
Rosella, pun terdiam, kata-kata Alvin, membuat dia berpikir seribu kali, saat ini bukan tidak mungkin jika ucapan Alvin adalah benar, bahwa NATO, memang seperti itu.
"Daddy, NATO mohon...jangan bicara kan masalalu, NATO, sekarang sudah dewasa, NATO berhak untuk menentukan kebahagiaan NATO, sendiri NATO, hanya butuh dukungan dari Daddy dan keluarga"ujar NATO.
"Tidak NATO, batalkan rencana pernikahan mu, Daddy, tidak mengijinkan kalian untuk menikah sampai kapan pun itu, karena kalian tidak lah sepadan, ingat NATO, kau adalah seorang dokter spesialis, dan juga pengusaha, sementara wanita yang akan menjadi pendamping mu ini, hanya lulusan SMA dan bahkan tidak jelas, asal usulnya"ucap Alvin, yang langsung membuat Rosella, bangkit dan berjalan mundur, Air mata nya meluncur deras tidak tertahankan lagi.
"Rosella, tunggu!"teriak NATO, yang kini mengejar gadis yang kini pergi berlari di tengah guyuran hujan lebat, yang tiba-tiba turun mengguyur bumi.
"Ros, berhenti aku mohon, maafkan aku dan keluargaku, Rosella! aku sangat mencintaimu!"teriak NATO.
Tapi gadis itu tidak kunjung berhenti, dia langsung masuk ke dalam taksi dan pergi begitu saja, NATO, tau Rosella, begitu terluka karena penolakan tersebut, dia langsung kembali ke dalam cafe, saat itu juga.
"Sekarang kalian puas, sudah menghancurkan kebahagiaan ku, ya aku, tau aku, bukan bagian dari kalian, karena itu kalian bisa seenaknya, merusak rencana kami, tidak seperti Alana, atau Alvaro, yang anak kandung kalian, meskipun rintangan begitu besar, kalian tetap mewujudkan mimpi mereka, aku tau aku hanya anak pungut, setidaknya jika kalian, tidak merestui ku, tidak perlu merusak kebahagiaan kami, dan tidak usah menghadiri pernikahan kami, tapi aku meminta kalian datang, dan meminta izin, tadinya aku mengira bahwa kalian, adalah bagian dari ku, tapi ternyata aku salah"ucap NATO, benar-benar meluapkan rasa sakit dan kecewanya, tanpa bisa dicegah sedikit pun.
Alvin, sempat menganga tidak percaya dengan sikap NATO, saat ini.
"Nat, mommy, tidak pernah berniat untuk menghancurkan hubungan kalian, mommy tidak bicara bukan mommy, benci sama dia mommy minta maaf "ucap Anggita.
"Sudah cukup, sandiwara kalian semua, cukup terimakasih atas jasa kalian yang sudah membesarkan aku, mulai saat ini"
"Berhenti NATO, jangan sampai kamu menyesal nak, Oma, belum mengatakan apapun, saat ini, apa? kau tidak ingin menganggap Oma, sebagai keluarga mu juga, kamu adalah putra Alvin, putra Oma" ucap Ariana.
"Tidak Oma, kalian hanya mengasihani ku, selama ini aku, adalah anak haram, bahkan siapa? ayahku pun, mommy ku sendiri tidak tau, jadi antara aku dan Rosella, yang jelas-jelas tidak jelas asal usulnya itu hanya aku, aku tidak punya siapa-siapa, di dunia ini dan aku hanya nebeng nama dari kalian"ucap NATO, yang langsung membuat. mereka terdiam .
"Kak, kakak itu kakaknya aku, lagian Daddy, apa? sih pakai acara tidak setuju, segala,asal Daddy tau, Rosella, itu orang baik, dia bahkan selalu bekerja keras"ucap Agatha, yang kini memeluk NATO, tidak ingin melepaskan kakak nya itu.
"Agatha, lepas, kakak harus pergi"ucap NATO.
"Tidak, kakak tidak boleh pergi, aku tidak mau kakak pergi"ucap Agatha.
"Sayang, kakak, harus mencari Rosella, ini sudah hampir larut, apalagi hujan lebat, dia tidak punya teman, ataupun sanak saudara"ucap NATO.
"Baiklah, tapi kakak janji, jika mereka tidak mau terima kakak, lagi pulang ke apartemen aku" ujar Agatha.
"Iya sayang"ucap NATO.
Akhirnya Agatha pun, melepaskan NATO, yang langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan panggilan dari mereka, NATO, akan berjuang dari nol, jika memang keluarga nya, tidak setuju dengan hubungan kita itu.
NATO, melajukan mobilnya menuju tempat yang biasa, dia kunjungi, tapi tidak ada dimana pun, NATO, terus mencari keberadaan Rosella, dan hari sudah sangat gelap, hanya ada lampu penerangan jalan yang terlihat menerangi jalanan, Rosella, tidak ada dimana pun.
NATO, teringat sesuatu, dia langsung pergi menuju kawasan TPU, di daerah tersebut, mungkin gadis itu ada di sana.
Dan NATO, pun berjalan melewati pintu masuk ke arah kawasan tersebut, NATO, kini mematung di tempatnya, saat melihat gadis yang dia cari masih duduk di samping pusara kedua orang tua nya, NATO pun berlari melewati beberapa makam, dan langsung meraih tubuh Rosella, yang kini basah kuyup, meskipun hujan sudah reda.
NATO, langsung menarik Rosella, kedalam dekapannya dan, memeluk nya erat, gadis itu tidak berontak atau pun bicara.
"Sayang, ayo pulang"ucap pria itu sambil menuntun langkah Rosella, yang masih berada di dalam dekapan nya itu.
__ADS_1
Di dalam mobil, sepanjang perjalanan, Rosella, masih terdiam, NATO masih fokus ke jalanan.
"Aku, akan tinggal di panti asuhan, mulai besok, jadi rumah dan cafe, bisa Dokter jual, atau lanjut berikan pada calon istri nya kelak"ucap gadis itu lirih.
Sontak, membuat NATO, melotot tak percaya.
NATO, menghentikan mobilnya, di tepi jalan, dia menatap tak percaya dengan perkataan Rosella barusan.
"Rosella, sayang jangan main-main, aku tau kamu terluka, tapi aku janji akan tetap setia pada mu, jika perlu aku akan, meninggalkan mereka semua, asal kamu tetap bersama ku sayang"ucap NATO.
"Tidak, lagi kak lebih baik kita akhiri saja semua nya, kamu bisa pilih wanita yang sepadan dengan mu, bukan wanita yang tidak jelas, seperti aku, bahkan hanya jadi benalu"ucap Rosella.
"Yang!.. kamu itu bukan benalu, satu lagi yang harus kamu tahu, aku adalah anak haram, mungkin aku lahir di tengah pernikahan mommy dan Daddy Alvin, tapi mommy ku, bukan wanita yang baik, dia berselingkuh dengan pria yang dia temui di club malam, saat itu, dan bahkan dia tidak tau siapa? pria yang sudah mengambil keperawanan nya, mommy, menikah dengan Daddy, karena dijadikan alat untuk mencari keuntungan, meskipun pada akhirnya, gagal dan mereka pun menghilang tanpa membawa ku pergi."ujar NATO.
Rosella, yang mendengar itu, cukup prihatin, dia tau seberapa sulit nya jadi NATO, saat itu dan sekarang.
"Bagaimana, jika dokter menikah dengan suster Nara, saja keluarga dokter pasti akan setuju"ujar Rosella, tanpa melihat wajah NATO, yang kini merah padam, menatap nya, penuh kemarahan.
"Rosella, maksud mu apa? kau pikir, jika tidak ada wanita lain lagi, aku akan menikah dengan wanita murahan seperti dia , heeuh, sebaiknya kamu bersiap, besok kita akan segera menikah, tidak peduli ada atau tidak nya keluarga ku, nantinya"ucap NATO.
"Tapi kak"ucap Rosella terhenti, saat NATO mengangkat tangan nya, meminta Rosella berhenti bicara, NATO langsung membawa pergi Rosella, menuju rumah nya, saat itu juga, rumah yang NATO, belikan itu, cukup mewah.
...🌸...............🌸...
Sesampainya di rumah tersebut, NATO, langsung meminta dua orang karyawan nya, menutup cafe, dan setelah itu mereka bisa langsung kembali ke tempat nya masing-masing.
Rosella sayang jangan berpikir yang macam-macam, sekarang kamu cukup diam dan nikmati lah hidup mu, aku akan terus berusaha untuk membuat mu bahagia, ingat kamu adalah hidup ku, dan masadepan ku, kita akan menjadi pasangan yang sangat bahagia, ada atau tidak adanya mereka di sisi kita"ujar NATO.
Rosella, pun mengangguk dia tidak ingin lagi berdebat, setelah semua obrolan mereka yang panjang itu, NATO, berinisiatif menyiapkan air hangat di dalam bathtub, untuk Rosella, mandi.
"Sayang mandilah, aku ada sedikit pekerjaan, di luar nanti kembali lagi, mungkin hanya satu jam"ucap NATO.
Rosella, pun mengangguk, wanita itu paham, bahwa kesibukan NATO, bukan hanya di rumah sakit saja.
"Aku tidak mungkin meninggalkan dia begitu saja, jika dia saja mau berjuang untuk mendapatkan ku, maka aku juga harus bisa bertahan di sisinya"ucap Rosella lirih.
gadis itu, sekarang tengah berendam di air yang suhunya hangat nya, lumayan tinggi, agar tidak masuk angin karena habis kena hujan.
Rosella, menyudahi acara berendam nya, setelah beberapa menit kemudian, dan langsung membersihkan busa sabun sekaligus shampo, dengan air hangat, hingga selesai lalu buru-buru menggunakan bathrobe.
Gadis itu pun masuk ke ruang ganti, dan setelah memakai pakaian dia langsung mengeringkan rambut nya, dan menggunakan skincare, baru setelah itu, Rosella yang berniat untuk membuat minuman hangat dan juga, makan malam, tapi kemudian, seseorang datang membuka pintu, belum genap satu jam, NATO sudah kembali.
Dengan membawa koper dan handbag berisi kebaya pengantin modern, yang akan dikenakan oleh Rosella, besok dan juga paper bag, berisi makanan, untuk mereka berdua makan malam.
"Sayang, kamu sudah selesai mandi, heumm"ucap NATO.
"Sudah Dokter cinta ku"ucap Rosella, sambil tersenyum, mencoba mengembalikan suasana, seakan mereka tidak pernah ada masalah serius.
__ADS_1
"Sayang, kamu sudah pandai menggombal"ucap NATO sambil memeluk erat Rosella.
"Ayo, minum ini dulu biar tubuhnya hangat"ucap NATO.
"Sayang, ini kebaya yang akan, kamu kenakan besok, rencananya, pernikahan kita, akan di gelar besok di mesjid, yang ada di kompleks perumahan ini, dan hanya ada ijab qobul, tapi kamu jangan takut sayang pernikahan kita,sah secara hukum dan agama , hanya tidak ada pesta resepsi saja, bukan tidak mampu, untuk saat ini itu adalah jalan terbaik nya, yang penting kita tidak batal nikah"ucap NATO.
Rosella pun, mengangguk dan berkata"Justru, aku tidak akan pernah mau, cukup seperti itu saja, meskipun tidak semua orang tau, yang penting sah Dimata hukum dan agama"ucap Rosella.
Mereka pun makan bersama sambil mengobrol ringan, rencananya NATO, akan tinggal di sana, bersama Rosella, setelah mereka menikah nanti, dan soal pekerjaan, NATO, tetap bekerja di rumah sakit milik Anggita, dan jika dia harus dipecat pun, NATO ,siap untuk mencari kerja di perusahaan, ataupun mulai buka usaha sendiri.
Pria itu sudah mantap untuk mengarungi bahtera rumah tangga, karena, usia nya saat ini sudah 27 tahun.
NATO, pun pergi ke kamar nya, tempat yang sudah Rosella sediakan sejak mereka membelinya,kamar utama yang nantinya akan dihuni oleh mereka berdua.
Malam pun berlalu, berganti pagi yang cerah, teman dan rekan bisnis nya NATO, hadir untuk menyaksikan akad nikah yang akan digelar saat itu juga, NATO bahkan tidak menunda waktu nya lagi, pria itu langsung menyegerakan niat baik nya.
Sementara, keluarga besarnya tidak ada satupun yang datang, mungkin karena tidak merestui hubungan mereka, tapi NATO, tidak berkecil hati, dia kini akan menggapai masadepan nya, bersama dengan Rosella.
Hingga kata sah itu terucap mereka pun saling bertukar cincin,NATO, mencium kening Rosella, dengan penuh do'a dan harapan, begitu juga Rosella, yang mencium punggung tangan NATO, yang kini resmi menjadi suami nya.
Mereka pun, akhirnya menandatangani berkas pernikahan tersebut lalu setelah itu mempersilahkan, mereka untuk makan, makanan yang sudah disediakan.
Sampai di penghujung acara, NATO, kembali dengan mobilnya, menuju rumah bersama dengan Rosella, keadaan rumah begitu sepi, karena memang hanya mereka berdua.
Saat ini, masih siang, hari NATO, memberikan sesuatu sesampainya mereka dikamar utama, yang selalu NATO, tempati, kini mereka berdua tengah duduk.
"Sayang, mandilah terlebih dahulu, dan kamu bisa menggunakan bajumu yang di sana, dan ini, untuk mu, maafkan aku jika hanya, bisa memberi ini, padamu yang"ucap NATO, yang memberikan sebuah kotak perhiasan, satu set perhiasan bertahtakan berlian, Rosella, hanya bisa menitikkan air mata, semua yang dulu, hanya ada dalam angan-angan nya saja, saat melihat teman-teman sekolahnya menggunakan perhiasan tersebut, maka Rosella, hanya bisa menggunakan gelang dari tali sepatu, dan bahkan tidak ada yang istimewa, saat ini semua itu ada di hadapannya.
"Sayang, kamu menangis, maaf, jika semua ini tidak seberapa"ucap NATO.
Bukan nya diterima, tapi Rosella, malah menghambur memeluk NATO, dengan tangis haru nya, Rosella, benar-benar merasa beruntung dan merasa sangat dicintai, karena NATO, benar-benar begitu tulus mencintai nya.
"Kak, aku justru, sangat berterimakasih kepada mu, kamu adalah laki-laki terbaik yang pernah ada di dalam hidup ku, selain almarhum ayah ku, aku mencintaimu, dengan tulus, meskipun kamu tidak memberikan semua ini padaku, aku sangat mencintaimu, aku sangat mencintaimu, kak "ucap Rosella.
"Rosella, istri ku, apapun yang terjadi nanti, tetap bersama ku, temani aku seumur hidup ku"ucap NATO.
"Sudah, pasti kak, meskipun harus berkorban jiwa dan raga ku, aku akan tetap setia padamu, hanya padamu dokter cinta ku"ucap Rosella.
"Istri ku, sungguh sangat cantik luar dalam, semoga pemilik kehidupan selalu, memberikan mu kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak, aku ingin, menjadi imam mu, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat nanti, semoga kita akan terus bersama selamanya"ucap NATO.
"Amiinn yrbl alamin"jawab Rosella.
Rosella pun menyimpan semua perhiasan, pemberian NATO, baik itu mas kawin, maupun kado pernikahan tersebut, Rosella, akan menyimpan semua itu baik-baik selama hidupnya.
Rosella, pun pergi, untuk mandi terlebih dahulu, dan mengganti kebaya, dan makeup dari riasan pengantin tersebut, Rosella, tidak nyaman dengan semua itu.
Sementara itu NATO, kini tengah mengerjakan pekerjaan nya, dengan memangku laptop nya
__ADS_1