
Hingga jam pulang sekolah, pun tiba Alexander kini sudah berada di depan gerbang sekolah, dan saat Agatha keluar bersama dengan seorang pria yang kini menggunakan motor sport nya.
Agatha di bonceng oleh teman pria nya dengan posisi Agatha yang terlihat seakan memeluk pria itu, Alexander dibuat geram dia memukul stir mobil nya, dan langsung tancap gas, pria itu sangat marah karena wanita yang selama ini membuat rasa cinta nya goyah terhadap tunangan nya itu, hingga mereka pun putus, tapi ternyata saat kembali dipertemukan dengan nya, wanita itu sudah memiliki kekasih.
Alexander pun pergi menuju ke suatu tempat dimana teman-teman nya saat ini tengah menghabiskan waktu di sebuah cafe tempat mereka sering berkumpul dulu.
Sesampainya di sana Alex melihat seseorang yang selama ini bersama dengan nya tengah berpegang tangan dengan sahabat nya yang tak lain mantan kekasih nya dulu mungkin mereka kembali bersama atau selama ini dia memang benar-benar selingkuh dari Alexander, pria itu tidak ingin lagi memikirkan semua itu.
Alexander pun memesan kopi favorit nya dia meletakkan jas nya di sofa tempat ia duduk bersama dengan semua teman nya yang hadir kebetulan cafe, tersebut juga milik temannya juga.
"Lex masih sendiri nih"ujar Yunho teman Alexander.
"Sendiri bro, lalu dengan siapa? lagi cewek gue lagi di jagain orang"jawab Alexander datar.
"Ah, Lo kenapa? di lepas jika belum ikhlas"ujar Yunho lagi.
"Gue lepas dia karena gue gak mau mengekang anak gadis orang lu tau sendiri dia masih bocah"ujar Alexander.
Sontak wanita yang tadi merasa dirinya di atas awan langsung jatuh begitu saja.
Mantan tunangan Alexander tiba-tiba mengalihkan pandangannya, karena dia sempat menduga bahwa dirinya saat ini adalah orang yang Alexander bicarakan tapi nyatanya salah.
"Kapan-kapan Lo bawa tuh bocah kemari gua pengen lihat aslinya secantik apa? ujar Yunho lagi.
"Tapi Lo punya stok eskrim kan buat gadis eskrim gue"ujar Alexander lagi.
"Soal itu bisa diatur gue bisa minta tolong temen gue kirim eskrim itu satu mobil box jika perlu"ujar Yunho
"Jika disini ada itu, gue jamin dia"ucapan Alexander terhenti saat melihat gadis yang tengah ia bicarakan ternyata datang ke tempat itu bersama dengan teman laki-laki nya itu, tangan Alexander mengepal dia langsung bangkit dan menghampiri Agatha yang baru saja duduk.
"Ikut aku"ujar Alexander yang langsung meraih tas dan tangan Agatha.
"Eh... siapa kamu jangan sembarang bawa cewek orang"ujar anak remaja yang bernama Nino.
"Dia calon istri ku, kau mau apa? bocah ingusan"ujar Alexander.
"Dia kekasih ku"ujar Nino.
"Berhenti!! aduh kepala aku" ujar Agatha tiba-tiba memegangi kepalanya, Alexander langsung memeluk Agatha saat itu juga.
"Sayang tenang ya, eskrim nya mana"ujar Alexander yang langsung bertanya kepada Nino.
"Dia tidak membawa eskrim"jawab Nino.
Yunho yang melihat kejadian itupun langsung menghampiri mereka.
"Ada apa?" tanya nya.
"Yunho ada stok eskrim atau Lo bisa tolong belikan dulu cepat "ujar Alexander.
"Yunho langsung berlari mengambil stok eskrim milik keponakan nya, beruntung eskrim nya masih ada Alexander terus berusaha menenangkan Agatha dalam pelukan nya.
__ADS_1
"Sayang kamu tenang ya, jangan berpikir terlalu keras, slow baby, aku disini"ujar Alexander yang kini membawa Agatha duduk di sofa dengan masih memeluk nya wajah Agata terbenam di dada bidang Alexander yang begitu wangi menenangkan seakan itu adalah dekapan yang selalu Daddy nya berikan.
"Sayang ini eskrim nya"ujar Alexander.
Agatha tidak menjawab dia langsung menoleh ke arah eskrim yang disodorkan oleh Alexander,satu cup berukuran besar .
Alexander pun menyendok nya lalu menyuapi Agatha saat itu juga.
"Lo benar bro, ternyata dia memang sangat cantik, pantas saja teman gue sampai tidak bisa fokus bekerja saat berlian nya hilang" ujar Yunho yang takjub melihat kecantikan alami Agatha wajah cantik yang benar-benar polos tanpa makeup.
"Sayang gimana kepalanya udah gak sakit lagi kan?"tanya Alexander.
"Tidak , aku sudah baikan, tapi kak Alex kenapa? ada di sini"tanya Agatha.
"Ini tempat tongkrongan aku sayang"jawab Alex.
"Tapi disini ada eskrim gak?"tanya Agatha lagi.
"Ada ini buktinya ada"ujar Alexander yang memberikan isyarat pada Yunho.
"Wah benar-benar gue harus ngadain eskrim di cafe gue tercinta ini"ujar Yunho.
"Tenang saja jika tidak ada yang beli gue yang akan borong setiap hari"ujar Alexander.
"Oke, oke gue percaya lu Bos"ujar Yunho.
"Sayang kamu sudah makan?" tanya Alexander .
"Sebentar ya, kita pesan dulu"ujar Alexander.
"Heumm jawab Agatha.
"Aku boleh ke toilet gak, pengen pipis"ujar Agatha yang langsung membuat mata Yunho , membulat sambil menahan tawa bagaimana bisa gadis cantik dengan postur tubuh yang proporsional itu, berbicara begitu polos nya tak ubahnya seperti anak usia sembilan tahun.
"Boleh kok sayang tapi hati-hati ya toilet nya banyak kuman"ujar Alexander yang langsung melempar bantal sofa ke muka Yunho yang kini ngakak di ikuti oleh sahabat nya yang lain.
"Agatha... Lo serius dengan tuh bocah, cantik seksi sih iya kebayang jelas, tapi tuh otak nya setengah, dia bocah banget"ujar Irwan yang langsung membuat Alexander menggebrak meja.
"Jangan ngomong sembarangan Lo ya, dia itu jauh lebih baik dari pada cewek Lo semua, dan apa? Lo yakin sanggup menerima kemarahan penguasa kota ini jika tau cucunya direndahkan"ujar Alexander.
Yunho langsung menenangkan Alexander yang benar-benar marah karena tidak terima jika Agatha dikucilkan.
"Tenang bro, tenang tuh dia sudah kembali" ujar Yunho.
"Sayang kamu kok, sebentar banget udah selesai"ujar Alexander kembali bersikap seperti biasanya seolah tak terjadi apa-apa.
"Aku tidak jadi pipis, aku hanya cuci , tangan saja kata mommy jangan masuk toilet sembarangan takut tidak bersih"ujar Agatha.
"Tapi bukan nya kamu kebelet"tanya Alexander.
"Tidak jadi"jawab Agatha jujur.
__ADS_1
"Baiklah tuh habiskan eskrim nya keburu cair sambil nunggu steak dan salad nya datang"ujar Alexander.
Lagi-lagi Yunho dibuat takjub karena seorang Alexander yang cuek kini terlihat penuh perhatian, dan kasih sayang, terhadap wanita cantik nan polos itu.
"Beruntung di cafe itu ada semua yang Alexander minta.
setelah tiga puluh menit menunggu pesanan pun datang tapi steak daging yang Agatha suka itu biasanya sudah dicampur salad nya, seperti yang Mommy nya buat.
"Kok, belum dicampur sih, tidak seperti buatan Mommy"ujar Agatha lagi.
"Biar aku yang campur kan dulu ya"ujar Alexander dengan telaten memotong daging dengan porsi yang pernah dia lihat saat Agatha sarapan pagi waktu itu.
Dengan telaten Alexander menjadi pramusaji untuk gadis cantik itu.
"Sudah selesai yu makan dulu eskrim nya simpan nanti kita beli lagi"ujar Alexander.
Agatha pun mengangguk, dia memakan nya, sambil terus merasakan rasa dari makanan tersebut, Agatha langsung menyodorkan garpu pada mulut Alexander yang terlihat sedikit ragu.
"Jangan takut aku gosok Gigi kok, dan gak ada kuman"ujarnya benar-benar polos, hingga Alexander tidak tega untuk menolak dia pun bukan jijik, hanya saja kaget dengan perhatian dari Agatha.
Alexander pun menikmati itu, hingga tandas, mereka makan satu porsi berdua, hingga teman nya kagum melihat itu.
"Besok- besok kak, Alex harus terima bayaran ya"ujar Agatha.
" begini saja, jika kak Alex gak mau dibayar Agatha bisa kasih uang nya ke kak Yunho"ujar Yunho.
"Tidak mau kak Yunho bukan pacar aku iyakan kak"ujar gadis itu.
"Iya Agatha memang sangat pintar, kak Alex boleh minta sesuatu"ujar Alexander.
"Ya, kak katakan"ujar Agatha.
"Lain kali jangan jalan dengan sembarang pria, apalagi tidak ada ijin kak Alex dan mommy juga Daddy"ujar pria tampan itu.
"Dia bukan cowok sembarangan kak, dia pacar Agatha"ujar nya sambil tersenyum tapi saat teringat pada Nino, gadis itu tiba-tiba menjerit kaget karena Nino, sudah tidak ada.
"Owh ya ampun Nino!"pekiknya hingga semua orang di ruangan khusus itu menutup telinga , suara Agatha benar-benar menusuk telinga.
...🌸........................🌸...
Alexander kini sudah tenang setelah berhasil menenangkan Agatha, karena dia panik Nino hilang tanpa bicara dulu, dia menghilang begitu saja.
"Sayang kamu tidak usah membayar ku, karena kita adalah sepasang kekasih"ucap Alexander.
"Begitu ya kak, terus aku harus bilang apa? pada Mommy"tanya Agatha.
"Tidak usah biar kakak saja yang bicara dengan mommy nanti"ujar Alexander.
"Heumm baiklah"ujar Agatha yang kini mengeluarkan buku sekolah nya Alexander pun mengerti Agatha biasa langsung mengerjakan PR, setelah pulang sekolah.
"Sini kakak lihat siapa? tau Kaka bisa bantu"ujar Alex.
__ADS_1
"Heumm" ujar gadis itu.