Sang Penari

Sang Penari
#Hari baru#


__ADS_3

Agatha kini melanjutkan kuliahnya,hari demi hari dia lalui benar-benar sendirian tanpa ada gangguan dari Alex, entah dimana laki-laki itu berada yang jelas, sudah lebih dari satu bulan berlalu Alexander tidak hadir di hidup Agatha.


Saat Agatha tengah berada di cafetaria Agatha tidak sengaja melihat seseorang yang selama ini tidak ada dalam hidup nya, seakan menghilang, dia tengah makan bersama dengan seorang wanita cantik, yang terlihat sangat elegan.


Agatha pura-pura tidak melihat meskipun rasanya begitu menyakitkan Alexander, bahkan pura-pura tidak melihat kearah Agatha, meskipun Agatha, duduk di meja samping, hingga Agatha, selesai dan pergi Alex seakan tak perduli.


Agatha, masuk kedalam mobilnya, saat itu juga, dia pergi dengan linangan air mata, Agatha, tidak akan lagi berharap jika memang Alex, memang bukan lah jodoh nya, wanita itu pulang ke apartemen nya dan dia langsung meraih satu botol wine, dia duduk di balkon kamar nya, sambil menyesap segelas wine, tidak lupa sebatang rokok yang kini menjadi teman minum nya, berkali-kali menghembuskan nafas panjang, Agatha, belum juga bisa mengurangi rasa sesak dalam dadanya.


Hingga dia terlelap dengan posisi bertumpu pada lutut nya.


Saat, gadis itu terlelap seseorang datang dia berdiri di sana, dengan buket bunga di tangan dan juga sebuah kado kecil, dia kembali menyimpan benda itu, lalu menyimpan nya di atas nakas, pria itu langsung kembali ke balkon dan meraih tubuh lemah itu dan membawanya ke atas ranjang.


Dia, membaringkan gadis itu di atas ranjang nya, dengan perlahan, dan menyelimuti nya, setelah itu dia mendaratkan kecupan"Maafkan aku sayang, jika aku hanya bisa membuat mu menangis karena terluka, lagi-lagi aku tidak berdaya, selamat ulang tahun semoga kamu akan temukan bahagia mu, aku sangat mencintaimu"lirihnya di barengi dengan kecupan dan derai air mata lelaki itu pun pergi meninggalkan apartemen tersebut.


Sementara saat Agatha terbangun di pagi hari, gadis itu menemukan sebuah kado kecil, dan buket bunga Lily putih.


💌"Selamat ulang tahun Agatha, semoga kamu selalu bahagia, maafkan aku jika selama ini aku hanya bisa membuat mu terluka, aku, pamit pergi untuk selamanya, semoga kelak kau bertemu dengan bahagia mu, yang abadi yang tidak akan pernah menyakiti mu lagi, seperti diriku, anggap ini sebagai salam perpisahan kita, maafkan aku bukan aku, tidak mencintai mu tapi lagi-lagi, aku, harus patuh pada kedua orang tua ku, aku sungguh sangat mencintai mu, tapi aku juga tidak bisa menyakiti mu terus jika aku terus berada di sisi mu"Alex.


Agatha pun menutup wajahnya dengan kedua tangan, dan air mata itu sudah tidak bisa dibendung lagi, Agatha benar-benar merasa hancur, tanpa membuka kado, itu dia berjalan kedalam kamar mandi sambil terduduk di lantai samping bathtub yang tengah diisi dengan air, tangis nya tidak terbendung lagi, dan setelah air itu penuh dia langsung menenggelamkan seluruh tubuhnya kilas bayang, kebersamaan dirinya dengan Alex, dan kedua orang tua nya, bermunculan seperti film yang terus diputar dalam memory nya hingga akhirnya hilang.


"Agatha!!" Sontak semua orang kaget, mereka yang datang ingin memberikan kejutan di hari ulang tahun, Agatha kesayangan mereka, justru mereka yang dikejutkan saat ini, Alvaro NATO dan Marvin berlari cepat, mengikuti arah suara, terlihat Anggita tengah bersusah payah mengangkat tubuh putri nya Alvaro langsung mengangkat tubuh adik kesayangannya itu, dan membawa nya berlari ke dalam kamar.


"Cepat panggil ambulans! teriak Alvaro.


Baringkan dulu kak, kita harus melakukan pertolongan pertama, Agatha, direbut oleh NATO, dan di baringkan dengan cepat di lantai di melakukan pertolongan pertama pada Agatha, hingga beberapa kali dan akhirnya air keluar dari dalam mulut dan hidung nya, hingga Agatha, terbatuk Anggita, langsung memasang oksigen pada putrinya, dan tim medis datang langsung membawa Agatha yang kini dibalut dengan selimut tebal itu, semua orang terburu-buru berlari begitu pula Alana, dia tidak perduli dengan keadaan dirinya yang tengah hamil tua, adiknya adalah yang terpenting untuk nya, NATO dan Anggita mendampingi Agatha, di dalam ambulans, sementara yang lain dengan mobilnya masing-masing.


Sesampainya di rumah sakit milik Anggita, tim dokter sudah berjaga di ruang IGD, rumah sakit tersebut, Agatha langsung dibawa masuk semua bekerja dengan cepat memastikan anak pemilik rumah sakit itu, benar-benar selamat, Anggita bahkan langsung menangani putri nya bersama dokter lain, setelah dipastikan semuanya baik-baik saja, dan Agatha sudah kembali sadar meskipun masih terlihat lemah, akhirnya putri nya dibawa pindah ke ruang rawat VVIP.


Sesampainya di sana, Anggita langsung mengganti pakaian putri nya dengan pakaian yang tebal untuk menghangatkan tubuh nya.


Tidak lupa selimut tebal, Anggita berkali-kali memeluk erat putri nya sambil menangis dalam diam, tubuhnya bergetar, dia tidak tau apa? yang terjadi sampai putrinya nekad melakukan itu.


Sementara itu Alexander, saat ini sudah berada di bandara, saat anak buahnya mengabarkan bahwa, Agatha, bunuh diri, Alexander berlari menerobos barisan orang-orang, yang keluar masuk bandara hingga tiba di dalam mobilnya, akhirnya pria itu pergi diikuti oleh asisten pribadi nya, dengan menggunakan mobil pribadi milik Alexander, hingga tiba di rumah sakit, Alexander, langsung bertanya dimana Agatha saat, ini dan setelah tau dia berlari masuk kedalam lift menuju lantai teratas gedung rumah sakit tersebut, sesampainya di sana, dia langsung masuk kedalam, padahal di depan pintu ada Alana NATO dan Alvaro, tapi dia tidak perduli dengan itu, dia menerobos masuk seakan mendobrak pintu dan saat masuk dia melihat Agatha terbaring lemah dengan semua alat pernapasan.


"Sayang, kenapa? kamu lakukan ini"ucap nya, sambil menangis sesenggukan memeluk Agatha, yang kini terlihat lemah.


Sementara itu semua keluarganya, menatap lekat kearah Alexander.


"Tuan muda, sudah waktunya berangkat"ucap keempat bodyguard nya, yang mengawal Alexander, atas perintah, Daddy nya itu.


"Aku tidak akan pernah pergi, sekalipun aku harus mati, aku tidak akan meninggalkan orang yang sangat aku cintai"ucap Alexander.


"Tuan muda, jangan sampai tuan besar benar-benar murka, dan menyeret Anda, pernikahan akan digelar sesampainya anda di sana"ucap mereka.


"Pergilah Alex, mungkin kau dan cucuku tidak pernah bisa berjodoh, meskipun kalian berdua saling mencintai, biarlah Agatha, tetap seperti ini"ucap Marvin.


"Tidak kek, saya mohon, nikahkan kami sekarang juga, setelah itu aku akan pergi, setidaknya, Agatha, akan menjadi istri pertama ku, dan wanita itu hanya jadi yang kedua, agar aku bisa segera menceraikan nya.


"Agatha, bukan barang Alex, pergilah"ucap Anggita.


"Agatha, aku sangat mencintaimu"ucap Alex.


"Pergilah, aku ikhlas"ucap Agatha, lirih.

__ADS_1


"Tidak sayang, setidaknya, kali ini aku mohon, aku sangat mencintaimu, Agatha aku sangat mencintaimu!"teriak Alex, yang kini diseret pergi oleh para bodyguard, yang diperintahkan oleh Daddy nya, Alexander.


tetap tidak berdaya, Agatha, hanya bisa berlindung air mata.


"Mom, aku ingin pulang"ucap Agatha.


"Sayang, kamu belum pulih betul"ucap Anggita.


"Aku baik-baik saja"ucap Agatha.


"Baiklah sayang ku, tapi kita pulang ke Mension"ucap Anggita.


Aku akan baik-baik saja di apartemen mom, tadi aku kepeleset"ucap Agatha berbohong.


"Baiklah, tapi mommy dan Daddy harus menemani mu disana, sampai kau sehat"ucap Anggita.


"Aku sama kak, NATO saja mom"ucap Agatha.


"Baiklah sayang"ucap Anggita, dia baru bisa tenang jika ada NATO, akhirnya dengan berat hati, Anggita mengijinkan itu, dia juga tidak ingin, putri nya tertekan.


Mereka pun mengantar Agatha, dan mereka merayakan ulang tahun anak bungsu Alvin, meskipun anak gadisnya itu, masih lemah.


Anggita, memeluk dan mencium seluruh wajah putrinya itu, jujur dia masih sangat syok, saat ini bahkan lutut nya, masih sangat lemas, ketegaran nya, sebagai seorang dokter, kalah saat melihat putranya, hampir mati bunuh diri, Anggita tau penyebabnya saat menemukan, secarik surat di bawah kolong tepat tidur, wanita itu tidak ingin putri nya tertekan.


"Selamat ulang tahun, kesayangan mommy, mommy mohon kamu harus kuat, meskipun badai menerjang dalam hidup ini, Jangan pernah menyerah demi mommy dan Daddy demi, seluruh keluarga kita semua yang sangat mencintai mu"ujar Anggita.


"Iya mom, mommy tenang saja aku kuat"ucap Agatha, sambil tersenyum.


Semua orang bergantian, memeluk dan mencium Agatha, sambil memberikan kado, seperti halnya, Piter, yang awalnya sempat di tolak tapi akhirnya dia juga yang dipeluk oleh musuh, bebuyutan nya itu.


"Aku juga hanya hari ini, baik padamu kadonya ada di bawah, di basement, aku tau kamu akan ganti mobil"ucap Piter.


"Jadi hadiahnya mobil"ucap Agatha.


"Iya, 🎀 nya saja"ucap Piter, bercanda padahal dia benar-benar memberikan dia mobil sport limited edition.


Piter, sayang pada Agatha, tapi dia terlanjur gemas, dan geregetan, jadi dia lebih senang mengejek adik iparnya itu.


Sampai semua kado terkumpul mulai dari sertifikat rumah dan juga berbagai kado lainya, ada jam tangan mahal, ada sebuah cincin berlian dan sebuah gelang dari koleksi jewelry limited edition dari Paris, dan dari NATO, ada syal rajut buatan sang istri dan sneaker limited edition.


Semua sudah terkumpul, di atas meja yang ada di kamar tersebut, Agatha, pun memakan cake tart ulang tahun nya, perlahan tapi pasti, gadis itu pun menitikkan air mata nya.


didalam kamar nya, sendirian.


Agatha, memesan eskrim yang banyak, saat itu juga, sementara seluruh keluarga nya sudah kembali, kecuali NATO, yang kini duduk di samping Agatha.


"Sayang, jika ingin menangis, maka menangis lah, kakak disini"ucap NATO.


"Kak, kenapa? disaat aku kembali memaafkan dia,kini dia harus kembali pergi"ucap Agatha.


"Sayang, semua sudah takdir, siapapun tidak bisa mencegah nya"ucap NATO.


"Tapi kenapa? harus sesakit ini"ucap Agatha.

__ADS_1


"Dengarkan kakak sayang, kamu percaya bahwa waktu bisa menyembuhkan luka"ujar NATO.


"Bagaimana? caranya kak"ucap tanya Agatha.


"Dengan niat di hati untuk berdamai dengan keadaan dan memaafkan semua nya, satu hal lagi, buka hari baru lembaran baru, dan tetap lah semangat"ucap NATO.


"Baiklah, tapi dimana? kakak ipar"Tanya Agatha.


Rosella, masih belum diterima oleh keluarga kita, tapi dia titip sesuatu untuk mu"ucap NATO.


"Tapi tempat ini, selalu terbuka untuk kalian kak, jangan tinggalkan atau sakiti kakak ipar, meskipun restu menjadi penghalang, prioritas kan dia dan Jangan pernah buat dia sedih, karena jika dia terluka dan pergi, maka penyesalan seumur hidup yang akan kakak dapatkan." ujar Agatha.


"Iya, sayang kamu juga harus tetap kuat dan tegar, jadikan itu sebagai pelajaran, karena biar bagaimanapun, jika jodoh takkan kemana, suatu saat nanti kamu akan dapatkan yang terbaik"ucap NATO.


"Iya kak, aku akan ingat selalu pesan kakak, kakak pulang lah ini sudah larut jangan biarkan kakak ipar menunggu, sendirian, aku akan selalu baik-baik saja"ujar Agatha meyakinkan.


"Sayang, berjanjilah kamu akan baik-baik saja, jangan, lakukan hal bodoh, temui kakak jika kamu benar-benar putus asa, kakak akan selalu ada untuk mu"ucap NATO, sambil memeluk erat adiknya itu.


"Aku janji kak, aku akan baik-baik saja, tolong pastikan apa? benar kakak ipar buluk itu memberikan aku mobil, tolong foto kan buktinya lalu kirim padaku karena aku sangat penasaran"ucap Agatha.


"Baiklah sayang"ucap NATO.


NATO pun pamit, setelah memberikan kado dari mereka berdua.


Sampai di basement, NATO, terkejut, ternyata dia memberikan sebuah mobil Ferrari keluaran terbaru, dan NATO, langsung memotret itu dan mengirim foto tersebut lewat chat WA.


"Jika kamu bosan dengan mobil lama, kakak siap menerima nya"NATO.


"Wah si buluk, benar-benar memberikan mobil, baiklah-baiklah, aku akan berbaik hati dan mengirim ucapan terimakasih"Agatha.


"Kakak ipar sayang"NATO.


"Tidak, dia menyebalkan"ucap Agatha.


"Dia, sayang padamu, hanya saja dia suka geregetan"NATO.


"Ya aku tau tapi tidak ada maaf baginya"ucap Agatha.


"Kakak, pulang dulu, ingat jangan lakukan hal bodoh, kakak, sangat menyayangi mu"pesan NATO.


"Iya kak"balas Agatha.


Sampai ponsel itu, lepas dari tangan nya, dia melihat sebuah kado, pemberian Alex, dan membuka itu.


"Kau bahkan sudah menyiapkan ini untukku"ujar Agatha, yang melihat cincin kawin berinisial namanya dan nama Alex, cincin berlian tercantik dan yang terakhir yang Alex, berikan Agatha pun menggunakan itu, lalu berkata pada dirinya.


"Mari kita lihat, siapa? yang akan menggantikan posisi mu disini"ujar Agatha, bicara pada cincin yang sudah dia kenakan, lagi-lagi bulir air mata itu jatuh diatas cincin itu.


Setelah itu, dia teringat dengan kado yang Kristofer berikan.


"Kris, maafkan aku, bahkan aku hampir melanggar janji ku padamu untuk tidak bertindak bodoh.


Agatha, membuka kotak tersebut ternyata sebuah kalung berlian dengan liontin berbentuk es krim, dengan permata berlian berjumlah puluhan, sebagai bentuk es krim yang cantik itu.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun, Agatha ku, semoga kamu selalu bahagia, jaga dirimu baik-baik"


__ADS_2