Sang Penari

Sang Penari
#Kematian mendadak#


__ADS_3

Kalen tengah duduk menunggu setelah penampilannya rapi dan sangat tampan.


Sementara Kinara kini tengah merasa kesakitan entah apa? penyebabnya yang jelas semua orang heboh saat melihat gadis itu berguling-guling sambil memuntahkan darah.


Kalen yang mendengar kabar dari kamar sebelah itu langsung berlari menuju tempat dimana? Kinara tengah muntah darah dan merintih kesakitan.


"Yank!! teriak Kalen yang tidak peduli dengan penampilan nya kini dia langsung memeluk tubuh Kinara yang sedang kejang-kejang.


"Kinara... bertahanlah daddy!!!."teriak Agatha yang kaget.


Semua orang terlihat sangat tegang dan ketakutan, Tiara sendiri mematung di tempatnya saat Kalen membawa lari Kinara menuju rumah sakit dengan para pengawal Kristofer.


Kristofer meminta anak buahnya untuk mengendalikan suasana di sana, sementara untuk Tiara Agatha meminta agar dia tidak terlalu khawatir dengan keadaan ini untuk sementara proses ijab kabul di tunda.


Kalen terus mencoba untuk membangunkan Kinara.


Kinara sendiri dalam keadaan kritis saat ini, entah apa? penyebabnya.


"Sayang bertahanlah demi aku, aku mohon!."ucap Kalen saat tim dokter membawa Kinara ke IGD.


Agatha Kristofer dan keluarga yang lain berdatangan ke rumah sakit untuk melihat Kinara yang tadi terlihat banyak sekali memuntahkan darah.


"Sayang,,, kamu harus kuat Kirana akan baik-baik saja, sekarang lebih baik kamu kembali ke hotel kasihan Tiara pasti sedang cemas. biar mommy disini bersama Daddy."ucap Agatha lirih.


"Tidak,,, aku tidak mau pergi! disini Kinara jauh lebih membutuhkan aku."ucap Kalen.


Agatha pun terdiam dia tau bagaimana rasanya melihat seseorang yang sangat ia cintai sedang berjuang melawan maut.


Akhirnya mereka pun terus menunggu dan tidak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruangan IGD tersebut.


"Keluarga pasien Kinara."ucap dokter itu langsung celingukan ke kanan dan kiri.


"Saya dokter bagaimana keadaan putri saya."ucap Agatha.


"Putri anda masih dalam keadaan kritis meskipun dia sudah sadar, tapi dia terus memanggil nama Kalen."ucap dokter.


"Saya dokter."ucap kalen yang langsung masuk tanpa disuruh.


"Dia sepertinya keracunan namun kami belum bisa memastikan racun apa yang telah masuk kedalam tubuhnya hingga bisa muntah darah seperti ini tapi kami sudah melakukan penanganan dan sekarang muntahan itu sudah berhenti."ucap dokter.


"Saya akan bawa pasien kembali."ucap Kristofer tegas.


Kalen yang kini tengah membungkuk memeluk Kinara dia sempat menoleh.


"Jangan, buat.... apa-apa lagi, aku...sudah...tidak kuat, menikah lah dengan ti Ara."ucap Kinara.


"Tidak sayang tidak, jika kamu tidak bertahan aku juga tidak akan menikah untuk selamanya aku janji."ucap Kalen.


"J Ngan Bu at aku meras a be r salah a ku tak ingin k kamu seperti ini."Kinara pun langsung tidak sadarkan diri.


"Dokter,,, Kinara!!! Daddy.... Kinara sayang bangun sayang!!! bangun."Kalen terus berteriak histeris dia terus mengguncang tubuh yang terbaring lemah dengan lelehan darah dari sudut bibirnya.


"Segera siapkan semuanya sekarang juga!!."teriak Kristofer pada anak buahnya, sementara keriuhan terjadi di luar rumah sakit saat beberapa helikopter terbang dusta gedung rumah sakit yang sangat luas itu satu persatu mendarat beberapa orang berjas hitam keluar dari dalam helikopter tersebut.


Kristofer langsung bergegas membawa Kinara setelah melepas alat bantu pernapasan dan alat medis lainnya karena diatas di dalam helikopter sudah ada semua itu.


Sebenarnya Kristofer sudah berjaga-jaga selama ini karena di dalam obat yang Kinara gunakan selama ini ternyata ada beberapa microchip yang bahkan sulit untuk dideteksi jika di lakukan pemeriksaan biasa saja bahkan lewat pemeriksaan darah pun tidak bisa ditemukan itulah penyebab syaraf oto tubuhnya melemah.


Tapi untuk muntah darah itu pasti ada penyebab lain atau microchip itu aktif di dalam lambung, ini sungguh sulit dipercaya, sebenarnya siapa? orang yang tega melakukan hal itu pada Kinara.


Kini Kinara sudah dibawa kembali ke gedung laboratorium milik Kristofer, tim dokter yang kini sudah bersiap untuk menangani Kinara sudah masuk kedalam ruang operasi.


Saat ini akan dilakukan pembedahan pada lambung Kinara jika ternyata dugaan sementara itu benar, tapi sebelum itu Kinara kembali di periksa dengan pemeriksaan menyeluruh bahkan Sempel darah kembali diambil.


Fakta mengejutkan itu kini terbongkar, ada racun baru yang masuk kedalam tubuh gadis itu yang kini terlihat sangat lemah itu.


Wajah gadis itu sudah semakin pucat sekarang dokter langsung menguras isi lambung Kinara sampai benar-benar bersih lewat pembedahan bahkan untuk setelah itu kembali di rapihkan seakan tak pernah ada jejak operasi hanya terlihat sebesar jarum berukuran kecil.


Kinara yang kini tengah tidak sadarkan diri pun sudah selesai diselamatkan, hanya tinggal menunggu hasil setelah dia sadar.

__ADS_1


Sementara fakta mengejutkan yang tadi ditemukan adalah racun yang mematikan itu sebenarnya milik Kristofer hasil dari penelitian para ilmuwan dan saat tempat itu diperiksa ada satu tabung kecil yang berukuran nol koma lima sekian persen hilang.


Dan saat dilakukan pemeriksaan Cctv, fakta mengejutkan itu bertambah, seseorang telah menyelinap masuk kedalam ruangan penyimpanan tersebut dan kini sudah diketahui siapa? orang nya.


Padahal jika dipikir lebih jauh lagi ruangan itu begitu sulit untuk dimasuki oleh orang asing dan tidak ada yang tau password pintu masuk selain para penjaga disana begitu juga dengan rak penyimpanan yang masing-masing memiliki kode rahasia.


Kristofer langsung bergegas masuk kedalam sebuah ruangan dimana kini orang yang telah membantu seseorang menyelinap masuk dan mencuri' racun tersebut berada di tiang yang kini sudah tersayat pisau di beberapa bagian tubuhnya itu.


"Kau sudah bersumpah untuk setia pada kata-kata ku, tapi kenapa sekarang kau menghianati ku."ucap Kristofer yang kini mencengkeram luka sayatan itu tanpa ekspresi.


"Ah!!!! ampun!!! tolong hentikan ampuni saya Don, saya terjebak godaan wanita itu."ucap pria paruh baya yang kini terlihat mengenaskan.


"Ternyata seperti ini mental anak buah yang selama ini berada di sini."ucap Kristofer lagi dan tidak lama kemudian buang dia keluar setelah suntikan itu masuk.


"Tidak Don! saya mohon ampuni saya anak istri saya masih sangat membutuhkan saya."ucap pria itu.


"Baiklah,,, aku ampuni kau tapi sekarang juga bunuh wanita itu ."ucap Kristofer tegas.


"Baik Don... terimakasih."ucap pria yang baru saja dilepaskan dan di lempar keluar dari area gedung tersembunyi itu.


Kristofer sebenarnya tidak benar-benar mengampuni pria itu, tapi setidaknya dia akan mati dengan sendirinya setelah berhasil membunuh wanita itu.


Sementara itu di hotel tempat kini wanita itu berada, telah terjadi kehebohan pasalnya calon pengantin ditemukan tewas gantung diri, di sebelah tergeletak jasad pria yang kini penuh luka.


...🌸.............🌸...


Tiara kini sudah tiada, Kalen hanya bisa menatap tanah merah yang menjadi rumah terakhir Tiara yang bahkan tidak pernah diketahui penyebab dia bunuh diri.


Kristofer merahasiakan satu hal besar itu.


"Bangunlah nak, ikhlas semuanya."ucap Agatha dan Kaley yang kini berada di sana.


"Kenapa? disaat semua kekacauan ini terjadi Tiara juga pergi."ucap Kalen.


"Semua sudah takdir, tidak ada yang tidak mungkin."ucap Kristofer dingin.


Itu sudah menjadi hukum peraturan, yang diterapkan oleh Kristofer, berani berbuat keji maka hukumannya adalah kematian.


Tiara seakan gelap mata saat itu dia pun tidak hanya menggoda satu orang tapi masih ada orang lainnya yang kini masih diadili di ruang bawah tanah yang gelap gulita itu.


Hingga dia berani mencuri hasil penelitian tersebut.


Lalu dia diam-diam meminta seorang pelayan hotel yang bahkan tidak tahu menahu soal semua itu.


Dan Kristofer tidak memberikan tindakan pada pria yang menjadi pelayan itu.


Sifatnya sudah semakin mencurigakan saat gadis itu tidak merasa simpati sedikit pun pada Kinara yang tengah berguling-guling kesakitan di lantai sambil memuntahkan cairan merah yang merupakan darah tersebut.


Kristofer yang mencium gelagat aneh tersebut, sementara yang lain merasa biasa saja.


Kinara juga sudah berani berbuat diluar batas, dengan tidur dengan sembarang laki-laki saat dia akan melangsungkan pernikahan tersebut demi menyingkirkan Tiara.


Kini pernikahan itu dibatalkan, pesta yang sudah siapkan itu di hibahkan pada orang lain meskipun sudah menghabiskan dana yang tidak sedikit.


Sementara untuk pernikahan Kalen dan Kinara masih menunggu kesembuhan gadis itu.


Hari demi hari, Kalen lewati dengan tetap menjaga Kinara yang kini tengah terbaring seperti putri tidur.


Dokter yang merawat Kinara meyakinkan itu adalah proses penyembuhan yang terbaik bagi pasien.


Sementara itu di negara lain, tepatnya di Singapura, Xena kini tengah tertawa lepas bersama dengan seorang gadis yang sudah menolongnya dulu.


Keduanya tengah menonton film komedi yang sungguh membuat perut mereka sakit karena terus tertawa terbahak-bahak.


Sementara itu kedua bahkan tidak menyadari kehadiran seseorang yang sedari tadi berdiri dari jauh memperhatikan interaksi mereka.


Xena sesekali memanggil nama Leony untuk melihat adegan yang ada di film tersebut karena gadis itu menonton sambil melukis.


"Leony kau melewatkan itu, coba lihat kemari."ucap wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Tapi Aunty ini tanggung keburu kering."ucap gadis itu.


"Hahaha itu lihat itu, dia bahkan tidak tahu jika disana ada lubang yang akan menarik dia."ucap wanita itu.


"Ah...haha Aunty dia terjerembab hahaha dia tidak hati-hati kenapa? ada orang seperti itu di dunia ini."ucap Leony .


"Awas lukisan itu hancur, aku akan menghukum mu dengan menyiapkan kencan buta dengan pria yang memiliki jenggot panjang."ucap Xena.


"Hahaha seperti dia Aunty."ucapnya sambil menunjuk ke arah layar televisi.


"Ya mungkin lebih parah lagi."ucap Xena yang kembali terkekeh.


Sementara pria itu langsung pergi meninggalkan mereka berdua yang masih tidak menyadari kedatangannya.


Alercxa adalah pria itu, dia kini sudah berada di dalam kamarnya.


Pria itu merasa bahagia saat melihat ibunya bisa tertawa lagi setelah kepergian Kenan beberapa tahun lalu.


Karena hanya Kenan yang selalu menghibur Xena. disaat pria itu bebas dari pekerjaannya sehari-hari.


Alercxa pun merasa lega setidaknya sampai dia mendapatkan jawaban dari Olivia untuk mengajak gadis itu menikah.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Alercxa bergegas menuju lantai bawah dimana ibunya berada.


Alercxa langsung memeluk ibunya dari belakang hingga mengagetkan keduanya.


Wangi maskulin yang menguat dari tubuh Alercxa sempat membuat gadis itu tertegun.


"Sayang kamu sudah pulang, kenapa? Tidak menyapa mommy heumm."ucap Xena.


"Mommy sedang tertawa bahagia, jadi Alercxa tidak ingin mengganggu mommy."ucap pria tampan itu.


"Kau itu, ada-ada saja sayang. mommy punya teman bermain baru jadi sudah tentu mommy bahagia."ucap Xena.


"Aunty, lukisannya sudah selesai jadi aku pamit pulang."ucap Leony.


"Tunggu kau buru-buru sekali apa? kau tidak bisa menemaniku minum teh di sore ini."ucap Xena.


"Maaf aunty tapi Leon sendirian di rumah sakit, dan Leony sudah berjanji akan menemani dia makan malam, dan setelah dari sini saya masih harus belanja dan memasak untuk makan malam kami."ucap gadis itu lembut.


"Ah sayang sekali, tadinya aku ingin menghabiskan waktu sampai larut tapi ya sudahlah ini untuk mu siapa tau bisa menambah uang belanjaku."ucap Xena yang menyodorkan sebuah amplop.


"Tidak Aunty bantuan yang Aunty berikan sudah terlalu banyak jadi aku tidak takut tidak bisa membalasnya."ucap Leony.


"Sudah kubilang kamu tidak perlu melakukan apapun aku ikhlas semoga adikmu cepat sembuh dan segera kembali bisa kuliah, Aunty bangga kalian berdua adalah orang yang cerdas."ucap Xena.


"Terimakasih banyak aunty tapi saat ini masih ada uang pinjaman dari tuan."ucap gadis itu sambil melirik pada Alercxa.


"Uang itu kau gunakan untuk pengobatan adikmu saja aunty akan memberikan mu uang jajan saat kau berada di sisi Aunty anggap saja itu kerja sambilan mu."ucap Xena.


Tidak Aunty, saya memang suka menemani aunty tidak ada maksud lainnya setidaknya saya bisa melepaskan kerinduan pada mommy yang sudah tiada."ucap Leony.


"Kau boleh menganggap ku sebagai ibumu jika kamu mau, meskipun Aunty mungkin tidak sebaik ibumu."ucap Xena.


"Aunty salah mommy sama baiknya seperti aunty itulah kenapa? Leony nyaman saat bersama dengan Aunty, terimakasih atas kebaikan aunty saya permisi dulu."ucap gadis yang kini menolak amplop coklat yang Xena berikan.


"Baiklah hati-hati di jalan, ingat besok Aunty akan mengajak mu ke suatu tempat."ucap Xena.


"Baik Aunty."ucap gadis itu mengangguk sopan.


Interaksi mereka dan semua obrolan tersebut sedari tadi membuat Alercxa terdiam di tempatnya kini.


"Sayang kamu mau di masakkin apa? untuk makan malam nanti."tanya Xena.


"Apa saja masakan mommy memang yang terbaik ."ucap Alercxa.


"Mau coba sesuatu, mommy sudah membuat sesuatu yang mungkin kamu suka."ucap Xena.


"Apa? itu mom."tanya Alercxa.

__ADS_1


"Kue."ucap Xena yang kini berjalan menuju meja makan, disana ada dua buah kotak penyimpanan yang berisi sebuah kue coklat yang tadi dibuat oleh Xena dengan Leony.


Kue itu sebenarnya kue buatan Leony dari mulai resep dan cara membuat kue tersebut.


__ADS_2