
Lima bulan sudah berlalu, seluruh keluarga Agatha kini masih berada di villa tersebut, hingga mereka kedatangan tamu yang tidak pernah disangka-sangka.
Lima orang yang selama ini mereka rindukan tiga anak berusia satu tahun lebih, dan dua orang dewasa yang berbeda generasi.
Ariana, yang melihat itu dia langsung berlari meskipun tertatih karena saking lemas nya, saat mendapati kenyataan bahwa cinta sejatinya masih hidup hingga saat ini.
Tangis pilu yang selama ini ia tahan demi anak cucunya itu kini pecah sudah.
Dua lansia yang kini kembali bertemu setelah di pisahkan oleh keadaan, dan kematian palsu yang selama ini meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga nya itu.
Tepat di hari ulang tahun Ariana, Marvin kembali seperti jiwa yang kembali pada raganya.
Tangis haru pun pecah tatkala Alvin memeluk daddy yang selama ini ia rindukan meskipun kematian itu terlihat sangat nyata dan tidak ada satupun kecacatan di dalam nya yang terlihat saat itu.
"Daddy hiks hiks hiks hiks"tangis Alvin pecah saat memeluk kedua orang yang paling ia cintai dalam hidupnya sebelum kehadiran istri dan anak nya.
Kedua orang lansia itu memeluk erat putra semata wayangnya itu, tidak hanya itu mereka juga mencium pipi Alvin kanan dan kiri oleh keduanya.
Marvin, begitu bersyukur seluruh keluarga nya masih bisa berkumpul dalam keadaan segar bugar hingga saat ini.
Ariana masih membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya yang sangat ia cintai itu.
Sampai saat semua orang berkumpul di ruang keluarga, Marvin mengabsen satu persatu cucu dan cucu buyut nya hingga pintu utama itu terbuka menampakkan seseorang yang sedari tadi tidak menyambut kedatangannya.
"Alvaro,, lirih semuanya.
Mereka tidak bisa berkata-kata saat melihat putra tertua Alvin dalam keadaan mengenaskan meskipun tidak meninggal dan masih berdiri kokoh dibelakang pria itu berdiri seseorang yang selama ini Agatha hindari tengah menodongkan pistol ke arah kepala Alvaro.
"Kris!."teriak Agatha yang langsung bangkit dan hendak menghampiri kakak tertuanya karena apa? yang terjadi pada Alvaro adalah karena dirinya penyebab nya.
"Apa? kabar mu honey"ucap Kristofer yang kini tersenyum licik.
Agatha, yang kini berdiri bersama Marvin dan Ariana menghimpit Agatha dari sisi kanan dan kiri.
"Lepaskan dia yang kau inginkan adalah aku Kris"ucap Agatha.
"Hahaha,,, Kristofer menggeleng sambil menatap sinis kearah kedua orang lansia yang kini masih terlihat segar bugar bahkan seakan tak pernah menua itu.
"Apa? yang kamu lakukan nak,, kita bisa bicarakan ini baik-baik lepaskan kakak ipar mu"ucap Ariana.
"Baik-baik heuhhhhh,,"Kristofer tersenyum miring lalu kembali berkata"Dari dulu kalian kemana? apa itu yang bisa sebut bicara baik-baik."ucap Kristofer yang kini menekan pistol di kepala Alvaro.
"Cepat kalian pergi Kristofer bukan pria yang baik seperti dulu dia adalah monster"ucap Alvaro yang kini semakin lemah.
"Kris! lepaskan kakak ku kamu bisa lakukan apapun padaku tapi tolong lepaskan kak Al"ucap Agatha.
"Tidak sayang pergi selamatkan keluarga kita, kakak tidak apa-apa jika pun harus pergi demi kalian semua, cepat pergi sebelum anak buah Kristofer datang"ucap Alvaro.
"Owh sweet"ucap pria yang kini terlihat hendak menarik pelatuk pistol tersebut.
Darah yang keluar dari dada Alvaro semakin banyak.
"Kris,, kamu bisa bunuh aku tapi tolong ampuni kakak ku dan seluruh keluarga ku"ucap Agatha yang kini mendekat ke arah Kristofer.
"Tidak sayang tidak jangan lakukan itu kakak tidak apa-apa biarkan kakak menyusul Sari"ucap pria itu.
"Apahhh!,, jangan katakan jika kamu juga"
"Aku akan menghabisi kalian semua satu persatu"ucap Kristofer.
Anak buah Kristofer mulai bertambah mereka mendekat ke arah Agatha dan semakin mendekat tapi ibu dari tiga anak itu tidak tinggal diam.
Agatha mulai menghabisi mereka satu persatu dengan gerakan kilat hanya dengan tangan kosong seperti biasanya kini sudah dua puluh orang tumbang di hadapan nya.
"Kau masih memiliki tenaga Honey"ucap Kristofer yang kini mendorong Alvaro pada anak buah nya yang lain.
"Jangan pernah panggil aku seperti itu lagi, kau bukan lagi orang yang paling berharga sini, setelah kau berani menyentuh keluarga ku!"teriak Agatha.
Wanita itu kembali bergerak menghabisi orang-orang yang ingin mendekat ke arah keluarga nya.
__ADS_1
"Opah! bawa semuanya pergi! kecuali ketiga anak ku"ucap Agatha saat berhasil meraih Alvaro dan membebaskan nya dari anak buah nya.
Marvin, awalnya ragu untuk meninggalkan cucunya itu, namun dia kembali berpikir keselamatan keluarganya lebih penting, saat ini dan alasan bagi Agatha untuk tetap membiarkan ketiga anak nya adalah karena dia tau Kristofer tidak akan pernah bisa melukai ketiga anak nya.
Sampai akhirnya Marvin membawa mereka pergi melalui sebuah ruangan rahasia yang sudah ia persiapkan saat ia merancang villa tersebut.
"Kamu pikir mereka bisa lolos dari kejaran anak buah ku honey."ucap Kristofer.
"Setidaknya aku masih bisa melindungi mereka sebelum aku pergi dari dunia ini."ucap Agatha.
Kristofer mendekat ke arah anak-anak yang selama ini ia rindukan sementara Agatha sibuk membantai orang-orang yang kini ingin menyusul ke arah pintu tempat keluarga tadi pergi.
"Apa? kalian rindukan daddy Three twins"ucap Kristofer sambil membawa mereka kedalam dekapannya.
Dengan santainya dia menyaksikan perkelahian Agatha dengan puluhan anak buah nya yang ia anggap sebagai lalat pengganggu itu.
Karena tidak ada satupun dari mereka yang berani melukai istri Don nya itu.
Kristofer hanya ingin memberikan pelajaran yang tidak akan pernah Agatha lupakan saat ini.
Sampai seluruh anak buah Kristofer tumbang dan memenuhi ruangan itu Agatha kini terduduk di sofa yang tidak jauh dari arah Kristofer duduk dengan nafas yang tersengal-sengal dia langsung meneguk air yang ada di hadapannya, tanpa ia sadari bahwa air itu sudah di masukkan obat tidur oleh Kristofer.
Agatha baru menyadari hal itu saat ia merasa kepalanya ke leyengan .
"Kau benar-benar manusia licik Kristofer,, aku tidak akan pernah memaafkan mu jika kamu berani melukai seluruh keluarga ku" wanita itu mengigit lidahnya berusaha untuk terus terjaga dia bangkit dari sofa tersebut dan berjalan menghampiri Kristofer hendak merebut ketiga anak nya, namun kini Kristofer langsung menarik Agatha kedalam pangkuan nya.
dia berbicara lewat ear phone pada anak buahnya dan asisten pribadi nya Kenan untuk membersihkan wilayah tersebut dan membawa semua mayat yang kini hanya tidak bisa bergerak bukan mati sepenuhnya jika sudah begitu dia akan membawa mereka ketempat pengobatan khusus.
"Kau masih tetap yang terbaik honey,, tapi maaf aku sudah menggantikan posisi mu saat ini"ucap nya dengan nada sendu.
Ya,, Kristofer sudah memutuskan untuk melanjutkan pernikahan nya dengan istri pertama nya.
Pria itu sempat mengecup bibir Agatha untuk yang terakhir kali nya dan setelah itu ia pergi membawa ketiga anak nya itu.
Agatha tersadar setelah beberapa jam tertidur pulas.
Dia terduduk lemah sambil memeluk lutut nya, tangis pilu itu pecah saat tak lagi melihat ketiga anak nya.
Agatha, pun bangkit dia membersihkan diri, saat ini dia akan kembali ke apartemen nya yang ada di ibukota.
Sementara keluarga nya saat ini sudah berada di suatu tempat.
Agatha langsung langsung teringat akan keberadaan Sari dia yakin jika Sari masih hidup hingga saat ini.
Agatha pun memutuskan untuk mencari dia ke Mension.
Sesampainya di sana benar saja dia melihat Sari tengah di dalam perawatan intensif yang dilakukan oleh dokter teman dari NATO yang dipanggil oleh para pelayan, selain itu ada kabar gembira di tengah kepedihan Agatha.
Sari kini hamil anak Alvaro dengan usia kandungan hampir menginjak usia tiga bulan.
Agatha pun memutuskan untuk membawa Sari ke rumah sakit dia bisa melindungi Sari jika hanya dia sendiri.
Sementara itu di kediaman Kristofer yang ada di pulau pribadi itu ketiga anak nya tengah menangis merindukan ibunya meskipun Kristofer sudah memberikan dia susu dan apapun yang mereka butuhkan.
Pria itu hendak memberikan pelajaran pada Agatha tapi justru malah sebaliknya ketiga anak nya tidak ada satupun yang mau menurut padanya.
Hari demi hari Kristofer disibukkan dengan urusan perusahaan dan juga perkembangan putra putri nya namun hingga saat ini ketiganya masih tetap merengek meminta ibunya.
Sementara Agatha yang setiap waktu merindukan mereka dia mencoba mengalihkan rasa rindu itu pada kegiatan nya mengurus perusahaan milik nya.
Selama ini perusahaan selalu dipegang oleh Alvin atau Alvaro, tapi kini bahkan milik Alvaro pun dia yang mengendalikan nya bersama dengan asisten pribadi nya.
Sampai akhirnya Agatha pulang bekerja seseorang menghubungi dirinya.
Terlihat Xena muncul di layar handphone.
"Alex,,, maafkan aku menghubungi mu secara diam-diam menggunakan handphone Kenan, aku merindukan mu dan satu lagi Kenan bilang ketiga anak mu kini sudah dibawa kembali ke Indonesia, mereka bertiga sakit karena tengah merindukan dirimu"ucap Xena terburu-buru.
Agatha langsung menitikkan air mata ternyata ikatan batin mereka begitu kuat selama ini dia begitu merindukan ketiga anak nya.
__ADS_1
Sementara Alvaro kini sudah sembuh begitu juga Sari mereka sudah kembali bersama namun saat ini mereka masih belum keluar dari tempat persembunyiannya.
Agatha kini tengah berada di apartemen nya yang dulu dimiliki oleh sang mommy Anggita.
Agatha membaringkan tubuhnya yang sangat lelah setelah sempat membersihkan diri terlebih dahulu Agatha yang sibuk seharian di luar rumah pun kini bahkan lupa untuk makan malam.
Wanita itu terlelap dalam mimpi nya.
Sampai saat pagi menjelma Agatha langsung membuka mata disaat alarm ponsel itu berbunyi.
Agatha bangkit lalu berjalan menuju kamar mandi dia hendak membersihkan tubuh terlebih dahulu setelah kembali beraktifitas.
"Aku bisa melewati semua ini ya aku bisa"ucap Agatha, sambil menghirup udara segar dari arah balkon kamar nya.
Dia selalu berusaha sekuat tenaga agar tidak tergantung pada obat penenang yang dulu pernah ia konsumsi saat dimana pikiran nya sedang sangat kacau dan bahkan mengalami depresi berat.
Wanita itu langsung bergegas menuju dapur, untuk membuat sarapan pagi untuk nya.
Dia membuat teh hijau dan sandwich.
Setelah semua selesai dia langsung pergi menuju perusahaan.
Agatha, tidak akan mencari tahu dimana keberadaan ketiga anaknya itu karena dia yakin jika suatu hari nanti Kristofer sendiri yang akan mencari keberadaan nya.
Wanita itu bahkan yakin anak-anak nya hanya ingin memberikan pelajaran terhadap pria itu.
Agatha pun memasuki mobil yang terparkir di basement apartemen, dia sengaja tidak menggunakan sopir pribadi ataupun yang lainnya karena dia tidak ingin suatu hari nanti terjadi apa-apa pada mereka.
Agatha tau saat ini dia masih belum sepenuhnya aman karena istrinya Kristofer pasti diam-diam akan memburu dirinya, namun Agatha tidak akan gentar jika wanita itu tidak memanfaatkan orang-orang di sekeliling Agatha untuk tujuan menghancurkan dirinya.
Jika, hanya dirinya sendiri maka matipun Agatha siap jika memang ia sudah ditakdirkan untuk mati ditangan mereka karena biar bagaimanapun mereka adalah sekutu. sementara dirinya hanya seorang diri.
Sesampainya di depan lobby kantor Agatha langsung disambut oleh kedua asisten pribadi nya dan juga asisten pribadi Alvaro yang saat ini tengah berada di hadapan nya.
Agatha hendak masuk tapi suara seseorang menghentikan langkahnya.
Wanita itu dibuat mematung di tempatnya.
"Nyonya anda ditunggu oleh Don,di mobil"ucap Kenan.
Perlahan Agatha berbalik badan"Aku sudah tidak punya urusan dengan nya jika pria itu ingin bicara maka ikut aturan yang berlaku saya tahu kalian bahkan lebih cerdas"ucap Agatha.
Agatha, pergi begitu saja saat itu dia tidak perduli jika Kenan marah.
"Dia tahu jika Kenan adalah tangan kanan Kristofer yang paling kejam.
Kenan, hendak meraih bahu Agatha namun wanita itu refleks menghindar.
Agatha langsung berkata"Aku bilang ikuti aturan jika ingin bertemu dengan ku!"ucap Agatha.
"Heumm." pria yang Agatha sebut itu kini berada dibelakang nya.
"Nyonya Alen, apa? boleh saya bertemu dengan anda."ucap Kristofer.
"Aku tidak punya banyak waktu jika kamu ingin bicara, bicaralah sekarang juga."ucap Agatha.
Agatha langsung duduk di sofa yang berada di ruang tunggu lobby kantor tersebut.
"Honey,, aku akan meminta Kenan untuk mengurus kesibukan mu hari ini adalah jadwal bertemu dengan putra-putri kita"ucap pria itu seakan tak terjadi apa-apa.
"Kau membawa dia padaku setelah kau menyakiti mereka bertiga."ucap Agatha.
"Sayang aku tak menyakiti mereka!"teriak Kristofer yang kini merasa tersinggung.
"Kau! sudah menyakiti mereka Kristofer. apa? kau sadar memisahkan darah daging mu sendiri dengan ibunya! ayah mana yang tega berbuat itu hanya karena keegoisan nya,selain dirimu Kristofer,, kau yang memulai semua itu!"ucap Agatha.
Wanita itu berulang kali berteriak karena perbuatan Kristofer.
"Honey,, tidak ada gunanya kita berdebat untuk saat ini"ucap Kristofer.
__ADS_1
"Kau pikir aku akan mau pergi, begitu saja! saat kau mendatangiku"ucap Agatha yang kini tersenyum sinis.
"Aku akan pergi setelah kau tandatangani ini"