
Sampai saat Tania selesai buang air kecil, Kalas langsung meraih langsung menggendong Tania kembali.
Gadis itu hanya bisa menunduk sambil tersenyum manis karena baru kali ini dia mendapatkan perhatian khusus dari pria tampan yang sangat baik hati.
"Sayang... Aku mau makan dulu aku laper apa? kamu juga laper."ujar Kalas.
"Aku tidak laper yank,, sebaiknya kamu pulang saja, aku tidak ingin terus membebani mu."ujar Tania.
"Heumm,,, kamu bicara apa? Yang aku tulus mencintai mu jadi tolong jangan pernah katakan itu."ucap pria tampan itu.
"Heumm,,, baik'lah sayang ku."ujar Tania yang kini mengelus pundak Kalas.
Kalas pun pergi setelah Dia pamit untuk mencari makan di restoran yang tak jauh dari rumah sakit tempat Tania dirawat.
Sementara Tania masih duduk bersandar di ranjang pasien tersebut, gas itu tengah merenung .
Merenungi apa yang terjadi padanya saat ini Tania mengalami sakit yang tidak tahu obatnya apa? bukan sakit parah karena alasan medis. namun ada hal lain yang tidak bisa dijelaskan oleh nalar.
Dia akan tiba-tiba jatuh sakit dan merasa benar-benar kesakitan saat malam di bulan purnama itu tiba.
Orang tuanya pernah berkata bahwa Tania pernah terkena kutukan saat dia kecil, karena seseorang yang membenci kelahiran Tania saat itu.
Orang itu mengatakan jika setiap hari kelahiran dia akan mengalami sakit yang teramat sangat hingga ia akan tewas karena rasa itu akan terus muncul sampai dia putus asa dan mengakhiri hidupnya.
Rahasia itu baru dia ketahui saat dirinya menginjak usia 17 tahun berulang kali dia dirawat, setiap 1 tahun sekali di rumah sakit ataupun di tempat pengobatan alternatif.
Penyakit itu belum juga bisa disembuhkan karena memang tidak ada obat obatnya.
Kembali pada Kalas pria itu meminta asisten pribadi untuk memberikan ponsel milik asisten pribadinya itu pada Tania.
Tania langsung menyapa Kalas yang kini terlihat sangat tampan itu."Hi,,, honey tolong temani aku makan."ujar pria tampan itu.
"Apa? sedaritadi kamu belum makan Yank."ujar Kalas.
"Aku ingin makan bersamamu rasanya sudah satu abad."ucap pria itu.
"Sudah ayo mulai."ujar gadis itu.
"Iya sayang."ujar Kalas sambil menatap penuh cinta pada Tania.
Entah sejak kapan kalas jatuh cinta pada gadis itu, yang jelas saat ini dia tidak ingin kehilangan Tania.
"Sayang,,, bagaimana? caranya aku bisa membalas kebaikan mu."lirih Tania.
__ADS_1
Kalas hanya mendengar gadis itu bergumam tanpa tahu apa? yang dia gumamkan.
"Kamu bicara apa? sayang ku."ujar gadis itu.
"Heumm,,, tidak ada hanya saja sepertinya sayangku tidak makan satu tahun."ujar Tania sambil terkekeh.
"Aku memang selalu melewatkan jam makan karena aku sangat merindukanmu."ujar gadis itu.
"Heumm,,, baik'lah sayang aku percaya kok."ucap gadis itu.
"Ya,,, tunggu aku kembali sayang aku sangat merindukan mu."ujar Kalas.
"Heumm... baru juga bertemu apa? itu tidak terlalu berlebihan."ucap Tania sambil tersenyum.
"Ah selesai tunggu aku sayang."ucap Kalas.
"Hi,,, sayang kamu sudah beberapa minggu ini tidak hadir di kampus kamu kemana saja."ucap seorang gadis yang sangat cantik yang kini bergelayut manja di lengan Kalas.
"Lepas gila Lo ya."ujar Kalas sampai menghempaskan gadis itu dari tangannya hingga terpental ke samping.
"Sayang jangan kasar begitu dia sangat cantik kenapa? kamu menolak nya sayang loh jika dilewatkan, dia jauh lebih cantik dari Tiara."ucap gadis itu.
"Heumm,,, sudah selesai bicaranya."ucap pria itu.
"Mau minuman dingin."ucap Kalas menawari.
"Aku tidak boleh minum itu saat ini."ucap gadis itu.
Akhirnya pria itu pun pergi meninggalkan restaurant tempat dimana? dia makan dan kembali ke rumah sakit.
Namun sesampainya di sana dia terlihat begitu dingin.
Pria itu mendekat sambil melemparkan handphone miliknya ke atas ranjang tepat diatas pangkuan gadis itu.
"Coba ulangi lagi kata-katamu tadi."ujar pria itu.
"Heumm maafkan aku."lirih gadis itu.
"Aku tidak ingin mendengar kata-kata itu lagi, wanita itu adalah kebodohan ku, dan kamu adalah masadepan ku."ucap Kalas tegas.
"Maafkan aku sayang,,,," ucap gadis itu yang kini mulai kesakitan.
"Yank,,, kamu baik-baik saja."ucap Kalas.
__ADS_1
"Pergilah Yank,,, aku mohon pergilah."ucap gadis itu.
"Sayang kamu kenapa.?"ujar Kalas.
"Jangan mendekat Yank, aku mohon jangan....ahh sakit pergilah aku mohon jangan disini."ucap gadis itu.
"Dokter....." panggil Kalas saat melihat seluruh tubuh gadis itu seakan seperti menyala, seluruh kulitnya seakan seperti lava pijar.
Tidak lama dokter pun datang dia pun menggunakan sarung tangan Anti panas, karena kemarin tangan temanya itu terbakar gara-gara memegangi gadis itu.
"Apa? Yank terjadi."ucap gadis itu.
"Pada saat seperti ini sebaiknya Anda menjauh karena dia akan melukai anda tanpa sengaja."ucap dokter itu.
Kalas terlihat sangat bingung saat melihat keadaan Tania yang kini meluk erat tubuhnya itu.
"Sayang,,, apa? sebenarnya yang terjadi."ucap Kalas frustasi.
"Tolong kalian pergi aku sudah tidak kuat tolong pergilah!!"teriak gadis itu.
Sampai saat gadis itu mengigit bibir bawahnya itu hingga berdarah.
"Tidak sayang, jangan lakukan itu, aku akan berusaha untuk menolong mu."ucap Kalas.
"Tidak ada yang bisa mengobati ku, pergilah."ucap wanita yang kini terlihat mengeluarkan darah membuat Kalas mengerti.
Gadis itu pun hendak pergi namun Dokter langsung menarik Tania dan menancapkan jarum suntik di pergelangan tangan tetapnya di saluran infus.
"Tolong ambilkan air untuk mengompres dia."ucap dokter wanita itu.
"Tolong tunggu sebentar, aku janji akan menolong mu ."ujar dokter itu.
Gadis itu pun langsung berbaring karena tiba-tiba dia langsung.engantuk dan matanya itu terpejam begitu saja.
Dokter yang menangani Tania sudah berbicara dengan asisten pribadi Kalas, bahwa tidak satupun penyakit yang bersarang di tubuh gadis itu.
Penjelasan tentang semua yang terjadi pada Tania itu membuat semua orang menatap heran.
Akhirnya Tania pun di bawa pulang.
"Sebaiknya aku pulang naik taksi saya, aku tidak ingin merepotkan siapapun lagi, aku akan langsung pulang kampung."ujar Tania.
"Sayang hey,,, jangan seperti ini semua akan baik-baik saja, aku bisa membawa mu kemanapun itu untuk menyembuhkan mu, jangan khawatir tentang itu lagi aku yakin akan ada obatnya."ujar Kalas.
__ADS_1
"Ini sudah hampir dua dua puluh tahun berlalu dan tidak ada dokter yang pernah bilang bahwa itu bisa diobati. dan pengobatan alternatif pun tidak ada yang berhasil untuk mengobati semua itu percuma saja."