Sang Penari

Sang Penari
#Berdua dengan mu#


__ADS_3

Keesokan harinya Kalas dan juga Tania tengah duduk di balkon kamar Kalas.


Keduanya kini tengah menikmati secangkir kopi dan teh atas permintaan pria itu, yang meminta dibawakan kopi sekaligus cemilan milik Tania ke kamarnya dan ternyata Kalas ingin bersantai dengan calon istrinya itu.


Merekae berdua mengobrol kan tentang kehidupan mereka masing-masing hingga akhirnya mereka mengobrol tentang masa depan yang akan mereka tempuh nanti, meskipun semua itu belum pasti tapi rencana tetap harus ada begitulah prinsip dari Kalas.


Tania pun harus mengikuti ucapan calon suaminya itu, meskipun apapun perkataan pria muda itu adalah benar.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 malam, mereka keasikan mengobrol hingga lupa waktu sampai saat Kalas mengajak Gadis itu untuk memasak makan malam. Kalas memutuskan untuk selalu melakukan semuanya bersama-sama jadi tidak akan ada perbedaan diantara mereka yang terlihat begitu mencolok.


Kalas ingin calon istrinya itu merasa nyaman dengan hubungan mereka yang akan dijalani hingga akhir hayat nanti, jadi Tania tidak lagi membedakan status mereka kelak tidak akan ada yang terluka karena hal itu.


kelas membantu tani yang mencuci daging dan sayur yang akan dimasak saat ini meskipun semua itu sudah di cuci sebelumnya tapi kalau saya ingin kembali mencucinya dan itu tidak bisa ditolak oleh Tania.


"yang daging itu sudah dicuci sebelum dimasukkan ke dalam freezer menjadi semuanya tinggal masak kenapa harus dicuci lagi bukankah itu akan perlu waktu lebih banyak lagi, dan juga makan siang kita sudah hampir terlambat Apa? kamu tidak laper."ucap Tania.


"Sayang lain kali libatkan aku untuk urusan apapun itu, karena biar bagaimanapun kita akan menjalani hidup bersama-sama berdua, sebelum bertambah anggota keluarga kita, yaitu anak-anak kita nanti."


"Kamu tidak perlu merasa canggung jika membutuhkan pertolongan apapun itu untuk membantumu beraktivitas aku akan selalu ada untukmu dalam hal apapun. kita akan melakukan semuanya bersama-sama dan melewati semuanya sama-sama pula jadi aku ingin menjadi bagian dari hidupmu."ujar Kalas sambil tersenyum.


"Duh...betapa so sweetnya calon suamiku ini awas aja nanti kalau tiba-tiba berubah, apalagi menjadi galak seperti suami-suami yang ada di luaran sana. ingin inilah ingin itulah dan masih banyak lagi permintaan yang tidak masuk akal yang biasanya mereka minta."ucap Tania sambil nyengir kuda.


"Tidak akan sayang.... yang ada hanyalah Aku ingin selalu dimanjakan olehmu dalam hal urusan pribadi di kamar saja hehehe."ucap Kalas sambil tertawa kecil.


"Heumm.... kok rasanya jadi merinding kayak gini ya apa? aku bisa melakukan itu."ujar Tania.


"Itu sudah pasti sayang kamu akan lebih jago dari wanita manapun, karena aku tidak akan pernah membiarkanmu berhenti memanjakan suamimu ini, dengan cara selalu memberitahukan apa? yang aku ingin. tapi bukan ingin ini itu seperti yang kamu maksud hanya ingin dibelai saja."ucap Kalas sambil tersenyum manis.


"Ya sudah, ayo cepet kemarikan itu daging bumbunya sudah siap, tapi dagingnya masih belum dipanggang kapan selesainya Jika kamu terus menggombal seperti itu."ucap Tania sambil meraih pisau yang akan digunakan untuk memotong daging tersebut.


"Sayang aku rasa daging itu tidak perlu dipotong lagi lihatlah itu sudah berbentuk steak bukan tinggal di grill aja habis itu matang deh."ucap Kalas sambil menggoda dengan mengedipkan mata sebelah kirinya.


"Memangnya tidak akan dibumbui terlebih dahulu, nanti rasanya hambar dong.... kalau nggak bisa atau nggak lebih baik kamu serahkan saja sama koki handal seperti aku ini."ujar Tania sambil tersenyum manis pada Kalas.


"Duh lama-lama aku bisa kena diabetes nih.... melihat senyumanmu setiap saat, kenapa? sih senyumnya selalu terlihat sangat manis begitu. rasanya aku ingin menggigit bibirmu itu." ucap Kalas sambil menggoda Tania.


"Sudah... kemarikan dagingnya nanti ini nggak kelar-kelar, nanti kamu laper...dan aku juga sudah laper. sebaiknya Sayang... tunggu aku masak. sambil duduk di meja oke! nanti setelah selesai aku akan langsung membawanya ke sana. kamu tinggal duduk dengan baik saja di sana dan ingat jangan melakukan hal yang tidak aku sukai hapus semua video itu, Aku tidak suka kamu melihat sisi buruk ku terus-menerus."ucap Tania protes.


Gadis itu langsung mengambil daging yang ada di wadah yang sedari tadi dipegang oleh Kalas sambil berbicara dengannya.


Setelah itu Tania langsung memberikan bumbu marinasi untuk daging tersebut, dan langsung memotong-motong wortel dan juga kentang termasuk buncis juga untuk teman steak nanti sebagai pelengkap dari menu tersebut.


Dia sudah membuat saus kacang yang sangat lezat kali ini Tania tidak ingin menggunakan saus barbeque, dia ingin membuat sesuatu yang lain yang belum pernah Kalas coba.


Sementara pria itu berjalan menuju ke arah meja makan yang tak jauh dari arah dapur tersebut, seperti yang dipinta oleh Tania agar Gadis itu tidak lagi merengek untuk meminta dia menghapus video yang sudah ia buat dengan susah payah.


Yaitu, video kekonyolan Tania saat berada di dapur ataupun di seluruh ruangan yang ada di apartemen tersebut. Kalas sengaja mengoleksi semua itu untuk koleksi pribadinya karena baginya Tania adalah gadis yang sangat unik dan itu membuat Kalas terhibur.

__ADS_1


Meskipun Tania bukanlah badut tapi itu selalu bisa membuat rasa lelahnya menghilang saat ia melihat video tersebut.


Selama Tania masih memanggang steak tersebut, kales kembali mengusir ini dengan membuat video baru tentang Tania tapi kali ini video itu tidak ada sedikit menunjukkan Tania bersikap konyol sepertinya Gadis itu sedang sangat berhati-hati dalam memasak steak tersebut.


Sampai beberapa menit kemudian, akhirnya steak itu jadi dan Tania membawanya di atas piring yang tahan panas dengan saus kacang yang begitu juicy terlihat sangat menggoda lidah.


Kalas pun tersenyum bangga terhadap calon istrinya itu, pria itu langsung memberikan kecupan di bibir Tania yang kini tengah melotot tajam ke arahnya.


Karena sikap Kalas yang tidak terduga itu hampir membuat Tania terkena panas dari piring tersebut.


Baru saja gadis itu menaruh piring tersebut di atas alas yang ada di meja, pria itu sudah mengecup bibirnya tanpa aba-aba sama sekali.


Dan akhirnya Tania pun melotot tajam ke arah Kalas yang saat ini hanya nyengir kuda sambil garuk-garuk tengkuk yang tidak gatal sama sekali.


Pria itu terus saja meminta maaf dengan cara yang lucu sambil menjewer kupingnya sendiri agar calon istrinya itu mau memaafkannya.


Sementara Tania hanya menggelengkan kepalanya lalu dia kembali ke dapur untuk mengambil jus yang telah ia siapkan setelah memanggang steak tadi.


"Sayang apa? masih ada lagi yang harus aku bantu, mungkin bahwa sesuatu kenapa? kamu tidak minta tolong saja."ucap Kalas sambil mengikuti Tania.


"Sudah duduk saja nanti aku bawakan semuanya ke hadapanmu! bukankah begitu caranya seorang istri memanjakan suami."ucap Tania sambil tetap melangkah meninggalkan pria tampan itu. yang kini tengah tersenyum penuh arti.


Kalas mengambil setangkai bunga yang ada di atas meja pantry tersebut.


Lalu menyembunyikannya di belakang punggungnya, saat Tania kembali dengan membawa nampan berisi 2 gelas juz dan 2 gelas air putih.


Saat itu Kalas langsung berlutut di hadapan Tania dan memberikan bunga tersebut sementara sebelah tangannya lagi meraih nampan itu dari tangan Tania.


"Sayang kamu ini kurang kerjaan apa... Yank,,, aku lagi bawa nampan tahu, nanti kalau tumpah bagaimana? sudah sana bawa aja bunganya. nanti saja berikan saat kita menikah, lagi pula sepertinya bunga yang ada di pelaminan akan kurang Jika kamu ambil terus satu persatu ucap Tania.


Sementara Kalas malah terkekeh kecil, pria itu langsung berkata.


"Jika bunga yang ada di pelaminan masih kurang, aku akan tambah dengan bunga-bunga yang ada di seluruh dunia ini! untuk bisa menyenangkan istriku yang cantik ini."


"Kamu tidak perlu khawatir suamimu ini masih punya banyak uang untuk membeli semua itu dan tidak akan kehabisan meskipun bunga itu sangatlah mahal." ucap Kalas sambil merangkul bahu Tania, dan mengecup puncak kepala gadis itu.


Mereka kini berjalan beriringan menuju meja makan karena terlalu banyak drama jadilah mereka makan di jam 08.00 malam.


"Sayang sini aku potong kan steak milikmu agar kamu lebih mudah untuk memakannya ucap Kalas dengan lembut.


"Tidak perlu Yank... aku bisa sendiri Kamu saja makan milikmu, agar cepat terisi cacing-cacing di perutku pasti sudah sangat lapar. nanti demo lagi aku kan takut di demo cacing."ucap Tania sambil tersenyum menggoda Kalas.


"Kalau aku yang demo bagaimana,,, Apa? masih takut juga." tanya kelas sambil tersenyum.


"Sudah habiskan dulu makannya nanti kita ngobrol lagi oke."ucap Tania yang kembali fokus dengan makanan tersebut wanita itu tidak ingin membuang waktu makan malam mereka meskipun obrolan mereka terasa manis untuk keduanya saat ini.


sementara itu di tempat lain saat ini Tiara tengah merajuk pada Kalen.

__ADS_1


Karena pria itu tidak kunjung memberikan kejelasan tentang hubungan mereka saat ini.


Mereka tidak bertunangan, tidak juga merencanakan pernikahan seperti Kalas dan Tania.


Karena alasan Kalen yang masih ingin berkarir sebelum mereka memutuskan untuk menikah.


Sementara keluarga besar Tiara sudah tidak sabar untuk mendengar keputusan pria itu lewat anak gadisnya.


Karena bagi mereka pantang untuk berpacaran sebelum menikah peraturan di keluarga yang begitu agamis itu.


"Tiara Jika kamu ingin segera menikah sebaiknya cari saja pria yang sudah mapan yang bisa menghidupimu dengan segala yang kamu butuhkan saat ini aku masih terlalu dini untuk menikah karena kamu tahu sendiri aku memiliki tanggung jawab yang begitu besar dalam keluargaku."ujar Kalen.


"Yang,,, kamu kok gitu sih bukannya kamu bilang kamu sangat mencintaiku selama ini, Lalu kenapa? kamu malah berkata seperti itu Aku sangat mencintaimu Sayang... Jangan pernah berkata seperti itu aku takut."ucap Tiara ucap Tiara sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kalen.


"Aku tidak suka kamu terus-menerus aku seperti itu aku juga punya prinsip Jika kamu tidak bisa menerima itu maka sebaiknya kita berpisah saja." ucap Kalen yang kini melepaskan pegangan tangan Tiara di lengannya.


"Yang jangan begini please.... Sayang, aku tidak mau putus denganmu.... aku rela pergi dari rumah asal kamu mau tetap bersamaku! aku tidak mau kita putus please jangan seperti ini oke aku tidak akan lagi bertanya kapan semua itu akan terjadi... tapi aku mohon jangan tinggalkan aku aku mohon."ucap Tiara sambil merengek di hadapan Kalen yang hendak pergi.


"Cukup!! Tania mulai saat ini sebaiknya kamu tidak perlu lagi datang ke tempatku, atau menemuiku di kampus. Aku tidak mau lagi melihatmu yang selalu seperti ini... kamu membuat kepalaku pusing saja, kamu tahu bagaimana aku harus melakukan ini dan itu untuk masa depan kita... tapi kamu tidak pernah menghargai itu kamu selalu meminta ini dan itu agar aku secepatnya menikahi mu. bukankah dari awal kamu tahu aku tidak akan mempercepat pernikahan itu sebelum aku benar-benar berhasil memimpin perusahaan milikku nanti."ucap Kalen dengan tegas dan keras.


"Sayang aku janji aku tidak akan bertanya tentang itu lagi, tapi bisakah kita tinggal bersama seperti adikmu dan kekasihnya."ucap Tiara.


"Tidak ada tinggal bersama, jika kamu ingin menunggu ku, sebaiknya kamu tetap bersama dengan kedua orang tuamu dan jangan membantah ucapan mereka, aku pun akan melanjutkan kuliah ku di luar."ucap Kalen.


"Apahhh! tapi kenapa? kamu tidak bicara sebelumnya padaku Yank,,,ini terlalu mendadak dan aku,,, aku sangat sedih harus berpisah jauh darimu."ucap gadis itu sambil menatap sendu.


Kalen semakin yakin bahwa saat ini yang ada di hadapannya adalah wanita yang munafik, tidak seperti saat pertama kali mereka bertemu, gadis yang sangat bersahaja itu kini telah banyak berubah.


Kalen menyesal telah berniat mengambil Tiara dari adiknya itu, tapi ada kepuasan tersendiri setidaknya adiknya terhindar dari bahaya wanita yang sangat materialistis.


Kalen, bukan berniat perhitungan tapi nyatanya selama beberapa bulan mengenal gadis itu Kalen sudah habis ratusan juta.


Uang, yang dia keluarkan untuk memberikan keinginan Gadis itu, yang selalu menginginkan ini dan itu.


Seperti sedang memanfaatkan keadaannya saat ini.


Kalen bahkan merasa kewalahan dengan semua itu.


Mungkin, jika semua wanita bersikap seperti itu Kalen tidak akan protes karena memang sudah seperti itu.


Tapi nyatanya hanya gadis yang ada di hadapannya itu yang selalu beralasan bahwa dia membutuhkan hal itu untuk menunjang penampilannya saat bersama dengan Kalen dan keluarganya.


Padahal kika dilihat secara seksama Tania pun menggunakan barang yang biasa saja.


Meskipun begitu dia tidak pernah terlihat buruk di hadapan seluruh keluarganya, mungkin karena Tania bisa menempatkan diri.


Namun berbeda dengan Tiara saat Kalen selalu memenuhi keinginannya, Gadis itu seakan tak pernah puas dengan pemberian Kalen.

__ADS_1


Padahal semua itu bukanlah barang murah, seperti yang Tania gunakan. Tapi Tiara seakan masih kurang dan kurang.


Kalen berniat untuk meninggalkan Tiara secara perlahan, sambil melihat apa? akan ada perubahan sikap lainnya nanti.


__ADS_2