Sang Penari

Sang Penari
#Kejutan#


__ADS_3

Mereka berhasil meloloskan diri dan kini kala dengan gadis itu berada di dalam pengamanan anak buah Kristofer.


Kala, ditempatkan di sebuah markas besar yang ada di negara itu.


Gadis itu terlihat bengong saat mengetahui ternyata lawan partner nya dalam melarikan diri itu adalah kelompok mafia.


"Kenapa? apa? kau kehabisan baterai juga."ujar gadis itu.


Gadis itu pun terlihat gugup.


"Jangan takut aku bukan bagian dari mereka, aku adalah anak ketua mereka."untuk ujar pria tampan itu.


Sontak gadis itu meminta maaf sambil membungkukkan badannya.


"Maafkan aku tolong jangan apa-apa kan aku aku tidak punya siapa-siapa lagi kecuali ibuku yang sedang sakit."ujar wanita itu berbohong padahal dia adalah anak jenius seperti kala dan masih memiliki keluarga lengkap.


Kala hanya bisa tersenyum, yang membuat dia pengen tertawa itu cara bicaranya yang unik.


Gadis itu sepertinya bukan warga negara asli yang pasti dia juga pendatang seperti dirinya.


Kala kini disuguhi makanan favoritnya dan dia diperlukan seperti layaknya pangeran di negeri dongeng.


Gadis yang sedari tadi duduk tidak jauh dari Kala Alexander Alen itu kebagian nikmat yang kini Kala tengah nikmati.


"Galena kau harus segera kembali ke rumah kedua orang tua mu, karena kompleks perumahan kita sudah tidak aman."ujar Kala.


Gadis itu pun langsung mendekat lalu berbisik"Darimana kau tau namaku."ujar gadis itu.


"Dari kalung yang kau gunakan."ujar Kala.


Galena langsung melirik.


"Ah sialan aku lupa melepaskan ini."ucapnya.


"Kenapa? apa? ada yang salah."ujar Kala sambil tersenyum miring.


"Tolong pinjam kan baju mu atau yang baru juga boleh aku tidak nyaman menggunakan ini."ujar Galena .


"Kau tadi tidak ada masalah dengan itu."ujar Kala.


"Ya, kan tadi kemarin di pesta."ucapan Galena terhenti saat teringat sejak kemarin malam dia belum ganti baju.


"Ahhh,,, pasti ini bau,,, ini bau."ujar gadis itu sambil mencium ketiak dengan ekspresi wajah yang terlihat seakan-akan ingin muntah.


"Owh ya ampun padahal aku sudah muntah berulang kali tapi kau baru sadar saat ini."ujar Kala sambil berpura-pura hendak muntah.


"Ah, kau kejam sekali.... tidak usah berlebihan seperti itu aku tidak akan bau meskipun aku tidak mandi sampai delapan Minggu sekalipun."ujar Galena sambil mengepalkan tangannya.


Gadis itu terlihat mengepalkan tangannya.


Sementara Kala sungguh bahagia saat melihat gadis itu merasa tertindas.


"Kau senang melihat orang lain sengsara,,,, ah, aku lupa kau adalah anak seorang Mafia."ujar gadis itu.


"Kepala."ujar Kala tidak melanjutkan perkataannya.


"Ya, aku tau ayah mu ketua Mafia."ujar gadis itu.


"Bukan itu,,, aku mau bilang kalau di kepalamu ada darah."ujar Kala.


"Hah,,, apa? darah what's! Darah tolong aku aku takut darah."ujar gadis yang kini sudah berada di atas pangkuan Kala setelah dia melompat begitu mendengar kata darah.


Sementara Kala kini tengah menahan nafas, karena gunung kembar gadis itu berada di di depan wajah Kala.


Gadis itu memegang erat pergelangan tangan itu.


"Tolong aku aku tidak ingin mati."ujar gadis itu sambil memeluk erat kepala pria muda itu.


"Kau itu kenapa? hanya sedikit darah saja tidak akan pernah mati jika itu bukan luka fatal jadi sebelum apa-apa kau sudah heboh. kau pikir aku akan tergoda dengan dada rata mu itu."bohong Kala.

__ADS_1


Karena jelas-jelas pria itu sampai menahan nafas sambil menelan ludahnya karena tenggorokan dia terasa kering .


Wanita itu langsung menjauhkan dirinya sambil menutup dadanya dengan kedua tangannya seakan dia tengah menggengam itu.


Kala tertawa terbahak-bahak saat melihat tingkah konyol wanita cantik itu.


"Galena,,, apa? enaknya main squisi sendirian."ujar Kala.


Gadis itu pun pergi dari hadapan Kala yang kini masih duduk menatap gemas tingkah konyol gadis yang kini tinggal bersama dengan nya.


Galena kini tengah merutukki kebodohan dirinya.


Gadis itu bahkan berkali-kali memukul jidatnya.


Sementara Kala meminta asisten ayahnya untuk memberikan apa? yang gadis itu butuh.


Sementara itu di kediaman Kalan. Stefany kini tengah sibuk mengurus pesta ulang tahun suaminya itu.


Bahkan dia membuat kue ulang tahun untuk suaminya itu.


Kalan memang menikah di usia muda namun kedewasaan mereka seakan menghapus segalanya.


Kalan yang kini sibuk mengurus perusahaan tidak membuat kalan lupa memberikan perhatian kepada istrinya, bahkan sampai saat ini dia akan menyempatkan waktu untuk pulang dan makan siang di Mension mereka.


Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang bahkan dia lupakan.


Stefany membuat pesta kejutan untuk suaminya itu.


Kalan yang baru kembali dari kantor pria itu merasa heran dengan keadaan Mension yang gelap gulita.


Padahal disana ada banyak pekerja dan tidak pernah mengalami masalah apapun selama ini.


Kalan yang merasa ada bahaya yang mengancam dia mengambil senjata dari balik jas yang ia kenakan.


Pria itu dilindungi oleh anak buahnya yang sedaritadi mengikuti langkah nya sejak dari kantor.


Kalan meminta anak buahnya untuk menyalakan lampu di sana dan saat lampu menyala tampaklah pemandangan mengenaskan beberapa orang pelayan tergeletak tak beraturan di lantai dan di area tangga dengan kondisi luka berdarah-darah.


Jejak itu mengarah ke lantai atas, dimana kamarnya berada melewati tangga ada beberapa orang pelayan yang terlihat masih bergerak Kalan langsung bergegas menghampiri wanita yang kini menatap ketakutan.


Tu tuan selamatkan Nona Stefany dia di sekap setelah dianiyaya."ujar pelayan yang kini putra mati.


Namun karena kondisinya tengah panik semua pengawal pun tidak memastikan semua benar-benar mati atau tidak.


Sampai lah Kalan di depan pintu kamar nya dia langsung masuk karena pintu kamar terbuka sedikit.


Terdengar suara jeritan histeris kesakitan dari dalam kamar yang begitu menyayat hati Kalan saat ini.


Pria itu melihat layar televisi yang kini tengah memperlihatkan bahwa istrinya tengah dianiyaya .


"Stefany!!."teriak pria tampan itu, saat melirik ke arah lain memperlihatkan Stefany tergeletak bersimbah darah.


"Stefany!!!." jerit Kalan sambil memeluk istrinya yang terlihat penuh luka itu.


"Stefany bangun honey! bangun aku sangat mencintaimu kenapa? semua berakhir seperti ini! Stefany!! bangun honey aku benar-benar sangat mencintaimu bangun!!! honey! bangun.... jika kamu tidak bangun aku akan bunuh diri apa? kau dengar itu honey bangun.....hiks hiks hiks Stefany!!."jerit Kalan.


Saat Kalan mendekap Stefany dan posisi wajah nya berada di samping kuping Kalan yang tengah menjerit menangis mengucapkan kata cinta yang teramat dalam dan berkata akan bunuh diri tiba-tiba.


"Happy birthday to you..... Happy birthday to you.... happy birthday to my love Kalan."ujar Stefany.


"Kalan mematung di tempatnya, untuk sekian detik pria itu tidak bergeming dan kecupan mesra di bibirnya itu menyadarkan dirinya bahwa semua itu adalah nyata.


"Surprise!!!!."teriak Stefany bersamaan dengan lampu yang menyala dan taburan kelompok bunga dari langit-langit kamar nya yang sungguh dibuat sedemikian rupa selama beberapa hari ini.


Beberapa orang pelayan yang tadi bertebaran menjadi mayat pun datang mendorong meja yang sudah dihias sedemikian rupa dengan cake ulang tahun yang begitu besar dan bertingkat terlihat sangat mewah dengan dekorasi tulisan ungkapan cinta dan kata romantis dari Stefany. dan satu lagi kejutan di atas puncak cake yang kini bertumpu tinggi dan indah itu.


Pria yang sedari tadi mematung melihat semua kejutan yang diberikan sang istri dengan dikelilingi oleh seluruh pelayan Mension yang terdiri dari pria dan wanita itu memenuhi kamar utama yang sangat luas itu.


"Apa? aku ketinggalan kenapa? kalian diam saja apa? pestanya sudah berakhir."ujar Kaley dengan perut yang super buncit Dan sudah kesulitan untuk berjalan itu dengan diapit oleh Alexander dan juga seorang pelayan.

__ADS_1


"Maafkan aku jika kamu tidak suka dengan pesta ini sebaiknya kali."ucapan Stefany terhenti saat Kalan tiba-tiba membungkam bibir nya dengan ciuman yang paling dalam dan sangat mesra disaksikan oleh seluruh orang yang kini berada di sana hingga Kaley melempar adiknya dengan bantal sofa yang hendak dia duduki karena menurutnya itu sungguh keterlaluan.


"Dasar gila,,,kau itu."ujar Kaley yang dihentikan oleh Alexander.


"Suttt... honey jangan berisik lihat itu.


"Hiks,,, hiks.... honey kamu sungguh membuat ku takut rasanya jantungku sudah berhenti berdetak saat melihat mu,,,."kata-kata itu tidak mampu lagi di katakan. Kalan masih menangis sesenggukan sambil memeluk erat istrinya itu.


"Jangan pernah kamu ulangi lagi."ujar pria itu yang kini tengah di hapus air mata nya oleh Stefany yang juga ikut menangis karena terharu ternyata cinta Kalan tidak main-main.


"Maaf,,, maafkan aku honey, aku hanya ingin melihat mu bahagia sekarang kamu bisa membuat permohonan dan setelah itu tiup lilinnya lihat sudah hampir habis meleleh."ujar Stefany.


Kalan pun memejamkan mata nya sedikit lebih lama, setelah itu ia pun membuka mata dengan diiringi nyanyian dari seluruh pelayan Mension yang merupakan bagian dari mafia yang sudah terlatih di segala bidang itu kini terdengar meriah lilin sudah padam.


Kini giliran memotong kue namun Kalan menolak sebelsebelum momen itu diabadikan dia tidak ingin memotong cake yang penuh cinta dari setiap detil dekorasinya ada nama dirinya dan Stefany.


Pria itu pun berfoto terlebih dahulu dengan Stefany dengan berbagai pose dengan latar belakang kue bertingkat tinggi itu, meskipun saat ini wanita itu terlihat berdarah-darah namun tetap terlihat sangat cantik.


"Kalan,,, kau itu terlalu lebay biarkan aku yang memotong kue nya, kelima anakku sudah tidak sabar ingin makan cake buatan Auntynya."ujar Kaley.


"Tidak boleh tunggu aku buka kado ku dulu."ujar Kalan.


"Apa? kau sudah bosan menjadi adikku heuhhhhh."ujar Bumil yang tiba-tiba hormon nya berubah.


Jika sudah begitu Kalan pun bisa apa? semua dipasrahkan pada Kaley.


"Baiklah aku potong dulu."ujar Kalan yang langsung meraih pisau berukuran panjang kecil itu.


Layaknya pengantin baru yang melakukan proses potong kue Stefany dan juga Kalan pun melakukan hal yang sama.


Keduanya begitu romantis, posisi Stefany yang kini dipeluk oleh Kalan dari belakang sambil memegang tangan istrinya yang juga menggenggam pisau dengan pita cantik di bagian gagang pisau tersebut.


Jepretan kamera itu mengabadikan setiap momen di malam yang larut ini.


Ditengah kebahagiaan Kalan ada sang kakak yang kini tengah memakan cake terbesar yang Stefany buat dan itu di minta tanpa bisa di tolak untuk dia bawa pulang sebagian.


Sebenarnya ini adalah hari ulang tahun mereka bertiga, tapi Kaley meminta Alexander untuk merayakan ulang tahunnya nanti setelah dia keluar dengan selamat dari meja operasi Caesar.


Bukan apa-apa, dia hanya ingin merayakan momen itu bersama dengan kelima bayinya yang akan menjadi kado terindah untuk dirinya.


Sampai saat Kalan mengambil sebuah kotak kecil diatas tumpukan kue ulang tahun nya.


Kalan sempat menatap istrinya untuk meminta jawaban.


"Bukalah."ujar wanita itu sambil tersenyum tulus.


Tidak butuh lama kotak itu terbuka dan tampak lah sesuatu yang membuat mata Kalan membulat dan mematung di tempatnya.


"Ada apa lagi kau itu seperti bukan pria sejati lebay banget sih sini aku lihat."ujar Kaley yang ingin melihat kado ulang tahun yang diberikan oleh adik ipar nya itu pada Kalan.


"What's! ini serius."teriak Kaley saat melihat hasil foto USG dan alat tes kehamilan.


Kalan yang kembali berurai air mata sambil menatap lekat wajah cantik yang kini tengah meyakinkan dirinya.


Setelah empat bulan pernikahan mereka, akhirnya Stefany baru tahu jika saat ini ada segumpal darah yang sudah bernyawa di dalam rahimnya, di balik perut ratanya itu.


Usia kehamilan yang baru menginjak empat bulan itu membuat Kalan merasa berada di puncak kebahagiaan yang teramat tinggi saat ini.


"Selamat menjadi Daddy."lirih Stefany di dalam dekapan suaminya yang masih menitikkan air mata itu.


"Selamat menjadi mommy tercantik di dunia honey,,,, terimakasih untuk kado terindahnya."ujar Kalan.


"Sama-sama sayang."balas Stefany yang kini kembali mencium bibir Kalan dan ciuman mesra itu kembali terjadi sampai saat Kaley yang kesal pergi bersama Alexander menuju lantai bawah dimana ruang keluarga itu berada rencananya Kaley akan menghabiskan malam dengan Kalan di malam ulang tahun mereka bertiga namun sayang Kala tidak berada di sisi mereka saat ini Kala bahkan tidak mengingat hari ini hari apa? jika sang Mommy tidak menghubungi mereka bertiga.


Sementara itu Kristofer merasa bahagia saat mendengar kabar bahwa dia akan kembali mendapatkan cucu dari putra laki-lakinya itu.


Kaley yang terlihat seperti yang tidak pernah mendapatkan makanan selama bertahun-tahun itu terus memakan berbagai macam jenis menu yang disiapkan oleh para koki dan juga pelayan hingga Alexander memperingati dirinya agar tidak sakit perut.


Dan benar saja saat pagi tepat saat wanita hamil itu membuka mata dia merasakan mulas

__ADS_1


Alexander sudah mencoba untuk mengajak dia ke kamar mandi namun wanita itu menolak saat perut nya terasa semakin sakit dan Alex melihat Air yang bening keluar dari arah paha istrinya itu.


__ADS_2