Sang Penari

Sang Penari
#Tatto#


__ADS_3

satu bulan telah berlalu sejak saat itu Kaley sudah tidak lagi mengejar Alex.


Bahkan, pria itu sudah kembali lagi ke Kanada. tempat di mana ia tinggal selama ini namun perubahan Kaley membuat kedua orang tuanya begitu khawatir.


Bagaimana tidak, saat ini bahkan Kaley seperti sebuah robot yang tidak pernah kehabisan baterai.


Setiap hari dia hanya akan menghabiskan waktu untuk berlatih ilmu bela diri di sela kesibukannya berkuliah. dan setelah itu saat malam hari tiba dia akan pergi untuk minum di club malam.


Jauh dari sifat seorang gadis. Kaley yang saat ini sudah seperti seorang berandalan. setiap hari akan berkelahi dengan siapapun yang telah menyinggungnya.


Gadis itu seakan kehilangan kontrol dan jati dirinya setelah merasa kecewa dengan sikap kedua orang tuanya. yang bahkan menentang hubungan percintaan dirinya dengan Alex.


Sementara Alex sendiri selama ini dia merasa sangat kehilangan gadis ceria yang selalu menggoda dirinya dengan berbagai alasan dan cara apapun yang ia gunakan untuk mendekati Alex.


Pernah suatu hari mereka bertemu di club malam tersebut namun tidak ada satupun reaksi yang ditunjukkan oleh Kaley pada Alex.


Bahkan Gadis itu seakan enggan untuk menatap dirinya. Alex bahkan hanya bisa menatapnya dari kejauhan.


Melihat apakah Gadis itu baik-baik saja atau tidak karena selama ini dia bahkan tidak pernah mendengar kabar tentang Kaley lagi .


Gadis itu seakan hilang ditelan bumi. namun saat mereka kembali bertemu mereka sudah seperti orang asing yang bahkan tidak pernah memiliki hubungan apapun.


Alexander ingin sekali menyapa dan bertanya tentang kabar gadis yang ia sayangi. namun sepertinya Kaley, tidak memberikan respon sedikitpun saat Alexander dekati.


Alexander hanya bisa pasrah, semua dia lakukan demi kebaikan Kaley.


Christopher benar, dia sudah terlalu tua untuk Kaley. meskipun cinta diantara mereka telah tumbuh dan bersemi namun Alex harus sadar diri karena percintaan beda generasi itu akan mengakibatkan penderitaan bagi sebelah pihak.


Mungkin Alex akan diuntungkan dengan mendapatkan Kaley yang nyatanya masih sangat muda.


Sementara Kaley sendiri, dia akan menderita saat Alex kembali kepada sang pencipta. belum jika mereka dikaruniai anak mungkin Kaley akan menjadi Ibu tunggal untuk anak mereka.


Begitu banyak pertimbangan dalam diri Alex saat ini.


Pria itu tidak ingin menyakiti Kaley ataupun membuat dia sedih namun sepertinya Kaley sudah benar-benar kecewa dengan perlakuannya saat itu.


Hingga dia tidak bersedia lagi untuk bertemu tetap bersama dengan Alex.


Kaley kini tengah berada di depan meja bar. tegukan demi tegukan terus ia lakukan sampai dia sudah tak sadarkan diri meja tersebut.


Alex yang melihat itu dari kejauhan dia sungguh tidak tega dan ingin mendekat namun lagi-lagi ia teringat dengan kata-kata Christopher yang mengancam Jika ia berani mendekati putrinya maka seluruh harta kekayaan Alexander akan musnah dalam sekejap.


Bukan dia sayang dengan hartanya dan tidak peduli dengan Kaley.


Namun, dia harus mempertimbangkan masa depannya kelak. jika memang Kaley adalah jodohnya maka dia yakin Kaley tidak akan diambil oleh pria lain.


Alexander semakin tidak tega saat melihat Kaley bangun dan beranjak dari duduknya dia meraih mantelnya dia berjalan sempoyongan sendirian.


Alexander bahkan hendak meraih tubuh gadis itu saat Kaley terjatuh di lantai.


Namun gadis itu tetap berusaha untuk berdiri sendiri.


Pria itu hanya bisa berada di belakang nya tetap berdiam diri dan menatap nanar gadis yang kini kembali berjalan sempoyongan. dia bahkan terus berkata dia ingin mati saja dan dia menyesal telah dilahirkan ke dunia ini jika hanya untuk menanggung rasa sakit itu.


Alexander pun tidak berpikir panjang lagi, terserah jika Kristofer ingin mengambil apapun milik Alexander dan jika ia ingin membunuh Alexander sekalipun karena saat ini yang terpenting adalah Kaley sendiri.


Alexander meraih tubuh ramping itu dan membawanya ke dalam mobil miliknya. dia tidak membiarkan Kaley untuk berontak karena Alexander langsung membungkam bibir Kaley dengan bibirnya.


Pria itu bahkan tidak memberikan kesempatan bagi kalian untuk bicara hingga gadis itu kembali tenang.


Alex pun langsung mendudukkan Kaley di jok penumpang di samping kemudi. pria itu langsung tancap gas karena dia tahu dia akan langsung dibuntuti oleh anak buah dari Christopher.


Namun, sampai dia tiba di apartemen lamanya Alexander tidak melihat pergerakan dari pihak manapun hingga dia membawa kaleng masuk ke dalam apartemennya.


Kaley sendiri kini hanya bisa menatap Alexander dengan tatapan sendu, saat dia menyadari bahwa pria yang sudah membawanya adalah Alexander Abraham.


Pria yang sangat ia cintai Kaley hanya akan pasrah saja dengan apapun yang akan diperbuat oleh Alex nanti.


Karena rasa sakit terpisah dari Alex itu lebih menyiksa, daripada menghadapi hukuman dari kedua orang tuanya.


Kaley tahu konsekuensinya akan lebih berat namun Gadis itu tidak akan mundur jika pun Alex mengajak dia untuk menikah atau berhubungan badan lebih dulu dia akan bersedia melakukan itu demi cintanya pada Alexander dan demi meraih restu dari kedua orang tuanya.


Sesampainya di dalam kamar utama, Alexander membaringkan gadis itu di atas ranjang empuk miliknya.


"Sayang,,, aku mau bersih-bersih dulu, kamu bisa langsung istirahat. tapi akan jauh lebih baik jika kamu juga bersih-bersih karena bau aroma club malam."ujar Alexander.

__ADS_1


"Panggil aku sekali lagi ."ujar Kaley.


"Ada apa? honey."tutur Alexander lembut sambil berjongkok di samping ranjang.


"Satu kali lagi Alex,,, hiks hiks hiks."gadis itu terisak pelan saking terharu dan merasa sangat bahagia saat ini.


Kaley langsung bangkit langsung menghambur memeluk Alexander yang juga memeluk erat tubuh nya.


"Maafkan aku."lirih Alexander.


"Aku tidak ingin mendengar itu Alex,,, cukup tebus semua kesalahan mu dengan cinta yang aku inginkan."ujar Kaley.


"Ya,, honey apapun yang kamu inginkan aku akan berikan itu."ujar Alexander.


"Aku ingin kita segera miliki anak agar Mommy dan Daddy mau merestui cinta kita."ujar Kaley tanpa ragu.


"Honey itu tidak mungkin, begini saja kita jalani hubungan kita sebagai mestinya. aku akan berusaha untuk mendapatkan restu dari kedua orang tua mu, aku janji sayang."ujar Alexander.


"Tapi Alex sayang itu bukan hal yang mudah aku tidak ingin jauh lagi darimu. rasanya seakan kehilangan oksigen yang menopang hidup ku."ujar Kaley.


"Itu tidak akan terjadi lagi sayang aku janji."ujar Alexander.


Namun, bukanya mendengar apa? kata yang diucapkan oleh Alex. Kaley malah menyerang Alexander lebih dulu dengan ciuman .


Alex membalas itu, dan tautan bibir mereka terjadi begitu lama.


Agatha bahkan melepaskan jas Alexander dan melepas dasi yang kini pria tampan itu gunakan.


Usianya yang sudah menginjak usia empat puluh enam tahun tapi tubuh atletis yang dimiliki oleh Alexander nampak begitu menggoda ciuman itu terus berlanjut. hingga Kaley berhasil melepas kancing kemeja Alexander.


Tangan Kaley menyelusup hingga dada bidang Alexander.


Begitu juga dengan Alexander yang kini sudah terlanjur terbakar gairah, pria itu menelusuri bagian tubuh atas milik Kaley hingga teropong gunung kembar itu terlepas dan jemari pria itu menjelajah area gunung kembar itu.


Namun aksi mereka terhenti karena saat itu kesadaran Alexander kembali penuh dia pun menghentikan mimpi indah Kaley, pria itu menahan pergerakan tangan Kaley yang hendak melepas ikat pinggang milik Alexander.


"Stop honey,,, sudah cukup oke."lirih Alexander yang langsung memeluk Kaley saat itu juga untuk menghentikan gairah yang tak seharusnya terjadi.


"Kenapa? Alex."lirih Kaley yang kini terlihat kecewa.


"Sayang,,, aku takut kehilangan mu."ujar Kaley yang kembali terlihat rapuh.


"Aku janji sayang sekalipun aku harus mati di tangan Daddy mu aku tidak akan pernah pergi darimu kecuali maut memisahkan kita."ujar Alexander lembut.


"Alex,,,"lirih Kaley yang kini mengeratkan pelukannya.


"Ya,,, honey."ujar Alexander sambil mengecup kening gadis cantik itu.


"Aku takut ini hanya mimpi buruk."ujar Kaley.


"Tidak Honey percayalah."ujar Alexander meyakinkan sambil mendaratkan kecupan di puncak kepala gadis itu.


"Sekarang calon istri ku yang cantik mandi dulu ya,,,"ujar Alexander lembut.


"Baiklah honey."ujar Kaley yang kini mengecup bibir Alexander sekilas.


Alex seakan obat dari mabuk berat yang Kaley alami tadi.


Pria itu langsung menghubungi Feliks untuk mencarikan satu piyama tidur dan pakaian ganti untuk Kaley sebanyak mungkin karena mulai saat ini Kaley akan sering berkunjung ke apartemen nya.


Mungkin itu bukan tugas yang sulit untuk Feliks jika itu adalah siang hari, tapi ini hampir pukul dua dini hari.


"Baiklah aku minta besok pagi harus sudah datang."ujar Alex.


Pria itu pun langsung menutup panggilan nya saat itu juga.


Dia sendiri kini lanjut melepaskan seluruh pakaiannya, setelah itu dia pergi dengan menggunakan bathrobe ke kamar sebelah dia akan membersihkan diri di kamar mandi sebelah.


Kaley pun sudah selesai mandi dan kini dia sudah Tampak lebih fresh, namun dia bingung harus menggunakan pakaian apa? saat ini karena Kaley datang dengan mobil Alexander.


Sampai saat seseorang masuk kedalam kamar itu.


'Yank,,, aku pakai baju apa?."Tanya Kaley.


"Ikut aku sayang ."ujar Alex.

__ADS_1


Pria itu menuntun Kaley masuk kedalam walk-in ini closed.


"Sayang,,, untuk malam ini kamu pakai t-shirt atau kemeja besok Feliks akan membawa semua yang kamu butuhkan."ujar Alex.


"Heumm,,, terimakasih Yank."ujar Kaley yang memeluk Alexander.


"Sama-sama sayang."ujar Alexander.


Alex meminta Kaley yang memilih t-shirt atau kemeja yang Kaley ingin pakai.


Dan pilihan Kaley jatuh pada t-shirt Alex yang terlihat kebesaran itu.


kaget saat Kaley melepas bathrobe yang ia kenakan meskipun hanya separuh punggung Kaley, tapi yang membuat Alexander kaget di sana terdapat tatto bertuliskan my love Alexander Abraham.


"Kaley stop,,, sejak kapan kamu berbuat seperti ini."ujar Alexander yang menahan t-shirt yang akan menutup tatto tersebut.


"Kenapa? apa, tidak boleh?."ujar Kaley yang kini beralih sambil menatap sendu.


"Yank,,, bukan begitu tapi kamu tidak harus menyakiti diri sendiri hanya untuk menunjukkan cinta mu, aku tau itu."ujar Alexander yang langsung memeluk Kaley.


Alex merasa begitu dicintai tapi dia tidak ingin Kaley menyakiti dirinya hanya untuk menunjukkan perasaan cintanya itu.


"Tidak sakit kok,,, aku masih kuat."ujar gadis itu.


"Heumm,,, terimakasih honey."ujar Alexander yang kini mengecup bibir Kaley.


"Sekarang istirahat lah honey."ujar Alexander sambil mengangguk lembut.


"Tanpa pakaian dalam."ujar Kaley terlihat bingung.


"Gunakan ini honey."ujar Alexander yang kini memberikan bokser yang elastis itu , dan itu masih ada segel nya.


"Heumm baik'lah ini darurat."ujar Kaley.


Setelah Kaley menggunakan CD milik Alexander, dia pun berjalan keluar dari dalam walk-in closed.


Gadis yang kini menggunakan t-shirt milik Alex yang kedodoran hingga sebatas paha itu sungguh membuat dia terlihat sangat seksi.


Alex hanya bisa menelan ludah nya.


Berharap dia tidak bangun saat gadis itu menggeliat memeluk dirinya saat tidur karena pagi ini mereka akan tidur bersama, sampai besok Alexander baru akan membersihkan kamar sebelah dan akan mendekorasi ulang kamar itu agar Kaley bisa istirahat dengan nyaman saat singgah di sana.


Sampai mereka berbaring bersama di dalam selimut tebal itu. Kaley tidur sambil memeluk Alex yang sampai beberapa saat tidak bisa tidur karena tubuhnya ikut tegang.


Sampai saat mereka terlelap tidur hingga pukul sepuluh pagi.


Alexander bahkan tidak peduli dengan teriakan Feliks yang sudah membawa langsung pemilik butik ternama itu.


Sampai saat Alex keluar untuk menemui Feliks dengan wajah bantalnya itu, Alex langsung meminta wanita itu menyediakan pakaian wanita untuk Kaley dari setiap brand ternama dan dari mulai pakaian santai dan pakaian formal.


'Baiklah tuan, boleh saya bertemu dengan istri anda."ujar wanita itu.


"Tidak jangan sekarang tunggu dia bangun."ujar Alexander tanpa rasa bersalah meminta wanita itu menunggu Kaley hingga bangun tidur.


Jika saja wanita itu tidak mendapatkan klien dengan keuntungan yang besar mungkin dia akan menolak untuk itu, tapi Alex adalah salah satu pelanggan terbaiknya selama ini.


Alexander pun langsung bergegas pergi menuju dapur untuk membuat sarapan pagi untuk mereka berdua.


Alexander membuat sandwich tuna setelah itu dia juga membuat susu untuk Kaley dan kopi untuk dirinya.


Alexander melewati kedua orang yang kini tengah berbincang di ruang TV.


"Mana sarapan pagi untuk kami Bos?."ujar Feliks.


"Punya tangan bisa bikin sendiri jika tidak ya pesan."ujar Alexander.


"Sayang,,, kamu dimana?."ujar Kaley yang keluar dari pintu kamar utama.


"Honey masuklah kita sarapan pagi di dalam kamar, disini ada jomblo akut mereka pasti iri melihat kita."ujar pria itu.


Sementara mereka berdua hanya menggelengkan kepalanya.


Tapi ada kelegaan di hati Feliks melihat bos nya yang buccin, setelah bertahun-tahun terbelenggu dalam cinta bertepuk sebelah tangan.


Alexander terus saat melihat Kaley begitu lahap menikmati sarapan pagi buatan Alexander.

__ADS_1


"Pelan-pelan honey tidak akan ada yang meminta bahkan jika itu kurang aku bisa membuat itu lagi."ujar Alex.


__ADS_2