Sang Penari

Sang Penari
#Perdebatan#


__ADS_3

Sesampainya di mention, mereka berdua di sambut oleh Ariana dan yang lainnya yang kini ada di sana.


"Sayang mommy baru mau mencari kamu, kamu belum makan dari siang, tadinya mau nganterin ke rumah lama"ucap Anggita yang berpikir jika Agatha, pulang ke rumah lama milik Alvin dulu.


"Tidak mom, Agatha masih lembur sekarang Agatha laper mommy bisa tolong temani Kris untuk mengobrol dulu"ucap Agatha.


"Sekalian saja kalian makan malam, kita semua sudah selesai makan"ucap Ariana.


"Kris"panggil Agatha.


"Ya honey"jawab Kris.


"Ayo"ucap Agatha bersikap normal.


Agatha berjalan menuju ruang makan yang kini terlihat sepi sementara Kris, mengekor dari belakang.


"Duduk lah"ucap Agatha lirih.


Gadis itu langsung mengambil piring mengisi piring tersebut dengan menu yang ada lalu dia berikan pada Kris.


"Terimakasih honey"ucap Kristofer.


"Sama-sama"balas Agatha.


Agatha kini duduk di samping Kristofer, dia mulai menyendok makanan nya , dan memakan-makanan tersebut. sementara Kristofer masih menatap makanan tersebut.


"Kris, kenapa? tidak dimakan"ucap Agatha.


"Aku kenyang melihat mu makan sendiri"sindir Kristofer yang ingin di suapi, lebih tepatnya ingin makan sepiring berdua.


"Apa? tidak suka menu nya"tanya Agatha.


"Sepertinya makan dari tangan mu jauh lebih baik"ucap Kristofer.


"Heumm baik'lah, ayo buka mulut nya"ucap Agatha yang langsung menyendok makanan yang ada di piring Kristofer.


"Jangan bilang-bilang pada mereka jika kamu sudah dapat yang kamu inginkan dariku, aku takut mereka terluka"ucap Agatha.


"Tergantung apa? kamu akan menjadi penurut atau tidak"ucap Kristofer, dengan nada sedikit mengancam.


"Apa? yang kamu inginkan"tanya Agatha.


"Pernikahan"jawab Kris.


"Bukan kah kalian sudah menikah"ucap Agatha.


"Aku hanya ingin menikah dengan mu, jika kamu menolak ya... tanggung saja resikonya"ucap Kristofer.


"Aku siap menanggung nya, apapun itu tapi tidak untuk menikah"ujar Agatha.


"Aku akan menghabisi nyawa mereka hingga tak bersisa sekarang juga"ucap Kristofer yang kini sudah mengokang senjata api yang dia bawa.


"Kris!"seru Agatha hingga semua orang menoleh pada mereka berdua dengan refleks, Agatha menghalangi senjata api yang kini menodong di bagian perut nya.


"Maafkan aku momm... tadi sedang bercanda"ucap Agatha yang berusaha menggenggam tangan Kristofer, dan di mengelus tangan kekar itu.


"Kenapa? kau takut bukanya semua tidak masalah"ucap Kristofer.


"Kau keterlaluan Kris, baik'lah kita menikah"ucap Agatha.


"Pernikahan akan diadakan pada hari esok ingat jangan coba-coba untuk kabur atau aku akan buktikan semua perkataan ku"ucap Kristofer.


"Baiklah terserah kamu saja."ucap Agatha.


"Aku akan bicara dengan Oma, setelah itu kita akan segera pergi"ucap Kristofer.


"Habiskan dulu makanan nya, aku tidak akan lagi menyuapi mu ini untuk pertama dan yang"


"Akan seperti ini selamanya"sela Kristofer.


"Kris, kamu tinggal di Dubai setelah pernikahan kita dan hanya ada dia bersama mu"ucap Agatha.


Agatha, lanjut menyuapi Kristofer sampai selesai.


Kristofer, langsung beranjak dari duduknya dia berjalan menuju ruang keluarga dimana kini mereka semua tengah berkumpul termasuk Xena.


"Duduk lah nak"ujar Ariana lembut.


"Terimakasih"balas Kristofer.


"Aku datang karena ingin bicara dengan kalian semua, besok aku dan Agatha, akan menggelar pesta pernikahan di hotel yang sudah aku tentukan, kalian bisa minta apapun untuk mahar pernikahan "ujar Kristofer.

__ADS_1


"Kris, cucu ku buka seorang janda yang bisa kamu nikahi secara dadakan, dia putri kesayangan kami, dan kami ingin menggelar pesta megah untuk cucuku,satu kali seumur hidup nya"ucap Ariana tegas.


"Soal pesta akan digelar di Paris, setelah pekerjaan ku selesai"ucap Kristofer.


"Tidak di Paris, tapi disini bulan-bulan ini"ucap Ariana tegas.


"Apa? kau ingin media tau jika cucu mu sedang"


"Oma, tidak perlu pesta megah yang sederhana pun sudah cukup"potong Agatha, saat itu juga.


"Apa? ada yang kalian sembunyikan, setahu Oma, kemarin cucu Oma menolak untuk bersama dengan kamu Kris"ucap Ariana.


"Dia sedang mengandung putra ku Oma"ucap Alex, yang tiba-tiba saja datang.


"Bajingan, berani kamu memperlihatkan wajah mu di hadapan ku"ucap Kristofer.


"A apa? yang kamu bilang"tanya Ariana yang kini terlihat shock.


"Jangan dengarkan dia Oma, aku dan Alex, sudah lama putus"ucap Agatha.


"Tapi putra ku masih berada di rahim mu honey.


"Tidak Oma, hanya Kris, yang akan mengambil kesucian ku"ucap Agatha.


"Diam!!"teriak Alvin yang kini bereaksi keras, biasanya dia hanya bersikap santai, bukan berarti dia tidak punya keberanian, tapi dia selalu mempertimbangkan semua dengan matang.


"Pergi kalian berdua, putri ku tidak akan menikah dengan kalian berdua sekalipun dia mengandung anak kalian berdua"ucap Alvin, seperti keinginan Agatha.


"Tapi tuan Alvin, kami sudah bertunangan"ucap Kristofer.


"Tunangan kau bilang kau pikir putri ku anak ayam yang bisa seenaknya kamu pungut sesuka hati"ucap Alvin tegas.


Semua orang tidak bisa berkutik, Kristofer terdiam sejenak"Aku tidak ada waktu untuk melamar putri anda tuan"ucap Kristofer.


"Berarti tidak ada pernikahan, karena putri ku buka barang yang saat kau butuh kau bisa gunakan dan disaat kau tidak butuh kau campakkan"ucap Alvin.


"Setau aku dia sudah menikah Daddy"ujar Alvaro yang kini turun dari lantai dua.


"Apa! apa kau pikir putri ku tidak laku hingga kau ingin menjadikan dia yang kedua!"teriak Alvin marah.


"Dia seorang ketua mafia, yang memiliki banyak perhimpunan"ucap Alvaro yang kini berbicara dengan tenang nya.


"Sekarang semua sudah jelas silahkan tinggalkan rumah ini, dan jangan temui putri ku lagi"ucap Alvin.


"Nak Oma, tau kamu tersinggung tapi tolong dengarkan perkataan Oma jangan pernah sakiti cucu Oma, Oma janji akan merestui pernikahan itu asal jangan biarkan air mata cucu Oma kembali menetes sedikit saja"ucap Ariana.


"Ada restu atau tidak kami tetap akan menikah besok pagi"ucap Kristofer, yang langsung membawa Agatha bersama dengannya, sementara itu tidak ada satupun orang yang berani menghalangi jalan mereka berdua.


"Kris Oma mohon demi almarhum suami ku, tolong lepaskan Agatha, Oma janji besok pagi dia akan segera menikah dengan mu"ucap Mariana lembut.


Kris sempat mematung di depan mobilnya saat ini, dia menatap ke arah Agatha yang kini menatap sendu kearah nya.


"Baiklah tapi ingat jika kalian ingkar janji, aku akan buat perhitungan"ucap nya.


...🌸.........🌸...


Dua jam kemudian tidak ada satu orang pun yang berani membantah kata-kata Ariana, wanita lanjut usia itu menyatakan bahwa, Agatha akan tetap menikah dengan Kristofer, setuju atau tidak itu semua demi keselamatan Agatha dan mereka semua.


Sementara Piter kini pria itu pergi begitu saja dari tempat diskusi, Agatha tau Piter kecewa dan sakit hati saat ini tapi perasaan nya tidak dapat dibenarkan, maka dari itu Agatha berpura-pura tidak mengerti hingga pukul dua dini hari, Agatha masih duduk menatap langit malam yang dipenuhi oleh awan gelap.


Seseorang datang menghampiri Agatha, dan memeluk nya erat dari belakang dengan air mata yang menetes dari kedua sudut mata nya.


Sejenak Agatha terdiam lalu kemudian berbalik badan saat melepaskan pelukan tersebut.


"Kak"lirih Agatha.


Piter menahan tengkuk Agatha, lalu dia mencium bibir manis itu meskipun Agatha, sudah berusaha untuk melepaskan nya.


"Kak lepas"ucap Agatha yang hampir kehabisan nafas.


"Yang aku tidak rela kamu jadi milik orang lain, lebih baik aku mati saja"ucap Piter.


"Kak, aku tau kamu mencintai ku, tapi cinta juga tidak harus memiliki"ucap Agatha.


Gadis itu tau Piter sangat mencintai nya, meskipun dia juga tau jika apa? yang Piter lakukan adalah sebuah kesalahan, tapi Agatha tidak ingin berbuat kasar pada Piter, karena terlalu banyak pertimbangan.


Selain keributan mereka akan terdengar oleh keluarga besar nya, Agatha juga tidak ingin Alana tau yang sebenarnya.


"Yang... aku lebih baik mati saja daripada harus melihat mu bersanding dengan orang lain"ucap Piter, di hadapan Agatha.


"Kak, sebaiknya jangan lakukan itu, atau selamanya aku akan membenci diriku sendiri, karena kematian mu, aku penyebab nya"lirih Agatha.

__ADS_1


"Kenapa! kenapa? harus dia Agatha kenapa? bukan pria biasa saja yang kamu nikahi agar aku bisa merebut mu, dan kita bisa menikah secara diam-diam"ucap Piter.


Agatha, kini diam seribu bahasa dia ingin berteriak untuk rasa yang tak adil ini, dicintai oleh pria beristri. sekaligus tiga pria bukan hanya satu orang saja.


"Kau mungkin kecewa dengan semua ini kak, tapi aku lebih kecewa lagi, kenapa? aku dicintai oleh tiga pria beristri sekaligus, apa? aku tidak pantas untuk menjadi wanita pertama untuk seseorang, apa? seburuk itu diriku, hingga tidak pantas untuk mendapatkan cinta dari pria singgel"ujar Agatha bertanya-tanya.


"Honey, aku mencintaimu jauh sebelum kamu dewasa seperti saat ini dan kamu bisa tau saat itu aku baru dekat dengan kakak mu"ujar Piter.


"Cinta mu memang tidak wajar tapi aku hargai itu, sekarang yang perlu kamu lakukan adalah membenci diriku, agar kamu bisa lupa dengan semua ini"ucap Agatha.


"Jika semudah itu, aku mungkin sudah melupakan mu sedari dulu Yang.. tapi hingga saat ini rasa itu tidak pernah bisa pergi, kamu pikir aku bahagia dengan ini, aku tersiksa sayang tapi rasa cinta ku ini terlalu besar untuk mu, makanya lebih baik aku mati daripada aku harus melihat mu bersanding dengan dirinya.


Agatha mengusap air mata di sudut mata Piter, gadis itu tidak tega melihat itu, dirinya tau mencintai tanpa balasan itu sangat menyakitkan.


"Aku tau ini begitu menyakitkan tapi aku tidak berdaya, maafkan aku."ucap Agatha sambil menitikkan air mata.


Agatha berbalik hendak pergi tapi lagi-lagi Piter memeluk nya erat, Agatha hanya bisa memejamkan mata nya sejenak, perlahan tapi pasti gadis itu melepaskan pelukan itu dengan lembut.


"Jika memang kamu mencintai ku, aku tidak akan pernah menolak rasa itu, karena aku sendiri pun tidak bisa menolak takdir itu, aku hanya mohon pada kakak hiduplah dengan baik seperti selama ini, ucap Agatha yang masih mengelus pipi Piter.


pria itu bahkan menggenggam tangan Agatha.


"Aku juga ingin kamu berjanji satu hal padaku"ujar Piter.


"Apa? itu kak"ucap Agatha.


"Temui aku, setiap minggu di apartemen ku"ucap Piter.


"Tapi kak"


"Jika tidak aku akan meninggalkan Alana dan kedua anak ku"ancam Piter.


"Kak"


"Aku tidak main-main Yang"ucap Piter.


"Aku"


"Aku tidak mau dengar alasan"ucap Piter yang kini membingkai wajah cantik itu.


"Kak, jangan egois...pikirkan apa? yang akan terjadi jika suamiku tau"ucap Agatha.


"Suami!"tiba-tiba rahang Piter mengeras tangan itu gemetar menahan amarah yang kian membuncah.


"Sayang kamu dimana? teriak Alana tiba-tiba terdengar dari pintu kamar Agatha.


"Sayang"ucap Alana lagi masih tidak jauh dari area kamar Agatha.


"Ingat Yang aku tidak menerima penolakan"ucap Piter.


"Kak"lirih Agatha yang kini ditinggal pergi oleh Piter lewat pintu balkon kamar Agatha yang mengarah ke kamar kosong.


Sementara itu di kediaman Kristofer, pria itu tertidur pulas, setelah memastikan semua sudah siap besok pagi mereka harus segera menikah.


Sementara itu di kamar lain, Alvaro dan Xena tengah bercinta, gadis itu rela dijadikan sebagai penghangat ranjang untuk duda tampan itu.


Xena diperbolehkan untuk tinggal dan menggunakan fasilitas milik Alvaro, demi mendapatkan hal itu wanita itu harus membayar mahal untuk itu.


Sementara Agatha tidak mengetahui nya sama sekali.


Agatha pun tertidur pulas tepat pukul empat pagi Agatha baru tertidur pulas dia bahkan tidak perduli jika saat ini adalah hari pernikahan nya.


Sampai pukul sepuluh pagi, Agatha masih tertidur sementara Kristofer sudah kembali datang untuk menjemput nya, karena gadis itu tidak kunjung datang.


Saat Kristofer datang semua orang sudah siap tinggal putri tidur yang saat ini tengah dibangunkan oleh Anggita tapi gadis itu tidak bergeming sedikitpun.


Kristofer penasaran dia pun datang ke kamarnya, Agatha tapi gadis itu juga tidak terjaga pula.


"Yang bangun kamu tidak bisa menghindari ku, pernikahan kita akan tetap berlangsung meskipun kau tidak bangun sekalipun"ucap Kristofer.


pria itu melirik ke arah bawah yang tidak pernah orang lain sadari ialah Agatha minum obat tidur dengan jumlah banyak maka dari itu Agatha sulit untuk membuka mata.


"Panggil dokter sekarang juga"ucap Kristofer.


"Kau lupa tuan muda aku seorang dokter"ucap Anggita.


"Agatha mengkonsumsi obat tidur apa? kau tau itu"tanya Kristofer.


Anggita kaget bukan main saat Kristofer menunjukan botol tablet yang kini berhamburan di lantai.


"Aku akan segera memeriksa nya, ucap Anggita dengan kondisi gemetaran Ariana yang melihat itu, dia tau bahwa kondisi Agatha, sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Tenangkan diri mu sayang.... yakinlah putri mu akan baik-baik saja"ucap Ariana.


Anggita shock bukan apa-apa dia tau saat jiwa putri nya tak mampu menahan beban pikiran Agatha akan mengkonsumsi obat tersebut.


__ADS_2