Sang Penari

Sang Penari
#Alvin datang#


__ADS_3

Alexander Alponso, duduk di samping Anggita yang membuat wanita itu langsung terdiam.


"Ayolah lanjut saja obrolan nya, aku tidak akan menggangu"ucap Alexander.


Anggita tersenyum kearah Alexander pria itu pun membalasnya, Alika juga ikut tersenyum ke arah pria itu akhirnya mereka bertiga ikut ngobrol, obrolan ringan yang terjadi di antara mereka di ikuti canda tawa seolah mereka sudah kenal lama.


Anggita pun mengakhiri pertemuan mereka dan mengajak Alika pulang karena hari sudah petang, hingga sampai tiba di apartemen mereka pun langsung masuk kedalam kamar masing-masing, Mereka pun langsung bergegas mandi dan setelah itu mereka langsung beristirahat.


sementara itu di negara lain, Alvin baru kembali dari kantor, dia berjalan masuk ke dalam rumah nya di ikuti oleh Robi, tapi Alvin berhenti sejenak karena tidak ada yang menyambut nya, bahkan saat masuk dia melihat istrinya tengah terduduk di sofa sambil menangis sesenggukan karena wajah dan tangan nya terkena cipratan minyak.


Alvin langsung berlari menghampiri istrinya itu Robi pun mengikuti langkah nya"kenapa ? kamu menangis"ucap Alvin lembut.


"Aku terluka gara-gara ingin memasak untuk mu, dan ini, ini juga sakit"ucap Marina.


"kenapa? kamu menangis bukan kah ada BI Nora yang masak"ucap Alvin yang lupa bahwa BI Nora, sudah pergi dari rumah nya.


Alvin langsung membawa istrinya itu masuk kedalam kamar nya, dan meminta Robi untuk memanggil dokter tapi kemudian wanita itu menolak, dia tidak ingin Dokter mengobati nya, dia ingin Alvin sendiri yang melakukan itu, hingga Alvin berteriak memanggil Robi untuk meminta resep obat untuk istrinya itu.


Alvin, yang lelah pun terpaksa harus mengobati istrinya sendiri hingga selesai dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan menyelimuti tubuh wanita yang sudah menjadi istri nya.


sementara semua kebutuhan nya dia harus mengurus semua nya sendiri, tidak seperti saat ada Anggita dan Nora di rumah itu, dia seperti seorang raja yang selalu di layani, tapi sekarang mereka sudah pergi, dan kepergian Anggita untuk selamanya dari hidup nya, meninggalkan luka yang cukup dalam diantara keduanya.


Anggita selalu ada di hati nya hingga saat ini tapi mungkin luka itu terlalu besar untuk Anggita, karena saat ini Anggita malah menghilangkan jejak dan mengembalikan semua pemberian nya.


Alvin berencana untuk mencari keberadaan Anggita diam-diam dia yakin Anggita masih berada di negara itu.


sementara itu dia mencari dimana bi Nora menyimpan semua kenangan tentang dirinya dan Anggita tapi hingga Robi yang membantu nya pun merasa kualahan mencari semua foto berukuran besar itu, hingga mereka menemukan sisa-sisa pembakaran dan terdapat serpihan foto Anggita bersama nya jatuh sudah Air mata Alvin.


tidak ada lagi kenangan tentang mereka berdua bahkan yang ada di kantor itupun hilang tanpa jejak.


"Robi segera cari dimana keberadaan Anggita saat ini, aku harus buat perhitungan dengan nya untuk semua ini"ucap Alvin.


pria itu langsung kembali ke kamar nya, karena istrinya memanggil nya, wanita itu memperlihatkan kepribadian nya, yang super posesif dan tidak mau kalah, tapi hanya Robi yang melihat semua itu, tidak dengan Alvin yang terlanjur baik hati.


sementara itu di kota xx Ariana kini tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan, wanita itu berencana untuk membeli kan menantunya baju khusus wanita hamil, dan dia sendiri yang akan memastikan bahwa menantunya itu benar-benar hamil atau tidak.


Ariana terpaksa menikah kan putra nya karena Alvin, sudah berbuat lebih jauh dengan wanita itu meskipun itu adalah sebuah jebakan, tapi hati kecil nya saat ini tidak terima karena Anggita masih menantu idaman nya.


Ariana dia tidak sungguh-sungguh membuang semua kenangan Alvin dan Anggita tapi dia menyimpan semua itu di tempat yang tidak pernah Marvin kunjungi.


sebuah ruang gelap yang kini menjadi ruang rahasianya.


Ariana berencana untuk mengunjungi putra dan menantunya saat seseorang pergi ditugaskan untuk mencari tau keberadaan Anggita.


sementara itu di tempat lain Ariana juga merahasiakan tentang putra Alvin yang kini berada di asuhan wanita lain, karena Agnes telah meninggal dunia saat melahirkan cucunya itu.


wanita itu menitipkan Alvaro pada Ariana, saat dia meregang nyawa, Ariana saat itu sengaja datang untuk melakukan tes DNA pada bayi Agnes, dan akhirnya Agnes yang mengalami pendarahan hebat, wanita itu menitipkan anaknya pada Ariana, karena bayi yang dilahirkan itu adalah putra nya dengan Alvin, karena suaminya tidak pernah menyentuhnya, pernikahan itu hanya untuk menutupi pernikahan pria itu dengan kekasih nya itu.


Agnes pun dimakamkan di pemakaman umum yang tidak jauh dari kediaman Marvin dan satu Minggu sekali wanita itu akan datang membawa Alvaro ke pemakaman tersebut.

__ADS_1


Arianapun belum bisa jujur pada suaminya, karena mungkin suaminya juga sudah tau semua itu, karena tidak ada rahasia yang tidak bisa di sembunyikan dari Marvin.


Marvin hanya sedang menunggu kejujuran dari istrinya itu.


sementara itu di tempat Alvin, pria itu tengah sibuk dengan minuman yang ada di tangan nya, pria itu tidak bisa menerima semua nya lenyap dari dirinya termasuk kenangan yang pernah terjadi di antara mereka.


Alvin mengurung diri di ruang baca nya, Anggita seakan tak mau muncul bahkan saat dirinya berharap hadir, meskipun hanya dalam khayalan nya.


"Anggita, sayang maafkan aku,aku benar-benar minta maaf"ucap Alvin, sambil mengusap wajah nya dengan kasar tangis nya begitu memilukan, dia berpikir bahwa Nora yang sudah membakar semua kenangan terindah nya yang diabadikan dalam sebuah foto, tapi tanpa Alvin ketahui pelakunya adalah istri, dan Robi tahu itu.


Robi tidak ingin memberi tahu Alvin, karena tidak ingin merusak hubungan mereka, biarlah waktu yang akan mengungkapkan semuanya.


Robi, yang langsung mengambil rekaman Cctv dan menyembunyikan nya.


Alvin sendiri tengah makan malam karena pembantu baru sudah datang dan sudah memasak, meskipun tidak seenak masakan BI Nora dan Anggita.


Anggita, selalu membuat makanan, favorit nya, selama ini, dia bahkan sering membuat kan minuman yang menyehatkan badan untuk Alvin, kini semuanya hilang, Alvin langsung mengakhiri suapannya dan langsung bergegas pergi.


"Robi cari BI Nora sekarang juga ,aku tau dia belum pergi dari kota ini"ucap Alvin tegas.


sementara wanita itu Bu Nora, saat ini sudah kembali dengan tuan Mahendra, karena pria itu menemukan Bu Nora di pinggir jalan, Bu Nora sedang mencari rumah kontrakan, dan tuan Mahendra yang masih sangat mencintai nya, dia membawa wanita itu pulang ke rumah barunya.


Anggita sudah mengetahui nya, dan membiarkan itu, sebelum nanti dia benar-benar sukses, dan itu demi kebaikan ibunya karena sedari awal Anggita lah yang menentang keras ayah nya membawa wanita lain ke rumah nya.


🌸...........................🌸


Anggita kini tengah berada di perpustakaan wanita itu tidak pernah absen untuk belajar dan terus belajar, Anggita benar-benar bercita-cita untuk menjadi wanita sukses dengan karier nya sebagai dokter suatu hari nanti.


wanita itu pun memiliki penghasilan yang lumayan untuk biyaya kuliah nya dan juga biayanya hidup nya.


Anggita pun kembali kini sudah memiliki kedai minuman, sendiri bersama Alika tidak hanya itu Anggita juga memiliki toko kue, Anggita yang pintar memasak pastinya tidak akan pernah sulit untuk mencari uang, makanya waktu ia pergi dia tidak khawatir tentang biyaya.


sementara itu Alvin sudah terbang ke negara tempat Anggita tinggal saat ini wanita itu bahkan tidak mengetahui nya, Alvin menyamar menjadi mahasiswa dengan jurusan yang sama dengan Anggita, untuk mencari tau keberadaan Anggita.


Anggita yang saat ini sudah hampir sampai di depan kelas tiba-tiba wanita itu mendapat kabar bahwa Alika kecelakaan, hingga Alvin pun tidak bertemu dengan Anggita, saat ini Alvin.


Anggita langsung bergegas pergi menuju rumah sakit, wanita itu sangat panik dia diantar oleh salah seorang mahasiswa, sesampainya di rumah sakit tersebut Anggita bersama dengan teman nya itu malah terkejut karena ternyata saat ini Alika tidak sedang berada di sana, Alika berada di sebuah cafe dekat rumah sakit, dan saat dia tiba di cafe itu, sebuah kejutan ulang tahun untuk Anggita.


Anggita langsung terduduk lemas di sana karena sedari tadi dirinya begitu Panik tapi ternyata itu adalah kejutan ulang tahun untuk Anggita, dan Anggita lebih terkejut lagi ternyata Alexander yang memberikan kejutan tersebut.


Anggita masih terduduk di kursi tersebut dengan dan Alexander pun langsung menyodorkan sebuah kue tart, dan bunga mawar putih di tangan nya.


dengan ucapan selamat ulang tahun untuk Anggita dan juga sebuah kado besar, Alika bahkan membuat Anggita meneteskan air mata, karena ini adalah kali kedua nya dia berulang tahun, Anggita memeluk Alika dan bersalaman dengan Alexander , yang sedari tadi menatap lekat wajah cantik dengan mata sembab karena Anggita sempat menangis.


setelah itu mereka pun makan bersama dengan beberapa orang kawannya yang berada di sana.


sementara itu di kampus, Alvin terus menunggu jadwal kuliah yang ternyata di undur karena dosen sedang memiliki banyak kegiatan saat ini termasuk pesta kejutan tersebut.


Anggita pun sudah kembali ke kampus, dengan beberapa kado, yang dia terima di titipkan di mobil Alika.

__ADS_1


sesampainya di depan kelas, Anggita tidak memperdulikan keadaan sekitar,di sana ada banyak kerumunan orang yang tengah mengerumuni mahasiswa baru di kampus tersebut, dan tidak lama dosen pun masuk dan berdiri menyambut kedatangan Alvin yang kini berpakaian seperti layaknya mahasiswa pada umumnya.


Alvin tidak sendirian dia di temani Robi yang kini berada di dalam ruangan tersebut, dan Anggita langsung tertunduk karena Alvin sudah melihat keberadaan nya saat ini, hingga wanita itu , mendapatkan kenyataan yang membuat dia tidak bisa bergerak sama sekali, Alvin sudah duduk di samping nya menatap wajah cantik itu intens, begitu juga dengan Robi.


Anggita berusaha untuk tetap cuek dan tidak pernah mengenal mereka, saat ini, padahal Anggita tidak pernah lupa dengan wajah orang yang sangat ia cintai dan wajah pria yang selalu membela nya.


Anggita pun duduk hingga mata kuliah berakhir akhirnya Alika pun langsung menarik nya pergi, gadis itu sudah tidak sabar untuk melihat kado yang belum Anggita buka.


Anggita sendiri merasa bersyukur karena dengan begitu dia bisa menghindar dari Alvin, tanpa dia duga Alvin, sudah tiba di apartemen mereka berdua lebih dulu.


Anggita langsung mematung sesampainya di sana, karena Alvin sudah berdiri menghadang dirinya yang tengah membawa tumpukan kado.


Alvin langsung mendekat dan mengangkat kado tersebut dari tangan wanita yang selama ini dia cari, Alvin langsung memberikan itu pada Robi, dan Robi membawa kado tersebut masuk bersama dengan Alika.


"Tuan muda, apa? yang sedang anda lakukan disini"ucap Anggita.


"Seharusnya aku yang bertanya pada mu"ucap Alvin, yang menjawab pertanyaan dengan sebuah pertanyaan.


Anggita langsung membuang pandangannya ke arah lain.


"Anggita, jawab aku, apa? yang sebenarnya kamu ingin kan"ucap Alvin.


"Saya tidak menginginkan apa-apa tuan muda,saya hanya sedang mengejar cita-cita saya, seperti yang anda ketahui, sedari dulu "jawab Anggita jujur.


"Bukan itu jawaban yang aku minta Anggita, aku bertanya tentang hubungan kita, kamu pergi begitu saja dari ku, bahkan kamu sudah memutuskan semua akses yang menghubungkan kita"ucap Alvin penuh penekanan.


"Bukan kah itu yang terbaik tuan muda"ucap Anggita.


"Anggita aku tidak pernah meminta mu melakukan hal itu"ucap Alvin.


"Tuan semua sudah berubah anda sudah memiliki istri, dan sudah seharusnya saya pergi dari kehidupan anda, dan bahkan kamu sudah membuang semua tentang kita"ujar Anggita.


"Aku tidak pernah melakukan itu, aku hanya meminta ibu mu untuk menyimpan nya demi untuk menghargai istri ku, tapi aku tidak pernah meminta nya untuk membakar nya"ucap Alvin yang langsung membuat Anggita mematung di tempatnya, karena ibunya tidak akan pernah melakukan itu, dan akhirnya Anggita kembali berkata.


"Demi menghargai nyonya muda, itu sudah sepantasnya ibuku lakukan tuan muda"ujar Anggita yang langsung beranjak pergi tapi tangan kekar itu menahan, tangan Anggita.


"Anggita! kita belum selesai bicara"ucap Alvin dengan nada tinggi.


"Tidak ada lagi yang harus kita bicarakan tuan muda, bahkan semua sudah aku kembali kan termasuk uang lima juta yang aku pinjam dulu"ucap Anggita.


"Anggita! ikut aku"teriak Alvin yang benar-benar tidak terima dengan sikap dingin Anggita, saat ini.


Anggita pun berjalan meninggalkan Alvin yang terus mengikuti langkah nya hingga masuk ke dalam apartemen, yang selama ini dia tempati bersama dengan Alika.


Alika langsung menyambut kedatangan Anggita, wanita itu tengah membantu Anggita untuk membuka kado, tersebut di bantu oleh Robi.


"Anggita ayo kemarilah kado dari Alex pengagum mu belum kamu buka"ucap wanita itu.


"Anggita ikut aku!" teriak Alvin yang langsung menarik tangan Anggita, diikuti oleh Robi yang menahan Alika untuk tetap di tempat dan tidak ikut campur urusan mereka berdua.

__ADS_1


Alvin langsung membawa Anggita kedalam mobil sewaan nya itu, membawa Anggita ke apartemen miliknya.


__ADS_2