"Mungkin juga jika bukan anda yang menemukan saya,saya pun tidak seberuntung saat ini, perkenalkan nama saya Tama Davidson."ucap pria tampan itu.
"Heumm, saya Agatha Alexandria"ucap Agatha.
"Salam kenal, jika kamu berkenan tolong pinjam kan saya Handphone, saya ingin menghubungi keluarga saya"ucap pria itu.
"Tentu"ujar Agatha .
Gadis itu pun, memberikan Handphone milik nya.
Sampai saat pria itu berbicara dengan seseorang dari balik telpon, pria itu pun langsung mengetik sesuatu di ponsel tersebut.
"Apa? anda sudah sarapan dan minum obat"tanya Agatha.
"Belum, mungkin"ucapan nya terhenti saat seseorang datang membuka pintu.
"Tuan muda"ujar pria yang tidak kalah tampan dari pria itu, ternyata dia adalah asisten pribadi Tama .
"Semua, sudah bergerak, mungkin saat ini mereka sudah di ciduk polisi"ujar pria itu.
__ADS_1
"Berikan handphone ku"ujar Tama.
"Ini tuan muda, syukur lah jika anda selamat"ucap pria itu.
"Aku tidak akan selamat, jika Agatha, tidak menemukan ku"ujar pria itu.
"Nona, terimakasih atas pertolongan anda, kami akan mengingat semua nya, dan jika nona berkenan, tolong berikan no rekening Bank Anda, agar saya segera mengganti biyaya, yang anda keluarkan untuk mengobati tuan muda saya"ujar, pria bernama Enrique.
"Tidak perlu, saya ikhlas menolong tuan Tama, jika tidak ada lagi urusan, saya, harus segera kembali ke kota asal saya"ucap Agatha.
"Tidak, apa-apa nona kirimkan saja"ujar Enrique, memaksa.
"Tidak usah, tuan lagian tidak seberapa, yang paling penting tuan Tama, selamat dan baik-baik saja, saya permisi"ucap Agatha, yang hendak pergi.
"Usia mu bertapa?"tanya Tama, saat Agatha, hendak pergi.
"Dua puluh"ucap Agatha sambil tersenyum ramah,lalu bergegas pergi.
Sementara pria itu, tersenyum penuh arti.
Agatha pun pergi meninggalkan rumah sakit untuk mengambil barang-barang nya, dari hotel, dia ingin segera pulang ke rumah, untuk melepas rindu, pada ranjang empuk nya, dan tentunya seluruh keluarga besar nya.
Sampai di hotel, gadis itu buru-buru pergi menuju ruangan tersebut, sampai selesai membereskan barang-barang nya, dan membawa nya pergi dari hotel tersebut.
Setelah, itu dia kembali pergi meninggalkan hotel, untuk kembali ke kota asal nya, tidak terasa sudah empat hari dia pergi, gadis itu berniat melupakan semua nya, tapi malah kembali berurusan dengan masalah lain nya.
Sampai di Mension, kediaman Marvin, dia disambut oleh sang Mommy dan Daddy nya yang kebetulan ada di Mension, bersama dengan Oma dan opa nya.
"Sayang mommy, kamu sudah pulang sayang, mommy rindu"ucap Anggita.
"Sama mom, aku juga rindu, mommy Daddy"ujarnya sambil memeluk mommy dan Daddy nya.
Agatha, pun pergi menuju kamar nya, dia langsung masuk kedalam kamar mandi setelah menyimpan tas nya, sementara koper dibawa kan oleh pelayan, dan gadis itu pun, mengisi bathtub dengan air hangat dan sabun aroma terapi.
"Heumm, nyaman nya"ucap Agatha, yang kini tengah berendam dan sambil meregang kan otot nya yang terasa kaku.
Agatha, tengah duduk sambil menikmati secangkir teh hangat dengan kedua orang tua nya.
"Bagaimana? kabar pria itu sekarang"tanya Anggita.
"Sudah mulai membaik mom"jawab Agatha.
"Ternyata putri Daddy, selain pemberani juga pahlawan"puji Alvin.
"Siapa lagi ayahnya"balas Agatha.
"Sayang, Daddy, sudah tua, apa? kamu sudah siap memimpin perusahaan"ucap Alvin.
"Daddy, tidak tua, hanya matang dan masih gagah juga tampan, jadi jangan mencari alasan"ucap Agatha.
"Sayang"ujar Anggita.
"Aku mungkin siap mom, tapi aku ingin memegang rumah sakit"ucap Agatha.
"Kamu bisa pegang keduanya"ujar Anggita.
"Mana bisa mom"ucap Agatha.
"Tentu saja bisa sayang anggap saja rumah sakit itu adalah cabang perusahaan"ujar Anggita.
"Heumm, Baiklah"ujar Agatha.
Sebagai pewaris yang sah, dari tahta kerajaan bisnis Marvin, Agatha, di harus kan siap, untuk memegang semua itu, meskipun dia memiliki dua kakak, laki-laki tapi mereka terlahir, dari luar pernikahan, meskipun ketiga nya tetap mendapatkan bagian, tapi Agatha, adalah pewaris yang sebenarnya, dan mendapatkan semua nya, meskipun ketiga kakaknya, sudah terlanjur kaya dan sibuk dengan perusahaan masing-masing, yang merupakan cabang perusahaan, yang diwariskan kepada Agatha, tapi mereka selalu kompak membantu perusahaan pusat, yang akan Agatha pegang.
Marvin, adalah orang yang benar-benar luar biasa, diam-diam dia memiliki beberapa perusahaan di berbagai negara, semua itu dikendalikan oleh anak buah nya, yang selalu setia, tentunya mereka juga, mendapatkan gajih yang setimpal day bahkan Marvin, membuat keluarga mereka sejah tera.
Hingga akhirnya sebagian diberikan kepada Alvin, putra nya, dan sebagian lagi masih dia rahasiakan, dan sudah tercantum dalam surat wasiat untuk putra dan cucu nya, tapi Agatha, sudah dipastikan akan memimpin Alvaro, dan NATO.
Sampai saat nanti, Marvin, kini diam-diam sudah menyiapkan Agatha untuk itu.
Sampai saat Agatha, benar-benar siap nantinya, wanita itu akan memimpin kerajaan bisnis nya.
"Mom, apa? pria itu punya banyak musuh, saat dilihat dari luka nya, begitu mengerikan tapi beruntung dia sangat kuat, mungkin lebih mirip seseorang yang juga sama-sama kuat"ujar Agatha, tidak menyebutkan pria yang dia maksud.
__ADS_1
"Apa Alex, yang kamu maksud"ucap Anggita.