Sang Penari

Sang Penari
#Mulai hidup baru#


__ADS_3

Saat ini semuanya sudah mulai beraktifitas kembali, Anggita kini mengurus perusahaan peninggalan sang ayah meskipun tidak sebesar perusahaan milik Alvin tapi yang pasti, cukup untuk menghidupi keluarga nya.


kali ini Anggita dibantu oleh Alvaro, putra pertama Alvin pemuda itu tetap berkuliah secara online.


sementara Alana NATO dan Agatha sudah pindah sekolah, beruntung mereka mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, bahkan mendapat teman yang baik pula.


Anggita pun senang mendengar kabar itu setidaknya dia bisa tetap fokus pada pekerjaan nya saat ini.


sementara Alvin kini masih menjalani hukuman dari sang Daddy sudah dua hari ini dia dikurung di ruang gelap, bahkan tidak ada makan dan minum, hingga Alvin pun berteriak meminta ampun pada Marvin, pria itu berjanji tidak akan pernah lagi melakukan kesalahan yang sama dan dia berjanji bahwa dirinya akan mencari Anggita dan keempat anak nya itu.


Alvin pun dibebaskan dan Marvin meminta orang-orang nya untuk mengawasi putranya itu.


sementara itu di sebuah club malam di negara xx seorang wanita sudah terlihat lemah tak berdaya bagaimana tidak dia di tuntut untuk melayani nafsu pria hidung belang dengan dan bukan satu dua orang, hingga sepuluh orang secara bergilir hingga wanita itu terkapar tak berdaya, dan menjadi tontonan bagi wanita lain nya.


wanita itu teringat akan dosa-dosa nya yang telah menjebak Alvin pria yang teramat baik dan kini rumah tangga nya sudah hancur gara-gara dirinya.


tetes air mata penyesalan itu sudah membuat nya bangkit dan berusaha untuk pergi menuju kamar mandi, dia akan berusaha untuk melarikan diri dari orang-orang yang mengawasi nya.


Alvin sendiri saat ini tengah mengurus perusahaan milik nya, sebelum dia kembali pergi untuk mencari keberadaan anak dan istrinya, tubuh nya sudah mulai membaik karena bantuan dari Randi yang datang hendak mencari Anggita untuk meminta bantuan dan saat itu dia melihat Alvin yang sedang terbaring di lantai tak berdaya.


sebagai seorang dokter hati Randi tergerak untuk menolong meskipun hati kecil sempat memendam kebencian terhadap Alvin, ya Randi adalah pria yang sangat mengagumi Anggita secara diam-diam, pria berusia 27 tahun itu, diam-diam mencintai senior nya yang jelas-jelas beda sepuluh tahun dari nya.


Randi merawat Alvin dari luka dalam dan luka luar, pria itu seperti korban kriminal yang selalu muncul di tv.


"Dimana Dokter Anggita tuan, saya butuh bantuan nya untuk mengurus pasien"ujar Randi.


"Istri ku sedang pergi ke luar negeri, dan tengah menjalankan bisnis milik ayah nya"ucap Alvin.


"Benarkah tapi kepergian nya begitu mendadak dan tidak ada pamit dengan kami semua"ujar Randi.


"Heumm, kau bisa menghubungi nya secara langsung"ucap Alvin datar


"Saya tidak punya kontak nya yang baru"ucap Randi Jujur.


"Baguslah dengan begitu kau juga tidak perlu berhubungan dengan istriku lagi"ucap Alvin.


pria itu langsung pergi setelah selesai mengobati dirinya untuk yang kesekian kalinya, Daddy nya masih bukan tandingan untuk nya.


Alvin pun langsung bergegas pergi menuju negara x dimana wanita yang sangat ia cintai kini berada Alvin tidak peduli dengan penolakan wanita itu nantinya yang jelas Alvin, akan mendapatkan maaf dari Anggita sesampainya di sana.


Anggita sendiri saat ini tengah bersiap untuk pergi menuju tempat pesta, yang diadakan sebagai penyambutan dirinya sebagai seorang pimpinan baru.


Agatha selalu ada di samping nya begitu juga dengan ketiga kakaknya yang kini sudah siap dengan penampilan super keren itu.


Agatha sendiri tampil seperti putri raja dengan dress selutut berwarna putih polos dan rangkaian bunga yang melingkar di kepalanya dengan rambut yang digerai dan semakin mempercantik wajah cantik nya itu.


dan semua itu adalah hasil dari kepandaian sang Mommy.


Anggita sedang tampil memukau dengan gaun berwarna merah marun yang menutupi mata kaki dengan belahan panjang di samping wanita itu tetap terlihat begitu cantik dan sangat memukau sementara Alana gadis itu tampil dengan dress selutut berwarna hitam, dengan tata rias profesional yaitu ibunya sendiri.


sementara Alvaro tampil memukau dengan balutan jas mahalnya yang tidak pernah main-main dengan itu, pria yang kini sudah tumbuh dewasa itu mendampingi sang Mommy yang kini tengah berjalan di barisan paling depan, berbeda dengan NATO, meskipun tampilan jas nya sama dengan sang kakak tapi dia tidak suka dengan tatanan rambut yang sama dengan sang kakak, dia lebih suka dengan gaya rambut berantakan tapi terlihat fashionable.


kelimanya duduk di sebuah meja panjang, tempat Anggita yang akan melakukan konferensi pers.

__ADS_1


"Selamat malam semua nya, perkenalkan nama saya Terry Anggita Sari, saya adalah seorang dokter spesialis bedah syaraf, saya disini untuk menggantikan almarhum Ayah saya dan mungkin kalian bertanya-tanya tentang kenapa? gelar doktor akan menjabat sebuah perusahaan, Anda semua tidak perlu khawatir disini, saya dibantu oleh putra pertama saya Alvaro Alexander, dan NATO Alexander mereka punya bakat yang cukup luar biasa saya juga sangat bersyukur memiliki kedua putra yang sangat tampan dan juga berbakat dalam berbisnis meski mereka masih sekolah, dan kedua gadis cantik yang ada di samping saya adalah putri saya Alana Alexandria dan si bungsu Agatha Alexandria.


keempat nya adalah permata hati saya.


sekian perkenalan ini, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik"ujar Anggita.


Tepuk tangan meriah dan bisik-bisik kecil terdengar merdu begitu mengagumi kelima nya terutama kedua jagoan yang kini tampil memukau di depan semua nya.


Alvaro hanya berdiam diri, saat sang Mommy menghampiri dirinya yang tengah duduk di sebuah tempat yang disediakan oleh pengurus pesta tersebut.


"Sayang makan lah dulu"ujar sang Mommy yang sudah membawa beberapa camilan, diikuti oleh para pelayan dan tiga anak lainnya.


"Aku sedang menunggu mommy"ucap Alvaro lembut, dia hanya akan bersikap lembut pada sang Mommy dan adiknya Agatha, sementara pada kedua adik nya yang lain selalu bersikap datar.


"Kak, lihat deh disini juga ada eskrim, apa? kakak mau ini lezat dan sangat istimewa ,kata penjual nya ini khusus buat Agatha, jadi Agatha tidak sakit kepala lagi deh"ujar Agatha yang langsung duduk di samping sang kakak dan bergelayut manja, saat itu Alvaro akan mengelus puncak kepala adik bungsu nya itu.


"Untuk kamu saja, agar adik kesayangan kakak tidak kena sakit kepala lagi"ucap Alvaro dengan sayang.


"Ayo semuanya makan dulu setelah ini kita akan langsung pulang"ucap Anggita lembut.


"Baik Mom"jawab kedua kakak beradik lainnya.


mereka pun makan sementara Anggita masih menyuapi putri nya yang masih memakan eskrim nya, sambil makan yang lain pula, mungkin itu adalah kebiasaan buruk bagi segelintir orang, tapi tidak untuk Anggita, dia akan lakukan apapun untuk putri nya itu, selagi dia menginginkan nya.


kepolosan Agatha, adalah sebuah keistimewaan yang Tuhan berikan kepada nya, Anggita tidak pernah malu dengan itu, karena sejatinya Agatha, tumbuh dengan normal hanya pikiran nya seperti anak-anak tiga tahun dibawah nya, tapi dia cukup pandai dalam pelajaran, dan kini dia tidak lagi mengeluh sakit kepala, selagi dia mendapat kan apapun yang dia mau.


🌸......................🌸


dengan senyuman lembut Alvin langsung memeluk istrinya itu seakan tak pernah punya salah, sementara Anggita saat ini hanya bisa pasrah karena dibelakang mereka ada keempat anak mereka.


Anggita pun melepaskan pelukan itu secara perlahan dan meminta anak nya masuk kamar, beruntung nya mereka menurut dan kini Anggita langsung mengusir Alvin begitu saja.


"Pergi kamu jangan pernah menampakkan diri mu lagi dihadapan ku, atau pun anak-anak, kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi setelah kau memutuskan untuk menikah dengan nya"ucap Anggita yang melakukan pergi tapi tangan Alvin lagi-lagi menarik Anggita hingga wanita itu terjerembab ke dalam pelukan nya.


"Aku yang berhak memutuskan semua nya, aku adalah suami mu dan Daddy keempat anak kita, kamu tidak akan pernah bisa mengusir ku"ujar Alvin tegas.


"Terserah saja yang pasti hubungan kita sudah berakhir, kau mau tinggal atau pun pergi itu urusan mu, aku tidak peduli lagi dengan itu"ujar Anggita.


"Anggita jangan tidak berperasaan begitu, aku adalah suami mu, dan kau masih istri ku yang sah jadi jangan pernah lakukan itu, berhenti"ucap Anggita.


Anggita pun kembali berbalik"Aku yang punya rumah ini dan aku berhak memutuskan apapun, aku sudah meninggalkan rumah mu, dan semua pemberian mu, aku hanya membawa hasil kerja keras ku sendiri, jadi tidak ada hak untuk mu mengatur kehidupan ku"ucap Anggita, sambil menggenggam erat tangan nya, karena dia sebenarnya tidak tega berucap seperti itu.


"Baiklah jika begitu, aku akan menyewa sebagian rumah ini untuk ku memulai hidup baru, bersama dengan kalian"ucap Alvin yang tau dengan sifat Anggita, karena selama ini Anggita tidak pernah tega, mengusir siapapun dari dalam rumah nya, sebesar apapun kesalahan nya, karena Anggita adalah wanita yang berhati lembut dan bijaksana.


"Terserah kamu Al lakukan apapun yang kamu mau aku tidak peduli tapi jangan harap bisa masuk kamar ku"ucap Anggita sambil berlalu pergi.


"Baiklah Sayang, tapi aku tidak janji"ucap Anggita.


Anggita tidak bicara apapun lagi, dia langsung naik kelantai atas meniti anak tangga yang panjang dan sedikit berkelok-kelok itu, hingga sampai di depan kamar nya, dia begitu terkejut karena semua sudah seperti kamar pengantin baru, dengan taburan bunga mawar merah dan semua itu sudah pasti perbuatan Alvin.


"Alvin!!"teriak Anggita sementara pria itu sudah mengunci pintu kamar tersebut.


"Kamu bisa membangunkan seisi kebun binatang sayang jika kamu berteriak seperti itu" ucap Alvin.

__ADS_1


"Kau, sudah kubilang bahwa kau dilarang masuk"ucap Anggita.


"Heumm, seperti nya seru"ucap Alvin.


"Al kamu sudah gila"ucap Anggita.


"Aku memang sudah gila sedari dulu, aku tergila-gila oleh mu ucap Alvin tegas.


"Alvin!"teriak Anggita.


"Baiklah jika kamu menginginkan agar aku tidur dengan wanita lain lagi, aku akan pergi"ucap Alvin dengan santainya.


"Pergilah puaskan dirimu, tapi ingat jangan pernah temui aku lagi"ucap Anggita, yang secara tidak langsung melarang Alvin pergi.


Alvin yang sudah gerah pun langsung membuka kemeja nya, di hadapan Anggita, tapi wanita begitu terkejut melihat bekas cambuk dan masih banyak lagi luka memar di tubuh suaminya itu.


"Al kenapa? ini"tanya Anggita, tapi Alvin hanya diam, hingga "Siapa? yang melakukan ini padamu jawab Al jawab jangan diam saja"ujar Anggita yang kini sudah berderai air mata, dia memang benci dengan perbuatan Alvin, tapi dia tidak bisa melihat suaminya menderita seperti saat ini, dan mungkin itu sudah beberapa hari yang lalu, saat dia pergi.


"Al! jawab aku"ucap Anggita yang kini terduduk lemas.


Alvin pun menitikkan air mata, dia masih teringat rasa sakit yang diberikan oleh sang Ayah tapi itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang Anggita rasakan yang telah ia torehkan.


"Ini adalah hukuman atas rasa sakit yang telah aku berikan kepada mu, aku benar-benar minta maaf dan aku berjanji semua itu tidak akan pernah terulang lagi, dia juga sudah mendapatkan balasan nya"ucap Alvin.


"Ayo kita kerumah sakit, kamu harus segera diperiksa"ucap Anggita.


"Sayang-sayang kamu tenang saja ya, Randi sudah memeriksa semua nya, dan kini sudah jauh lebih baik"ucap Alvin.


Anggita langsung menangis sambil memeluk Alvin dengan erat nya Alvin sedikit meringis tapi Anggita tidak tau itu karena Alvin menggigit bibir bawahnya.


"Sayang aku belum mandi, apa? aku tidak bau"ujar Alvin.


"Bau orang lain"ucap Anggita, sambil memajukan bibirnya yang langsung dikecup oleh Alvin, pria itu berjanji dalam hati nya untuk menebus dosa nya terhadap anak istrinya dia akan melakukan apapun untuk membuat Anggita bahagia kembali, seperti dulu, saat mereka bersama menjalin cinta.


"Mas mandi dulu aku siapkan makan malam, setelah itu kamu harus minum obat"ujar Anggita.


"Terimakasih sayang kamu memang yang terbaik"ujar Alvin.


"Bayaran nya tetap, dan jika ingin servis lebih kamu harus membayar nya dengan seluruh hidup mu"ucap Anggita.


"Tentu saja Sayang"ujar Alvin sambil tersenyum manis, Alvin bahkan langsung bersujud, atas restu yang maha kuasa untuk nya.


Hingga Anggita selesai menyiapkan makan malam untuk Alvin dan Alvin pun sudah selesai mandi dia sudah menggunakan kimono tidur nya, setelah itu dia pun kembali duduk di sofa menunggu istrinya datang membawakan makanan untuk nya.


"Mas makan dulu aku akan meminta seseorang untuk mengambil obat"ucap Anggita.


"Ini bukan kota J, sayang obat nya dari mana?"tanya Alvin.


"Ayah mendirikan apotek yang buka dua puluh empat jam, seperti keinginan ku dulu, tidak jauh dari sini kok", ujar Anggita


"Baiklah"jawab Alvin singkat.


Alvin pun menikmati hidangan yang diberikan oleh istri nya itu.

__ADS_1


__ADS_2