Sang Penari

Sang Penari
#Pernikahan Kala#


__ADS_3

Sampai saat Kalas pergi menuju Kanada bersama dengan Kalen yang kini menunggu dia di bandara tanpa Kalas duga ternyata Kalen datang bersama dengan Tiara.


Kalas mengira wanita itu hanya ingin mengantar kepergian dari kekasihnya Kalen hingga Kalas mengepalkan tangannya.


Bukan karena dia cemburu atau masih tertarik dengan Tiara namun dia merasa semua ini terlalu berlebihan.


Jika hubungan mereka diketahui oleh kedua orang tua nya, maka hubungan dia dan Tania juga akan diketahui oleh kedua orang tuanya.


Agatha juga akan tahu bahwa Tiara adalah wanita incaran kelas dan Kalas melampiaskan semua kekecewaannya itu dengan menjalin hubungan dengan pelayan, yang tak lain adalah Tania.


Kalas berharap kakaknya bisa mengerti agar dia menunda waktu untuk mengungkapkan hubungan keduanya


Namun sepertinya Kalas salah berharap karena sang kakak tidak pernah mengerti akan isi hatinya.


Ternyata Tiara ikut untuk diperkenalkan dengan kedua orang tuanya pria itu hanya bisa diam tanpa protes namun dia akan tetap mempertahankan Tania jika nanti hubungannya ditentang oleh kedua orang tuanya.


Pria itu tidak peduli jika gara-gara itu dia harus dikeluarkan dari kartu keluarga, seumpamanya Agatha benar-benar ingin melakukan itu yang jelas saat ini hatinya benar-benar teguh untuk memilih Tania menjadi teman hidupnya.


Selama berada di dalam pesawat, Kalas duduk menyendiri sambil memandangi laptopnya yang memperlihatkan foto Tania saat diam-diam dia memotret wanita itu.


Yang pertama saat gadis itu bangun tidur dengan wajah bantalnya.


Yang kedua saat dia tengah memasak dan itu adalah sebuah video pendek yang memperlihatkan atraksi yang kocak yang gadis itu lakukan saat melempar tempat bumbu yang lebih mirip seperti sebuah gagang pengki itu hingga terlepas dan menimpa kepalanya.


Akhirnya gadis itu mengaduh kesakitan sambil cengengesan sendiri karena sadar dengan tingkah konyolnya itu.


Masih banyak yang buat Kalas senyum-senyum sendiri, saat Tania mencuci pakaian gadis itu bahkan sampai ketiduran sambil bersandar di ruangan laundry tersebut.


Kalas terus fokus pada gambar-gambar indah itu hingga seseorang menyapa dirinya.


"Apa? kau ingin gabung makan bersama kami."ujar Kalen sambil menatap kearah laptopnya.


"Bukankah dia wanita yang saat itu datang bersama dengan mu di pesta."ujar Kalen.


"Dia kekasihku, calon istri ku, aku sudah tinggal bersama dengan dia."ujar Kalas.


"Apa? kau tidak salah memilih, dia adalah seorang pelayan."ujar Kalen.


"Tentu saja tidak, karena dia bukan pelayan. dia hanya menggantikan bibinya yang sedang sakit, dia mahasiswa jurusan design."ujar Kalas.


"Tapi Kalas, dia tetap saja gadis kampung yang tidak sepadan dengan mu."ujar Kalen.


"Apa? Kau pikir dia juga sepadan dengan mu."ujar Kalas sambil melirik ke arah belakang.


Beruntung Tiara tidak mendengar percakapan mereka karena saat ini dia tengah mendengarkan musik.


"Jangan samakan calon istriku dengan dia."ujar Kalen.


"Kau juga jangan bandingkan calon istri ku dengan wanita itu."ujar Kalas tidak kalah sengit.


Kalas tidak ikut bergabung dengan mereka, dia merasa sangat kesal dengan keduanya yang menurut pria itu keduanya sama saja.


Kalas pun tidur di kamar yang ada di dalam jet pribadi tersebut. sementara kedua orang yang sangat ia benci saat ini tengah asik menonton sebuah film laga di laptop mereka.


Keduanya begitu terlihat larut dalam suasana ketegangan film tersebut, sehingga Tiara menggenggam tangan Kalen saat melihat aksi pembantaian yang dilakukan oleh aktor yang ada di film tersebut.


Sampai tiba di Kanada Kalas memisahkan dirinya dari kembarannya itu.


"Sayang kenapa? tidak gabung dengan mereka heumm."ujar Agatha yang menghampiri Putra bungsunya itu.


"Aku malas mom, oh iya mom, boleh aku bicara empat mata sama mommy."ucap Kalas.


"Tentu saja Sayang ayo kita pindah tempat."ujar Agatha.


Mereka pun pergi ke lantai teratas berdua, sesampainya di sana mereka duduk di gajebo depan kolam renang yang ada di rooftops Mension utama itu.


"Ada apa? sayang,,, apa? ada masalah."tanya Agatha lembut.


"Hanya masalah kecil mom."ujar pria tampan itu.


"Apa? itu sayang."tanya Agatha lagi.


"Itu adalah tentang aku dan Tania."ujar Kalas.


"Tania, bukankah wanita yang kamu kejar itu adalah Tiara."ucap wanita itu.


"Tidak Mom, Kalas tidak suka wanita plin-plan. Kalas lebih baik tidak menikah daripada harus bersama dia."ucap Kalas serius.

__ADS_1


Agatha mengusap lembut kepala putranya yang kini tengah bersandar di bahu ibunya.


"Apa? itu Gadis yang kamu bawa ke apartemen, yang menjadi pelayan di rumah Daddy."tanya Agatha.


"Mommy sudah tau?."tanya Kalas.


"Tentu saja mommy tau sayang karena biar bagaimanapun juga mommy tetap mengawasi kalian semua anak-anak mommy tanpa terkecuali."ujar Agatha.


"Jadi bagaimana? mommy ku tersayang apa? boleh aku menikah dengan nya."ujar Kalas.


"Tentu saja tidak, karena kamu masih terlalu muda."ujar Agatha.


"Mommy aku ingin menikah muda....agar kelak saat cucu mommy lahir aku masih sangat muda seperti kalian."ujar pria tampan itu.


"Sayang,,, kamu itu belum selesai kuliah, dan lagi menikah itu tidak semudah yang dibayangkan masih banyak yang harus kamu pertimbangkan."ujar Agatha.


"Gak mau mommy pokonya Kalas mau nikah muda."ujar pria itu tetap kekeuh.


"Sayang please dengarkan mommy dulu, mommy hanya tidak ingin kamu menyesal nantinya. bagaimana? jika kamu mengalami hal yang sering terjadi dalam pernikahan. contohnya kamu bosan dengan pasangan mu, dan kadang tak jarang tidak kuat dengan godaan dalam rumah tangga ini dan itu dan masih banyak lagi."ucap Agatha memberikan contoh.


"Tapi mommy Kalas sudah benar-benar niat banget untuk menikah Kalas janji semua itu tidak akan terjadi."ujar pria itu.


"Daddy tidak ingin putra daddy melakukan hal itu, karena status sosial kalian terlalu berbeda, belum lagi kamu belum benar-benar mampu untuk menjalani semua itu."ujar Kristofer yang baru saja datang.


"Status sosial itu tidak terlalu penting Yank,, karena semua itu tidak menjamin akan membawa kebahagiaan."ujar Agatha.


"Nyesel aku bicara sama mommy dan Daddy harusnya aku biarkan saja semua mengejek ku sebagai jomblo abadi."ujar pria itu marah dan langsung pergi.


Kalas tidak menghiraukan panggilan Agatha yang kini terlihat menatap sendu pada putaran itu.


Agatha kini merasa tidak enak hati pada putranya itu, bukan dia tidak setuju tapi Agatha ingin putranya lebih dewasa sebelum dia menikah nanti.


Sampai saat mereka makan malam bersama, Kalas tidak ikut bergabung . putra bungsu Agatha itu masih merajuk dan saat ini tengah melakukan panggilan video dengan Tania yang baru bangun tidur siang.


.............................


Saat ini adalah saat dimana hari bahagia bagi Kala dan Galena.


Pernikahan itu digelar di sebuah hotel megah milik Kristofer.


Meskipun pernikahan itu dihadiri oleh kedua orang tua Galena tapi pria itu tidak bisa menjadi wali pernikahan putrinya itu karena perbedaan keyakinan, Galena mengikuti keyakinan Kalas.


Saat ini seluruh anggota keluarga dari Agatha dan Kristofer tengah berkumpul, kecuali Alvaro yang baru saja kehilangan wanita yang sangat dicintainya untuk yang kedua kalinya.


Sari meninggal dunia bertepatan saat Fero ulang tahun setelah hari kelulusannya.


Agatha pun sempat pulang beberapa hari di sana karena harus mempersiapkan pernikahan putranya.


Rencananya setelah semua usai dia akan kembali kesana untuk menemani sang kakak yang tengah berkembang.


Sementara putra Alvaro dari Xena kini dia sudah tumbuh dewasa menjelma menjadi pria tampan yang sangat gagah berani, Kenan pun sudah meninggal dunia dalam peperangan antara mafia.


Sampai saat ini wanita itu masih betah menyendiri mengurus putra putrinya, ya dari Xena Kenan memiliki satu putri yang sangat cantik kini dia berusia 17 tahun dan kepergian Kenan sudah tiga tahun berlalu.


Mereka bertiga hadir di sana, karena Agatha yang memintanya.


Saat ini Kelin sudah menjelma menjadi gadis yang cantik dia berjalan berdampingan dengan sang kakak, dan ibunya.


Sebenarnya Agatha merasa prihatin dengan kondisi Xena yang selama tiga tahun ini hidup sendiri dan membesarkan kedua anaknya itu, tapi ada satu yang membuat dia lega karena keponakannya itu sudah bisa mengurus perusahaannya sendiri itu adalah warisan dari Alvin yang dulu dikelola oleh Alvaro.


Sementara untuk Fero dia mewarisi perusahaan milik Alvaro sendiri.


Yang lebih menyedihkan lagi, adalah sang kakak yang kini sudah dua kali ditinggal oleh istri tercintanya.


Pria berusia lima puluh lima tahun itu seakan tak tidak ditakdirkan untuk berlama-lama memiliki pendamping hidup.


Jika dulu Irma tidak bisa memberi keturunan dan saat keturunan itu hadir dia malah pergi bersama calon anak dalam kecelakaan maut.


Dan kini Sari meninggal tanpa diketahui penyebabnya. karena sari sedang tidur nyenyak, tapi saat dibangunkan tubuhnya bergerak semua dan sudah dingin.


Suasana pesta pernikahan Kalas menjadi campur aduk hingga saat pesta resepsi pernikahan itu digelar.


Agatha masih terlihat kurang bahagia bukan karena dia tidak setuju dengan pernikahan itu, tapi semua karena duka kehilangan Sari masih terasa.


Ditambah lagi putra bungsunya itu masih merajuk.


Agatha melihat Kalas tengah melamun sendiri di meja bar mini yang ada di sana.

__ADS_1


"Sayang sudah jangan marah lagi, mommy sayang kamu nak mommy ingin kamu menikah setelah dewasa seperti kakak mu, mommy janji tidak akan menghalangi mu menikahi wanita manapun. hanya saja mommy ingin kamu sudah siap untuk menghadapi masa depan."ujar Agatha.


"Tidak aku akan menikahi Tania setelah kembali dari sini."ujar pria tampan itu dengan tegasnya.


"Heumm,,, baik'lah tapi kamu harus ingat jika ada apa-apa kamu harus bisa hadapi semuanya sendiri."ujar Agatha.


"Aku siap mommy."ucap pria tampan itu.


"Baiklah kamu akan menikah muda, tapi tidak sepulang dari sini juga sayang mommy haru mempersiapkan semuanya, lagipula ini masih masa berkabung atas kepergian Aunty Sari sayang."ujar Agatha yang membuat Kalas benar-benar sangat kaget.


"Apa? maksud mommy Aunty meninggal."ujar Kalas syok.


Dia tidak tahu itu karena beberapa minggu ini tidak kemanapun selain mengurus perusahaan miliknya itu.


Kalas terlihat menitikkan air mata karena bagaimanapun dia tau bagaimana kasih sayang yang selalu Sari berikan.


Sampai saat pesta meriah itu selesai digelar seluruh keluarga meninggalkan hotel menuju Mension utama termasuk Xena dan juga Rosella dan NATO.


Keduanya masih terlihat sangat romantis hingga saat ini.


Sementara kedua anak mereka. kini sudah menikah dan sudah mengurus perusahaan dan rumah sakit yang diwariskan padanya dulu.


Begitu pula dengan Alana dan Piter, kini keduanya sudah kembali bahagia setelah perpisahan itu dengan kedua anak mereka ditambah satu dari pernikahan Alana.


seluruh keluarga yang hadir di sana berencana untuk kembali ke Indonesia setelah pesta itu usai.


Agatha sendiri akan memboyong semua anak cucunya kembali ke Indonesia biar bagaimanapun mereka berasal dari negara itu.


Sekarang akan kembali ke sana selama dirinya masih hidup.


Kecuali jika Agatha sudah tiada mereka bebas mau tinggal dimanapun.


Tapi saat ini dia ingin berkumpul bersama keluarga nya itu.


Agatha pun mengajak serta Sena karena dia juga tidak mungkin meninggalkan teman terbaiknya itu di negara orang. Hanya berdua bertiga dengan keponakan nya itu.


Sementara Kalas kembali lebih dulu dia mendapat kabar dari asisten pribadinya itu bahwa Tania kini dirawat di rumah sakit.


Sepanjang perjalanan hati Kalas tidak tenang biar bagaimanapun yang sakit itu adalah kekasihnya yang merupakan calon istrinya itu.


Gadis itu hanya sebatang kara di sana.


Sementara Tania kini tengah menangis sesenggukan karena rasa sakit yang tiba-tiba menyerang sekujur tubuhnya itu.


Wanita itu kini tengah sendirian hingga saat seorang dokter masuk kedalam dan memeriksa kondisinya saat ini dia pun menyuntikkan obat lewat jarum infus tersebut dan hanya beberapa menit dari saat itu gadis itu langsung tertidur.


Seseorang masuk untuk menjaga gadis itu, dia diperintahkan oleh asisten pribadi Kalas karena perintah dari tuan mudanya itu.


Sampai saat Kalas mendarat di bandara, pria itu tidak ingin menunda waktu untuk berlama-lama di jalan.


Kalas langsung meminta sopir pribadinya untuk mengantarkan dia langsung ke rumah sakit.


Satu jam perjalanan dia tiba di rumah sakit tersebut Kalas turun dan langsung masuk ke lobby menuju ke sebuah ruangan yang sudah dia tahu.


Sementara sopirnya itu tengah duduk di kursi tunggu.


"Tuan,,, Tania baru saja tertidur."ujar asisten pribadinya itu.


"Baiklah."ujar Kalas yang kini langsung masuk kedalam ruangan rawat tersebut.


"Sayang aku datang, kamu sakit apa? heumm jangan buat aku khawatir."lirih Kalas.


Pria itu mengecup kening gadis itu sedikit lebih lama.


Sampai saat Kalas kembali duduk di sofa dan tertidur pulas.


Tania baru bangun di pagi harinya.


"Kamu sudah bangun sayang mana yang sakit."ujar kalas.


"Sekarang sepertinya sudah jauh lebih baik."lirih Tania yang hendak turun dari ranjang karena ingin buang air kecil.


Kalas langsung bangkit dan menyetop saluran infus tersebut dan memegang itu sambil menggendong Tania.


"Sayang,,, aku bisa jalan sendiri."ucap Alina yang terlihat sangat malu.


"Aku tau itu."

__ADS_1


__ADS_2