Sang Penari

Sang Penari
#Pacar palsu#


__ADS_3

Agatha pun meringis kesakitan, tapi tidak lama karena dokter itu menempel kan plester yang sangat dingin di kulit.


"Dok, kenapa? jarum suntik itu sakit, biasanya mommy aku jika menyuntikkan obat tidak sakit"ujar Agatha.


"Apa? mommy princess, seorang dokter"Tanya dokter Daniel.


"Iya, Dokter spesialis bedah syaraf"ucap Agatha jujur.


"Wow, ternyata mommy mu hebat sekali princess"ucap Daniel.


"Begitulah"ucap Agatha.


"Baik princess, saya pergi dulu mau mengobati pasien lain nya, sekarang kamu bisa istirahat dengan baik"ucap dokter tersebut.


Agatha kembali bersikap cuek.


Gadis itu pun perlahan memejamkan mata nya mungkin efek dari obat yang baru saja dia dapat kan.


Sementara itu, di kediaman Alexander wanita yang sudah hampir dua bulan ini dia nikahi, dengan segala drama yang ia perlihatkan di hadapan Alex, untuk menarik simpati dari pria itu, saat ini dia tengah mengeluh sakit kepala, dan dia pun mengambil tablet berbentuk obat yang nyatanya hanya lah sebuah suplemen vitamin kecantikan nya.


Alexander yang percaya pun membantu wanita itu berbaring di ranjang nya, setelah itu dia kembali bersiap untuk pergi ke kantor, dengan bantuan asisten pribadi nya.


Tanpa Alex, sadari wanita itu diam-diam mengambil Handphone milik Alexander, entah apa? yang dia ingin lakukan, tapi yang jelas itu membuat Alex, batal untuk mengecek laporan, saat dirinya bersama dengan sang sopir masih berada di dalam perjalanan.


"Dimana handphone saya"ujar Alex.


"Mungkin ketinggalan tuan, apa? kita kembali lagi"ucap sang sopir.


"Lanjutkan saja, tapi nanti setelah mengantar saya ke kantor, sebaiknya pak Min tolong ambilkan handphone nya, jika tidak ketemu bapak cek ruang Cctv pada mas Paijo"ujar Alex.


"Baiklah tuan" ucap pak Min.


Alexander pun mulai berpikir, sejak kapan dia lupa menaruh Handphone nya sembarangan karena itu adalah barang yang paling penting untuk dirinya, disana ada foto Agatha bersama dirinya semua kenangan terindah bersama dengan wanita yang sangat ia cintai.


Ngomong-ngomong tentang Agatha, wanita berusia delapan belas tahun itu, selalu berada di, relung terdalam hatinya.


"Sayang maafkan aku, dimana kamu berada saat ini, aku sudah berusaha untuk mencari keberadaan mu, tapi kamu hilang bak ditelan bumi, aku tau semua karena kekuasaan yang kamu miliki tapi apa? tak sedikit pun aku berarti untuk mu"ucap Alexander.


Semua informasi tentang Agatha dan keberadaan nya memang dilindungi oleh Marvin jadi siapapun tidak akan ada yang bisa menemukan gadis itu.


Agatha, sendiri saat ini tengah berada di rumah, karena baru saja kembali dari rumah sakit setelah satu Minggu dia dirawat.


Gadis yang kini terlihat lebih dewasa dari usianya itu, tengah duduk termenung Agatha menatap langit malam tanpa bintang, dia sedang merindukan orang-orang dan suasana Mension milik Marvin.


"Daddy apa? Daddy baik-baik saja, mommy, kak Al, dan kak Nat, juga kak Lana, Oma, opah apa kalian semua merindukan aku, maafkan Agatha bila selama ini Agatha begitu menyusahkan kalian"ucap Agatha.


Tangis Agatha, pun pecah, gadis itu tidak kuasa menahan tangisnya, isakkan kecil itu terdengar sangat memilukan, tapi dia tetap harus bertahan, Agatha tetap harus kuat, tanpa adanya orang-orang yang ia cintai berada di sisinya, Agatha ingin belajar mandiri agar lebih mudah untuk menjadi seorang yang dewasa.


Agar dia, tidak lagi menjadi bahan olokan teman ataupun orang di sekeliling nya, Agatha masih sangat terluka karena dia berpikir bahwa, Alex diam-diam juga membenci dirinya hingga dia berani mengejek kekurangan, yang ada dalam dirinya.


Gadis belia itu kini tengah menjalani hukuman untuk dirinya sendiri, lebih tepatnya menghukum dirinya sendiri, untuk sebuah rasa kecewanya terhadap orang yang selalu menghina kekurangan nya, dan itu membuat Agatha benci dengan dirinya sendiri.


Sudah hampir satu bulan, gadis itu bahkan tidak pernah menghubungi kedua orang tua nya, atau keluarga besar nya, dia tidak ingin lagi dirinya yang manja muncul di hadapan mereka, dia ingin menempa diri nya untuk menjadi seorang wanita dewasa agar bisa lebih diterima di luar sana, meskipun keluarga nya tidak pernah mempermasalahkan hal itu, meskipun mereka selalu memanjakan Agatha, tapi Agatha merasa terpukul dengan kejadian waktu itu, dimana dirinya melihat dan mendengar secara langsung ucapan Alex yang tengah membicarakan dia di belakang, dengan seorang wanita cantik yang tidak lain adalah, istri dari Alex, tapi Agatha tidak tahu tentang semua rahasia itu.


Agatha, tidak tahu jika Alex, sudah menikah dengan wanita lain, karena Marvin sengaja menutup rapat informasi tersebut dia tidak ingin cucunya semakin terluka saat ini.


Agatha, bahkan berniat untuk tidak kembali ke Indonesia, rencananya dia akan menetap kembali di negara tersebut.


Sementara itu di tanah air, Alexander tengah mengamuk pada wanita yang saat ini sudah resmi menjadi istrinya.

__ADS_1


Alex yang melihat secara langsung rekaman Cctv yang selama ini memantau pergerakan rupiah tersebut, memperlihatkan semua tingkah laku munafik yang istrinya tunjukkan padanya.


"Kembalikan handphone ku sekarang juga,atau aku akan melaporkan mu ke polisi agar kamu masuk penjara, atas pembunuhan yang dilakukan mu dengan sengaja terhadap seorang laki-laki yang sudah kau donor kan jantung nya"ucap Alex.


"Agatha!" wanita itu Agatha iya kan, aku tau saat ini dia dimana, tapi tolong jangan laporkan aku, ke polisi aku mohon aku, siap dimadu jika memang kamu sayang sekali padanya, tapi aku mohon jangan ceraikan kan aku"ucap wanita itu.


"Aku tidak butuh bantuan mu, aku bisa menemukan calon istri ku, meskipun tanpa bantuan mu"ucap Alexander.


"Baiklah-baiklah, aku mengaku salah, tapi aku mohon tolong bantu perusahaan Daddy ku agar kembali pulih, setelah itu aku akan pergi dari mu, untuk selamanya oke, selamanya"ucap wanita itu.


"Jangan menguji kesabaran ku, aku tidak akan pernah bernegosiasi dengan wanita seperti dirimu, dasar perempuan ular perempuan licik"ucap Alex murka.


"Agatha, Ada di Amerika"ucap wanita itu.


"Kau pikir aku percaya heuhhhhh!"teriak Alexander benar-benar kesal.


"Aku tidak bohong, gadis itu pergi tepat saat kedatangan ku, dan tujuan nya adalah Amerika"ucap wanita itu.


"Jika kau tidak berbohong, aku akan membiarkan mu hidup bebas, tapi jika kau berbohong maka kau akan tau akibat nya"ucap Alex, sambil menekan rahang istrinya kuat-kuat.


"Aku berani bersumpah, gadis itu berada di Amerika, tapi tidak tahu dimana pastinya"ucap wanita itu.


"Aku tidak akan membiarkan mu bebas begitu saja jika ternyata kau berbohong kepada ku"ujar Alexander, sambil mendorong wanita itu hingga terjerembab ke lantai.


...🌸..........................🌸...


"Bagaimana jika suatu saat nanti cinta yang kau agungkan itu pergi, bagaimana jika suatu saat nanti, apa? yang kamu banggakan itu justru mengecewakan mu, ahhhhhh....bosan baca buku ini tapi tidak sedikit pun bisa memberikan ku masukkan yang benar-benar mengena di hati"gerutu gadis berusia delapan belas tahun yang kini tengah belajar tata cara untuk menjadi lebih dewasa.


Buku yang direkomendasikan oleh sahabat barunya itu, membuat Agatha kesal, tapi dia masih memiliki banyak waktu untuk belajar, dia akan terus belajar, untuk menjadi lebih dewasa lagi, tanpa tau arti dari dewasa itu yang sebenarnya.


Tepat di LA, wanita cantik itu tinggal di rumah peninggalan sang Opah, tuan Mahendra,ayah dari Anggita, pria tua itu memang bukan pebisnis besar tapi dia adalah orang yang pandai menabung hingga usaha yang ia geluti dari nol pun menghasilkan pundi-pundi uang yang cukup lumayan untuk sebuah harga rumah mewah di sana, tidak hanya itu pria itu pun, mendirikan sebuah perusahaan meskipun bukan perusahaan besar tapi mampu bertahan dan diakui oleh semua konsumen yang selalu membeli produk nya.


"Nanti setelah pulang sekolah kita pergi cari baju buat pergi ke club malam mau"ucap Sena.


"Boleh juga rasanya sudah lama otot ku tak digerakkan, sejak kembali dari rumah sakit"ucap wanita itu.


"Baik lah setuju setelah ini kita pergi"kata Agata.


Lain Agatha, lain pula dengan sang kakak NATO, saat ini dia sudah mulai dekat dengan Ros, pria itu mengajak Ros, untuk menjajakan dagangannya di rumah sakit dia membuka kantin untuk gadis itu berjualan, segala jenis makanan yang dia bisa buat dia jual disana, kebetulan gadis itu tinggal menunggu kelulusan, setelah melewati ujian Nasional.


Hari demi hari Ros lewati dengan kesibukan meskipun NATO, sangat sibuk tapi sesekali ia akan mengunjungi kantin rumah sakit tersebut meskipun ruangan nya tidak sebesar di warteg atau pun yang lainnya, tapi yang jajan selalu banyak, dan para suster dan dokter sudah seperti saudara, mereka begitu ramah pada gadis ramah itu.


Terkadang ada saja yang menjadikan Ros bahan untuk menggoda Dokter tampan yang juga baru lulus kuliah tersebut dan kini menjadi dokter spesialis bedah syaraf tersebut.


Banyak sekali suster yang datang untuk meminta bantuan pada Ros, untuk menyampaikan surat cinta kado ataupun makanan, dan Ros, tidak menolak itu tapi tidak janji juga bisa membuat NATO mau menerima semua itu.


Sudah beberapa hari ini, NATO tidak mengunjungi Ros, dia saat ini sedang sibuk menangani pasien dengan yang berkaitan dengan, kemampuan nya, ya itu di bagian bedah syaraf.


"Dok, surat lamaran nya sudah menumpuk dan ini dan ini"ucap Ros yang datang ke ruangan NATO, karena bingung tidak bisa menemui pria itu dimana pun.


"Rosella! mau sampai kapan kamu jadi penampungan sampah tak berguna ini, apa? sulit untuk bisa mengakui ku sebagai kekasih mu"ucap NATO emosi dia bahkan melempar semua itu ke tong sampah yang ada di ruangan nya tersebut.


Ros, begitu kaget saat melihat semua itu, wanita.


"Maaf kan saya dok, saya hanya tidak ingin merusak citra anda, bagaimana bisa tukang kantin mengaku sebagai kekasih anda"ucap Ros.


"Rosella, apa? cinta boleh memilih, aku tanya apa? cinta boleh memilih, jawab Rosella"ucap NATO, dia tidak sadar telah membuat gadis itu ketakutan, karena kemarahan nya pada semua wanita yang kurang kerjaan itu, yang selalu menitipkan surat cinta pada gadis nya.


"Maaf Ros, aku tidak marah padamu"NATO langsung membawa Rosella kedalam dekapannya, karena gadis itu tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


"Saya, minta maaf dokter, saya hanya tidak berani untuk menolak permintaan mereka"ucap Ros.


"Ros, kamu bukan pasien aku, sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku dengan sebutan itu, kamu panggil Abang atau apapun asal bukan dokter ataupun tuan, dan satu lagi jangan bersikap formal padaku, karena aku adalah calon suami mu"ucap NATO.


"Tapi kak, aku tidak ingin dianggap tidak sopan jika memanggil kakak dengan sebutan lainnya.


"Jangan pedulikan orang lain"ucap NATO.


"Baik"jawab gadis itu, NATO pun menghapus air mata gadis itu.


"Masak apa? hari ini, rasanya sudah lama tidak makan masakan mu Ros, ucap NATO.


"Masak apa? aku gak masak karena kakak tidak, ada selama empat hari ini" ucap Ros.


"Baiklah ambilkan aku makanan yang ada saja"ucap NATO.


"Tinggal telur gulung sama rendang"ucap Ros, itu pun sisa mereka yang beli, tapi sudah bisa dipastikan NATO tidak akan memakan itu.


"Tidak ada yang lain kah?"ucap pria itu.


"Ada udang balado ikan tumis ikan tongkol daun melinjo, mau"tawar Ros.


"Di coba saja dulu bawa kesini"ucap NATO.


"Baik"ucap Rosella.


Gadis itu pun pergi meninggalkan ruangan NATO, dia berjalan sedikit lebih jauh, karena ruangan tersebut berada di lantai dua, Ros berjalan menggunakan tangga dan Kantin tersebut tepat di samping kelokan tangga.


"Ros ditungguin habis dari mana"ucap suster Nara.


"Nganterin semua surat cinta dan kasih sayang teman-teman kakak, tapi sayang gak ada satupun yang dilirik semua masuk kedalam tong sampah.


"Beruntung lah tuh tukang sampah mana kadonya barang mahal semua"ucap Nara, yang tau bahwa dokter NATO, adalah kekasih Ros.


"Heumm, Dokter NATO memang seperti itu ya kak, aku sampai kaget ucap Ros.


"Lebih galak lagi jika ada yang buat masalah"ucap Nara.


Dan itu memang kenyataannya.


"Aku pesan cupcake, satu boks, besok mau pulang kampung dulu untuk keponakan aku"ucap gadis berusia dua puluh dua tahun itu.


"Baiklah,kak" ucap gadis itu.


"Aku bawakan makanan dulu untuk dokter"ucap Ros.


"Baiklah"ucap Nara.


Ros pun menyiapkan semua nya di kotak makanan yang ditata dengan sangat rapi, kotak khusus yang biasa digunakan untuk mengirimkan makanan tersebut.


Sesampainya di dalam ruangan NATO, dia mendapat kan tatapan mata yang membuat Ros menunduk sambil menyodorkan makanan tersebut.


"Apa? masih banyak lagi kegiatan dibawah sehingga aku harus menunggu mu lebih lama lagi, sayang"ucap nya datar.


"Tadi suster Nara pesan cupcake"ucap Ros.


Terdengar suara helaan nafas panjang dari pria yang saat ini terlihat masih kesal.


Mood pria itu sedang tidak baik-baik saja saat ini, mungkin karena gangguan tadi.

__ADS_1


"Kakak, sebaiknya makan dulu setelah ini boleh marah lagi"ucap Ros


__ADS_2