
"Bermimpi saja"ucap Kristofer.
"Nyonya muda tengah hamil dengan usia kandungan lima minggu dan janin yang dia kandung bukan cuma satu, tapi ada tiga"ucap Dokter yang memberikan laporan kepada Kristofer.
Sementara Agatha kini pergi menuju ke rumah lama Alvin.
Agatha langsung masuk kedalam rumah tersebut disambut oleh sepasang suami istri yang sudah bertahun-tahun menjaga rumah tersebut.
"Selamat datang di rumah nona muda"ucap kedua asisten rumah tangga tersebut.
"Terimakasih, tolong bawakan koper milik saya"ucap Agatha.
"Nona mau saya buatkan apa?"ucap wanita paruh baya itu.
"Tidak usah nanti kalau saya laper saya akan minta cuma itu tolong isi buah-buahan segar untuk di lemari pendingin yang ada di kamar atas"ucap Agatha.
Gadis itu berjalan menuju kamar nya sesampainya di sana dia langsung merebahkan diri di atas ranjang empuk milik almarhum Marvin dan Ariana dulu, meskipun masih ada beberapa kamar lain termasuk kamar Mommy dan Daddy nya tapi Agatha memilih kamar itu.
Disana dia menemukan banyak foto kenangan masa muda, Marvin dan Ariana yang sungguh bikin baper siapapun yang melihatnya. bagaimana tidak baper satu pria tampan dan satu wanita cantik.
Tidak hanya itu foto-foto kejuaraan menari milik Ariana rose dan juga berbagai piala penghargaan ada di walk-in closed milik sang Oma.
Agatha duduk di sebuah sofa yang ada di walk-in closed tersebut dia tengah melihat-lihat koleksi baju lama Ariana yang sudah pernah dipakai dan yang belum semuanya berada di dalam lemari kaca yang menjulang tinggi itu.
Agatha mengambil sebuah long dress dengan motif bunga-bunga berwarna putih dia langsung menutup kemari kaca tersebut.
Agatha mematut diri nya di cermin.
Sampai akhirnya dia selesai berdandan ala Ariana, saat sedang hamil putra tunggal Alvin.
Setelah itu ia duduk di depan meja rias menghidupkan kamera membuat video rekaman tentang keadaan dia yang sangat bahagia saat ini.
Sampai akhirnya Agatha pergi dengan mobilnya menuju sebuah tempat dimana semua orang datang berkunjung untuk menghibur diri dengan melihat pemandangan yang indah, meskipun hatinya tetap hampa, sementara Vidio tadi sudah beredar di Internet karena dia memposting video yang tadi dia buat.
Sampai di sana dia duduk dengan tenang memotret dirinya sendiri menggunakan tongsis yang ia bawa , entah apa yang ada dalam diri Agatha saat ini seakan semua kesedihan nya lenyap begitu saja, tidak tampak lagi bahkan terkesan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ia adalah wanita yang paling bahagia di dunia.
Sementara itu Kristofer yang sudah melihat video yang beredar itu, dia melihat keputusasaan dari sorot mata Agatha saat ini dan tempat yang ada dalam video tersebut adalah tempat asing bagi Kristofer.
Sementara Ariana sendiri dia tersenyum saat melihat penampilan Agatha dalam video tersebut, karena dia memang meniru gaya nya yang ada di dalam foto saat dirinya tengah mengandung Alvin dalam keadaan lupa ingatan.
Agatha pergi dari tempat tersebut ketempat lain nya yang ingin dia kunjungi saat ini, sementara Alexander yang kini berada di rumah Yunho, keadaan nya sudah jauh lebih baik sejak bantuan dari Agatha yang merawat dia dengan telaten selama satu bulan itu, dan sekarang dia sudah bisa berjalan meskipun dengan bantuan tongkat.
Agatha tidak bisa dihubungi membuat Alexander gundah gulana bagaimana tidak, dia begitu khawatir dengan keadaan Agatha karena tidak biasanya dia seperti itu, bahkan Xena pun tidak tau dimana keberadaan Agatha.
Agatha sendiri kini tengah menikmati es krim dengan berbagai varian rasa yang kini ada di hadapannya, tidak hanya itu dia juga menikmati makanan salad campur steak daging seperti saat dia masih kecil dan sakit-sakitan.
Sampai saat seseorang duduk di samping Agatha dia menggenggam tangan mulus nan lembut itu.
"Yang kamu ingkar janji"ucap seseorang yang sangat Agatha kenal.
"Lepas kak, ini ditempat umum"ucap Agatha.
"Ya sudah kita pulang ke apartemen ku, disana sepi"ucap Piter menyalah artikan ucapan Agatha.
Jangan kan di tempat ramai di tempat sepi pun dia tidak ingin berbuat macam-macam karena biar bagaimanapun juga ia sudah menikah meskipun saat ini tengah ada problem, ditambah lagi Piter adalah kakak iparnya meskipun ketampanan Piter mengalahkan ketampanan para pria yang ada di sekeliling nya.
"Jangan salah paham kak, Kristofer mengawasi ku jadi jangan melakukan hal ini, aku tidak ingin kakak atau keluarga kita berada dalam bahaya"lirih Agatha.
"Aku tidak takut meskipun seluruh dunia mengawasi ku, aku hanya peduli dengan mu honey"ucap Piter.
"Kak mengertilah, sekarang bahkan aku sedang mengandung anak Kristofer"ucap Agatha yang langsung membuat Piter mengeratkan genggaman tangan nya tanpa sadar dia sudah meremas jemari Agatha, karena rasa sakit dan kecewanya.
Air mata Piter tumpah begitu saja, bagaimana bisa sampai seperti itu, Agatha benar-benar telah pergi dari dirinya sejauh itu.
"Maafkan aku kak"lirih Agatha.
__ADS_1
"Agatha, bagaimana bisa sampai sejauh ini"ucap Piter.
"Aku tidak bisa menolak takdir, bahkan saat ini dia tidak mengakui ketiga nya, karena aku fokus mengurus kak Alex selama ini"ucap Agatha.
"Apa? yang kamu maksud"ucap Piter menatap meminta jawaban.
"Dia bilang dia tidak percaya dengan kehamilan ku, karena aku terus bersama dengan kak Alex"ucap Agatha.
"Kenapa? harus ada kedua pria bajingan itu, kenapa? kamu peduli dengan keduanya"ucap Piter.
"Jika aku bisa, aku ingin lenyap dari dunia ini aku lelah saat harus berada di antara kalian bertiga"ucap Agatha yang langsung berdiri dia hendak pergi tapi Piter terus menggenggam tangan nya dengan erat.
"Agatha sayang jangan bicara begitu, aku akan menggantikan posisi dia untuk menjaga kalian berempat apapun yang terjadi nanti, kita akan segera menikah dan segera mengurus perceraian kalian berdua"ucap Piter.
"Itu tidak akan pernah terjadi"ucap seseorang yang kini berada di belakang mereka.
Agatha langsung melepaskan genggaman tangan Piter.
"Kris"ucap Agatha yang tidak percaya jika suaminya ternyata sudah berada di sana entah kapan Kristofer datang dari Dubai.
"Anak buah Kristofer langsung mengelilingi Piter.
"Tidak jangan Kris aku mohon jangan sakiti kak Piter, dia kakak ipar ku"ucap Agatha yang kini memohon saat Kris membawa Agatha, ala bridal style.
"Tergantung pada sikap mu"ucap Kristofer datar.
"Aku harus bersikap seperti apalagi aku sudah menuruti keinginan mu untuk tinggal di Mension"ucap Agatha.
"Lalu dimana kamu saat aku pulang tadi"ucap Kristofer.
"Aku sedang jajan"ucap Agatha.
"Jajan sampai tinggal di luar kota jajan apa?"ucap Kristofer yang melirik pada anak buah nya untuk meninggalkan Piter, yang sudah hampir babak belur.
"Kau ingkar janji, aku sudah menurut pun kamu masih berbuat kekerasan"ucap Agatha.
"Itu hanya sebuah peringatan"ucap Kristofer tanpa dosa.
"Peringatan kata mu, lalu kenapa? aku tidak kamu lukai juga"ucap Agatha.
"Karena ada tiga anak kita disini"ucap Kris tegas.
"Owh jadi jika tidak ada anak ini kau akan menghajar ku"ucap Agatha.
"Aku akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan"ucap Kristofer.
"Kenapa? tidak sekarang saja, sekalian kau bunuh aku agar kamu tidak pernah melihat wajah ku lagi dari ketiga anak ku"ucap Agatha.
Kristofer langsung meraih tengkuk Agatha, pria itu mencium bibir Agatha dengan sangat kasar dan berkali-kali memberikan gigitan kecil di bibir bawahnya.
Sampai akhirnya mereka berdua tiba di depan sebuah hotel berbintang di daerah itu, Kristofer diikuti oleh anak buah dan asisten pribadi nya menuju sebuah lift, sementara asisten pribadi nya mengambil kunci kamar yang sudah di reservasi oleh asisten pribadi nya itu.
Sebuah kamar super mewah sekelas sweet room, terpanggang nyata di hadapan nya, tapi itu sudah tidak asing lagi untuk keduanya.
Kris langsung membaringkan tubuh istrinya di sana.
"Sekarang bersiap untuk menerima hukuman, kamu harus sudah siap"ucap Kristofer.
Pria itu langsung membuka jas dan juga tuksedo dan membuka kancing kemeja, sementara Agatha diam seribu bahasa di atas ranjang tersebut.
"Kris jangan seperti ini aku mohon, aku takut anak kita tidak akan kuat"ucap Agatha yang kini ketakutan.
"Aku tidak akan menyakiti mereka aku hanya ingin menjumpai mereka,itu saja dan aku ingin melepas rindu"ucap Kris lembut mata nya dipenuhi binar gairah yang menggebu-gebu, sehingga Agatha tidak bisa menolak lagi.
Sementara itu Piter kini tengah berada di rumah sakit, setelah seorang wanita membantu nya untuk pergi ke rumah sakit pria itu baru saja sadarkan diri saat gadis cantik itu duduk di samping ranjang tempat Piter berbaring.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan anda tuan"ucap nya.
"Heumm... sudah baikan"ucap Piter.
"Syukurlah kalau begitu, Owh iya nama saya Wenda jika anda perlu bantuan saya bisa kapanpun itu"ucap Wenda.
"Heumm terimakasih"ucap Piter yang kini kembali memejamkan mata nya, dia memikirkan bagaimana kondisi Agatha, dia takut jika Agatha di sakiti gara-gara kejadian itu.
Sementara yang di khawatirkan oleh Piter saat ini dia tengah meraup madu manis yang Kristofer berikan padanya Kristofer bahkan terus membuat Agatha, bernyanyi dengan suara yang terdengar merdu di telinga Kristofer.
Sampai akhirnya mereka berdua tiba di penghujung puncak, setelah hampir satu jam lebih melepas rindu dengan penuh kelembutan, meskipun itu bukan gaya Kristofer, tapi keduanya sangat dipuaskan.
Kris langsung memeluk istrinya itu setelah mendaratkan kecupan mesra di bibir dan kening istrinya itu.
"Jangan pernah dekat dengan pria manapun lagi"ucap Kristofer.
"Mereka yang mendekat padaku, dan untuk kak Alex adalah sebuah pengecualian"ucap Agatha.
"Tidak ada alasan, sekarang ini istri pertama ku tengah mengandung benih ku mungkin kelahiran anak kita akan sama dengan anak ku dengan nya"ucap Kristofer.
Deg....
Seakan di hantam bongkahan batu besar jantung Agatha begitu teramat sangat sakit, Agatha kini tengah diam seribu bahasa.
Sampai akhirnya dia bangkit dari ranjang memungut baju nya dia masuk kedalam kamar mandi Agatha, langsung membersihkan diri dibawah guyuran shower.
Air mata nya meluncur tak tertahankan begitu memilukan meskipun tidak ada satu orang pun yang tahu, seberapa sakit nya hati Agatha saat ini.
Sampai dia keluar dari dalam kamar mandi sudah kembali berpakaian lengkap dengan lilitan handuk di kepala dan baju yang sedikit lembab Agatha duduk di hadapan cermin, dia meraih alat pengering rambut yang ada di sana, Kristofer bangkit dan hendak membantu nya, tapi Agatha tidak mengijinkan nya, dia terus mengembangkan rambut panjang nya sendiri.
Bahkan dia tidak berani menoleh kearah Kristofer karena kini matanya sembab.
Setelah selesai menyisir rambut nya dengan sisir yang ia bawa dan mengikat rambut nya ala ekor kuda Agatha memoles wajah nya dengan skincare yang ada di dalam tas nya.
semua sudah selesai ia lakukan dan setelah itu dia menyoren tas nya.
"Agatha"ucap Kristofer.
"Aku mau turun mau mencari rujak di pinggir jalan tak jauh dari tempat ini jika kamu mau nyusul silahkan jika tidak pun aku akan kembali setelah dapat"ucap Agatha.
"Biarkan asisten ku yang membelikan nya"ucap Kristofer.
"Aku yang ngidam ingin makan langsung di sana"ucap Agatha.
"Tunggu aku mandi dulu, kita akan pergi bersama-sama"ucap Kristofer.
"Kris, aku sudah tidak sabar kamu bisa nyusul nanti aku beritahu tempat nya"ucap Agatha.
"Baiklah aku akan menyusul dan anak buah ku akan menemani mu"ucap Kristofer.
"Tidak Kris aku tidak ingin semua orang merasa tidak nyaman dengan keberadaan mereka, kamu tenang saja, bukan kah aku baik-baik saja selama ini"ucap Agatha.
"Heumm baik'lah"ucap Kristofer.
Agatha buru-buru pergi setelah keluar dari dalam kamar hotel dia membuang ponsel nya di dalam tong sampah berikut cincin dan kalung yang Kristofer berikan, Agatha tau semua benda itu dilengkapi alat pelacak, sementara Kristofer, meminta anak buah nya untuk mengikuti Agatha secara diam-diam.
Setelah berjalan sedikit lebih jauh dari area hotel Agatha langsung mencegat taksi, wanita itu tahu bahwa dirinya tengah diikuti Agatha langsung masuk kedalam taksi setelah itu ia pergi menuju tempat penjual rujak.
Rujak yang dia beli ada beberapa porsi dia bahkan sengaja berjalan kaki membagikan rujak tersebut pada tukang sapu di jalan sambil memperhatikan orang-orang yang kini mengikuti nya, saat dia berada dekat dengan pria yang bau saja menurunkan penumpang Agatha langsung naik dan meminta tukang ojek itu mengebut menuju sebuah rumah sakit terdekat untuk menghilangkan jejak .
Sesampainya di sana, dia langsung masuk kedalam toilet mengikuti seorang suster dengan menukar baju dan tentunya dia bayar mahal Agatha pergi menggunakan mobil wanita tersebut tanpa diketahui oleh siapapun dan mobil itu dia sewa dengan jumlah uang yang tidak sedikit bahkan jika pun mobil itu hilang dia tidak akan rugi karena uang yang Agatha beri dengan jumlah besar.
Agatha pergi menuju ke luar kota dia pergi ke sebuah daerah terpencil sesuai arahan suster tadi yang memiliki kenalan di sana.
Sementara waktu Agatha ingin mengasingkan diri di tempat yang benar-benar jauh dari jangkauan warga kota.
__ADS_1