
NATO kini berada di sebuah ruangan di rumah sakit tersebut ,kini wanita cantik itu baru selesai di kuret.
"Sayang apa? masih sakit"ucap NATO pria itu terlihat sangat sedih melihat wanita nya seperti sedang merasakan sakit dari tatapan mata sendu itu.
"Aku hanya sedih kenapa? buah cinta kita harus pergi bahkan kita belum sempat mengetahui nya"ucap wanita itu.
"Yang sudah ya, jangan terlalu dipikirkan, kita bisa kembali memiliki nya saat aku sudah lulus kuliah dan bekerja"ucap NATO.
"Butuh waktu enam tahun lebih untuk nunggu kamu sampai saat itu tiba Yang aku keburu tua"ujar wanita itu.
"Kamu tidak usah khawatir sayang aku bisa bekerja di kantor Mommy atau Daddy untuk memenuhi kebutuhan hidup kita, sampai mereka memberikan restu"ujar NATO.
"Terserah kamu saja, pulang lah aku akan baik-baik saja disini Mommy mu pasti tengah mencari kamu"ujar Riana.
"Aku sudah telpon Daddy minta ijin nginap di rumah teman"ucap NATO.
"Teman yang mana"ujar Riana merasa sedih karena dia belum juga diakui oleh NATO di hadapan kedua orang tua nya, saat ini padahal dia sudah merelakan diri jauh dari keluarga dan bekerja di negeri orang.
"Sayang aku hanya takut orang tua ku mengusik hubungan kita, apa? kamu mau kita terpisah"ujar NATO.
"Tidak Nat, aku tidak mau pisah"ucap Riana.
Gadis asal Indonesia itu, begitu terpesona dengan ketampanan NATO, selama ini hingga dia rela meninggalkan rumah kedua orang tua nya, dengan melamar pekerjaan di rumah sakit yang ada di negara xx, tidak hanya itu, Riana juga kembali melamar pekerjaan di kampus tempat NATO, kuliah.
"Sayang aku juga tidak punya niat untuk itu, kamu jangan khawatir, tapi kamu juga jangan sedih jika aku belum bisa mengakui mu saat ini"ucap NATO lembut.
"Heumm... aku sangat mencintai mu Nat, jangan pernah tinggalkan aku"ucap Riana.
"Tentu saja Sayang ku jangan takut oke"ucap nya.
pria itu memberikan kecupan hangat di kening kekasih nya itu.
"Aku sangat-sangat mencintai mu"ucap NATO.
mereka pun tidur di ranjang yang sama dengan posisi tidur NATO yang menyamping, sementara Riana masih terlentang karena memang harus seperti itu.
"Tidur lah sayang, aku janji sampai saat aku mati aku akan selalu mencintai mu, aku akan selalu menjadikan mu yang terindah dalam hidup ku"ujar NATO.
"Aku tau"ucap nya.
NATO, pun tidur di bersama dengan Riana,
sementara itu di kediaman Alvin, Anggita dan Alvin masih belum tidur, mereka berdua sedang menghabiskan malam yang penuh gairah, Alvin yang begitu mencintai Anggita yang selama belasan tahun telah menemani dirinya, meskipun ujian cinta diantara mereka sangat sering menerpa kedua nya tapi Anggita dan Alvin tidak pernah menyerah.
setelah percintaan itu usai Alvin mengucap kan rasa cinta yang teramat sangat dalam pada Anggita, meskipun dalam keadaan tersesat sekalipun pria itu akan tetap mengingat nya.
Hingga mereka tidur saling memeluk satu sama lain.
masih di rumah yang sama, saat ini Alana masih melakukan panggilan video bersama dengan pria yang memaksanya untuk menjadi istri meskipun harus diam-diam tapi gadis itu hanya ingin menjalani hubungan pacaran sampai saat dia lulus kuliah, meskipun kehidupan nya akan tetap terjamin tanpa dia harus cape-cape kuliah.
sampai saat itu tiba Alana akan mencoba untuk menjaga jarak meskipun sulit.
keesokan paginya, setelah semua bersiap kini mereka berkumpul di ruang makan, mereka pun saling berbincang sambil menikmati sarapan pagi mereka terutama si bontot yang selalu berceloteh banyak sambil menerima suapan dari kakak nya Alvaro, yang selalu penuh kasih untuk adiknya itu.
Alvaro menyuapi adiknya makan steak daging sapi bersama dengan salad kesukaan Alana, jika awalnya Alana tidak suka sebelum Alvaro mencoba berkali-kali menyuapi salad tersebut akhirnya ada beberapa jenis sayur yang Agatha suka meskipun sedikit tapi setidaknya ada serat yang masuk pada tubuh adiknya itu.
sejak kejadian itu, Agatha benar-benar kehilangan semu kebiasaan nya, semua kehidupan nya yang normal, yang sudah bisa melakukan semua sendiri yang sudah bisa makan segala jenis makanan yang dia suka, hingga dia bisa mengerjakan tugas sekolah tanpa bantuan siapapun karena Agatha adalah gadis kecil yang sangat cerdas.
Tapi sayang setelah kejadian itu, dirinya harus mulai semua dari nol.
"Sudah kenyang kak, eskrim aku mana"ucap nya.
"Sebentar sayang nanti akan diambilkan oleh pelayan"ujar Alvaro.
pria muda itu pun langsung memberikan isyarat pada seorang pelayan.
"Sayang hari ini kamu kuliah atau kekantor"ujar Anggita.
"Kekantor mom"jawab Alvin.
__ADS_1
"Pantas saja si Irma sudah standby di sana"ujar Alvin.
"Kalian bisa menikah sekarang juga jika sudah siap Daddy juga sudah mau punya, banyak cucu biar rumah kita banyak penghuni nya"ucap Alvin.
"Aku masih kuliah Daddy"ucap Alvaro.
"Tapi kamu sudah bisa mengurus perusahaan"ujar Alvin lagi.
"NATO juga bisa, bukan aku saja"ujar Alvaro.
"Tapi adikmu masih terlalu muda"ucap Alvin.
"Dia sudah punya calon istri, Daddy jangan pura-pura tidak tau"ucap Alvaro yang membuat mata NATO terbelalak kaget.
"Gadis itu bukan gadis baik, dimana ada wanita yang mengejar pria sampai ke negeri orang"ujar Alvin.
"Daddy NATO cinta dia"ucap NATO Jujur.
"NATO Mommy tau itu, tapi kamu harus pertimbangkan terlebih dahulu, menikah itu tidak semudah mengucapkan kata cinta, Mommy akan merestui hubungan kalian jika kamu sudah berhasil menggapai cita-cita mu, dan mulai sekarang jaga jarak jangan kelewat batas lagi"ucap Anggita.
"Tapi Mom"ucap NATO.
"Kamu sudah bisa membedakan yang mana yang salah dan yang benar jangan sampai terus menerus hanyut dalam perasaan yang menyesatkan Mommy tidak melarang mu untuk pacaran tapi Mommy hanya minta jangan berbuat dosa lebih"ujar Anggita.
"Mommy"ucap Alana.
"Ada apa? sayang "tanya Anggita.
"Kalau Alana tinggal bersama Oma boleh tidak Mom"ucap Alana.
"Disana ada adik bungsu mu, apa? kamu sudah siap"tanya Anggita, sontak Alvin tersadar.
pria itu langsung menatap sendu pada sang istri.
"Aku tidak sedang menyindir mu mas, kamu bebas mau lakukan apapun"ucap Anggita yang kini selesai makan.
"Mom... aku sudah bisa mandiri aku mau kuliah dan tinggal di apartemen mommy "ujar Alana.
"Mommy, aku pergi dulu"ujar NATO.
"Hati-hati sayang jangan, ngebut ingat keselamatan, dan mulai sekarang jangan pacaran sembunyi-sembunyi mommy tidak suka"ucap Anggita.
...🌹💖💖💖🌹...
semua sudah berangkat ke tujuan masing-masing, Alana sudah tiba di depan gerbang sekolah gadis itu pun langsung bergegas turun dari mobil hendak memberikan kunci mobil pada satpam untuk memarkirkan mobilnya.
Tapi baru saja akan membuka pintu, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam mobil nya, pria tampan yang kini terlihat dua kali lipat lebih mempesona itu telah menghadap ke arah nya.
"Pagi honey"ucap nya sambil mencium bibir Alana, yang terlihat sangat menggoda itu.
"Pagi kak, aku harus masuk kakak silahkan pulang"ujar Alana.
"Aku sudah buat ijin untuk mu"ujar nya.
"Kak, jangan seperti ini, kamu tidak bisa seenaknya, aku harus ke giat belajar agar Mommy mau mengijinkan ku untuk kembali ke sana"ucap Anggita.
"Baiklah Sayang ku, tapi janji setelah pulang sekolah kamu langsung hubungi aku"ujar Piter, pria dengan stelan jas mahalnya itu terlihat begitu keren.
"Baiklah kak"jawab Alana.
"Alana I love you"ucap nya sambil kembali mengecup bibir gadis itu yang sudah menjadi candu untuk Piter, pria itu sudah mulai memegang perusahaan milik ayahnya saat ini, dan mungkin sebentar lagi dia akan pindah ke Indonesia dimana terdapat mereka semua tinggal.
Antara Indonesia Dan Singapura, keduanya berasal dari negara tersebut.
Marvin asal Singapura dan Ariana asal Indonesia, mereka bertemu di Singapura saat ayah Ariana, mengurus perusahaan di sana, dan Ariana dibesarkan di negara tersebut, tapi setelah kejadian itu Ariana dan Liliana pindah ke negara Indonesia hingga Liliana tiada.
Kota J, menjadi saksi pernikahan mereka berdua, sebelum Ariana kehilangan ingatan nya, dan Marvin membawa dia kembali ke Singapura.
sementara Piter, ingin Alana tinggal di Indonesia bersama dengan dirinya nanti, setelah mereka berdua mendapatkan kebebasan untuk pacaran.
__ADS_1
sekarang waktu mereka begitu terbatas, jadi mau tidak mau mereka akan menyempatkan untuk bertemu dimana pun itu.
Alana pun sudah mulai terbiasa dengan semua itu, bahkan dirinya pun sudah siap jika suatu saat nanti, Piter meminta nya untuk menikah dengan nya, meskipun usia nya masih terlalu muda.
Alvin pun bukan tidak tau hubungan mereka sudah sejauh mana, tapi tidak masalah selagi mereka bisa menjaga batasan yang sangat jelas mereka tidak boleh melanggar itu, kecuali jika mereka benar-benar sudah siap untuk berumah tangga.
Alvin akan merestui hubungan mereka jika Piter benar-benar berniat serius pada putrinya itu, karena Alvin sudah tau siapa?, Piter dan latar belakang keluarga nya.
sementara Alvaro, saat ini tengah sibuk meeting bersama dengan klien penting nya, dan masih melakukan pembahasan tentang kerja sama, bersama dengan Irma yang sesekali melirik ke arah pria yang begitu memukau saat sedang melakukan negosiasi bisnis dengan klien nya itu.
setelah selesai meeting kini Alvaro sudah kembali berada di dalam ruangan nya.
"Ir, mau tidak menikah dengan ku"ucap Alvaro.
"Maaf tuan, apa? saya tidak salah dengar"ujar Irma.
"Aku bicara dengan jelas, apa? kuping mu sedang bermasalah"tanya Alvaro.
"Bukan itu maksud saya tuan, apa? anda tidak salah mengajak ku menikah, aku lebih tua dari mu, dan aku hanya bawahan mu"ucap Irma.
"Memang nya kenapa? jika usia kita berbeda, kamu keberatan, aku bahkan sudah bisa membuat mu bahagia bukan"ujar Alvaro.
"Tidak aku sudah punya kekasih"ujar Irma.
"Jangan membohongi ku, Ir pria mana yang membiarkan kekasih nya berbagai peluh dengan pria lain"ucap Alvaro.
"Ini dunia kita tuan dunia bebas, sampai saat nanti setelah menikah baru harus setia"ujar Irma berbohong.
lagi pula ucapan Alvaro tidak lah benar, mereka tidak pernah tidur bersama, hanya saja mereka sering menghabiskan waktu untuk bercumbu mesra, tidak lebih.
"Ir, aku serius Mommy dan Daddy ku sudah meminta kita untuk menikah dan punya anak, secepat mungkin"ujar Alvaro.
"Apahhh!" teriak Irma tidak percaya.
"Aku serius"ucap Alvaro.
"Tuan jika bercanda jangan kelewat batas"ujar Irma tak percaya.
"Irma, kamu bisa bicara langsung dengan Daddy"ucap Alvaro yang langsung melakukan panggilan video, tapi Irma malah langsung bergegas pergi.
"Saya tidak suka anda bercanda kelewatan, lebih baik aku tidak bekerja lagi saja"ucap Irma.
"Irma berhenti!"ucap Alvaro tapi gadis itu tidak menggubris nya.
"Tidak tuan, ada bisa cari wanita lain jika ingin membuat lelucon saya sudah lelah dibuat lelucon oleh orang lain"ucap nya sambil pergi dari ruangan tersebut.
"Ir!"teriak Alvaro yang kesal karena wanita itu tidak pernah menganggap dia serius.
sementara itu Irma, gadis itu kini tengah berdiri sambil menangis dalam diam di atap gedung, tersebut.
Irma terkenang dengan kejadian di masa lalu dimana saat itu dia baru tamat SMA, seorang CEO muda, yang bekerja sama dengan tuan Mahendra dulu, pria itu begitu serius menjalin hubungan dengan Irma, lebih tepatnya dia mengejar cinta Irma hingga dapat, bahkan sudah merencanakan pernikahan, tapi saat hari pernikahan itu digelar, Irma yang sudah menggunakan kebaya dengan riasan lengkap khusus pengantin itu sudah di papah berjalan menuju tempat ijab qobul digelar, tapi saat di depan sana tiba-tiba saja dunia nya runtuh saat harus menyaksikan pernikahan yang digelar ternyata bukan untuk dirinya melainkan pria itu dengan tunangan nya, seakan dunia runtuh menimpa dirinya dia harus menjadi bahan ejekan orang-orang yang mengatakan bahwa dia itu tidak ubahnya seperti punguk yang merindukan bulan.
kakinya bahwa sudah tidak kuat lagi untuk berdiri hingga dia pun tidak sadarkan diri, setelah itu dia pun sudah tidak lagi peduli dengan semua itu, bahkan dia lebih suka menekuni ilmu bela diri, dan menjadi bodyguard di usia muda nya meskipun banyak laki-laki mendekati nya.
hingga dua tahun kemudian, dia kembali bertemu dengan pria yang benar-benar sudah menghancurkan semangat hidup nya, Irma pun selalu menghindari nya.
meskipun penjelasan tentang semua kejadian itu selalu berusaha pria itu beberkan tapi baginya nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin akan kembali menjadi nasi utuh lagi.
"Irma"ujar seseorang dari belakang.
gadis itu menoleh setelah turun dari lantai teratas gedung tersebut.
"Kamu"lirih Irma.
"Irma"Ir, ujar Alvaro dari sisi lain nya lagi.
"Sayang kamu disini"ucap Irma, pada Alvaro wanita itu langsung bergelayut manja, dia tidak peduli jika Alvaro salah paham.
"Heumm kamu habis dari mana sayang cincin pernikahan sudah jadi kita harus segera mengambil nya sekarang juga"ujar Alvaro.
__ADS_1
"Tapi aku lapar yang, aku belum makan siang"ujar Irma sambil merapihkan dasi Alvaro.
"Ayo kita makan"