Sang Penari

Sang Penari
#Tetap seperti ini#


__ADS_3

Anggita hanya memalingkan wajahnya tanpa peduli pada ucapan Alvin yang terlalu nakal.


Alvin langsung membuka pintu mobil untuk Anggita, dia bahkan tidak memberikan kesempatan kepada Anggita untuk duduk di belakang karena wanita itu sudah mengantuk.


"Sayang ku nyonya Alvin Alexander, duduk di depan tidak di sini ok"ucap pria itu yang langsung menarik tangan Anggita dan membawanya ke jok penumpang yang ada di samping kemudi.


"Al aku lelah aku mohon"ucap Anggita.


"Kamu juga bisa bobo di sini Sayang"ucap Alvin yang langsung membuat posisi tempat duduk wanita itu menjadi rebahan.


"Tolong bangunkan aku jika sudah sampai"ucap Anggita.


"Baiklah bidadari ku sayang"ujar Alvin sambil tersenyum manis dan mengecup puncak kepala wanita itu kemudian pindah ke bibir.


"Kapan sampai nya"ucap Anggita lagi.


"Iya sayang ih... bawelnya istri ku ini"ucap Alvin sambil mencubit gemas hidup Anggita.


"Sakit tau, ya sudah aku turun saja setelah itu cari taksi"ucap wanita cantik itu.


"Sayang kamu lihat ini aku sedang berusaha untuk bisa lebih cepat, ucap Alvin yang langsung menginjak pedal gas, hingga mobilnya melesat bagai busur panah yang lepas.


tidak sampai satu jam perjalanan mereka sudah tiba di rumah yang terlihat sangat indah dengan segala kemewahan yang terdapat di sana.


sampai mereka berdua masuk,di ikuti asisten rumah membawa kan barang-barang milik kedua majikan nya itu.


Alvin sampai di kamar utama dengan Anggita, yang langsung memeluk putri nya yang sedang tertidur pulas, hingga akhirnya wanita itu pun ikut tertidur pulas dalam hitungan detik, Alvin juga menyusul Anggita dan putri nya untuk tidur di samping mereka.


sampai pagi menjelma sinar matahari pagi masuk dari celah gorden, hingga akhirnya salah seorang diantara mereka membuka mata.


"Pagi Mommy pagi juga Daddy"ucap Alana yang tidak biasa memanggil keduanya dengan panggilan itu.


"Apa!"ucap keduanya.


"Siapa? yang mengajarkan semua itu sayang"ucap Alvin, lembut sambil diiringi senyum karena merasa bahagia.


"Grandmother, Daddy" ucap Alana tanpa ragu.


"Alah"teriak Anggita yang langsung bangkit.


"Tenang sayang pasti Mommy hanya memberitahu lewat telepon"ucap Alvin.


"Siapa? bilang Omah dan opah disini sama kak Alvaro"ucap Alana yang langsung membuat Anggita gelagapan entah harus bagaimana jika dia ketahuan oleh kedua orang tua Alvin betapa malunya dia pulang ke rumah majikannya yang merupakan ayah dari putri nya itu.

__ADS_1


"Bagaimana mana ini, tuan muda, aku harus segera kembali ke apartemen bersama putri ku"ucap wanita itu.


dia langsung bangkit dan mencuci wajah nya di wastafel dan setelah itu dia juga langsung merapihkan penampilan menggosok gigi dan buang air dengan cepat setelah semua selesai dia langsung keluar saat di ambang pintu kamar mandi, Anggita melihat punggung seorang wanita paruh baya yang terlihat tampak bugar tengah menggendong putri nya, sementara Alvin masih memejamkan mata, entah benar-benar tidur atau sengaja membiarkan Anggita ketakutan menghadapi mereka.


Anggita langsung bergegas menghampiri wanita itu, dengan kekuatan yang tersisa ia memberanikan diri untuk menyapa Ariana.


"Selamat pagi Nyonya"ucap nya lirih.


"Dimana ada asisten rumah tangga tidur dengan anak majikan nya bersama dengan putri nya"ucap Ariana tegas, seolah tak ingin berbasa-basi.


"Mom... ucap Alvin"tidak ingin ibunya menghina Anggita.


"Kalian harus segera menikah, apa? kalian tidak malu dengan setatus putri kalian dan kalian sendiri"ucap Alvin.


"Dia putri saya nyonya, tuan muda Alvin yang membawa kami kesini, dan kami tidak akan pernah menikah karena tidak ada hubungan apapun di antara kami saya pulang ke rumah ini karena dia yang memaksa"ucap Anggita .


Anggita langsung berjalan menghampiri Ariana dan hendak meraih putri nya, dari gendongan Ariana.


"Alvin, sejak kapan? kamu jadi pria yang tidak bertanggung jawab heuhhhhh!"teriak Ariana setelah mendengar ucapan Anggita dan tidak mau memberikan Alana.


"Mommy, Anggita selalu menjauh dari ku, dia selalu menolak dengan alasan tidak pantas untuk bersanding dengan ku, aku sudah berusaha maka dari itu aku menanam saham lebih dulu, agar dia mau menikah dengan Alvin"ucap nya jujur tanpa rasa malu.


"Tidak nyonya Ariana, tuan muda memang benar saya berucap seperti itu, tapi saya jamin Alana, bukan anak tuan muda,maka tolong kembalikan putri saya nyonya"ucap Anggita.


"Cukup Anggita, kamu pikir saya wanita bodoh, tanpa melakukan uji tes DNA pun semua orang tau bahwa Alana, adalah cucu ku, jadi jika kalian tetap tidak bisa menikah, maka Alana, akan saya ambil dari kalian berdua"ucap Ariana.


"Giliran sudah jadi anak saja kamu masih sangat egois, dan kamu Alvin, mulai sekarang Mommy tidak akan menganggap mu sebagai putra Momy lagi jika kamu tetap tidak bisa mendapatkan wanita itu"ucap Ariana dengan sengaja .


"Mommy siapkan saja pernikahan ini aku tidak peduli dia bersedia atau tidak yang pasti aku akan memaksa nya, jika dia tidak mau Alvin akan menghancurkan karir nya"ucap Alvin yang langsung bergegas menuju kamar mandi.


"Tidak tuan aku mohon jangan lakukan itu nyonya ,saya mohon kembalikan putri saya, Alana kemari sayang kita akan pergi jauh"ucap Anggita yang frustasi terlihat air mata nya bercucuran tapi Ariana tidak peduli dengan itu dia langsung bergegas meninggalkan Anggita yang meronta memohon agar putri nya di berikan padanya sementara Alvin sendiri tengah tersenyum penuh kemenangan, dengan begitu dia akan bisa seutuhnya memiliki Anggita, yang kini tengah menangis sesenggukan di tepi ranjang karena dia bahkan tidak bisa keluar dari kamar.


"Semua ini gara-gara kamu Al, aku kehilangan putri ku, kenapa? kamu egois kamu sudah punya anak istri mu, kamu sudah punya semua nya, bahkan karena tangis mu saat itu, aku mati-matian berjuang menyelamatkan nyawa istri mu yang sudah hampir menyerah dan aku mempertaruhkan gelar ku, sebagai dokter ahli , aku melakukan hal yang tidak seharusnya aku lakukan, karena aku tidak ingin melihat mu bersedih karena kehilangan istri mu, tapi kamu selalu saja berbuat sesuka hati mu, apa? salah ku padamu hingga kamu tega berbuat seperti itu padaku" ucapan Anggita yang langsung membuat emosi Alvin memuncak.


"Kau tanya apa? salah mu heuhhhhh! kau tanya dimana letak salah mu, dimana! semua karena kau telah hadir dalam hidup ku"ucap Alvin sambil melepas cengkraman tangan nya dari lengan Anggita yang terlihat kesakitan.


🌹💖💖💖🌹


Tanpa sepengetahuan keduanya Ariana sudah menyiapkan penghulu di ruang tengah bersama beberapa tamu RT, RW, dan pejabat KUA setempat Ariana ingin mereka menikah secara resmi meskipun saat ini terdengar kejam karena istrinya Alvin tengah berada di rumah sakit, tapi Ariana tau semua yang terjadi dalam hidup putra nya itu.


Anggita langsung membulat kan mata nya, dengan sempurna saat Ariana mengatakan t mereka akan segera menikah dan Ariana langsung memerintahkan MUA, untuk mendandani Anggita, wanita itu hanya bisa pasrah dengan semua itu, hingga selesai menggunakan riasan dan juga kebaya modern dengan rambut dengan tatanan rambut yang sangat pas untuk pasangan pengantin seperti yang Alvin sudah menggunakan tuksedo yang senada dengan jas yang berwarna putih pria itu semakin terlihat tampan saat ini dengan rambut hitam legam yang tersisir rapi dan tidak lupa paras tampan nya, membuat para rekan Anggita dan keluarga besar Alvin yang bahkan tidak tau kapan mereka datang semu terlihat sangat kagum padanya, tidak seperti pernikahan nya tujuh tahun yang lalu, semua serba sembunyi.


Anggita turun di dampingi oleh asisten pribadi nya dan juga seorang MUA yang tadi mendandani nya.

__ADS_1


Anggita terlihat sangat kaget saat melihat semua orang yang hadir di rumah tersebut, Anggita pun menundukkan pandangan nya karena Alvin menatap wajah nya tanpa berkedip sedikit pun, Anggita yang tidak pernah dandan berlebihan kini terlihat sangat cantik seakan pangling di buatnya.


semua orang menatap padanya terutama Agata yang merasa tidak beruntung saat ini, disaat dia bermimpi untuk menjadi istri kedua Alvin, tapi kini dirinya hanya harus puas menjadi istri simpanan bahkan bukan istri melainkan hanya di jadikan partner ranjang oleh pria itu, tapi tidak bisa dia pungkiri dirinya merasa puas dengan perlakuan pria itu.


Anggita duduk di samping Alvin tepat di depan Ariana yang sedari tadi memangku cucu baru nya itu.


Ariana dibuat menangis saat dia bertatapan dengan sang ayah yang juga baru kali ini dia bertemu kembali, setelah terakhir saat hari kelulusan, dan kini dirinya sudah memiliki gelar doktor terbaik, dia baru kembali melihatnya.


pria tua itu kini sudah menggunakan kursi roda dia duduk berhadapan dengan Alvin yang kini di dampingi oleh penghulu.


lantunan basmalah dan doa terbaik pun dilantunkan sebelum Alvin mengucapkan ijab qobul pernikahan yang kini disaksikan oleh puluhan orang.


sampai kata sah itu terucap dari bibir semua orang yang ada di sana, Anggita menangis sesenggukan dia teringat akan almarhum ibunya, yang tidak ada di sana meskipun Alvin dan Ariana, mencoba untuk menghibur Anggita, tuan Mahendra pun mendekat dia meraih bahu putri nya yang kini memeluk nya dan mereka menangis dan kata maaf pun terlontar dari bibir keduanya.


"Sekarang selesaikan semua nya putri ku"ucap tuan Mahendra yang memberikan tangan Anggita pada tangan Alvin.


Anggita pun mencium punggung tangan Alvin, begitu juga dengan Alvin mencium kening istrinya yang dengan sejuta do'a yang ia panjatkan sepenuh hati,agar Anggita menjadi pendamping hidup nya sampai maut memisahkan dan terhindar dari segala marabahaya dan cobaan hidup dalam berumah tangga.


setelah itu Ariana memberikan cincin pernikahan bertahtakan berlian, sampai saat selesai putri nya Alana kini sudah berada di pangkuan mereka berdua, acara sungkem pun dilakukan tuan Mahendra yang hadir di dampingi seorang asisten pribadi kini duduk berdampingan dengan kedua orang tua Alvin.


tuan Marvin dan nyonya Ariana memberikan do'a terbaik untuk keduanya, begitu juga tuan Mahendra, yang kini hidup seorang diri, meskipun hidup berkecukupan karena sedari dulu dia memiliki bisnis yang lumayan besar.


acara pernikahan sudah selesai semua orang sudah kembali kecuali keluarga besar mereka yang kini masih berkumpul bersama dengan pengantin baru yang saling berbagi kado, dan yang membuat mereka lebih bahagia lagi, saat ini karena Alana terlihat ceria dengan keluarga besar yang sangat mengagumi sosok gadis kecil itu, yang memiliki paras cantik dan sangat menggemaskan dengan kecerdasan nya.


tidak hanya itu Alvaro pun mendekati Anggita lalu berkata"Mau kah anda menjadi mommy saya"ucap Alvaro bocah berusia tujuh tahun lebih itu.


"Tentu saja Sayang, aku sekarang adalah Mommy mu, dan dia adik mu"ucap Anggita sambil memeluk Alvaro putra Alvin dari Agnes, meskipun bisa di sebut anak haram karena bahkan kedua orang tua nya tidak pernah menikah tapi Marvin sudah mengesahkan akta kelahiran Alvaro sebagai putra pertama Alvin.


setelah selesai berbincang mereka pun kembali pulang ke rumah masing-masing kecuali ayah Anggita, yang memang Alvin minta untuk menginap di sana dan juga Ariana dan Marvin pemilik rumah tersebut Alvaro dan NATO yang lahir dari istri pertama Alvin tapi hasil tes DNA membuktikan bahwa dia bukan darah daging Alvin, dan itu terbukti bahwa dulu Alvin di jebak.


sementara kehamilan keduanya adalah anak dari Yaris yang kini masih berada dalam kandungan wanita itu.


Anggita pun mengobrol panjang lebar dengan ayahnya, saat ini di dalam kamar tamu, bukan hanya obrolan biasa, Anggita juga memeriksa kondisi sang ayah yang kini mengalami kelumpuhan otot kaki nya.


"Ayah Terry akan memeriksa kondisi ayah lebih lanjut, setelah itu Ayah harus mau menjalani terapi"ucap Anggita.


"Baiklah demi kalian ayah mau"ucap Anggita, tuan Mahendra tentu saja ingin segera sembuh, karena begitu besarnya rasa bersalah nya pada Anggita dan cucunya itu dia ingin menebus dosa nya hingga akhir hayat nanti, dia ingin memberikan kebahagiaan untuk mereka.


Hingga Alvin datang menjemput Anggita untuk pergi ke kamar mereka, Anggita pun pamit bersama dengan Alana, yang kini di gendong oleh Alvin Daddy nya.


"Sayang Mommy omah sudah menunggu mu, dan sekarang Daddy dan Mommy juga sudah mengantuk kalian tidur bersama dengan Omah dan opah ucap Alvin pada ketiga anak nya, NATO yang juga merupakan anak tiri nya, tapi Alvin menyayangi nya seperti menyayangi Alvaro.


setelah memastikan ketiga anak nya tidur bersama kedua orang tua nya di kamar utama yang sangat luas itu, Alvin menggendong tubuh Anggita ala bridal style, menuju kamar pengantin yang sudah di rias sedemikian rupa.

__ADS_1


sementara itu di rumah sakit seseorang telah menjemput putri nya, yang selama ini dia korban kan demi kejayaan bisnisnya.


dia sempat menolak untuk kembali, tapi kedua orang tua nya mengatakan bahwa tuan Marvin akan menjebloskan mereka kedalam penjara jika mereka berani maju satu langkah pun, dan untuk sebuah kompensasi Alvin memberikan beberapa persen saham untuk putri nya itu.


__ADS_2