
Hari demi hari telah berganti, gadis itu tidak pernah menyerah. bahkan dia sering kali tidur di apartemen milik Alexander.
Pria itu semakin dibuat tidak tega apalagi dia sering melihat Kaley minum dan mabuk-mabukan hingga puncaknya wanita itu melakukan percobaan bunuh diri.
Beruntung para pengawalnya dengan sigap mencegah perbuatan itu.
Kalan, yang melihat itu merasa prihatin dia sudah berusaha untuk memohon kepada Daddynya agar memberikan Kaley kebebasan tapi Kristofer tetap pada pendiriannya.
"Kak sebaiknya kakak lupakan uncle Alex, mungkin ini yang terbaik untuk kalian berdua. kakak lihat betapa teguh nya pendirian mereka berdua."ujar Kalan.
"Mommy dan Daddy tidak pernah menyayangi ku mereka hanya ingin aku menjadi boneka tak punya hati. baiklah jika itu yang mereka inginkan. aku akan terjun ke dunia yang Daddy geluti mungkin bergabung dengan kakak tiri kita."ujar Kaley.
Tanpa sadar, percakapan itu terdengar oleh Agatha dan Kristofer yang kini tengah saling menatap.
"Putri kita hanya sedang frustasi."ujar Kristofer.
"Tidak, putri ku tidak boleh menjadi seperti saat ini, baik'lah jika dia benar-benar memilih Alexander. aku akan merelakan itu."ujar Agatha.
"Tidak."ujar Kristofer tegas.
"Apa? kau ingin putri kita mati konyol!."teriak wanita itu.
"Kaley akan tetap baik-baik saja."ujar pria itu tegas.
"Kau tidak pernah mengerti. apa? Alexander pernah berbuat masalah dengan mu. apa? dia merebut ku darimu."ujar Agatha.
"Agatha!."ujar Kristofer tegas.
"Apa?,,,, apa? aku salah bicara ya aku tau kau tidak pernah menyukai dia karena dia pernah menjadi saingan bagimu."ujar Agatha.
"Jangan keterlaluan honey,,, apa? kau lupa berapa kali pria itu telah menyakiti hati mu hingga kau hampir bunuh diri."ujar Kristofer.
'Itu dulu Kris, aku mengalami hal itu karena perasaan ku sama dengan putri kita saat ini dan Alex mencampakkan ku karena dia tidak bisa menolak permintaan kedua orang tua nya. dia juga sama-sama korban seperti diriku saat itu, bahkan hingga saat ini Alex tidak menikah lagi apa? dia pernah menyakiti keluarga kita Kris hingga kau sulit untuk berdamai dengan nya."ujar Agatha lembut.
"Dia terlalu tua untuk putri kita Honey."ujar Kristofer.
"Kaley yang akan menjalani semua itu bukan kita. jadi dia yang akan menilai semua itu."ujar Agatha.
"Aku tidak akan merestui hubungan mereka, terserah apa? yang ingin kamu lakukan."ujar Kristofer.
"Aku minta biarkan hubungan mereka berjalan seperti apa adanya jangan campuri hubungan mereka, jika kamu berani berbuat macam-macam maka aku tidak akan pernah memberikan toleransi apapun lagi padamu."ujar Agatha.
"Kaley putri ku satu-satunya, aku tidak mau masadepan dia hancur berantakan hanya karena memilih pria itu."ujar Kristofer.
"Satu-satunya apa? kau lupa dengan anak pertama mu yang lainnya."ujar Agatha mengingatkan.
"Dia lahir karena proses inseminasi, bukan karena cinta seperti Kaley."ujar Kristofer tegas.
"Tapi dia tetap darah daging mu, meskipun kau tidak berhubungan intim dengan wanita yang mengandung benih mu."ujar Agatha.
"Terserah kamu saja, yang jelas Kaley adalah ratu dari kerajaan bisnis yang aku miliki."ujar Kristofer.
"Dia akan hidup menjadi seorang ibu rumah tangga seperti ku, dan itu tidak bisa di ganggu gugat."ujar Agatha.
Wanita memang tidak pernah mau mengalah, aku akan bicara empat mata dengan Alexander.
"Tidak Kris,, kau tidak akan pernah melakukan itu jika tidak maka kau akan menyesal."ancam Agatha.
pria itu langsung menghela nafas berat.
Kristofer berjalan menuju lantai atas dia hendak pergi menuju ruang baca sampai saat Agatha menghubungi putrinya dan dia berkata bahwa Agatha kini akan mengijinkan putrinya memilih calon kekasih atau pun calon suami tapi dengan satu syarat Kaley harus bisa menyelesaikan kuliahnya dan juga menjaga diri sampai saat hari itu tiba.
Kaley tetap bersikap dingin saat ini gadis itu bahkan hanya menjawab dengan gumaman pelan.
Agatha pun mengerti bagaimana perasaan putri kandungnya itu.
Dia tidak akan pernah bisa luluh secepat itu.
Agatha hanya berdoa semoga pilihan Kaley tidak salah.
Mungkin dulu hubungan nya dengan Alexander tidak berujung bahagia karena saat itu Agatha masih mengalami masalah dengan ingatan nya. namun kini dia sudah tidak lagi memikirkan hal itu, biarlah masalalu mereka akan menjadi kenangan untuk diceritakan pada anak cucu mereka kelak dan ternyata anak Agatha yang pertama menerima cerita itu dia yang berjodoh dengan Alexander.
Maksudnya mengulang percintaan beda generasi itu.
"Dimana uncle Alex saat ini tolong beritahu aku."ujar Kaley yang kini sudah kesekian kalinya bertanya pada Feliks.
"Alexander sudah bahagia bersama dengan istrinya."ujar Feliks.
"Uncle Feliks bohong semua itu tidak mungkin, katakan dimana? dia saat ini aku akan menemui dia secara langsung."ujar Kaley.
"Baiklah karena kamu ingin tau tapi jangan salahkan aku jika kamu nanti benar-benar kecewa."ujar Feliks.
__ADS_1
"Aku akan memastikan sendiri semuanya."ujar Kaley yang kini menguatkan hati.
Kaley berjanji pada dirinya sendiri bahwa saat sampai saat hari itu tiba dia akan meminta penjelasan terhadap Alexander.
Jika yang dikatakan oleh Feliks benar, maka Agatha akan melakukan hal yang menjadi janjinya.
Sampai saat wanita itu tiba di tempat tujuan setelah menempuh perjalanan jauh. dia tiba di sebuah tempat dimana Feliks memberikan alamat tersebut.
"Uncle."ujar gadis itu sambil menatap nanar kearah pria yang kini tengah bercumbu mesra, tepat saat Kaley tiba di dalam rumah tersebut.
Posisi Alexander yang sedang membelakangi Kaley dan waktu itu tertutup tubuh Alexander. membuat penglihatan itu terlihat sangat jelas.
Alexander melirik sambil mengusap sudut bibi wanita cantik yang kini ada di hadapannya bergelayut manja di lengan Alexander.
Namun jangan mengira bahwa Kaley akan percaya dengan penglihatan nya saat ini, dia langsung mendekat dengan satu kali gerakan dia menarik lengan gadis itu hingga dia mengunci pergerakan wanita cantik yang kini tengah meringis kesakitan.
"Katakan dengan jujur siapa? kau sebenarnya bagi Uncle Alex, jika tidak maka jangan salahkan aku jika leher mu ini benar-benar patah."ujar Kaley.
"A aku."
"Dia istriku Kaley, lepaskan dia."ujar Alexander datar.
"Apa? uncle pikir aku bisa dibodohi begitu saja, aku bahkan tau siapa? wanita ini."ujar Kaley.
"Aku serius Kaley dia istriku."ujar Alexander.
"Apa? itu benar?."tanya Kaley pada wanita itu sambil mengeratkan kuncinya hingga wanita itu hanya bisa menggeleng sambil menahan sakit.
"Kaley!. " teriak Alexander saat melihat wanita itu mengeluarkan pistol dari balik blazer yang kini ia kenakan.
"Jangan berteriak, aku tau Uncle tidak pernah mau menerima perasaan ku jadi semua sudah sia-sia aku pun sudah tidak ingin hidup lagi."ujar Kaley yang kini menatap sendu pada Alexander.
"Kaley,,, Kaley! dengarkan aku dulu."ujar Alexander.
"Stop uncle, aku tau aku tidak pernah ada di hati mu."ujar Kaley yang hendak menarik pelatuk pistol tersebut.
"Kaley,,, jangan lakukan ini aku bilang!"teriak Alexander yang merebut pistol itu dengan sangat cepat dan membuangnya jauh-jauh.
Alexander membawa gadis itu kedalam dekapannya tidak hanya itu ia pun memberikan ciuman panas pada Kaley.
Gadis itu membulatkan matanya rasanya tidak percaya mendapatkan ciuman hangat yang kini menjalar hingga kehati nya.
Alexander langsung menggendong gadis itu kedalam rumah tersebut hingga tiba di ruang keluarga Alex mendudukkan Kaley di atas pangkuannya.
"Cium aku."ujar gadis itu.
"Baiklah tapi setelah ini kamu harus janji bahwa kamu akan pulang ke Mension keluarga mu."ujar Alexander.
"Aku akan pulang ke Mension tapi dengan calon suamiku ini. ujar Alexander.
"Tidak bisa bocah nakal aku sibuk disini."ujar Alexander.
"Aku tidak akan pulang, aku akan menemani suamiku sampai kapan pun itu."ujar Kaley.
"Jangan buat perusahaan ku terkena imbas nya Kaley, sudah cukup dulu Daddy mu membuat ku tak bisa berjalan."ujar Alexander.
"Daddy tidak sekejam itu uncle hanya orang suruhan dia yang selalu berlebihan."ujar Kaley.
"Sama sajah bocah nakal."ujar Alexander lagi.
"Biar bocah begini aku sudah bisa buat Uncle men***ah."ujar Kaley sambil berbisik sensual di telinga Alexander.
"Kaley,,, jangan keterlaluan."ujar Alexander.
"Uncle mau coba,,, aku sudah berlatih untuk memuaskan suami ku ini."ujar Kaley dengan sengaja.
"Bocah nakal diam jangan bergerak, sekarang bukan waktunya untuk bermain-main."ujar pria itu.
"Heumm,,, benarkah."Kaley malah semakin menggoda Alexander.
"Turun sekarang buatkan aku kopi Kaley sayang bawa ke ruang baca oke."ujar Alexander dengan sengaja ingin menghindari gadis nakal itu karena sudah berani membangunkan sesuatu yang sudah lama tertidur.
"Heumm... baik Alex sayang." ujar gadis itu sambil mengecup bibir Alexander sekilas lalu pergi begitu saja.
Kaley berjalan kesana kemari mencari dapur atau pantry di rumah besar itu, dia lupa bertanya sementara Alexander berlari menuju kamar mandi untuk menenangkan sesuatu yang sudah terbangun akibat gesekan.
Alexander pun langsung menyalakan shower untuk mendinginkan otak liar nya setiap kali dia merindukan sentuhan manja dari wanita. bukan dia tidak mampu tapi selama ini hatinya terbelenggu oleh rasa cinta terhadap Agatha.
Namun jika di ingat-ingat olehnya setelah kehadiran Kaley yang mengisi pikirannya dia bisa melupakan semua itu. sungguh aneh dan ajaib.
Kaley terus bolak-balik menuju ruangan satu ke ruangan lain karena disana suasana sepi tidak ada satu orang pelayan pun.
__ADS_1
Seperti nya sebelum kedatangannya sudah di atur sedemikian rupa agar Alexander bisa mengusir dirinya.
Tapi jangan pernah meremehkan gadis yang beberapa minggu lagi akan berulang tahun itu.
Kini Agatha sudah berada di tempat yang ia cari.
Gadis itu langsung membuka lemari penyimpanan yang ada di dapur.
Sampai saat dia menemukan kopi yang di toples tersebut di namai Kaley.
Kaley sendiri tersenyum bahagia dia tau Alexander pasti mengingat dia. selama ini jadi kejadian waktu itu membuat Alexander terkesan dan sekarang ingin mengulanginya lagi.
Gadis itu tersenyum kecil tidak hanya buat kopi tapi dia juga membuat sesuatu cemilan untuk teman kopi.
Setelah selesai Kaley langsung naik keatas, dia kembali dibuat bingung dengan beberapa ruangan hingga dia masuk kedalam kamar utama tanpa sengaja.
Karena pintu sedikit terbuka.
Kaley tersenyum manis saat melihat Alexander sudah tampak lebih fresh dari yang tadi dengan rambut yang masih setengah basah yang tampak diacak begitu saja tanpa sisiran menambah ketampanannya menjadi berlipat-lipat ganda bagi Kaley.
"Heumm,,, kamu kesini."ujar Alexander tampak datar.
"Aku tidak tau ruang baca di mana, nyari dapur saja sudah hampir menghabiskan waktu."ujar Kaley.
"Ikut aku."ujar Alexander yang langsung pergi menunjukkan arah, dan setibanya di sana dia langsung duduk di kursi kebesaran nya.
"Ini kopinya suamiku."ujar Kaley.
"Terimakasih Kaley."ujar Alexander datar.
"Bukan itu dialog yang seharusnya."potong Kaley.
"Kita belum menikah dan biasakan bersikap dewasa jangan seperti kanak-kanak karena usia ku sudah tidak muda lagi."ujar Alexander tegas dan datar.
Kaley tidak menjawab dia terus menatap lekat wajah tampan yang terasa dingin itu, Alexander seperti pria berkepribadian ganda.
"Alex,,, apa?."
"Biasakan panggil uncle, karena usia ku jauh lebih tua darimu."ujar pria itu semakin dingin.
"Baik, uncle."ujar gadis itu seolah seperti harimau yang kehilangan taringnya.
"Uncle Alex, kopinya di minum dulu keburu dingin."ujar Kaley.
"Ya terimakasih."ujar Alexander yang langsung mengambil cangkir kopi dan meneguk nya perlahan.
"Rasanya sedikit kurang pas."ujar Alex.
"Aku lupa tidak ada sendok takar di sana jadi aku kira-kira saja."ujar Kaley.
"Lain kali harus ada."ujar pria itu.
"Ya Alex."ujar gadis itu.
"Apa? telinga mu sudah tuli, aku tadi bilang padamu kalau kamu harus memanggil ku apa?."ujar Alexander.
Seketika bayangan tentang keromantisan itu pudar begitu saja saat melihat sikap Alexander saat ini.
"Aku sedikit lelah tolong tunjukkan dimana kamarku."ujar Kaley.
"Siapa? yang bilang bahwa kamu akan menginap di sini."ujar Alexander seakan tak berperasaan.
Kaley semakin berpikir keras bagaimana bisa Alexander berubah secepat itu, tidak seperti tadi saat pertama kali dia datang.
"Lalu dimana aku tinggal."ujar gadis itu.
"Terserah yang jelas tidak di rumah ini."ujar Alexander.
"Alex ada apa? dengan mu jangan bilang memang begini sikap mu yang selama ini kamu tunjukkan pada Mommy."ujar Kaley.
"Jangan bahas maslalu jika kamu tidak suka kamu boleh pergi."ujar nya dingin.
"Alex katakan ada apa? sebenarnya, apa? yang terjadi."ujar Kaley yang kini terlihat bertanya-tanya.
"Kaley sebaiknya kamu pulang dan belajar sopan santun di rumah sebelum kamu keluar rumah."ujar Alexander.
"Cukup Alex,,, aku tau kamu benci aku selama ini tapi kamu tidak seharusnya seperti ini."ujar Kaley.
"Kaley Alexander Alen, jaga bicara mu! bukankah kau adalah gadis terpelajar."ujar pria itu.
"Alex,,, kenapa? kamu berubah, ada apa? apa? aku berbuat kesalahan."ujar Kaley bertanya-tanya.
__ADS_1
"Kau tidak sadar apa? kesalahan mu heeuh."ujar Alexander menatap tajam.
"Honey,,, aku bawakan jas milikmu yang tertinggal di apartemen ku semalam."