
Kebahagiaan Agatha saat ini tentu tidak lepas dari kehadiran anak-anak mereka saat itu Agatha bahkan kembali hamil setelah ketiga anak itu berusia empat tahun.
Sementara itu di kediaman NATO, kini tengah terjadi pertengkaran karena Rosella mendapati pesan mesra yang masuk ke handphone milik suaminya itu.
"Yank,, aku bisa jelaskan jangan begini."ujar dokter yang kini berusia 37 tahun itu.
"Sudah lah mas, aku sadar aku sudah terlalu tua untuk bisa melayani dirimu jadi wajar jika kamu mencari kepuasan di luar sana."ujar Rosella yang kini tengah mengemas pakaiannya dan milik anak-anak nya kedalam koper.
Rosella sudah mencoba untuk sabar tapi nyatanya pesan itu kembali muncul dari seorang suster yang bernama Andin.
"Yank,, aku tidak pernah mempermasalahkan apapun itu tentangmu kamu adalah yang terbaik untuk ku. please honey jangan begini lagipula kemana? kau akan pergi."ujar NATO.
"Itu bukan urusan mu, aku bahkan masih bisa hidup di kontrakan sempit bersama dengan kedua anak ku."ujar wanita itu.
Tidak habis pikir kenapa? NATO malah bertanya kemana? dirinya akan pergi sementara itu berarti dia mengiyakan perselingkuhan itu.
"Aku tau semua itu memang benar adanya."ujar wanita cantik itu.
"Sayang,,, please jangan lakukan ini, aku sangat mencintaimu tidak mungkin aku melakukan hal itu, kamu tau mereka memang sering menggodaku sejak dulu, sejak kita masih berpacaran, tapi kenapa? sekarang kamu anggap serius semuanya."ujar NATO.
"Karena aku sudah tidak seperti dulu lagi mungkin saja kamu tidak pernah bahagia hidup bersama dengan ku selama ini."ujar Rosella sambil berlinang air mata.
"Hi,, Yank, aku tidak pernah merasa seperti itu, justru hidupku jauh lebih berwarna saat aku mengenal dirimu, kamu bahkan satu-satunya wanita yang hadir dalam hidup ku, yang memberikan aku kebahagiaan."ujar wanita itu.
Rosella hanya menggeleng sampai saat NATO memeluk erat istrinya dari belakang.
"Jangan pernah pergi dari istanamu, jika pun aku melakukan sebuah kesalahan maka aku yang harus pergi bukan dirimu, dan sekarang aku tidak akan pernah pergi karena aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun."ujar NATO.
Sampai saat keduanya kembali tenang, NATO pun mulai berbicara dengan lembut bahwa sampai kapanpun Rosella adalah rumah kedua untuk iya kembali setelah Ariana dan Anggita yang menjadi anggota keluarga angkat nya saat ini.
NATO tidak ingin rumah tangga nya berakhir sampai kapan pun wanita berharap Rosella akan terus mendampingi dirinya sampai kapanpun.
"Aku hanya ingin kamu jujur, saat sudah tidak lagi mencintai diriku, aku tidak ingin terus berharap pada pria yang jelas-jelas sudah tak lagi mencintai diriku."ujar Rosella.
"Dan aku tidak akan pernah melakukan hal itu sayang hingga saat ini kamu masih yang terbaik untuk ku dan tidak ada duanya."ucap NATO.
Rosella pun balas memeluk NATO.
"Jangan pernah ingkari kata-kata mu, atau selamanya aku akan membenci dirimu."ujar Rosella.
Setelah mereka berbaikan rencananya mereka akan segera pergi mengunjungi Ariana dan juga Marvin yang kini berada di Mension.
Mereka ingin menghabiskan akhir pekan bersama dengan keluarga nya itu.
Sampai saat mereka sampai di Mension utama milik Marvin, mereka disambut suka cita oleh Anggita yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan nya bersama dengan Farrel anak Sari dan Alvaro.
bocah kecil berusia dua tahun itu terlihat sangat mengesankan.
"Farrel Salim sama aunty dan uncle."ujar Anggita yang masih memeluk cucunya dari NATO.
Kebahagiaan itu semakin terasa saat melihat Ariana dan Marvin turun sambil bergandengan tangan dari tangga, meskipun sudah lansia mereka tidak suka menggunakan lift, menurut mereka itu hanya untuk orang sakit kecuali jika berada di perusahaan atau di tempat lain.
"Kalian sudah tumbuh besar cucu buyut ku, sehat selalu ya sayang."ujar Marvin.
Natalia dan Natan adalah nama anak NATO yang kini sudah masuk sekolah SD, yang satu Natalia kakak nya kini berusia sembilan tahun, sementara Natan, usianya tujuh tahun.
Mereka begitu cerdas dan sangat membanggakan karena mereka selalu menjadi juara kelas.
Natalia dan Natan memiliki perbedaan usia dua tahun.
NATO tadinya ingin kembali memiliki anak namun dia tidak tega melihat penderitaan istrinya saat melahirkan Natan.
Rosella hampir kehilangan nyawa nya.
Natalia Ross Alexander dan Natan Alexander, adalah nama yang diberikan oleh Marvin, seperti NATO Alexander, adalah nama dari garis keturunan Marvin Alexander.
"Kalian jadi juara lagi Owh cucu buyut ku memang sangat keren."ujar Ariana pada cucu nya itu yang kini tengah ia peluk.
__ADS_1
Farrel langsung menangis karena merasa tersisihkan, hingga Alvin turun tangan untuk menggendong cucu dari anak sulungnya itu.
"Yank,, lihat lah yang lahir belakangan pun merasa tersisihkan oleh anak kita."ucap NATO pada Rosella.
"Mungkin karena Farrel selalu ada di sini Yank, jadi dia tidak mau ada saingan."ujar Rosella sambil tersenyum manis pada anak tampan itu.
"Kak Sari mana Mom, kok tidak kelihatan?."tanya Rosella.
"Ada di kamarnya maklum bayi besar nya sedang tidak enak badan jadi dia tidak bisa keluar tanpa izin."ujar Anggita sambil tertawa kecil.
"Yank,, laki-laki sudah biasa seperti itu jika sedang berada di dalam rumah dia akan sangat manja pada istrinya."ujar Alvin.
"Tapi Daddy tidak, justru dulu jika Daddy sakit selalu mandiri."ujar NATO.
"Itu karena Mommy kalian super sibuk jadi Daddy harus bisa mandiri."ujar Alvin.
"Beruntunglah aku dan kakak, yang memiliki istri sebagai ibu rumah tangga. jadi bisa bermanja-manja jika sedang di rumah ia kan honey."ujar NATO pada Rosella.
"Tentu saja, kamu beruntung di rumah ada istri di luar di kelilingi suster cantik."ujar Rosella sebal.
Wanita itu teringat kembali dengan pertengkaran nya tadi.
"Hahaha,, kamu memang benar-benar pemain yang handal."ujar Alvin yang baru keluar dari pintu lift.
"Kau,,," ujar NATO tidak terima.
"Alvaro."ujar Ariana menegur cucunya itu.
"Maafkan Al Omah, tapi sepertinya perkataan Rosella benar buktinya aku pernah melihat dia jalan berdua dengan salah satu suster meskipun itu di Cafe depan rumah sakit."celetuk Alvaro.
"Kau masih mau mengelak."ujar Rosella tiba-tiba kembali marah besar.
"Yank,, kakak hanya bercanda."ujar NATO.
"Ups,,, keceplosan."ujar Alvaro sambil pura-pura menutup mulut.
"Heumm asisten pribadi sampai kehati bolehlah- bolehlah."ujar Alvaro yang sebenarnya sama-sama kesal dengan sikap NATO yang terlalu memberikan mereka celah untuk mendekati dirinya.
Se-bejatd-bejad nya Alvaro tidak suka didekati wanita sembarangan jika dia sudah memiliki keluarga Alvaro adalah tipe pria setia.
"NATO,,, berapa kali Opah bilang jangan suka bermain api, kamu itu seorang pimpinan dimana wibawa mu, dan opah tidak suka dengan pria pengecut seperti dirimu."ujar Marvin marah.
Seketika itu semua orang tidak ada yang berani bicara.
Termasuk NATO yang kini terlihat menundukkan kepalanya.
"Kalian sudah bukan anak remaja lagi, kalian semua sudah dewasa, jika kalian tidak benar-benar serius dengan rumah tangga kalian, lalu untuk apa? kalian memutuskan untuk menikah dulu."
"Ingat, pernikahan itu tidak untuk dipermainkan jika kalian sudah mengambil keputusan kalian harus siap untuk menjalani pernikahan itu, sampai kapan pun tidak ada alasan bosan dengan pasangan atau sudah tidak cinta lagi. karena itu adalah hawa nafsu bukan komitmen yang sesungguhnya. karena jika kita menikah karena hawa nafsu, seratus kali menikah pun kita tidak akan pernah merasa cukup."ujar Ariana.
"Maafkan NATO Omah, opah NATO juga tidak bermaksud untuk mempermainkan pernikahan NATO, hanya saja karena mereka selalu berusaha untuk mendekat tapi NATO hanya menganggap mereka tak lebih dari bawahan."ujar NATO yang terlihat merasa bersalah.
"Istrimu juga bawahan mu dulu, sekarang dia jadi istri yang selalu di bawah ke kangan mu."ujar Alvaro yang masih belum puas untuk bicara.
"Sayang,,, sudah."ujar Sari.
"Aku kesal karena adikku bisa-bisanya tergoda dengan wanita yang hanya menginginkan uang dan memanfaatkan kekuasaan, dia seperti pria bodoh saja lalu apa? gunanya Daddy dan Mommy menyekolahkan dia jauh-jauh jika otak nya masih nol."ujar Alvaro semakin terpancing emosi.
"Al,,, sudah, cukup ."ujar Anggita.
"Maaf Mom."ucap Alvaro sambil menunduk.
"Kalian seharusnya bisa saling menjaga dan mengingatkan, bagaimana jika opah benar-benar sudah tidak ada,, apa? kalian akan menghancurkan generasi keluarga kita."ujar Marvin.
"Jangan katakan itu lagi sayang,, sudah cukup kejadian waktu itu, tidak lagi aku tidak kuat hidup tanpa dirimu."ujar Ariana yang kini membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
"Tidak sayang,,, aku minta maaf, jika bukan karena keadaan akupun tidak sanggup harus jauh dari dirimu."ujar Marvin.
__ADS_1
Pria itu memberikan usapan lembut, dan hal itu membuat anak cucunya merasa kagum.
Alvaro juga mengelus puncak kepala Sari dengan sayang.
"Kalian tau hidup itu tidak akan pernah terbebas dari masalah tapi semua itu tergantung bagaimana cara kita untuk menyikapi nya."ujar Anggita.
"Iya mom."ujar NATO.
"Heumm,, sekarang sebaiknya kalian istirahat dulu."ujar Anggita.
"Iya mom,,"jawab Rosella yang kini berlalu pergi meninggalkan mereka semua termasuk suaminya itu.
"Yank, tunggu."ujar NATO.
Namun Rosella tidak melirik pria yang kini telah membuat hati nya terluka.
"Yank,, please tunggu aku bisa jelaskan semuanya."ujar NATO mencegah langkah istrinya itu.
"Tidak ada yang harus dibahas lagi,,, kamu bebas memilih wanita manapun, aku sadar selama ini aku terlalu banyak kekurangan termasuk aku memang tidak pernah pantas untuk mendampingi mu, selain tidak berpendidikan tinggi aku juga tidak bisa memberikan mu kepuasan seperti wanita di luar sana."ujar Rosella yang terlihat menahan air mata.
"Yank,,, sumpah aku tidak pernah menganggap mu seperti itu, aku mencintaimu dengan tulus bahkan sepenuh hati, maafkan aku jika tanpa sadar telah menyakiti hati mu,, aku tidak pernah main hati Yank,,, aku selalu menjaga hatiku hanya untukmu."ujar NATO.
"Begini saja mas, mungkin kamu bosan bersama ku, aku bisa pergi."ujar Rosella yang melanjutkan langkahnya.
"Yank,, kamu salah aku masih sangat mencintai dirimu aku tidak pernah merasa bosan kamu itu wanita tercantik yang aku miliki saat ini dan tidak ada yang lain nya, percayalah please,,, jika kamu kesal gara-gara wanita itu kamu bisa tegur dia agar tidak lagi mengganggu suamimu ini."ujar NATO yang kini mendekap erat istrinya itu.
"Kamu pikir aku akan melakukan hal itu mas,, kamu salah besar, aku memang merasa sakit hati, tapi tidak untuk melakukan sikap murahan seperti itu, aku akan melihat sampai dimana? kalian berbuat karena aku sendiri tidak akan pernah menyesali hal itu."ujar Rosella tegas.
Seakan mendapat sentilan keras dari kata-kata Rosella membuat NATO, kini terdiam dan mematung di tempatnya.
"Sayang,, aku mohon maaf aku janji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi."ujar NATO.
Namun ucapannya tidak digubris oleh istrinya yang kini pergi meninggalkan NATO di depan pintu kamar.
"Yank,, please."ujar NATO yang kini kembali mengejar istrinya.
"Natalia dan Natan, opah ingin mulai sekarang kalian tinggal di sini bersama opah boleh?.ujar Alvin.
"Kami tidak ingin meninggalkan Mommy kasihan dia selalu kesepian sudah beberapa bulan ini Daddy jarang pulang karena sangat sibuk mengurus rumah sakit dan perusahaan."ujar Natalia.
Sontak semua orang terdiam, karena perkataan anak kecil berusia sembilan tahun itu, sudah seperti orang dewasa.
"Kalian akan tinggal di sini, bersama dengan mommy kalian."ujar Marvin.
Biar bagaimanapun itu demi kebaikan mereka semua.
"Baiklah jika kami tinggal dengan Mommy."ujar gadis kecil itu.
"Heumm tentu,, opah janji opah akan membawa kalian jalan-jalan sesering mungkin, kita akan mendatangi tempat yang kalian mau."ujar Alvin.
"Terimakasih Opah,, tapi apa? boleh ke Disneyland Hongkong."ujar Natan.
"Tentu sayangku."ujar Marvin.
"Hore,,, hore!."teriak keduanya.
Mereka pun tersenyum bahagia, Marvin akan mewujudkan apapun keinginan cucu buyut nya itu.
Sementara itu di tempat Agatha kini berada mereka yang masih berada di laboratorium, sampai saat ini Kristofer masih dibuat kewalahan oleh tiga Bocil yang kini tengah berseliweran berlagak menjadi ilmuwan bahkan beberapa anak buah nya pun dikerahkan untuk mendampingi mereka dalam melakukan aksinya, beruntung hanya sebuah pohon yang kini mereka jadikan uji coba.
Kaley, terlihat lebih fokus pada apa? yang dia lakukan saat ini seakan benar-benar menjadi ilmuwan sejati bahkan gadis kecil itu merekam semua percakapan mereka dengan para professional yang ada di sana.
Mereka berencana untuk membuat pohon raksasa yang akan dia tanam di sebuah tempat yang mereka inginkan saat ini.
Tujuan mereka memang baik untuk membuat penghijauan di negara nya, tapi cara yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan jika saja mereka langsung mempraktekkan semua itu secara langsung disana.
Ketiganya di tuntun untuk pergi menuju sebuah lahan yang luas yang ada di area gedung laboratorium tersebut, ketiganya akan memperaktikkan eksperimen mereka saat itu juga, tentunya dengan bimbingan orang ahli.dibidang nya.
__ADS_1