Sang Penari

Sang Penari
#Belum siuman#


__ADS_3

Agatha kini sudah mulai tenang saat sang mommy menghampiri dan memeluk dirinya, dia juga berkata bahwa Daddy nya akan baik-baik saja.


Agatha pun mulai tenang.


"Kalian semua bisa pulang dan beristirahat lah biar mommy yang menjaga Daddy"ucap Anggita.


"NATO disini bersama mommy tapi NATO akan pulang dulu untuk membawa keperluan mommy"ucap NATO.


"Alvaro, tolong jaga adikmu untuk sementara, mommy tidak bisa menemani dia tidur"ucap Anggita yang masih khawatir dengan kondisi putri nya.


"Tidak usah khawatir mom, Agatha bisa bobo sendiri"ujar Agatha.


"Ya mommy percaya putri mommy sudah besar"ucap Anggita lembut.


"Mom, biar Agatha tinggal bersama dengan Alana"ucap Alana.


"Tidak mau di rumah kakak ada dia"tunjuk Agatha yang masih ngambek sama Piter.


"Tidak apa-apa Lana, dia sama kak Irma saja,ya kan Agatha"ucap Irma.


"Ya itu lebih baik"ujar gadis itu setuju ya sudah ayo pulang"ucap Alvaro yang kini terlihat sangat lelah.


"Mom, aku pulang dulu"ucap Alana.


"Ya hati-hati di jalan sayang"ucap Anggita sambil memeluk putri pertamanya.


"Mommy, Agatha pulang dulu, mommy jangan sedih, Agatha akan berdoa semoga Daddy cepat sembuh"ucap Agatha.


"Anak mommy yang paling cantik dan baik hati memang sangat pengertian sayang peluk mommy dulu, supaya mommy bisa istirahat"ucap Anggita.


"Mommy aku sayang mommy dan Daddy"ucap nya sambil menangis.


"Mommy tau cinta mommy tau itu"ucap Anggita.


"Agatha pulang ya my, mommy harus tetap baik-baik saja"ucap Agatha.


"Tentu sayang"ucap Anggita.


"Aunty yang sabar ya, jika aunty mengijinkan Alex akan menginap di rumah aunty untuk menemani Agatha sebelum tidur"ujar Alex.


Anggita pun mengangguk, karena itu jalan terbaik satu-satunya.


"Baiklah aunty titip Agatha padamu Lex"ucap Anggita, wanita itu percaya Alex adalah pria baik, terbukti selama ini dia begitu menjaga putri nya itu.


semua orang pun pergi dengan mobilnya masing-masing tiga mobil berisi pasangan dan tiga satu mobil lagi hanya NATO.


Sementara itu Marvin langsung kembali setelah mendengar kabar bahwa putranya mengalami kecelakaan maut, saat itu juga Marvin pun memutuskan untuk kembali dari keliling dunia tersebut.


Sesampainya di kediaman Marvin, Alvaro mengajak Alex masuk bersama dengan kedua adiknya dan istri itu.


Sesampai nya di dalam NATO langsung masuk kedalam kamar nya terlebih dahulu, dia langsung membersihkan diri dan berganti pakaian, setelah itu dia juga langsung keluar lagi dengan membawa tas selempang pria beristri handphone dan juga dompet nya.


Irma dan Agatha tengah menyiapkan keperluan Anggita Mulai dari baju ganti kosmetik jika diperlukan dan juga peralatan mandi, sementara untuk makan malam yang yang hampir terlewat itu NATO memutuskan untuk membeli nya di restaurant terdekat.


Agatha pun langsung mandi, setelah memastikan keperluan sang mommy setelah selesai mandi dia berganti pakaian dengan piyama tidur nya, tapi sebelum itu dia akan makan malam terlebih dahulu.


Begitu juga dengan Alexander, pria itu kini sudah selesai mandi dan berganti pakaian, beruntung Alexander, selalu membawa baju ganti didalam koper nya yang ada di dalam mobil dan kedua macam baju selalu disediakan oleh asisten pribadi nya, yang formal ataupun pakai santai.


Dengan begitu Alex tidak perlu repot-repot pulang ke rumah jika dia mendadak ada acara, dia memiliki perlengkapan itu di dalam satu koper besar yang selalu dia bawa di dalam mobil.


Alexander terlihat sangat tampan dengan baju santai nya saat ini hingga menggunakan celana jeans pendek seta t-shirt berwarna putih, semakin menambah ketampanan Alex.


Alexander pun keluar dari kamar tamu bertepatan dengan kedatangan Agatha dari lift, sementara Alvaro dan Irma masih berada di dalam kamar mereka bergantian menggunakan kamar mandi.


"Kakak sudah siap?"tanya Agatha.

__ADS_1


"Iya sayang kakak pergi dulu hati-hati di rumah"jawab NATO.


"Iya kak, jaga mommy dan Daddy bilang pada Daddy cepat bangun aku sayang Daddy"ucap Agatha yang terlihat sendu.


"Iya sayang kakak akan sampai kan"ucap NATO, sambil memeluk erat sang adik.


Pemuda itu pun pergi dengan membawa koper kecil milik sang mommy dia pergi menuju rumah sakit, dengan sangat hati-hati dia menyetir mobil sendiri di jalan yang sedikit lengang, mungkin karena efek kecelakaan itu, mereka masih trauma.


Sampai tiba di rumah sakit, NATO buru-buru melangkah masuk hingga tanpa sengaja bertabrakan dengan seorang gadis seusia Agatha, gadis itu terlihat kacau balau dia menangis sesenggukan.


"Maaf apa? kamu tidak apa-apa"tanya NATO.


"Kak, Ayahku hiks hiks hiks Ayah ku meninggal dalam kecelakaan, sampai sekarang dia masih berada di kamar jenazah aku tidak punya biyaya untuk membawa dia pulang, hiks hiks hiks"Adu gadis itu.


NATO mengusap kasar wajah nya saat itu, dia bingung harus bagaimana sementara dirinya harus segera menemui mommy nya.


NATO pun melihat perawat yang tengah berlalu lalang.


"Sus kemari"panggil NATO.


Yang dipanggil NATO, hanya satu tapi yang menghampiri ada lima suster, mereka tau bahwa NATO adalah dokter muda putra dari pemilik rumah sakit ini.


"Ada apa? Dok"tanya kelima nya berbarengan.


"Tolong bantu gadis ini mengurus jenazah orang tua nya hingga selesai hingga ke pemakaman, saya yang akan bayarkan biyaya nya"ucap NATO tegas.


"Terimakasih dokter, maafkan saya sudah merepotkan saya janji suatu saat nanti akan membalas nya"ucap wanita itu sambil berlutut di lantai dihadapan NATO, dan pemuda itu langsung membantu wanita itu untuk berdiri.


"Tidak perlu saya ikhlas, yang penting semua baik-baik saja doakan saja Daddy saya cepat siuman, karena saya juga mungkin akan bernasib sama dengan mu jika itu terjadi, maaf saya tidak bisa membantu langsung karena saya sedang terburu-buru, kamu ikut mereka ya"ucap NATO lembut.


Pria itu langsung berbalik dan pergi meninggalkan mereka menuju lantai teratas di mana ruangan sang mommy dan ruangan intensif tempat Daddy nya dirawat.


Sesampainya di sana, dia melihat Anggita sedang berderai air mata, dan sesekali terdengar Isak tangis lirih.


"Mom...NATO langsung memeluk sang Mommy dia tau Anggita saat ini sedang hancur dengan keadaan ini, tapi dia selalu berusaha tegar dihadapan semua nya.


"Mommy, jangan takut, yakinlah bahwa cinta Daddy begitu kuat untuk mommy dan kita semua NATO yakin Daddy akan segera sembuh"ucapnya.


...🌸.........................🌸...


"Mommy, sebaiknya mandi dulu setelah itu mommy harus makan malam bersama dengan ku"ucap NATO.


Anggita pun, mengangguk perlahan dan bergerak meraih koper dan pergi meninggalkan NATO menuju ruangan nya.


sementara NATO dia masuk kedalam ruang perawatan dibantu asisten Anggita dengan menggunakan baju khusus.


"Daddy bangun aku takut sendirian di sini"ucap NATO.


"Daddy tau NATO, tidak tega melihat mommy menangis sesenggukan sendiri, tapi didepan kami dia berpura-pura kuat berjuanglah Daddy, NATO mohon, Agatha juga bilang bahwa dia sangat mencintai dan menyayangi Daddy, dia berdoa semoga Daddy cepat sembuh seperti sedia kala, aku tidak tau jika dia melihat keadaan Daddy seperti saat ini apa? dia akan kuat, aku mohon Daddy bangun lah"ucap pemuda itu menangis.


Sementara itu di rumah Alex dengan setia nya menyuapi Agatha.


"Aku sedih kak aku tidak mau makan lagi"ujar Agatha.


"Sayang justru kamu harus kuat, kasihan aunty dia berjuang sendiri di sana"ujar Alex.


"Kak, aku takut Daddy pergi"ucap Agatha.


"Sayang kamu tidak boleh berpikir macam-macam, doakan saja semoga Daddy cepat sembuh"ucap Agatha.


Agatha pun terdiam Alex mendekapnya, erat Agatha membawa nya pergi menuju ruang santai, yang ada di lantai dua.


Mereka pun duduk di sofa yang berukuran lebar itu Alex bersandar di sofa masih memeluk Agatha dan mengelus puncak kepala gadis tercinta nya itu.


sementara Alvaro melihat itu dia pun mulai tenang dan percaya bahwa Alex adalah laki-laki yang baik yang dikirim tuhan untuk adik kesayangannya itu dulu setelah menikah Alvaro, sempat takut jika adiknya tidak akan baik-baik saja tapi dia yakin dengan dengan kehadiran Alex adiknya akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Sayang kamu istirahat ya, aku akan menjaga mu"ucap Alexander yang membantu Agatha berbaring dengan posisi kepala berada di atas pangkuan nya.


"Kakak peluk aku aku takut"ucap Agatha.


Alexander pun mengganti posisi bantal dan dia ikut berbaring menyamping tapi kemudian dia menggendong Agata Ala bridal style menuju kamar nya,agar Agatha bisa tidur nyenyak dan tidak terganggu setelah dia tidur.


"Kakak akan temani kamu tidur tapi tidak disini, di kamarmu sayang"ucap Alexander.


pria itu pun membaringkan Agatha dengan perlahan.


Alex menyelimuti nya, setelah itu dia ikut berbaring di samping Agatha.


Dia mengelus puncak kepala Agatha hingga gadis itu tertidur, pulas di sana.


Alexander pun keluar dari kamar setelah itu dia berpapasan dengan Irma.


"Dia baru saja tidur" ujar Alex.


"Terimakasih tuan Alexander, biar aku yang menemani Agatha silahkan anda istirahat"ujar Irma sopan, bergelut di dunia bisnis membuat Irma tau siapa saja orang terkaya di dunia bisnis, termasuk keluarga Alexander.


Alexander, pun mengangguk dan pergi menuju kamar tamu.


Irma masuk kedalam kamar Agatha dan dia masih bisa mencium bau maskulin dari parfum yang dikenakan Alexander, terutama di baju Agatha yang sedari tadi berada di dalam dekapan Alex.


Irma salut di dunia ini masih ada pria normal yang bisa menjaga kekasihnya tanpa melibatkan nafsu, seperti Alexander yang sudah lama menjaga Agatha.


Sementara itu Marvin dan sang istri sudah berada di rumah sakit, setibanya di bandara dia langsung menuju ke rumah sakit, Ariana berteriak histeris saat melihat keadaan putra nya yang mengenaskan dengan berbagai alat medis yang membantu menopang hidup nya saat ini.


"Alvin!" teriak wanita berusia lanjut itu hingga pingsan Marvin langsung mengangkat tubuh istri nya meskipun dia sama terluka nya dengan sang istri melihat putra semata wayangnya itu ada di dalam kondisi seperti itu.


Ariana dibawa ke ruang perawatan bersama dengan NATO, sementara NATO , yang menangani Oma nya itu.


Marvin pun kembali masuk kedalam ruangan dimana Alvin dirawat.


"Daddy" ucap pria yang kini terbaring lemah itu, ternyata Alvin siuman, saat ARIANA berteriak histeris dan jatuh pingsan.


"Owh ya ampun mas Alhamdulillah kamu sudah sadar terimakasih ya Allah"ucap Anggita yang langsung bersujud dan menangis sesenggukan di lantai.


"Syukurlah sayang kamu sudah sadar cepat sembuh Boy, Daddy sangat khawatir, mana yang sakit"ucap Marvin sambil menitikkan air mata nya.


"Aku kuat Daddy, kalian selalu ada untuk ku"ucap nya lirih, Anggita langsung melepaskan serang oksigen yang masuk ke mulut, berganti dengan yang di hidung agar Alvin bisa bicara dengan baik.


"Aku mencintaimu mas aku sangat mencintaimu "ujar Anggita sambil mengecup pipi Alvin dengan hati-hati.


Alvin pun mengedipkan mata nya, Marvin menggenggam tangan putra semata wayangnya itu.


"Boy, kamu harus jadi pria tangguh, tanggung jawab mu semakin besar Daddy sudah terlalu tua untuk menjaga anak cucu Daddy, sekarang kamu yang akan menggantikan tugas Daddy, cepat lah sembuh Daddy tidak mungkin terus seperti ini, Daddy sudah sangat tua"ucap Marvin.


Alvin menitikkan air mata nya, dia sedih disaat Daddy nya tua mungkin dia akan hidup dalam kondisi cacat karena kecelakaan itu, tapi dia salah, istrinya sudah bekerja lebih keras bersama tim dokter lain untuk membantu menangani nya,agar Alvin tetap baik-baik saja.


"Mas, jangan sedih, Anggita akan terus melakukan yang terbaik untuk kesembuhan mas meskipun itu mungkin memerlukan waktu yang cukup lama tapi semoga saja semua akan segera membaik karena Anggita sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik"ujar Anggita.


"Istirahat lah mas, semoga semakin membaik aku akan selalu ada di samping mu, apalagi sekarang ada mommy dan Daddy, ingat mas harus segera sembuh, kasihan putri kita menunggu di rumah, aku meminta bantuan Alex untuk menjaganya"ucap Anggita lagi.


"Alex"ucap Marvin.


"Ya Daddy ingat saat Agatha bilang dia punya kekasih bayaran, Alex adalah orang nya, tapi dia tidak seperti yang dikatakan oleh Agatha, dia pria yang sangat baik yang selalu menjaga cucu Daddy saat berada di luar rumah dan sekolah" ujar Anggita.


"Cucu Daddy memang sangat cantik seperti bidadari, siapapun pasti akan tertarik pada nya, tapi Daddy harus meyakinkan bahwa dia adalah orang baik, istirahat lah Boy, Daddy ada di sini menjaga mu, tapi Daddy harus melihat mommy mu yang tadi tidak sadarkan diri"ujar Marvin.


Alvin pun mengedipkan mata nya.


Anggita pun kembali memeriksa kondisi Alvin.


"Sayang apa ingin sesuatu"ucap Anggita.

__ADS_1


"Aku ingin di Kiss sayang"ucap Alvin lirih tapi masih bisa di dengar, Anggita pun menangis sesenggukan sambil memeluk suaminya meskipun sedikit di tahan karena terlalu banyak luka di tubuh Alvin meskipun itu adalah luka kecil.


"Cepat lah sembuh, aku akan selalu memberikan mu Kiss, sepanjang hidup ku"ujar Anggita sambil mengecup bibir suaminya perlahan dan pipinya kening nya terakhir hidungnya.


__ADS_2