Sang Penari

Sang Penari
#Kembali utuh#


__ADS_3

Alvin dan Anggita pun kembali bersama keharmonisan itu kembali terjalin wanita itu bahkan sudah sepenuhnya memaafkan suaminya itu, dan itu membuat Ariana dan Marvin bahagia.


sementara sikecil yang kini sudah berusia dua tahun rencananya akan tetap berada dalam penjagaan Marvin, pria itu tidak ingin menambah beban bagi menantunya itu, meskipun kini Alvin telah memberikan nama keluarga nya pada gadis kecil itu.


"Sayang aku mau berangkat dulu ke kantor"ujar Alvin.


"Ya hati-hati"ujar Anggita sambil mencium punggung tangan suaminya.


"Kamu hari ini sibuk tidak sayang"ujar Alvin lagi.


"Sepertinya aku hanya akan mengantarkan ketiga anak kita sekolah setelah itu kembali lagi ingin istrinya"ujar Anggita.


"Baiklah, aku hanya ingin mengajak mu makan siang bersama nanti"ujar Alvin.


"Baiklah setelah aku istirahat, aku akan kekantor"ujar Anggita.


"Terimakasih sayang ku"ucap Alvin.


Anggita akan pergi ke kantor meskipun bayang-bayang wanita itu masih ada dan tidak akan pernah hilang karena dia pernah bekerja untuk Alvin dalam satu ruangan.


Anggita pun bersiap dengan membawakan bekal dan tas putri bungsu nya yang kini sudah kelas satu SMP.


Ya siapa lagi jika bukan Agatha yang masih terlihat sangat polos itu, tapi sekarang dia sudah normal kembali dan bisa belajar dengan biasanya, namun sifat manja nya masih seperti dulu.


Anggita terlalu sayang pada putrinya itu hingga tidak rela jika dia mengeluh sedikit saja saat ini Anggita sudah pensiun dari rumah sakit, dia hanya ingin mengurus keempat anak mereka.


hanya sesekali datang bukan sebagai dokter melainkan sebagai seorang pemilik rumah sakit tersebut.


"Sayang ayo Mommy sudah siap"ujar Anggita.


"Iya Mommy Agatha datang "ujar Agatha yang kini diikuti oleh sang kakak, Alana.


"Hati-hati sayang jangan lari-lari bahaya"ujar Anggita.


"Tidak akan Mom, Agatha terlalu kuat"ucap Agatha.


"Ya mommy tau putri Mommy memang sangat kuat, dengan pelukan dan ciuman hangat Anggita berikan pada si bungsu nya.


"Kak, NATO mana?"tanya Anggita.


Anggita pun berjalan sambil celingukan melihat ke atas.


"NATO disini Mommy"ujar anak remaja tersebut.


"Owh sayang Mommy kira NATO masih ada di atas"ucap Anggita.


"Kak Alvaro tidak kuliah"ucap Agatha yang melihat kakak tertuanya kini tengah bersantai di meja makan.


"Kuliah Sayang nanti siang"ucap Alvaro yang duduk sambil menikmati secangkir kopi panas tersebut.


"Ayo segeralah masuk mobil tunggu Mommy ketinggalan sesuatu"ucap Anggita yang langsung berbalik pergi menuju pintu lift karena sudah terburu buru.

__ADS_1


"Mommy lupa apa? ini tas nya ada di mobil"ujar Agatha.


"Entah lah"ujar NATO.


tidak lama Anggita pun membawa paper bag, yang entah apa? isinya wanita itu berjalan kearah pintu mobilnya dia yang sudah selesai menggunakan seat belt, pun langsung menghidupkan mobil yang sudah dipanaskan sejak tadi oleh sopir.


"Sayang mommy akan langsung kekantor Daddy, setelah mengantar kalian, jika Agatha sudah selesai belajar dan sudah waktunya pulang langsung telpon Mommy atau Daddy oke, handphone nya ada kan tidak ketinggalan ingat jangan mau jika dijemput oleh orang asing, selain sopir rumah kita itupun harus konfirmasi sama Mommy atau Daddy dulu"ujar Anggita yang tidak ingin putri nya kenapa-napa jika pulang dijemput lagi seperti kejadian dulu yang membuat dia menjadi seperti saat ini.


"Iya mommy ku yang cantik"ucap Agatha sambil mencium Mommy nya yang tengah menyetir.


"Sayang Mommy memang pintar, baik-baik ya belajar nya, dan untuk kak NATO dan Alana, kalian pulang dijemput pak sopir"ucap Anggita.


"Iya Mommy kita sudah besar, sudah tau mana yang bahaya dan yang tidak"ucap Alana.


"Tapi bagi Mommy kalian tetap lah anak kecil kesayangan Mommy"ucap Anggita.


hingga tiba di sekolah SMA terlebih dahulu, sementara Agata, sedikit agak jauh dari sekolah sang kakak Anggita tau mertua nya menempatkan orang-orang kepercayaan nya di setiap wilayah cucunya berada, hanya saja Anggita harus tetap waspada.


hingga akhirnya Agatha tiba di sekolah nya, Anggita dengan sangat hati-hati membantu putri kesayangannya itu turun dari mobil tidak hanya itu Anggita akan masuk ke dalam kelas membawa tas sekolah dan bekal makanan milik Agatha, tidak hanya itu dia juga selalu menitipkan putri nya itu, bagaikan menitipkan anak usia lima tahun yang harus ekstra di jaga.


wali kelas nya pun sudah terbiasa dengan itu, dia tau Agatha, sampai saat ini belum sembuh total, jadi perlu penjaga yang cukup ekstra dari guru saat mereka berada di sekolah, sementara saat berada di rumah Anggita adalah orang yang akan terus berada di samping nya.


Anggita pun akan selalu menghubungi sang putri setiap saat Agatha akan makan siang.


wanita itu tidak ingin putri nya terlambat makan dan minum obat, karena selain makanan disana juga ada obat dan vitamin untuk putri nya yang akan diminum setelah ia makan.


Anggita pun pergi meninggalkan sekolah Agatha, gadis itu sudah sedikit lebih baik, Anggita sebagai seorang dokter selalu mencatat semua perkembangan nya, saat ini dia pensiun dini karena ingin benar-benar fokus pada kesembuhan putri nya itu, sementara itu setiap kali ada yang ingin berkonsultasi pada nya, dia masih melayani itu, dan juga jika semua dokter tidak mampu mengambil tindakan pada pasien, Anggita akan turun tangan, lagi-lagi karena kewajiban nya.


Anggita pun berjalan masuk sambil tersenyum ramah pada orang-orang yang membungkuk memberi hormat padanya.


wanita itu merasa sangat dihargai, tidak hanya di kantor tapi juga diluar bagi yang mengenal dirinya wanita itu akan selalu dihormati.


dan beberapa orang pasien yang pernah dia tolong secara gratis, mereka seakan sudah seperti keluarga bagi Anggita mungkin itu cara Tuhan membuat Anggita tidak lagi merasa kesepian meskipun di dunia ini hidup sebatang kara, karena ayah nya belum lama meninggal dunia saat Alvin pergi dari rumah, tuan Mahendra dengan rasa bersalah nya, dan merasa apa? yang terjadi pada Anggita adalah karma nya yang dulu pernah meninggalkan istri nya dan Anggita demi wanita lain.


tuan Mahendra, meninggal karena serangan jantung, Anggita merasa terpukul dengan itu, disaat dia merasakan kasih sayang ayah nya, wanita itu juga harus kehilangan suami dan ayah nya meskipun Alvin kembali bersama dengan nya.


🌸.....................🌸


Sesampainya di depan pintu ruangan yang bertuliskan CEO .


Anggita langsung disambut oleh asisten pribadi Alvin, seorang pria tampan yang sempat tersenyum manis pada Anggita.


"Selamat siang nyonya, silahkan masuk tuan baru saja kembali dari luar, sehabis meeting penting bersama dengan klien dari luar"ujar nya.


Anggita pun langsung tersenyum dan mengangguk pelan setelah itu dia langsung masuk, saat tiba di dalam ternyata Alvin tengah mengobrol dengan seseorang di telpon sambil melihat ke arah dinding kaca yang menjulang tinggi itu.


"Aku sudah menemui dia putri kita baik-baik saja Mommy yang menjaga nya, kamu tidak usah khawatir tetap lah fokus bekerja tidak ada yang harus dikhawatirkan"ucap Alvin tanpa sadar sedari tadi Anggita sudah berdiri mematung di belakang Alvin dengan derai air mata nya, ternyata semu yang dia jalani itu palsu saat ini.


Hingga Alvin selesai mengobrol diiringi sebuah kecupan jarak jauh yang terlihat dan terdengar jelas, Alvin langsung menjatuhkan ponsel saat melihat sang istri kini tengah berdiri dengan cucuran air mata di hadapan nya.


"S sayang, k kamu kapan datang"pria itu tampak gelagapan benar-benar kaget dan tidak pernah menyangka bahwa akan secepat itu Anggita mengetahui hubungan antara mereka berdua.

__ADS_1


Anggita pun tepuk tangan dengan berusaha tertawa karena mentertawakan diri sendiri yang benar-benar bodoh"Ini ternyata yang kamu mau, hebat kamu memang benar-benar aktor yang paling pandai dalam segala hal, aku ucapkan selamat untuk semua itu, semoga kamu bahagia"ucap Anggita yang langsung pergi tanpa peduli dengan panggilan Alvin dan teriakan nya sambil berusaha mengejar Anggita hingga sampai di depan mobil Alvin langsung meraih tangan Anggita .


"Sayang semua bisa aku jelaskan semua tidak seperti yang kamu dengar, aku sedang berusaha untuk membujuk dia, yang tetap kekeuh ingin mengambil putri ku dari mommy"ujar Alvin.


"Alvin aku tidak sebodoh itu jika kamu lupa, apa? kamu pikir aku akan percaya heeuh, sekarang juga cerai kan aku dan aku akan membawa putriku bersama ku, kau bisa bebas bercinta dengan dia tidak harus sembunyi-sembunyi lagi"ujar Anggita tegas.


"Sayang please kamu sedang salah faham"ucap Alvin.


Plak........plak..


suara tamparan menggema di gendang telinga Alvin disaksikan oleh karyawan yang baru saja kembali dari luar.


"Sekali penghianatan tetap saja penghianat, dan kau tidak jauh beda dengan itu"ucap Anggita yang langsung bergegas pergi meninggalkan Alvin yang kini mematung menatap kepergian istri tercinta nya, dia benar-benar murka hingga akhirnya ia menjemput kedua putrinya dengan beserta NATO, Alana dan Agatha.


Alana kaget saat Mommy nya kembali ke sekolah untuk menjemput nya dan orang-orang Marvin melaporkan itu, hingga Marvin langsung meminta anak buah nya membawa Alvin saat itu juga.


Anggita pun pergi meninggalkan rumah tersebut dengan pakaian yang dia bawa di koper tersebut dan bahkan Alvaro ikut bersama dengan Anggita tidak peduli mereka berdua darah daging nya atau bukan.


hingga tiba di sebuah bandara internasional, Anggita memesan tiket untuk pergi menuju negara x dimana tuan Mahendra menyiapkan sebuah hunian dan perusahaan milik nya yang harus Anggita kelola saat ini wanita itu pun tiba di sebuah rumah megah milik Anggita, dan saat masuk sudah ada pelayan yang menyambut, Anggita bukan hanya punya


rumah besar dia juga punya beberapa mobil mewah keluaran terbaru dan mobil sport itu Tian Mahendra sediakan untuk anak cucunya .


Tuan Mahendra sudah menyiapkan semua itu, saat dia menikahkan Anggita untuk menebus rasa bersalah nya, karena Anggita sudah seharusnya menjadi pewaris dari semu yang tuan Mahendra miliki.


Anggita langsung masuk bersama keempat anak nya, saat itu juga dia langsung duduk di sofa sementara keempat anak nya saat ini tengah mencari kamar mereka selain empat kamar utama di sana juga ada enam belas kamar yang siap huni.


empat kamar utama cukup untuk mereka berlima karena Agatha akan tidur bersama Anggita di kamar yang pernah Anggita singgahi.


Anggita pun meminta pelayan menyiapkan makan siang untuk mereka, karena dia ingin makan siang untuk yang pertama kali bersama keempat anak nya itu.


semua tengah menunggu Anggita menghubungi ibu mertua nya untuk membuat surat pindah bagi mereka semua dan meminta Ariana untuk merahasiakan semua dari Alvin.


sementara Alvin pria itu benar-benar sedang diberikan pelajaran atas kesalahan nya, wanita yang selama ini menjadi istri keduanya itu Alvin kirim ke sebuah club malam lebih tepatnya dia ingin memberikan sebuah pelajaran pada wanita yang telah menghancurkan kehidupan anak cucunya karena dari hasil penyelidikan semua mengarah pada wanita itu, dan yang mencampur obat perangsang bukan rekaan bisnis Alvin melainkan perempuan laknat itu.


Ariana juga ikut geram beruntung dia tidak membinasakan cucu pembawa petaka itu, karena dia sadar bahwa itu adalah darah daging Alvin.


sementara itu Alvin tengah dihajar habis-habisan oleh sang Daddy, karena biarpun Marvin sudah tua ilmu bela diri Marvin lebih bagus daripada siapapun di kota itu, semua orang tau Marvin adalah pria yang paling terkuat meskipun sudah berusia tujuh puluh tahun.


"Ayo bangun sialan, siapa? yang pernah mengajari mu untuk menjadi penghianat, aku bahkan malu dengan diriku sendiri memiliki anak seperti dirimu"ucap Marvin yang kini meminta Alvin untuk bangkit karena putra nya sudah terkapar tak berdaya akibat pukulan mematikan itu.


"Siapa? yang membuat mu berbuat seperti ini"ucap Ariana sambil menangis.


"Aku minta maaf Mommy Daddy"ucap nya tak berdaya.


"Aku tidak akan pernah memaafkan mu, sampai kapan pun, sebelum Anggita memaafkan mu"ucap keduanya.


"Dan jika kau terus nekad untuk terus bersama, dengan dia maka jangan salah kan aku akan membuang anak haram itu ditempat yang tidak pernah akan bisa kau temukan"ucap Marvin.


'Tidak Daddy aku mohon jangan lakukan itu, aku akan melakukan semua perintah kalian"ucap Alvin.


"Aku tidak pernah memerintahkan mu, untuk itu, jika kau tidak punya niat untuk itu, aku tidak akan pernah memaksamu dan pergi dari kehidupan kami tanpa nama dan kedudukan aku ingin tahu kau bisa apa? ucap Marvin yang masih murka, mereka berdua pun pergi begitu saja, setelah Ariana mengajak suami nya pergi tapi setelah itu Alvin dibawa oleh orang-orang Marvin dia bahkan dimasukkan kedalam ruangan pengasingan, dan selama itu tidak akan ada lagi makanan atau pun minuman saat ini

__ADS_1


__ADS_2