Sang Penari

Sang Penari
#Tangis Agatha#


__ADS_3

Agatha, pun pulang kembali ke Mension, gadis itu pun langsung pamit.


"Hati-hati di jalan, jangan sampai tersandung"ujar Piter.


"Aku tidak akan tersandung karena duduk di dalam mobil"ucap Agatha, cuek dan Alana pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kalian, sudah dewasa kapan kalian akur"ucap Alana.


"Ogah!"teriak keduanya.


Piter, melirik ke arah Agatha, yang berjalan cepat keluar dari dalam Mension tersebut.


Agatha, pun tiba di depan mobilnya, dia langsung membuka pintu mobil nya dan menghela nafas panjang.


"Apa? aku harus kembali"ucap Agatha.


Agatha, pun, pulang menuju apartemen nya, gadis itu, berhenti di lampu merah, Agatha melihat seseorang yang ia hindari ternyata ada di sana.


"Kristofer Alen"ujar Agatha, saat melihat pria itu di samping kirinya.


Agatha, buru-buru menutup kaca mobilnya, dan saat lampu, sudah hijau Agatha langsung tancap gas, sambil berusaha menghubungi Marvin untuk mengabarkan bahwa dai Kristofer Alen, ada di Indonesia.


Agatha pun tiba di apartemen milik nya, setelah berada di basement, dia langsung masuk ke dalam lift, untuk naik ke lantai atas tempat dimana unit nya berada.


Sesampainya di unit apartemen tersebut, dia langsung masuk kedalm.


Agatha pun mengunci pintu setelah itu langsung pergi masuk kedalam kamar.


Dia memberikan pesan singkat pada Marvin, dan Marvin yang melihat itu langsung memerintahkan anak buahnya untuk melindungi Agatha.


Agatha sendiri saat ini tengah duduk bersandar di headbord, gadis itu tengah berpikir apa? mungkin kristofer, datang mencari nya atau ada kepentingan lain.


Hingga Marvin, mengirim pesan memintanya untuk bersikap tenang dan meminta Alexander, untuk tidak datang ke apartemen untuk sementara.


Gadis itu, tau maksud sang kakek, saat ini adalah nyawa Alex, akan dalam bahaya jika dia datang menemui Agatha.


Sampai suara bel pintu itu, berbunyi nyaring, gadis itu, bergerak untuk melihat Cctv yang ada di bagian pintu masuk.


Betapa? kagetnya dia saat melihat Alex, sudah ada di sana, dan saat yang bersamaan Kristofer, muncul bersama dengan beberapa anak buah nya.


Dilema, bagi Agatha, keluar, akan menjadi korban tidak keluar, Alex, dalam bahaya, akhirnya Agatha memutuskan untuk mengirim pesan singkat pada Alexander, untuk pergi diam-diam, karena ada bahaya yang datang bersama dengan nya, tapi sayang Alexander tidak menggubris nya, pria itu malah berusaha masuk sendiri.


Agatha pun dibuat tak berdaya, saat Alex, masuk tiba-tiba anak buah Kristofer,membekuk Alexander, dan kristofer, melenggang masuk kedalam apartemen milik Agatha.


Agatha, sendiri tengah berada di dalam kamar utama, dia tidak peduli jika saat ini harus kehilangan nyawa nya, yang pasti Alexander harus selamat.


gadis itu kini sudah berganti pakaian,agar mempermudah dirinya, saat sedang bertarung.


Hingga Kristofer, mengetuk pintu kamar tersebut.


"Honey, buka pintu jika kamu tidak ingin, pria ini terluka, aku hanya ingin mengambil chip yang ada di tubuh mu"ucap Kristofer.


Agatha pun sudah bisa menebak, kenapa? kristofer bisa datang langsung menemuinya.


Setenang mungkin, Agatha, berusaha untuk keluar dari persembunyian nya, dia membuka pintu dan tersenyum pada pria itu.


"Ada tamu rupanya"ucap Agatha ramah, sementara Alexander, tengah berontak, namun tidak bisa berkutik.


"Ini kan yang kamu inginkan, ambilah"ucap Agatha, menyodorkan chip yang sempat dia lepas dari tubuhnya dengan bantuan sang kakak, NATO, saat itu.


"Kau tau aku memasang ini ditubuh mu"ucap Kristofer.


"Iya itu terlalu mengganggu, silahkan, setelah ini anda bisa pergi, karena saya, akan istirahat"ucap Agatha.


"Kamu mengusir ku honey"ucap Kristofer, yang kini mengelus pipi Agatha, sebelah kiri.


"Jangan sentuh calon istri ku!"ucap Alex berteriak.


"Owh honey, jadi dia yang membuat mu meninggalkan negara ini"ucap Kristofer.


"Tidak-tidak dia hanya, kekasih bayaran ku, saat masih SMA, sekarang kami hanya berteman"ujar Agatha.


Agatha, sudah berulang kali, meminta Alex, untuk diam lewat isyarat, tapi pria itu tidak mau diam.


Sampai seseorang datang, seorang wanita yang akan menjadi klien, nya untuk di tatto.

__ADS_1


"Wah, anda sudah datang silahkan masuk dan tunggu saya di sana"ucap Agatha, pada wanita yang tak lain adalah anak buah Marvin.


"Siapa?dia honey"tanya Kristofer.


"Dia klien ku"ucap Agatha, sambil berjalan sesantai mungkin, menuangkan minuman, kedalam gelas, dan memberikan itu, pada Kristofer, seakan mereka semua adalah, rekan dari Agatha.


"Minum lah dulu tuan Kristofer"ucap Agatha.


Dia menyuguhkan minuman tersebut pada Kristofer.


"Terimakasih honey"ujar pria itu.


Sementara Alex, dia menatap tak percaya, sambil sesekali melirik tajam kearah Agatha, dia tidak habis pikir, kenapa? Agatha bisa berurusan dengan pria seperti Kristofer, yang mungkin bukan pria sembarangan.


"Jika belum ingin pergi, silahkan duduk bersantai, dan tolong suruh dia melepaskan, kekasih bayaran ku dulu, kasihan dia pasti syok, melihat ini"ucap Agatha.


"Lepaskan dia"ucap Kristofer.


"Agatha, sayang ada apa?ini"ucap Alexander, yang bahkan tidak mau mengerti, bahwa sebenarnya, dia tengah memiliki masalah besar.


"Kak, Alex, sebaiknya pulang saja, kakak pasti lelah, setelah bekerja"ucap Agatha datar.


"Agatha sayang, kamu belum menjawab pertanyaan ku"ujar Alexander.


"Kak, aku sedang ada klien, yang akan membuat tatto, termasuk tuan Kristofer ini"ucap Agatha.


"Kau, masih mau disini, dan aku tidak bisa menjamin kau, akan kembali dengan selamat"ucap pria itu, datar.


"Kau, siapa?"tanya Alexander.


"Aku adalah suami dari kekasih bayaran mu"ucap Kristofer.


Sontak, mata Alexander meloto tajam"Jadi ini alasan kenapa? kamu tidak mau berbaikan dengan ku, Agatha, ini yang kamu bilang hanya ingin hidup sendiri"ucap Alex, sambil menatap penuh kecewa.


"Kau, membalas ku, ya kau ingin membalas dendam kepada ku, karena aku menikah dengan nya"ucap Alex.


"Terserah kamu, mau bicara apa? yang jelas, aku tidak perduli lagi padamu tuan Alexander"ucap Agatha datar.


Alexander pun pergi begitu saja.


Agatha, menitikkan air mata, dia yakin Alexander, meninggalkan dirinya untuk selamanya, tangis itu terlihat sangat pilu, tapi, Agatha, berusaha untuk menyembunyikan nya, dengan berjalan pergi ke toilet.


Setelah tiba di toilet, Agatha menyalakan keran tangis Agatha, tidak terbendung lagi.


Sampai Kristofer, datang membuka pintu toilet, Agatha, langsung membasuh wajah nya, hingga bersih, tapi wajah sembab itu tidak bisa mengalihkan perhatian Kristofer.


"Apa? perlu, aku menghabisi nyawa nya"ucap Kristofer.


"Tolong jangan lakukan itu, sudah cukup dengan semua itu, aku tidak ingin lagi berurusan dengan siapapun"ucap Agatha.


"Termasuk dengan ku"ucap Kristofer Alen


...🌸............🌸...


Agatha pun masuk kedalam studio tatto, tapi dia kembali meminta wanita itu pergi, dia akan menangani Kristofer, dia hanya meminta wanita itu menjelaskan sesuatu pada Alexander, dan menahan nya, untuk tidak datang beberapa hari kedepan.


"Aku sudah memberikan apa, yang kamu mau, sekarang silahkan pergi, rasanya aku sudah sangat lelah"ucap Agatha.


"Baiklah, Sayang aku akan pergi, tapi besok kamu harus datang ke club malam yang ada di jalan x, aku menunggu mu"ucap Kristofer.


"Besok, aku ada jadwal kuliah hingga malam, mungkin besok nya lagi"ucap Agatha.


"Tidak bisa pokonya besok malam, atau kekasih mu, akan habis di tangan mereka"ujar Kristofer.


"Baiklah"ujar Agatha.


"Tapi harus kamu ingat, dia bukan kekasih ku, aku datang hanya untuk menyelamatkan dia, yang sudah terlalu baik padaku" ujar Agatha, lagi.


"Baiklah terserah kamu saja"ucap Kristofer.


"Heumm ya"ucap Agatha.


Kristofer pun pergi begitu saja, tanpa berbuat yang tidak-tidak, tapi kini Agatha, mulai mengerti, bahwa pria itu tidak bisa dilawan dengan kekerasan, justru harus diperlakukan lembut, barulah ia tidak bersikap seperti singa garang.


Agatha pun berjalan masuk menuju kamar setelah mengantar mereka pergi.

__ADS_1


Sementara itu di Mension, Alex.


"Apahhh! Agatha berurusan dengan mafia, lalu kenapa? kau tidak menjaganya saat ini"ucap Alex.


"Jika, saja saat itu nona tidak kecewa dengan anda, mungkin sampai saat ini, dia masih tetap seperti nona muda yang dulu, tapi karena kejadian itu, dia benar-benar terluka, pergaulan bebas, membuat nona muda, akhirnya bertemu dengan Tuan Kristofer Alen, penguasa di beberapa negara"ucap wanita itu.


"Apa? yang harus aku lakukan, dimana? Agatha saat ini"tanya Alex.


"Dia, masih berada di apartemen, tapi tuan Marvin, melarang anda untuk menemuinya, karena hanya akan menambah beban bagi nona muda, lebih baik anda terus membenci nya, agar kalian berdua aman"ujar nya lagi.


Setelah kepergian wanita yang merupakan anak buah Marvin, yang tugasnya, sebagai pengintai.


"Agatha, maafkan aku sayang, gara-gara aku kamu sampai harus menghadapi semua ini"gumam Alexander.


Sementara itu di kediaman lama, Marvin, yang dijadikan markas mereka, pria tua itu kini tengah mengatur siasat untuk melakukan pengamanan, di sekeliling cucunya itu.


Sementara Agatha, mengirim pesan pada Marvin, lewat email, agar Marvin, tidak bertindak berlebihan, karena Agatha masih bisa mengatasi semua nya.


Gadis itu pun, tertidur, hingga pagi menjelang, dia pun beraktifitas seperti biasanya, dia pergi kuliah, dan bekerja di perusahaan Alvin, setelah pulang kuliah, sebagai karyawan, biasa, hingga malam pun tiba, Agatha tengah bersiap untuk pergi menemui Kristofer,di sebuah club malam.


Hanya dengan menggunakan, celana jins ketat berwarna hitam, dan t-shirt yang pas di badan juga jaket denim,topi hitam dan masker, juga kacamata hitam, penampilan nya, sudah seperti sedang melakukan penyamaran.


Dia pun pergi menggunakan mobil sport, nya hingga menuju alamat yang diberikan oleh Kristofer.


Sesampainya di sana, sebuah club elit terpanggang, nyata, bahkan untuk masuk dan keluar dia butuh kartu member, tapi Agatha, hanya terdiam di dalam mobil, hingga seseorang datang memberi kartu VVIP club malam tersebut, dia adalah asisten pribadi kristofer yang dulu, sempat menghajar nya.


Agatha pun diminta untuk menyerahkan kunci mobil nya, tapi gadis itu menolak hingga wanita itu pun memberikan isyarat, agar tidak menggangu tamu tuan nya.


"Semua orang yang berada di jalan masuk yang Agatha, lewati, tiba-tiba menyingkir, seolah tau siapa? gadis itu dan memberikan dia jalan, Agatha pun masuk ke dalam ruang VVIP, yang berada di lantai teratas club malam tersebut.


"Kamu bisa datang lebih awal"ucap Kristofer.


"Selagi ada waktu"jawab Agatha, sambil duduk di samping Kristofer, dan benar-benar menempel, itu adalah trik, untuk mengelabuhi musuh, agar bisa lebih mengenal nya.


Agatha, duduk sambil tumpang kaki, dan sesekali meraih kacang yang tersedia di atas meja, tak jarang dia mengambil minuman yang ada di tangan Kristofer.


"Kau, meminum milik tuan"ujar wanita itu marah.


Tapi Kristofer, menahan wanita itu,agar tidak menggangu Agatha.


Agatha terus bersikap acuh, saat ini, dia hanya perduli pada ucapan Kristofer.


"Honey, kamu mau menari"ucap Kristofer.


"Baiklah, tapi dia harus menemaniku"ujar Agatha.


"Kau"ucap wanita itu marah.


"Turuti kemauan nya"ujar Kristofer.


Agatha pun sudah melepaskan jaket yang dia kenakan bahkan menyimpan jaketnya di samping Kristofer.


Sampai rambut nya tergerai indah, meskipun dia masih menggunakan celana panjang dan baju tertutup Agatha, masih bisa lincah menari dan sesekali dia melakukan gerakan yang membuat asisten Kristofer, kewalahan, untuk mengimbangi nya, dan sesekali Agatha, membuat gerakan seolah tak sengaja menendang nya, dengan gerakan berputar.


Hingga perempuan itu jatuh terguling dan pingsan, Agatha, masih terus menari dengan besi yang berdiri tegak sebagai media bantu melakukan gerak tari yang semakin kesini semakin terlihat gerakan tari yang memukau, siapapun yang melihatnya dia bahkan tidak perduli, saat perempuan itu masih tergeletak di lantai, bahkan Kristofer pun, tidak mempermasalahkan itu.


Sampai akhirnya dia selesai menari dan kembali duduk di samping Kristofer.


"Owh, ya ampun Kris, aku kira dia pura-pura pingsan hanya karena ingin berhenti menari, tapi sepertinya itu serius, tapi bukan kah dia itu jagoan, kenapa? dia begitu Cemen, saat aku tidak sengaja"


"Kau begitu dendam padanya honey"ucap Kristofer.


"Aku tidak sengaja tuan, seharusnya dia menghindar bukan"ujar Agatha, sambil menatap kearah pria itu.


"Baiklah, gantikan posisi dia, selama aku di negara ini"ucap nya.


"Owh ya ampun, aku juga punya kesibukan, dia bahkan hanya pingsan tidak mati, apa? kamu, sengaja ingin menjebak ku"ucap Agatha.


"Honey, coba kamu periksa sendiri, dia adalah asisten terbaikku, jadi kamu harus ganti rugi"ucap Kristofer.


"Begini saja, aku ada teman yang ahli dalam urusan itu, aku bisa meminta dia menjadi asisten pribadi mu, sungguh aku tak bisa, aku masih harus bekerja, nanti jika aku bolos kerja Daddy ku bisa tau kalau aku nakal'"ujar Agatha.


"Heumm, begini saja kamu, setiap hari datang ke Mension ku, setiap hari temani aku makan malam"ujar Kristofer.


"Baiklah, tapi aku tidak janji, setiap malam, karena terkadang aku ketiduran hingga lupa makan malam, setelah bekerja seharian, belum lagi jika klien yang membuat janji untuk membuat tatto"ucap Agatha.

__ADS_1


Kristofer, mendapatkan hasil bukti data diri Agatha, yang dulu lemah, meskipun gadis itu tidak menunjukkan tanda-tanda gadis itu cacat, tapi foto-foto saat dia tengah menikmati es krim, dengan berbagai varian, dan wajah imut nya, Kristofer mulai mengerti, apa? yang terjadi pada Agatha, bahkan rekap medis disitu menjelaskan bahwa, gadis itu sudah berulang kali koma, di rumah sakit, dan berkali-kali menjalani operasi bedah di bagian kepala, membuat nya merasa iba.


.


__ADS_2