Sang Penari

Sang Penari
#Jemputan#


__ADS_3

"Tuan muda dia istri mu, dan dia juga pasien ku, setelah dia benar-benar sembuh kamu bisa kembali padanya,agar aku dan Alana kembali seperti sediakala"ucap Anggita tegas.


"Terry!"teriak Alvin dengan sambil menatap tajam kearah nya.


"Tuan, bisa bicara pelan-pelan kuping aku gak tuli"ucap Anggita sambil beranjak pergi membawa Alana menuju asisten pribadi nya, untuk di jaga sebaik-baiknya.


"Terry aku harus bagaimana lagi meyakinkan mu bahwa aku tidak pernah mencintai nya, aku hanya disuruh bertanggung jawab untuk sebuah kesalahan yang bahkan tidak pernah aku ingat sebelum nya"ucap Alvin.


"Sudah lah tuan muda, terserah kamu mau menjelaskan seperti apa aku sibuk hari ini, jika kamu ingin dilayani sebaiknya pulang ke Mension mu"ucap Anggita.


"Sayang kamu mengusir ku, kamu tau aku tidak akan pergi menjauh dari mu, sampai kapan pun"ucap Alvin.


"Aku bilang hari ini aku sibuk, aku tidak mengusir mu, hanya memberi saran jika kamu lupa"ucap Anggita.


"Yang aku tau tapi aku tidak mau kamu bicara seperti itu,ayo aku antar kerumah sakit"ucap Alvin.


"Tidak usah kamu dan aku tidak searah tuan muda"ucap Anggita.


"Aku tidak peduli aku tidak ingin istri ku kecapean"ucap Alvin.


"Istri mu masih terbaring di ranjang rumah sakit, tuan muda dia bukan hanya kecapean tapi juga kesakitan"ucap Anggita, sambil tersenyum kecut.


"Jangan mulai lagi Nyona Alvin"ucap Alvin.


"Aku tidak mulai"bela Anggita.


Anggita pun masuk kedalam mobil nya tapi Alvin langsung menarik Anggita keluar dari mobilnya, dan di bawa kedalam mobil Alvin.


Anggita hanya terdiam sambil menggigit bibir bawahnya seperti kebiasaan nya, wanita akan mengigit bibir. bawah jika dia sedang kesal.


"Sayang nanti siang kita makan siang bersama"ujar Alvin.


"Aku sibuk "ucap Anggita.


"Kesibukan tidak akan pernah ada akhirnya, Sayang"ucap Alvin.


"Kamu bisa lihat nanti tuan muda ku"ucap anggita.


"Sayang aku bukan tuan mu! aku suamimu"ucap Alvin.


"Ya terserah lah, yang pasti sekarang kamu temui istri mu dulu tuan muda, aku sekalian akan memberikan perawatan terakhir kali nya,dua hari lagi istri mu sudah bisa pulang"ucap Alvin.


"Aku ingin dia menginap lebih lama lagi karena aku akan tetap tinggal bersama dengan mu"ucap Alvin.


"Apa tuan bukan pria gentleman's "ucap Anggita .


"Ah kamu meragukan ku cinta, apa? selama ini aku tidak gentleman's"ucap Alvin.


"Aku tidak tau"ucap Anggita hingga sampai di rumah sakit, perdebatan itu belum usai.


Anggita langsung masuk dan mengisi daftar hadir, sesuai peraturan yang tertera, Anggita langsung menggunakan jas kebesarannya saat ini dia harus melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang sudah dia tangani maupun yang akan dia tangani Anggita, terus terus bersibuk hingga tiba di ruangan rawat inap VVIP, yang ditempati oleh istri Alvin, Anggita pun melihat pemandangan yang membuat hati nya terlihat sangat sakit.


Alvin tengah menggenggam tangan istrinya sambil berkata"Sayang jangan terlalu banyak pikiran saat ini lebih baik kamu fokus pada kesehatan dan calon anak kita"ucap Alvin sambil mencium kening istrinya.


Anggita sempat mematung, beberapa detik, kemudian dia pun berjalan masuk diikuti oleh beberapa orang asisten nya.


"Permisi, bagaimana keadaan anda hari ini nyonya Alvin"tanya Anggita.


"Sudah lebih baik dokter terimakasih berkat anda calon anak kedua kami bisa selamat"jawab nya.


Anggita langsung menggunakan stetoskop, lalu memeriksa kondisi wanita itu dengan sangat terampil dan cekatan dia melihat bekas luka operasi dan juga lainnya sambil meminta asisten nya mencatat rekap medis .


hingga selesai melakukan pemeriksaan wanita itu terus fokus pada pasien dan para asisten nya yang mengikuti nya sedari tadi.


sementara tatapan Alvin tidak sedikit pun ia hiraukan, dan setelah selesai melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang sudah di bedah sekarang dia memasuki ruangan untuk masuk ke dalam ruangan pasien yang akan ia tangani di meja operasi nanti.

__ADS_1


Anggita langsung bergegas keluar ruangan diikuti oleh Alvin yang memanggil nya dengan alasan bahwa dirinya akan bertanya kepada Anggita, tentang istri"Dokter Terry Alexander bisa saya bicara sebentar ini tentang nyonya Anggi"ucap Alvin para asisten pun menunggu.


"Sayang aku menunggu mu di ruangan mu"ucap Alvin.


"Maafkan aku tuan muda Alvin Alexander, saya akan masuk ke dalam ruang operasi sebentar lagi"ucap Anggita.


"Terry sayang jangan sampai aku membuat pengumuman sebelum kamu menyiapkan diri mu itu"ucap Alvin penuh penekanan.


"Baiklah, sepuluh menit, setelah itu aku akan masuk ruang operasi"ucap Anggita.


Anggita pun kembali pergi bersama dengan para asisten nya yang langsung berangkat menuju ruang pasien yang akan di bedah hari ini hingga malam hari ada beberapa pasien yang akan masuk ruang operasi bisa dibayangkan betapa padatnya jadwal Anggita saat ini.


setelah selesai melakukan pemeriksaan, Anggita pun kembali ke dalam ruangan, wanita itu pun bertemu dengan pria yang sedari tadi bahkan belum kembali ke kantor.


"Owh ya ampun tuan muda, ternyata kamu masih disini, maaf aku baru kelar"ucap Anggita.


"Heummm, kelihatan nya nyonya Alvin Alexander masih punya tenaga lebih untuk menemani ku malam nanti"ucap Alvin.


padahal Anggita saat ini sudah sangat lelah, tapi wanita itu tidak pernah menunjukkan nya, bagi Anggita rasa lelahnya akan hilang setelah melihat putri nya membeli apapun yang dia mau, melihat senyuman manis dari sikecil yang sangat menggemaskan tersebut membuat segala beban di pundak nya hilang begitu saja.


Anggita pun tersenyum seakan tak pernah menyembunyikan apapun, wanita itu berjalan dengan santai menghampiri Alvin yang tengah duduk di kursi kebesaran nya setelah dekat dengan Alvin Anggita lalu berkata"Apa? yang akan tuan Alvin bahas tentang istri anda saat ini"ucap Anggita.


"Aku hanya ingin bilang pada mu, sayang aku akan menjemputmu nanti malam, dan ingat jangan lupa untuk makan malam bersama dengan ku"ucap Alvin.


"Tuan muda aku tidak bisa, jika kamu ingin makan malam bersama dengan nya baru kamu akan bisa, jadwal makan ku sudah tidak beraturan aku hanya akan makan setelah selesai bertugas"ucap Anggita.


"Terry aku tidak mau dengar nanti harus ada saat aku menjemputmu"ucap nya tegas.


"Alvin kamu bisa makan malam di ruang bedah jika kamu ingin bersama ku, aku bisa menemani mu sambil melakukan tugas ku"ucap Anggita


"Aku tidak mau tau atau kamu akan kehilangan Alana putri kita"ucap Alvin.


Anggita hendak berteriak tapi Alvin berlalu begitu saja.


🌹💖💖💖🌹


Yaris langsung mendekat dia menyimpan tas kerja nya di atas nakas, pria itu langsung berjongkok di hadapan istrinya.


"Ada apa...kenapa? kau menangis aku tidak berbuat kesalahan saat ini"ucap Yaris.


Hera tidak berkata sedikit pun, dia langsung mencoba mengusap air mata lalu mencoba tersenyum dan berdiri Yaris pun terbengong dan melihat ke arah Hera.


Hera langsung membuka dasi milik Yaris, wanita itu seperti biasa melakukan kewajiban nya, Hera tidak pernah membiarkan Yaris melakukan apa-apa sendirian Hera seperti pelayan pribadi yang selalu mengurus kebutuhan tuan nya tapi Yaris tidak pernah peduli pada wanita itu, sekalipun dia sudah melakukan semua kesalahan terbesar dalam kehidupan rumah tangga nya.


"Aku tidak ingin kau diam saja, katakan lah jika ada masalah aku adalah suami mu, dan semua adalah tanggung jawab ku,maka katakanlah"ucap Yaris.


"Aku tau kamu adalah suamiku tapi itu hanya sebuah setatus, sementara yang berstatus suami ku, dia sibuk dengan dunianya sendiri, bahkan tidak pernah peduli dengan istri setatus nya ini, bahkan dia menganggap ku sebagai patung pajangan di rumah ini"ucap Hera memberanikan diri.


"Lalu aku aku harus apa? heummm"ucap Yaris.


"Cerai kan aku saja"ucap Hera.


"Hera sayang Mommy tidak akan mengijinkan kita untuk berpisah, aku tau aku salah tapi aku mohon jangan pernah meminta itu, kamu bisa meminta apapun, tapi tidak dengan itu"ucap Yaris.


"Apa? aku boleh mencari pria lain sampai aku puas seperti yang kau lakukan"ucap Hera.


"Tidak! aku menikah dengan mu, karena aku tahu bahwa kamu adalah wanita baik-baik, dan jangan pernah menodai semua itu karena sekalinya ternoda tidak akan pernah aku ampuni"ucap Yaris.


"Kamu adalah pria yang sangat egois, bagaimana bisa kamu lakukan semua sesuka hati, tanpa perduli dengan perasaan ku sementara aku, bahkan aku tak pernah bisa untuk bergabung bersama dengan teman-teman ku lagi, kamu benar-benar keterlaluan"ucap Hera.


"Aku, hanya butuh waktu untuk mengembalikan semua nya ketempat semula"ucap Yaris.


pria itu mengelus puncak kepala Hera.


"Aku bisa bicara pada Mommy mu, jika kamu ingin bebas, aku bisa bilang sama dia bahwa kita tidak pernah bisa cocok"ucap Hera lagi.

__ADS_1


"Tidak Hera please berikan aku kesempatan, setidaknya sampai aku bisa memperbaiki semua nya, aku janji akan menjadikan mu, seutuhnya milikku"ucap Yaris.


Alasan Yaris, mungkin Sulit untuk diterima oleh Hera, tapi pria itu hanya ingin, Hera memiliki dia yang sudah benar-benar meninggalkan sifat buruknya.


Yaris memberikan pelukan hangat pada istri nya"Aku sudah lelah mas, biarkan aku pergi, mungkin suatu saat nanti kamu bisa menemukan wanita yang benar-benar cocok untuk mu"ucap Hera.


"Hi... sayang aku sudah menemukan wanita yang benar-benar cocok dengan ku, ya itu kamu"kata Yaris sambil memeluk erat Hera.


"Lalu apa yang kamu lakukan selama ini mas, kamu hanya menjadikan ku patung"ucap Hera.


Hera menatap lekat wajah Yaris.


"Aku hanya ingin menyentuh mu, setelah aku benar-benar melupakan semua kebiasaan buruk ku sayang aku tak ingin membuat mu lebih menderita lagi, meskipun diawal pernikahan ini hanya perjodohan tapi aku sudah sadar cinta sejati ku yang sesungguhnya adalah wanita yang selama tiga tahun ini dengan sabar menghadapi ku"ucap Yaris.


"Itu adalah kamu"ucap Yaris lagi....


"Aku bisa membantu mu, untuk itu"ucap Hera.


mereka mulai bisa berdamai dengan keadaan.


sementara itu di rumah sakit, Alvin tengah menunggu Anggita yang juga belum keluar dari ruangan bedah tersebut, Anggita sudah menangani tiga pasien yang benar-benar dalam keadaan gawat darurat.


wanita itu, baru keluar setelah selesai melakukan pembedahan pada seorang wanita yang memiliki penyakit kanker .


Anggita langsung bergegas menuju ruangan nya di tegah jalan seseorang menghentikan langkahnya"Dokter sedari tadi sore seseorang terus menunggu anda di dalam ruangan tersebut"ucap nya, yang tak lain adalah asisten sahabat nya.


"Owh itu jemputan saya"ucap Anggita.


Anggita pun sampai di ruangan nya, dia kaget saat melihat Alvin tertidur di sofa dengan boks makanan di meja tersebut.


"Mas Alvin"ucap Anggita.


Anggita masuk ke dalam ruangan tersebut dan melepaskan atribut yang ia pakai dibantu oleh asisten pribadi nya lalu dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah sekitar sepuluh menit dia sudah keluar dengan bathrobe, dan lilitan handuk di kepala layaknya di rumah tapi setelah itu dia langsung kembali ke dalam ruangan untuk menggunakan pakaian dengan cepat karena jika Alvin tau bukan tidak mungkin pria itu tidak akan membiarkan nya lolos begitu saja, setelah selesai menggunakan pakaian dia langsung mencolokkan pengering rambut dan saat itu Alvin bangun tiba-tiba tangan Alvin sudah melingkar di pinggang nya.


"Mas aku harus buru-buru pulang karena Alana pasti Bobo sendirian"ucap Anggita yang sedang tidak ingin berdebat.


"Dia bersama dengan asisten ku di rumah kita sayang"ucap Alvin.


"Ya, tapi tetap saja tanpa aku di sisi nya"ucap Anggita yang terus mengeringkan rambut nya.


"Maka berhentilah bekerja, jadilah ibu rumah tangga, aku bisa menghidupi mu sedari dulu"ucap Alvin.


"Semua sudah tugas dan cita-cita ku, sedari dulu kamu tahu sendiri kan bagaimana, tapi seseorang dengan tidak sabar nya menitipkan dia padaku"sinis Anggita.


Anggita langsung menghentikan aktivitas nya setelah menyisir rambut nya yang sudah mulai kering.


Anggita berdiri menatap kearah Alvin lalu tersenyum melihat pria itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ayo pulang" ucap Anggita.


"Aku sudah sangat laper"ucap Alvin.


"sebaiknya tidak usah makan ini sudah dini hari"ucap Anggita langsung meraih tas nya.


"Dari siang gak makan harus puasa lagi kau seperti itu setiap hari"tanya nya.


"Kadang aku makan kalau gak padat jadwal ku"jawab wanita itu sambil keluar dari ruangan nya diikuti oleh Alvin dari belakang sebelum benar-benar keluar Alvin berkata pada asisten pribadi nya.


"Baik nya kalian makan itu semua selagi masih hangat"ucap Alvin.


"Baik tuan terimakasih"jawab keduanya.


Alvin yang sudah menggunakan mantel menyusul Anggita yang sudah tidak sabar ingin pulang ke rumah.


sampai di depan mobil Alvin, dia sedikit menunggu sang empunya tengah berjalan di belakang Anggita.

__ADS_1


"Sayang kamu ninggalin aku, sabar sedikit kenapa? kita cek in di hotel dulu bagaimana"ucap Alvin sambil berbisik dengan sengaja menggoda Anggita.


__ADS_2