Sang Penari

Sang Penari
#Bukan anak mu"


__ADS_3

"Anggita dia putri ku, aku tidak akan membiarkan dia hidup tanpa ayah"ucap Alvin.


"Dia bukan putri mu, dia anak ku, dari mantan pacar ku"ucap Anggita.


"Anggita, apa? kau pikir aku akan percaya begitu saja, atau aku akan membuat mu menyesal karena tidak pernah jujur pada ku"ucap Alvin.


saat mereka sedang berdebat, seseorang datang"Dokter Terry Anggita Sari, aku menunggu mu sedari tadi"ucap seorang pria tampan berasal dari Jerman.


"Nicolas, kamu disini"ucap Anggita.


"Daddy"ucap Alana.


"Hi... gadis cantik bagaimana apa? kau suka berada di sini"ucap Nicolas.


"Tentu Daddy, Bunda selalu membiarkan Alana mengunjungi nya,di tempat kerja"ucap Alana.


Alvin yang sedari tadi melihat dan mendengar interaksi mereka, pria itu langsung menghampiri mereka dan merebut Alana yang kini menempel di pelukan Nicolas.


"Daddy di sini sayang dia bukan Daddy mu"ucap Alvin yang langsung membawa pergi Alana.


"Tuan muda, jangan bawa putri ku"ucap Anggita.


"Kamu tau dimana rumah kita, jadi kamu bisa mencari kami disana"ucap Alvin tanpa menunggu Anggita pergi.


Anggita langsung beranjak pergi meninggalkan Nicolas, karena Anggita tidak ingin putri nya, diambil oleh Alvin, karena dia hanya punya Alana.


Alana adalah hartanya paling berharga yang Alvin berikan pada nya, dan sejak Anggita positif hamil Anggita langsung pindah kuliah di negara Jerman.


Anggita adalah dokter terkenal dengan semua bakat yang ia miliki, sebagai dokter bedah syaraf terbaik, yang selalu berhasil menangani semua pasien dengan sangat baik hingga banyak pasien yang hampir di ujung tanduk dan mereka selamat.


"Berhenti tuan muda, aku mohon kembalikan putriku, tolong kembalikan putriku"ucap Anggita.


"Tapi dia juga putri ku, Terry sayang dia putri ku"ucap Alvin.


"Putri mu, jangan sembarangan, dia hanya putri ku"ucap Anggita.


"Terry, aku meminta kau membuktikan bahwa dia memiliki ayah, setelah itu aku juga akan membuat tes DNA ,agar kamu tau siapa? ayah kandung putri ku ini"ucap Alvin.


Alvin langsung bergegas masuk kedalam mobil.


"Alvin aku ikut"ucap Anggita tidak peduli dengan tugasnya saat ini, dia langsung masuk ke dalam mobil, sementara Alana sibuk memeluk Daddy nya yang fokus mengemudi.


"Sayang ayah,mau kamu tinggal dengan ayah disana ada kakak mu dan juga adik mu"ucap Alvin.


Anggita langsung mengambil alih Alana"Alana ayah Alana bukan tuan muda Alvin, jadi jangan mau diajak oleh dia sayang kamu anak tunggal Bunda, dan ayah mu sudah memiliki istri lain"ucap Anggita.


"Terry"Alvin menatap Anggita lekat-lekat, saat ini setelah menghentikan mobilnya di tepi jalan.


"Alana tau dongeng shinderela kan"ucap Anggita.


"Iya Bunda, ibu tiri nya jahat"ucap Alana.


"Terry please jangan kekanakan, tidak semua ibu tiri itu jahat buktinya istri ku sangat menyayangi putra sambung nya, putra ku Alvaro, anak ku dengan almarhum Agnes"ucap Alvin.


"Berapa? banyak wanita yang kamu hamilli tuan muda"ucap Anggita.


Anggita menatap sendu pada Alvin, ternyata dia adalah wanita bodoh yang selama ini percaya pada Alvin.


"Aku memang memiliki anak lain dari kekasih pertama ku, tapi aku tak bersalah dia yang tidak mau hidup dengan ku, saat itu dia menolak ku"ucap Alvin.


Anggita hanya terdiam saat melihat kejujuran Alvin.


"Dan Alana dia bukan putri mu tuan muda, percaya lah"ucap Anggita.

__ADS_1


Anggita, aku akui bahwa aku bukan lah pria baik-baik tapi cinta ku padamu adalah cinta yang tulus, cinta yang murni aku tidak pernah jatuh cinta, sedalam itu pada wanita manapun dan aku dengan Agnes, hanya terbawa nafsu saja"ucap Alvin.


Anggita tetap terdiam dan tetap menatap wajah pria tampan di hadapan nya.


Alvin menjalankan mobilnya menuju rumah nya, rumah mereka dulu yang Alvin tempati bersama dengan Anggita, karena saat ini Alvin tempati bersama dengan istrinya adalah rumah Ariana dengan Marvin, yaitu Mension utama, Alvin sudah tidak tinggal di kota x lagi.


Alvin dan Anggita pun tiba di rumah, tempat mereka bertemu dulu, Anggita jadi teringat ibunya yang sudah tiada tiga tahun lalu, saat usia putri nya, saat itu baru satu tahun dan dia tidak bisa pulang karena tengah ujian skripsi, dan uang yang ia miliki tidak cukup untuk membeli tiket.


Anggita hanya bisa menangis dan berdoa semoga ibunya bahagia di surga, Anggita bahkan semakin bertekad untuk menjadi wanita sukses.


hingga Anggita kembali ke negara nya, kini dia belum sempat menemui ibunya, dia lebih memilih menunaikan tugas nya ketimbang pergi ke makam ibundanya.


rencananya Anggita akan mengunjungi ibu nya, dengan Alana, tapi insiden ini terjadi.


sesampainya di rumah tersebut, Alvin langsung membawa Alana masuk dan juga Anggita, yang kini tangannya digenggam erat.


"Tuan muda, aku mohon jangan lakukan ini, anda harus sadar kita tidak punya hubungan apapun, dan Alana adalah putri ku"ucap Anggita.


"Terry, tidak ada yang meminta pendapat mu"ucap Alvin yang langsung menarik dia masuk kedalam rumah nya.


betapa terkejutnya Anggita saat melihat seluruh dinding di rumah itu, semua tidak ada hiasan dinding atau apapun, yang ada hanya foto mereka, hingga rumah itu sudah seperti galeri foto.


Anggita tidak tahu dari mana foto tersebut, karena foto saat bersama dengan nya di luar negeri pun ada terutama foto, saat mereka tidur bersama.


"Apa-apaan ini"ucap Anggita.


Anggita pun, berjalan menghampiri foto yang tadi dia lihat di kamar nya, foto Anggita dan Alvin yang sedang tidur bersama, lalu wanita itu hendak melepas nya tapi tangan Alvin langsung menahan nya, kini polisi Alana, tengah bermain di bawah bersama dengan asisten rumah tangga nya.


"Jangan merubah semua yang sudah terjadi karena semua itu adalah awal kelahiran putri kita"ucap Alvin percaya diri.


"Alvin aku mohon jangan katakan semua itu, sudah cukup"ucap Anggita.


"Kenapa? sayang setelah kamu sukses kamu lupa dengan pria bajingan ini"ucap Alvin sambil menatap kearah Anggita.


Anggita pun menatap pria itu, Air mata nya meleleh karena hati Anggita merasa sakit, saat mendengar kabar pernikahan Alvin.


"Aku salah mas, aku yang salah karena aku tidak pernah pantas untuk mu, aku hanya seorang pelayan yang bermimpi untuk menjadi wanita sukses, aku tidak pantas untuk mu"ucap Anggita.


"Sudah aku katakan tidak ada yang salah kalau pun ada itu hanya aku sayang"ucap Alvin yang kini masih setia mendekap erat.


🌹💖💖💖🌹


Anggita duduk bersama Alvin yang memeluk nya.


"Aku tidak bisa seperti ini"ucap Anggita.


"Ini rumah kalian"ucap Alvin.


"Ini rumah nyonya Ariana"ucap Anggita.


"Mommy sudah memberikan ini untuk kita"ucap Alvin.


"Apa? nyonya Ariana tau tentang ini"ucap Anggita.


"Mommy tau , semua nya tidak ada yang tidak Mommy ketahui, kau pikir ini semua siapa yang buat"ucap Alvin.


"Benarkah, hiks hiks hiks, apa? benar semua itu"tangis Anggita pecah .


"Mommy masih berharap, kamu menjadi istrinya"ucap Alvin.


Anggita semakin memeluk erat tubuh Alvin yang kini tengah mengelus puncak kepala Anggita.


sementara itu di rumah Yaris, semenjak pria itu menikah dengan perempuan pilihan Dinda dan Yudha, tapi semenjak pernikahan terjadi, Yaris tidak pernah mau menyentuh istrinya, pernikahan mereka sudah tiga tahun berjalan tapi tidak sekalipun pria itu menyentuh istrinya itu.

__ADS_1


istri nya itu tidak pernah protes karena sekalinya protes, Yaris akan memberikan dia pelajaran.


setiap pulang kerja Yaris hanya akan berdiam diri, setelah itu dia pun pergi menuju club malam, dan yang membuat Yaris tidak berselera untuk menyentuh istrinya sendiri adalah, istri Alvin, selama ini diam-diam dia mencintai wanita itu.


Alvin sendiri tidak tahu tentang hal itu, bahwa selama ini, mereka bermain di belakang nya.


sementara Agata sampai saat ini, tidak pernah mau menikah , karena ternyata dia sudah punya kekasih, tapi sayang kekasih nya adalah pria beristri dan dia hanya dijadikan sebagai yang kedua.


Agata, akan mendapatkan giliran, dan saat itu terjadi Agata, akan beralasan untuk pergi berlibur bersama sahabat nya, padahal Agata pergi bersama dengan sugar Daddy nya.


karena dia tidak diberi kewenangan untuk mengurus perusahaan akhirnya Agata hanya harus puas menjadi manager keuangan.


Agata anak Ica dan anak sabung Angga, tidak pernah mendapatkan apapun dari keluarga ayah kandung nya, bahkan tidak pernah ditanya apa? kabarnya baik-baik saja atau tidak.


sementara Yaris, selalu menjadi rebutan kedua orang tua nya.


tapi Yaris tetap memilih Yuda, karena Yudha adalah ayah terbaik untuk Yudha selama ini tidak peduli jika Yaris disebut anak durhaka, karena sejak dalam kandungan pria tampan itu sudah dibuang mentah-mentah oleh ayahnya sendiri.


Dinda beruntung mendapatkan Yudha, sementara Yudha adalah sahabat terdekat Marvin.


hingga saat ini hubungan mereka sangat dekat.


Ariana sendiri bahkan menganggap mereka sebagai saudara kandung nya.


kembali pada Anggita, saat ini Alvin sudah membawa Anggita untuk tinggal di rumah mereka bersama dengan putri nya, sementara istrinya saat ini masih berada di rumah sakit dan Anggita dengan telaten merawat istri Alvin melalui asisten nya, ataupun dia sendiri yang melakukan itu.


wanita itu bahkan tidak pernah dendam kepada istri Alvin karena telah merebut calon suami nya, justru Anggita berharap Alvin akan kembali bahagia bersama dengan istrinya itu.


dan meskipun mereka tinggal bersama Anggita tetap tidak tidur bersama dengan Alvin, mereka tidur di kamar terpisah dan Anggita tidur bersama dengan Alana.


Alvin sempat protes dan keberatan tapi Anggita mengajukan beberapa syarat, Alvin boleh tidur dengan mereka setelah Alvin benar-benar resmi menikah dengan Anggita, sementara, untuk menikah dengan Anggita Alvin harus benar-benar dinyatakan sebagai duda, dan untuk mencapai itu Alvin harus menunggu istrinya pulih dan benar-benar sehat.


hingga Anggita setiap hari dengan rajin merawat wanita itu, tidak pernah terbersit sekalipun untuk memisahkan wanita itu dari Alvin, karena saat ini dia juga tengah mengandung dengan usia kandungan delapan minggu.


Anggita juga tengah sibuk di rumah sakit, bahkan dia akan masuk ruang operasi lima atau tiga kali dalam waktu sehari semalam, karena dokter ahli bedah syaraf terbaik di rumah sakit itu hanya ada Anggita, dan yang lain nya masih dibawah Anggita, dalam pengetahuan maupun kinerja nya.


Anggita akan bertemu dengan putri nya saat makan siang atau makan malam yang tertunda karena dengan begitu Alvin dan asisten nya akan dengan setia menunggu Anggita yang sedang bertugas saat malam hari di ruangan atau pun di apartemen Anggita, karena jika mereka tidak sempat untuk pulang mereka akan menginap di sana.


seperti sekarang ini, Anggita terpaksa tidur bertiga bersama dengan Alvin, karena mereka tidur di apartemen, yang hanya memiliki dua kamar itu juga sudah dibagi dengan asisten nya, tidak mungkin Alvin tidur di kamar asisten rumah nya itu.


Anggita tidur dengan posisi Alana di tengah-tengah mereka tapi akhirnya Alvin tetap memeluk keduanya.


"Alvin, jangan lupa"ucap Anggita sambil menatap tajam kearah Alvin.


"Honey Kenapa? bisa seperti itu sih, kita itu sudah menjadi suami istri, meskipun tidak menikah ulang"ucap Alvin.


"Mas jangan mulai, kamu tau sendiri aku sudah menjelaskan persyaratan nya pada mu, tapi jika kamu melanggar silahkan tinggalkan kami berdua"ucap Anggita yang langsung membuat Alvin menciut.


"Sayang aku tak mulai lagi,ok tidak aku minta ampun"ucap Anggita.


Anggita langsung membalut tubuh nya dengan selimut, sementara Alvin hanya memeluk putri nya, sambil menatap lekat wajah cantik itu, yang tidak pernah berubah meskipun Anggita adalah seorang dokter, dan sudah sukses, bisa saja gadis cantik itu melakukan permak wajah, tapi Anggita tidak pernah melakukan itu, dia lebih suka dengan wajah alami nya, dan jika pun harus perawatan maka dia akan mengambil perawatan yang alami untuk kulit tubuh nya.


Anggita justru memilih cara yang alami.


pagi hari nya, Anggita bangun lebih dahulu dia langsung mandi dan bersiap, sementara itu, putri nya akan di urus oleh Anggita nanti setelah dia membuat sarapan pagi untuk keempat orang yang berada di apartemen nya.


setelah selesai memasak Anggita langsung bergegas menuju kamar nya membangunkan Alvin dan menyiapkan jas untuk Alvin dan peralatan mandi untuk Alana, gadis kecil itu akan Anggita mandikan terlebih dahulu setelah itu mereka akan sarapan pagi bersama seperti sebelumnya.


"Sayang sepertinya kita harus membeli rumah yang lebih mewah dari rumah pemberian mommy karena, tidak akan muat jika putra kita lahir nanti"ucap Alvin.


"Anak apa? anak anakan"ucap Anggita.


pria itu hanya menggaruk puncak kepalanya sendiri, sementara Anggita langsung membujuk putri nya itu untuk mandi, seperti biasanya dia akan membujuk nya setiap hari Anggita berjalan dengan lunglai untuk membujuk putri nya, yang sangat ia cintai itu.

__ADS_1


kebetulan saat ini dia tengah merajuk karena Anggita tidak mau membawa dia, ke rumah sakit, karena hari ini jadwal Anggita begitu padat belum lagi dia harus mengurus istrinya Alvin .


"Honey perhatikan keluarga mu, bukan dia"ucap Alvin .


__ADS_2