
Setelah sampai dibawah seperti yang Sari katakan Alvaro melirik ke sekeliling kamar mandi yang ternyata hanya berlantaikan batuan asli yang disusun se-rapih mungkin lalu di timpa lagi dengan kerikil kecil yang kini terlihat padat namun anehnya tidak ada lumut sedikit pun yang menempel di bebatuan tersebut.
Dan saat ini fokus Alvaro adalah bak air yang unik itu terbuat dari tembikar yang berukuran raksasa melebihi kapasitas penampungan air, entah itu pesan khusus atau memang dibuat di sana secara langsung dan entah siapa? pengrajin nya.
Sampai fokus nya kembali terarah pada sebuah batu dengan bentuk memanjang patu alam yang benar-benar terlihat estetik itu entah dapat dari mana mungkin itu tempat duduk atau juga tempat untuk mencuci baju seperti di film lawas saat ada adegan gadis desa mencuci di atas batu tersebut.
Alvaro yang sudah gerah pun mulai menyentuh Air, dari mata air pegunungan.
Rasanya begitu terasa dingin cukup sejuk dan menembus kulit tapi itu cukup untuk menyejukkan tubuhnya yang terasa berkeringat setelah semalaman menghabiskan waktu bersama dengan istrinya itu.
Alvaro bahkan menggelengkan kepalanya saat dia teringat dengan istrinya yang meronta-ronta minta dilepaskan saat melewati malam pertama nya.
Ada senyum bahagia yang tersungging dari bibirnya itu karena gadis itu bahkan bisa menjaga kehormatan nya meskipun dia tinggal di tengah hutan yang mungkin rawan akan bahaya dari para penjahat yang bisa saja memburunya.
Sampai saat pria itu selesai mandi dan kembali naik ke atas, dia melihat istrinya sudah menggunakan pakaian dan kini tengah membereskan isi koper nya itu.
Dan ternyata benar dugaan Alvaro tidak hanya ada baju miliknya yang dikemas rapi di dalam koper tersebut juga terdapat berbagai makanan instan yang terdiri dari spaghetti dan yang lainnya ada berbagai macam roti dan juga makanan siap saji dalam kemasan, hampir memenuhi setengah bagian koper tersebut, dan ada secarik kertas yang kini pria itu baca.
"Selamat berbulan madu semoga pulang membawa kabar baik" Agatha.
"Sudah aku duga"ucap Alvaro.
"Heumm tapi aku berterimakasih dengan begitu istri kesayangan ku ini sudah tidak marah lagi"ucap Alvaro sambil mengecup pipi Sari yang kini terlihat merona.
"Aku akan membereskan barang-barang ini lihat lilin ini mungkin cukup untuk satu tahun"ucap Sari.
"Yank, kamu mandi saja dulu biar aku yang bawa semua ini kebawah"ucap Alvaro.
"Bajunya sudah siap"balas Sari yang menunjukkan baju ganti untuk Alvaro di atas ranjang.
"Terimakasih"ucap Alvaro.
"Tunggu disini saja aku akan mencari kayu bakar dulu"ucap Sari.
"Yang,, tidak usah"ucap Alvaro.
"Heumm bagaimana cara nya memasak ini semua tidak usah khawatir, aku tidak masuk kedalam hutan itu aku hanya mencari kayu bakar di di halaman saja"ucap gadis itu.
"Baiklah sayang aku akan menemani mu"ucap Alvaro.
"Baiklah, tapi jangan mengeluh jika ada banyak nyamuk"ucap Sari.
"Yank aku ini laki-laki"ucap Alvaro.
"Ya,, aku tau tapi kamu tidak akan tahan dengan gigitan nyamuk, sudahlah menurut lah nanti aku buatkan kopi dulu lagipula ada roti untuk sarapan pagi untuk kakak"ucap Sari.
"Itu kamu tau jika saat ini ada roti untuk sarapan pagi"ucap Alvaro.
"Aku harus memasak untuk makan siang, sudah lah jangan berdebat nanti keburu turun hujan, aku mau mandi dulu"ucap Sari yang kini terlihat berjalan dengan sangat perlahan mungkin dia tengah menahan perih di bagian inti nya akibat percintaan semalam
Alvaro hanya tersenyum, melihat istrinya kesulitan untuk berjalan bukan dia tega tapi dia merasa sangat bahagia karena dirinya adalah yang pertama untuk Sari.
Sari pun langsung masuk kedalam kamar mandi dan menyelesaikan mandi wajib nya, setelah selesai dia buru-buru berganti pakaian di kamar kedua orang tua nya yang kini sudah tiada.
Setelah selesai berpakaian dan merapihkan penampilannya dia pun pergi ke dapur dan membuat kopi untuk suaminya itu dan untuk dirinya sari membuat teh.
Sari menghidangkan sarapan pagi dengan kopi dan teh setelah itu ia juga membuka beberapa lembar roti tawar lalu di oles dengan selai kacang coklat kesukaan Alvaro.
"Sarapan nya siap"ucap Sari.
"Terimakasih sayang"ucap Alvaro sambil tersenyum.
Pria itu pun mulai menyantap sarapan pagi nya, setelah selesai sarapan pagi Sari pamit untuk mencari kayu bakar, dia berpesan kepada Alvaro untuk mengunci seluruh pintu dan jendela saat Sari tidak ada, karena takut ada binatang buas yang masuk ke dalam rumah yang sudah lama tidak ditempati itu.
"Sayang aku ikut kamu saja ya"ucap Alvaro yang khawatir dengan istrinya itu.
"Kakak tunggu saja di rumah, jika aku tidak kembali dalam beberapa jam jangan langsung mencari ku! nanti kakak tersesat lebih berabe, berdoalah agar semua baik-baik saja"ucap Sari, seakan memberi nasihat pada anak kecil.
__ADS_1
"Sayang jangan buat aku khawatir"ucap Alvaro.
"Tidak akan, paling-paling terlambat karena sedang berburu kakak tenang saja"ucap Sari sambil mengikat rambut nya ala ekor kuda dan setelah itu ia meraih busur panah dan juga golok yang menyerupai samurai tersebut, ternyata persenjataan itu amat lengkap sari bah kamu sudah menggunakan sepatu yang biasa digunakan oleh prajurit untuk bekerja.
Entah dari mana ia dapat semua itu.
Setelah itu Sari mengulurkan tangannya pada Alvaro dan Alvaro sempat kebingungan harus bagaimana, tapi akhirnya dia pun mengulurkan tangannya dan Sari langsung mencium punggung tangan nya.
Alvaro pun tertegun sebelum akhirnya dia mengecup puncak kepala Sari.
"Sayang hati-hati dan cepat kembali"ucap Alvaro.
"Heumm,, hati-hati juga di rumah"ucap Sari.
Setelah itu ia memastikan suaminya untuk mengunci pintu dan jendela Sari pun berangkat menuju hutan, tidak seperti kata-kata nya tadi pada suaminya.
Sari berniat untuk berburu dan mencari kayu bakar.
Sampai tiba di dalam hutan yang cukup sunyi hanya ada suara-suara hewan seperti burung dan lainnya berkicau, Sari mengambil beberapa dahan pohon yang cukup besar dia pun mulai membereskan itu setelah itu ia juga memanen sayuran yang tumbuh subur di sana ada berbagai jenis mulai dari daun bayam kangkung dan juga beberapa jenis umbi-umbian tempat itu sudah seperti ladang pribadi.
Setelah selesai Sari pun turun menuju sebuah kali kecil, dia sedang ingin makan ikan, gadis itu membuat jebakan ikan yang terbuat dari bambu hingga dia selesai menganyam lalu menyimpan itu di aliran air yang sedikit lebih deras dan agak dalam.
dia sendiri berkeliaran mencari ikan yang bisa langsung di tangkap, hingga hujan yang turun tidak ia hiraukan.
Setelah mendapatkan beberapa ikan sebesar lima jari dan sebagian ada yang lebih besar lagi dari memasukkan ikan tersebut kedalam kantung kresek dan dimasukkan kedalam ransel kecil yang selalu setia menemani nya berkeliling hutan.
Gadis itu pun kembali ke tempat semula sambil membawa jebakan ikan yang belum sempat ia lihat hasilnya tapi sari yakin hasilnya banyak.
Setibanya di tempat ia menyimpan kayu bakar dan beberapa sayur juga umbi-umbian tersebut dia pun memasukkan itu semua kedalam tas ranselnya itu.
Sari pulang dengan memikul dahan pohon yang lumayan besar sebesar betis kaki nya dan itu tidak hanya satu tapi tiga kekuatan pisiknya sudah terlatih sejak dia kecil.
Sementara Alvaro sudah berjam-jam lamanya dia menanti kedatangan istrinya karena diluar juga hujan lebat, hampir saja Alvaro pergi untuk mencari Sari ke hutan jika saja istrinya tidak datang hanya dalam beberapa detik lagi.
Tapi Alvaro yang gelisah, dia mendengar sebuah dentuman keras tepat di halaman rumah yang berasal dari kayu bakar yang di banting oleh Sari ke permukaan tanah.
Alvaro langsung berlari dan bergegas membuka pintu, dia langsung memeluk Sari yang kini basah kuyup dengan barang bawaan yang tak sedikit itu.
"Yank,, kamu buat jantung ini hampir copot aku mohon jangan lakukan ini lagi aku sebagai laki-laki merasa tidak berguna"ucap Alvaro yang kini terlihat menitikkan air mata.
"Hehehe,, kakak ada-ada saja justru aku melarang kakak pergi karena aku takut kakak hilang di hutan nanti berabe saat mencari nya sudah jangan nangis lagi lihat apa? yang aku bawa"ucap Sari .
"Aku sangat mengkhawatirkan mu sayang"ucap Alvaro yang lagi-lagi memeluk erat istrinya.
"Iya tau,, terimakasih suamiku"ucap Sari yang mengecup punggung tangan Alvaro.
Alvaro membawa barang bawaan sari kedalaman dia celingukan ke luar halaman dan alangkah terkejutnya saat melihat kayu bakar yang Sari bawa adalah batang pohon.
Alvaro langsung menutup dan mengunci pintu kebetulan diluar hujan masih turun deras.
Alvaro langsung memeriksa pundak Sari yang kini terlihat merah dan sedikit lecet.
"Sayang kamu bersusah payah untuk mencari kayu bakar lebih baik aku menahan lapar daripada melihat mu seperti ini"ucap Alvaro .
"Ini hanya merah akibat tekanan beban saja kak tidak lama lagi juga sembuh sudah ya,, nanti ikan yang aku tangkap keburu busuk."ucap Sari.
"Sini biar aku saja yang bersihkan semuanya"ucap Alvaro.
"Tidak kak kakak bantu keluarkan ikan-ikan yang ada di dalam jebakan itu aku mau ganti baju dulu"ucap Sari.
Alvaro pun mengangguk saat Sari pergi membersihkan diri terlebih dahulu di dalam kamar mandi, setelah itu ia pergi ke lantai atas untuk menggunakan pakaian terlebih dahulu.
Tidak sampai satu jam gadis itu sudah kembali dengan baju yang sederhana hanya kaos pendek berwarna hitam dan rok selutut.
"Dia langsung mengeluarkan ikan yang ada di dalam ransel ikan yang ia cuci di sungai tadi bahkan sudah dibersihkan isi perut ikan tersebut dan dia bubuhi garam agar awet
Setelah itu ia pun mencuci umbi-umbian dan juga sayuran yang ia petik di hutan tadi.
__ADS_1
"Yank,, ini ikan kamu tangkap sendiri?"tanya Alvaro saat dia berhasil mengeluarkan semua ikan yang terperangkap itu.
"Syukurlah jika banyak cukup untuk makan kita selama satu Minggu kedepan"ucap Sari.
Sari pun membersihkan sisik ikan yang tadi Alvaro keluarkan dibantu oleh suaminya itu.
"Sudah bersih semua Yank,, sekarang mau dimasak bagaimana"ucap Alvaro.
Alvaro celingukan.
"Kakak mau nanya dimasak seperti apa? di pepes, atau di bakar karena hanya itu pilihan yang ada saat ini minyak hanya digunakan untuk menumis sayuran itupun minim banget."ucap Sari.
"Bakar saja Yank,, masakan apapun itu buatan istriku selalu lezat"ucap Alvaro.
"Heumm,, baik'lah tunggu saja di meja makan sana aku masak dulu"ucap Sari.
"Tidak,, kita masak sama-sama sayang"ucap Alvaro.
"Nanti kakak nangis kena asap pembakaran jadi sebaiknya duduk saja di sana"ucap Sari.
"Yank, aku bukan anak kecil aku bisa"ucap Alvaro.
"Baiklah, jika seperti itu sekarang kupas bawang dulu lalu ulek bersama dengan kunyit bawang merah bawang putih ketumbar dan jahe, setelah semua halus marinasi ikan itu dengan bumbu tadi. lalu siapkan kecap manis dan sedikit minyak untuk dioles saat ikan hampir setengah matang"ujar Sari mengajarkan semua yang dia tau pada suaminya yang kini kepayahan saat mengupas bawang.
Sari terkekeh geli tapi lama-kelamaan dia tidak tega lalu Sari langsung mengambil alih semua itu dia meminta suaminya untuk bersantai karena itu bukan tempat untuk suaminya itu.
Sari langsung mengeksekusi bahan tersebut ikan itu sebagian Sari pepes agar lebih awet untuk hari berikutnya.
Sampai saat waktu makan siang yang sudah lewat itu tiba, keduanya menikmati ikan bakar tersebut dan juga pepes ikan juga tumis sayuran tadi.
"Wow,, ini kelihatan nya sangat lezat"ucap Alvaro.
"Ah ya,, silahkan dinikmati"ucap Sari.
"Sayang,, ini enak rasanya sangat original dan fresh"ucap Alvaro.
"Heumm,, itu hanya bumbu kampung."ucap Sari.
"Iya tapi sayang lezat jika Omah disini pasti akan sangat lahap"ucap pria itu.
"Kakak bisa saja, ayo habiskan jika itu enak"ucap Sari.
"Heumm,, dengan senang hati sayang"ucap Alvaro.
Alvaro langsung kembali memakan daging ikan yang terasa segar dan sedikit manis itu.
Sampai akhirnya mereka selesai makan kini giliran Sari istirahat karena Alvaro yang mencuci piring bekas makan mereka.
Sari, sudah berbaring di ranjang nya di susul oleh suaminya itu.
Alvaro memijat kaki dan tangan dari dengan pijatan lembut bahkan Sari semakin terlelap dalam tidur siang menjelang sore itu.
Alvaro pun memberikan kecupan hangat di kening istrinya.
Pria itu pun ikut bergabung dan memejamkan mata nya, setelah itu ia tertidur hingga jam lima sore.
Keduanya sudah bangun saat jam menunjukkan pukul lima sore, kini matahari sudah bersinar entah kapan hujan itu reda yang jelas saat ini cuaca panas seakan baru keluar menyinari bumi.
Sari langsung bangkit tapi tidak jadi karena Alvaro, menariknya kembali kedalam selimut.
"Kak, sudah sore Kakak pasti sangat laper"ucap Sari.
"Aku leper karena menunggu dirimu memberikan ku jatah"ucap Alvaro.
"kak,, aku lelah"ucap Sari.
"Ya sudah tidur lagi"ucap Alvaro.
__ADS_1
"Heumm,, terus siapa? yang akan masak makan malam.