Sang Penari

Sang Penari
#Wanita atau wanita#


__ADS_3

Keesokan harinya Alvin memutuskan untuk mengurus kantor cabang milik sang Daddy dan pergi ke kota tersebut untuk menetap di sana di rumah lama milik Marvin dan Ariana, sebelum Ariana melakukan operasi kedua nya dulu.


Ariana dan Marvin bahkan tidak sempat untuk mengantar putra nya itu, tapi mereka janji akan berkunjung ke sana jika sudah ada waktu senggang.


Marvin sedang sangat sibuk mengurus kepindahan putra nya itu, sebagai CEO di cabang perusahaan milik nya.


putra nya tiba-tiba memutuskan untuk tinggal sendiri, tapi Marvin anggap itu sebagai masa transisi untuk menjadi lebih dewasa.


hingga dia tiba di rumah tersebut akhirnya Alvin mendaratkan bokong nya di sofa kamar nya, rumah itu memang tidak pernah di jual karena Marvin tidak terlalu suka tinggal di hotel, dan lebih suka berada di rumah makannya jika dia sedang berada di kota itu dia akan pulang ke rumah nya itu.


rumah yang masih sangat terawat dengan baik, dan tidak pernah ada debu yang menempel di rumah tersebut karena pelayanan nya hampir seharian terus bersih-bersih.


waktu makan siang pun tiba, akhirnya Alvin turun karena sudah waktunya makan.


saat dia tengah makan tiba-tiba seseorang gadis masuk begitu saja sambil menangis dengan seragam putih abu-abu dia menangis sesenggukan sambil berbicara dengan pelayanan rumah.


"Bu aku di bully lagi ,aku tidak mau sekolah lagi"ucap gadis itu.


"Sayang biarkan saja mereka mau bicara apa? biar bagaimanapun kita memang sudah jatuh miskin dan tidak punya apa-apa kamu biarkan saja mereka lama kelamaan bakal lupa"ucap ibunya.


"Tapi Bu, aku bahkan belum bayar uang semester bulan ini dan juga SPP kepala sekolah bilang jika tidak bayar dalam waktu dekat, aku tidak bisa ikut ujian"ucap nya.


"ibu akan cari pinjaman dulu kamu yang sabar ya"ucap wanita paruh baya itu.


Alvin yang mendengar keluh kesah itu, dia langsung meminta asistennya untuk mendekat ke arah nya.


"Bibi tolong kemarilah"ucap Alvin.


"Iya tuan muda"ucap wanita itu.


"Ada masalah apa? dan siapa gadis itu"tanya Alvin.


"Dia anak saya tuan muda, hanya ada sedikit masalah di sekolah nya"ucap nya sambil menunduk.


"Tolong suruh dia temui saya di atas, dan bibi fokus saja pada pekerjaan bibi"ucap Alvin.


"Baik tuan"ucap nya sambil kembali mencari putri nya yang tengah duduk di kursi di dapur.


"Anggita, kamu diminta tuan muda untuk menemui nya"ucap BI Nora.


"Ada apa? Bu aku tak akan dimarahi lagi kan"ucap nya, karena dia merasa bersalah tadi sudah bersikap tidak sopan karena masuk tanpa izin dan mengadu di saat tuan mudanya tengah makan.


"Tuan muda orang yang baik dia tidak akan marah sembarangan"ucap sang ibu hingga langsung di angguki oleh Anggita.


hingga Anggita tiba di kamar Alvin, wanita itu langsung mengetuk pintu kamar Alvin.


Alvin yang mendengar ketukan pintu tersebut langsung meminta gadis itu masuk terlihat pria tampan itu tengah sibuk dengan laptop nya.


"Duduk lah"ucap Alvin tanpa basa-basi.


Anggita langsung duduk di bawah tepat di hadapan Alvin.


"Siapa? yang meminta mu duduk di bawah"ucap Alvin sambil melihat kearah gadis remaja tersebut.


"Maaf tuan tapi tidak sopan duduk di sofa, saya hanya anak pembantu"ucap gadis itu .


"Apa? anak pembantu bukan orang"ucap Alvin datar.


"Tapi tuan saya"


"Duduk atau kamu saya hukum"ucap Alvin tegas.


"iya tuan baik'lah"ucap wanita itu.


Anggita pun duduk di sofa dengan perasaan yang tidak menentu, gadis itu menunduk, sambil menunggu Alvin bicara.


"Siapa? nama mu"ucap, Alvin.

__ADS_1


"Aku Anggita tuan"ucap Anggita.


"Anggita, kamu sekolah dimana"ucap Alvin.


"Di sekolah xx"ucap Anggita.


"Berapa uang SPP dan uang ujian yang harus kamu bayar"ucap Alvin.


"Lima juta tuan, aku sudah nunggak tiga bulan tuan"ucap Anggita.


"Berapa gajih yang ibu mu terima setiap bulannya"ucap Alvin.


"Tiga juta setengah tuan muda"ucap wanita itu.


"Mulai sekarang gaji ibumu 5 juta perbulan, dan jika kamu mau kamu juga bisa bekerja setelah dan sebelum berangkat sekolah, anggap saja kamu kerja sampingan"ucap Alvin.


"Saya bekerja sebagai penari di sebuah club malam tuan, tapi gajih nya hanya cukup untuk ongkos dan jajan saja"ucap Anggita.


"Sudah berapa lama kamu kerja di sana"ucap Alvin.


"Satu minggu ini tuan"ucap Anggita jujur.


"Keluar dari pekerjaan mu aku bisa memberikan mu tumpangan setiap hari, karena kita searah dan ambil ini mulai hari ini kamu gunakan itu untuk membayar biaya sekolah mu, dan tugas mu hanya menyiapkan kebutuhan ku pagi dan setelah aku pulang dari kantor"ucap Alvin tegas.


"Terimakasih tuan tapi saya hanya butuh uang lima juta"ucap Anggita.


"Anggita aku tidak punya uang kes, disitu ada uang lima puluh juta gunakan untuk kebutuhan mu sehari-hari, jangan minta lagi uang sekolah pada ibumu, lunasi uang sekolah mu dengan itu hingga kamu lulus"ucap Alvin.


"Terimakasih banyak tuan, saya janji jika sudah punya uang nanti saya akan segera mengembalikan nya"ucap Anggita.


"Tidak perlu kamu hanya harus bekerja untuk ku"ucap Alvin .


"Baik lah tuan lalu kapan saya mulai bekerja"ucap Anggita.


"Sore ini kamu sudah bisa mulai, pekerjaan mu, hanya merapihkan kamarku dan setelah itu menyiapkan air mandi untuk ku dan menemani ku saat makan aku lupa satu hal jangan lupa siapkan segala keperluan ku saat aku di rumah"ucap Alvin.


"Baiklah kamu boleh pergi aku ingin istirahat dulu, sebelum sore"ucap Alvin.


"Baiklah tuan, saya sangat berterima kasih atas bantuan tuan muda"ucap Anggita sambil berlalu pergi.


"Tidak buruk"ucap Alvin lirih.


dia pun menyelesaikan pekerjaan nya, saat ini setelah itu dia langsung pergi ke atas ranjang untuk berbaring istirahat siang sejenak.


hingga keesokan paginya, di rumah tersebut, Anggita sudah bersiap untuk bekerja, dengan bimbingan dari sang ibu, akhirnya dia pun pergi menyiapkan air mandi terlebih dahulu, setelah itu dia juga menyiapkan jas yang akan digunakan untuk bekerja di hari pertama di kota itu.


setelah selesai menyiapkan semuanya, dia bahkan pintar memadupadankan semua yang akan Alvin gunakan karena cita-cita nya untuk menjadi seorang fashion designer dia sudah sering mempelajari semua itu, apalagi saat dia masih memiliki keluarga yang utuh dulu dia memiliki guru privat, untuk dia belajar, tapi semenjak kedua orang tua nya bercerai karena ketahuan telah memiliki istri simpanan selama delapan belas tahun lamanya.


🌹💖💖💖🌹


Setelah selesai bersiap Alvin sangat puas dengan cara kerja gadis itu hingga dia pun sudah bersiap dengan rapih dan tentunya keren.


Alvin turun saat di bawah dia langsung berjalan menuju ruang makan untuk sarapan pagi, dan betapa terkejutnya dia karena Anggita tau makanan favorit, Alvin saat ini.


"Anggita siapa? yang buat kan ini"ucap Alvin.


"Apa? tuan muda suka, itu saya yang buat maafkan saya jika saya lancang tapi itu makanan favorit saya, tapi jika tuan tidak suka aku akan mengganti nya segera"ucap Anggita.


"Itu juga makanan favorit ku"ucap Alvin yang langsung duduk di kursi tempat biasa dia makan, dan Anggita pun menyiapkan pancake saus strawberry dan coklat tersebut,ke piring Alvin.


"Duduk lah kamu juga harus sarapan pagi kita akan berangkat bersama"ucap Alvin.


"Tuan saja duluan, biar saya di dapur, dan saya berangkat sendiri saja dengan ojek online"jawab Anggita.


"Tidak ada penolakan saya bilang sama-sama ya sama-sama"ucap Alvin tegas.


"Baiklah tuan"ucap Anggita sambil duduk di samping Alvin dan mengambil pancake miliknya dan langsung memakan nya sedikit ragu, karena takut tidak enak tapi saat melihat Alvin menghabiskan itu, akhirnya Anggita sedikit lega.

__ADS_1


"Rasanya sangat pas di lidah, kamu pintar memasak juga rupanya" ucap Alvin.


"Ibu yang mengajarkan saya sejak saya SD"ucap Anggita.


"Bagus lah jika kamu menikah nanti kamu bisa masak untuk suami dan anak mu"ujar Alvin.


setelah itu mereka pun bersiap untuk pergi ke tujuan masing-masing dengan satu arah tersebut.


sesampainya di depan gerbang sekolah, akhirnya Anggita turun tapi sebelum dia benar-benar turun Anggita mengulurkan tangannya untuk Salim pada Alvin yang sempat terbengong karena tangan Alvin menyentuh kening Anggita.


"Asalamualaikum tuan" ucap Anggita.


"Waalaikum salam"ucap Alvin yang masih sedikit tidak percaya dengan perlakuan manis gadis itu.


"jalan"ucap Alvin pada sopir.


hingga tiba di depan kantor Alvin sudah disambut oleh asisten pribadi nya dan juga sekertaris nya, semua karyawan menyambut nya dengan ramah semua karyawan wanita terlihat banyak yang melirik ke arah CEO, muda itu.


"Saya Alvin yang akan menangani perusahaan ini, saya harap kinerja kalian lebih baik lagi karena saya tidak akan segan-segan untuk memecat kalian semua, dan saya tidak akan pernah memberikan toleransi jika diantara kalian berbuat kesalahan sedikit saja"ucap Alvin tegas hingga akhirnya pria itu langsung pergi menuju lantai teratas dimana ruangan nya berada.


hingga akhirnya dia memeriksa setiap laporan yang sudah tersedia di atas meja kerja nya, kemudian dia langsung memanggil satu-satu karyawan dari setiap device saat itu juga karena Alvin tidak mendapatkan kepuasan dalam laporan tersebut, dan saat ini terlalu banyak kejanggalan yang dia temukan.


Alvin langsung mengadakan rapat dadakan untuk membahas kinerja para karyawan nya itu.


semua orang seakan mendapatkan teror dari hantu yang sangat mengerikan gemetaran itu sudah pasti, karena selama ini mereka bekerja dengan santai dan bahkan cenderung Laban karena asisten CEO, di perusahaan cabang itu lebih suka bermain wanita, hingga hampir semua karyawan wanita mendapatkan giliran, untuk menemani dia kencan.


pantas saja Marvin, sudah hampir merubuhkan perusahaan tersebut, karena ternyata cabang perusahaan tersebut di pimpin oleh asisten yang tidak berkompeten.


hingga akhirnya semua orang tiba di dalam ruangan tersebut, Alvin langsung mengambil tindakan, satu persatu Alvin tes untuk pekerjaan nya di setiap device, dengan hasil laporan yang ada di meja kerja nya.


hingga Alvin langsung mengultimatum jika dalam waktu beberapa hari semua nya tidak diperbaiki maka tidak ada ampun bagi mereka, Alvin bahkan langsung menghubungi Daddy nya dan mengadukan semua nya, dan Marvin bilang agar Alvin memecat mereka semua saat itu juga.


tapi Alvin masih berbaik hati, saat hari pertama mereka bekerja, hingga kemudian mereka pun bekerja dengan sungguh-sungguh, Alvin pun memutuskan untuk pulang karena sudah hampir sore.


dia pun melewati jalan yang tadi dia lewati hingga tiba di depan gerbang sekolah, ternyata sudah tidak ada siswa satupun, Alvin pun melajukan mobilnya kembali ke rumah.


sesampainya di sana rumah terlihat sangat sepi, dan ada surat di meja yang mengabarkan bahwa Anggita mengalami kecelakaan saat pulang sekolah dan sekarang dia tengah berada di rumah sakit.


Alvin pun pun langsung bergegas menuju kamar nya dan membersihkan diri setelah itu dia langsung memakai pakaian nya, dan setelah rapih akhirnya dia pun bersiap untuk pergi ke rumah sakit.


setibanya di sana, dia melihat Anggita yang di perban di bagian kepala dan tangan juga dadanya.


wanita cantik itu pun terlihat tengah menitikkan air mata karena rasa sakit yang teramat beruntung hanya luka luar dan bukan luka dalam hingga dia tidak harus melakukan operasi.


Alvin pun langsung bergegas masuk dan bertanya.


"Apa? yang terjadi BI"tanya Alvin.


"Dia kecelakaan saat akan pulang ada mobil yang dengan sengaja menyerempet ojek yang dia tumpangi"ucap BI Nora.


"Bibi pulang dulu biar saya yang menjaga nya"ucap Alvin yang melihat BI Nora kurang istirahat.


"Tidak tuan muda bibi sudah banyak merepotkan tuan muda, sebaiknya tuan muda pulang dan beristirahat, saya juga akan pulang untuk masak"ucap BI Nora.


"Tidak usah masak BI aku makan diluar saja, BI Nora pulang dulu untuk mandi dan berganti pakaian,kalau bisa istirahat dulu disini ada suster dan dokter yang akan mengurus Anggita"ucap Alvin.


"Baiklah tuan"ucap BI Nora, yang langsung mendekat ke arah Anggita.


"Nak,ibu pulang dulu, sebentar nanti ibu kembali lagi, yang sabar ya sayang"ucap Nora.


"Jangan lama-lama Bu Anggi takut di sini sendirian"ucap nya yang masih menahan sakit dan perih.


"Kenapa? kau tidak menunggu ku pulang tadi jadi kamu tidak harus seperti ini"ucap Alvin.


"Tadi sekolah pulang cepat, saya buru-buru karena mau pergi mencari buku untuk belajar, tapi saat akan melintasi jalan tiba-tiba ada mobil. dari arah berlawanan, yang melaju kencang, tukang ojek tidak bisa menghindar, aku juga tidak tau bagaimana keadaan nya, karena aku sadar saat sudah di sini"ucap Anggita.


"Lain kali pulang dengan taksi"ucap Alvin tegas.

__ADS_1


"Saya harus menghemat ongkos tuan, saya tidak ingin boros, bahkan jika sempat untuk mencari pekerjaan lain, saya juga akan bekerja, saya tidak tega melihat ibu harus banting tulang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, maafkan saya tuan bukan saya lancang tapi ibu tidak pernah hidup susah seperti ini, sampai saat wanita itu datang dalam kehidupan kami, aku pergi dengan ibu dari rumah dan tidak membawa apa-apa, hingga nyonya Ariana melihat kami yang sedang mencari pekerjaan, aku benar-benar tidak tega, tapi ibu selalu menyembunyikan rasa lelahnya dari ku, yang selalu mengeluh padanya.


__ADS_2