
Pagi yang cerah ini adalah kali ketiga ku menjalankan peranan sebagai seorang istri meskipun aku masih dibuat bingung dengan sebuah bukti ikatan pernikahan yang Marvin berikan pada ku, satu hal yang membuat aku mampu menerima pernikahan ini adalah bukti video yang Marvin tunjukkan disana terdapat kedua orang tua ku yang masih lengkap, dan juga foto-foto yang dia tunjukkan padaku.
Aku adalah Ariana rose, putri dari pasangan Arianto Atmaja, dan Sarah rose.
Aku berusia dua puluh empat tahun, masih ada beberapa bulan lagi untuk genap menuju angka 24 tersebut.
Dan aku percaya pada suamiku, setelah Marvin pria yang kini menjadi suamiku menceritakan detail nya, dari awal mula pertemuan dan juga kejadian tragis, yang menimpa aku, dan almarhum sahabat ku Doni yang sebenarnya sudah tiada sejak lama.
Hingga aku mengalami amnesia, beberapa tahun terakhir ini, itu menurut cerita Marvin, dan yang aku ingat itu masalalu dari tiga tahun kebelakang, dimana disaat aku dan Doni selalu bersama sebelum kejadian itu menimpa kami semua.
Dan korban dari semua ini adalah, bukan aku tapi Marvin suamiku.
Aku mungkin kehilangan keluarga dan juga teman terbaik ku, tapi Marvin bukan hanya kehilangan ku tapi juga kehilangan materi keluarga, kerabat , karena kehadiran ku dalam hidup nya, karena saat ini dia memutuskan semua hubungan diantara mereka.
hingga Marvin memutuskan untuk mengulang janji suci pernikahan kami berdua, dihadapan para ustadz dan juga para tamu yang hadir.
acara yang digelar di sebuah mesjid itu, membuat ku melihat seluruh bayangan diriku, dari sejak kecil, hingga sampai saat ini, rentetan peristiwa yang terjadi pada ku pun semua terulang kembali bersamaan kalimat terakhir yang Marvin, ucap kan dalam ijab qobul tersebut.
hingga kata sah itu terlontar dari seluruh tamu yang hadir, aku sudah tidak lagi merasakan apa-apa, dan pandangan ku pun menjadi gelap, hingga beberapa menit kemudian,aku mendengar suara seseorang memanggil- manggil nama ku, dan aku pun mulai membuka mata.
tampak seorang pria tampan dihadapan ku, dia adalah Marvin Alexander.
pria yang sudah sah menjadi suami ku, dulu dan sekarang aku langsung memeluk nya.
"Ariana, kau sudah sadar sayang maafkan aku, maafkan aku, maafkan semua salah ku, yang tidak bisa melindungi mu, dan mulai sekarang aku tidak akan pernah menuntut mu lagi untuk mengingat semua nya, kau boleh lakukan apapun yang kamu mau termasuk menjadi penari kembali, aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu"ucap Marvin,padaku.
"Mas, aku sudah mengingat semua nya, semua tidak ada yang terlewat, termasuk kepergian Doni, yang saat itu sengaja menabrakkan mobil nya, untuk menolongku, hiks hiks hiks"aku menangis sesenggukan sambil memeluk Marvin.
"Ariana, mari kita jalani hidup kita berdua hingga menua bersama hidup atau mati pun harus sama-sama"ucap nya.
kami pun pulang menuju ke rumah baru kami, kali ini kami pindah dari kota yang pernah memberikan kenangan terburuk kami berdua.
kini tidak ada lagi, drama yang terjadi akibat adanya orang ketiga dalam hidup,kami kami benar-benar berdua menjalani kisah baru kami .
disebuah kota, yang sangat indah dan penuh dengan beraneka ragam budaya di sana.
Aku mulai membereskan barang-barang ku di rumah baru kami, saat ini mas, Marvin begitu aku panggil nama nya.
"Ariana, sayang jika kamu masih ingin mengembangkan bakat mu, aku ada teman di kota ini yang membutuhkan penari untuk mengajar tari pada murid di sekolah nya, agar kamu tidak kesepian saat aku pergi bekerja"ucap mas Marvin padaku.
"Baiklah mas, Ari senang jika mas mau mengijinkan Ari untuk beraktifitas, Ari harap setelah ini akan ada anak yang akan hadir di antara kita, agar Ari bisa memberikan mas kebahagiaan, Oya mas, apa? ibu mas Marvin masih ada, jika ada apa tidak sebaiknya kita ajak tinggal disini bersama kita"ucap ku pada suamiku, yang kini terlihat berpikir.
"Bunda, sudah satu tahun lalu pergi dari dunia ini, Ariana, kita sama-sama sebatang kara, tapi mas janji mulai sekarang hidup kita akan selalu dipenuhi oleh kebahagiaan"ucap mas Marvin.
kami pun beres-beres berdua dan kami memutuskan hanya akan ada satu pembantu di rumah kami yang lumayan besar ini, karena aku tidak mau privasi kami terganggu.
lantai bawah sudah selesai dan sudah rapi kami menuju lantai dua kamar kami berdua, aku dan mas Marvin, bersama-sama memasang sprei dan bed cover bersama-sama hingga selesai, setelah itu kamipun memutuskan untuk mandi bersama mas Marvin membantu aku keramas sambil berkali-kali menjahili ku, dan aku melihat senyum dan tawa dari bibir suamiku yang selama ini aku kenal dingin.
__ADS_1
dia terlihat lebih tampan dan mempesona,akupun langsung mengecup bibir manis nya,itu sebagai tanda terima kasih setidaknya untuk pertama kalinya mas Marvin tersenyum tulus, dan tertawa lepas di hadapan ku, meskipun aku jadi korban keisengan mas Marvin.
Aku sudah selesai mandi, begitu juga dengan suamiku yang tampan ini, dia aku bawa duduk di kursi meja rias, dan kuambil alat pengering rambut, setelah itu aku mengeringkan rambut mas Marvin, yang memiliki rambut agak gondrong di bagian atas yang selalu ia kuncir seperti gaya rambut kekinian.
"Mas, rambut nya sudah lebih gondrong apa tidak sebaiknya kita ke salon saja untuk sedikit rapihkan"ucap ku dengan penuh kehati-hati an.
"Terserah kamu saja sayang bagaimana baiknya saya kamu atur saja, aku milikmu dan itu mutlak"ucap nya pada ku, rasanya seketika itu juga dunia ini benar-benar indah dan penuh kedamaian.
Hingga akhirnya kami selesai berpakaian, diluar sudah mulai gelap, seperti nya akan turun hujan,, aku mengintip dari balik tirai jendela ku.
"Mas aku buatkan makan malam dulu ya"ujar ku.
"Nanti saja sayang kita tidak usah masak, aku sudah memesan makanan dari luar sayang"ucap mas Marvin, sambil merangkul pinggang ku dari belakang dan memberikan kecupan di leher jenjang ku.
"Ariana, sayang aku sangat mencintaimu, bahkan terlalu mencintaimu"ucap nya.
"Terimakasih mas, aku juga sangat mencintaimu"balas ku .
saat kami sedang bercumbu mesra, tiba-tiba suara bel pintu terdengar sangat nyaring, mas Marvin buru-buru turun menuju lantai bawah, dia tidak ingin aku, kecapean mengurus semua nya, cukup mengurus semua kebutuhan nya dan, tidak dengan yang lain urusan beberes rumah itu urusan asisten rumah tangga yang nantinya akan bekerja di rumah ku besok
🌸.............................🌸
Pagi ini hari kedua ku di rumah baru kami, aku sudah bangun sedari subuh setelah sholat subuh berjamaah,kami kembali lagi kelonan di tempat tidur, mas Marvin, kini sudah mulai bisa belajar agama yang tidak pernah diajarkan oleh siapapun termasuk kedua orang tua nya, yang memang tidak mau mengenal agama yang sudah turun temurun dari dulu.
mungkin selama ini mas Marvin, hanya diajarkan bagaimana cara bertahan hidup, dan juga cara mengurus bisnis, tapi untungnya mas Marvin bisa cepat belajar, bahkan dia seperti sudah fasih dalam setiap bacaan yang ku dengar.
aku langsung bergegas menuju dapur setelah selesai dari dalam kamar mandi.
saat aku sibuk berkutat dengan masakan yang aku buat , tiba-tiba mas Marvin melingkar kan tangan nya di pinggang ku, sambil berbisik.
"Aku mencari mu honey tapi kamu tidak ada di samping ku"ucap nya.
"Aku sibuk mas, kita harus segera sarapan, bukan kah kamu akan bekerja hari ini"ucap ku sambil tersenyum.
"Iya, tapi gak sepagi ini juga sayang"ucap nya.
"Aku harus terbiasa bangun pagi dan menyiapkan semua ini, jadi jika nanti aku punya anak aku sudah terbiasa"ujar ku.
"Mas, sebaiknya mas duduk dan tunggu aku masak dulu agar aku selesaikan masakan ku dulu, sambil aku buatkan kopi ok"ucap ku sambil mendongak ke arah mas Marvin.
"Baiklah Sayang ku, aku akan menunggu mu lagi dan lagi"ucap Marvin sambil tersenyum padaku.
"Sayang, tolong jangan begitu aku sedang sibuk, nanti setelah selesai aku janji temani kamu"ucap ku.
hingga akhirnya aku buru-buru menyelesaikan masakan ku setelah itu aku berjalan menghampiri suamiku yang tengah fokus pada ponsel nya.
"Yang sarapan sekarang gak"ucap ku.
__ADS_1
"Nanti saja sayang jangan sekarang kemarilah "ucap nya sambil tersenyum menarik ku keatas pangkuan nya.
kamipun mengobrol, seputar obrolan,suami istri karena dia selalu menggoda ku.
"Sayang kamu sudah mandi, mandi lagi yu temani mas"ucap Marvin.
"Tidak mau kamu pasti lama mandinya mas lebih baik kamu mandi sendiri ok aku siapkan pakaian mu dulu, setelah selesai kita sarapan, aku mau jalan-jalan di sekitar sini"jawab ku.
"Baiklah, apa pun untuk istri ku yang super cantik ini" ujarnya sambil berjalan menuju ke lantai atas untuk mandi diikuti oleh ku yang mengekor di belakang nya, awalnya dia ingin jalan bergandengan tapi kemudian dia pun mengalah membiarkan ku untuk berjalan di belakang nya.
Aku langsung menyiapkan jas miliknya dan sepatu juga beberapa aksesoris seperti jam tangan dan sabuk, juga dasi yang aku tau setiap barang tersebut berjumlah fantastis.
hingga selesai itu aku menyusul nya, kedalam kamar mandi karena sudah menjadi kebiasaan mas Marvin, selalu bersantai di bathtub.
"Masyaallah mas bukan nya di cepat-cepat mandi malah nongkrong di dalam bathtub"ucap ku sambil langsung meraih alat mandi dan yang biasa aku lakukan membantu bayi besar itu untuk mandi.
"Yang, kamu tau aja, kalau mas nungguin kamu"ucap nya sambil mendongak mengecup bibir ku.
"Mas, buruan dong nanti makanan yang aku siapkan keburu dingin, percuma dong aku siapkan itu dari tadi pagi"ucap ku jujur.
"Aku ingin kita mandi bareng sayang lagian siapa yang akan marah jika aku terlambat masuk kantor, orang aku bos nya, dan tanpa masuk kantor pun uang kita akan terus mengalir karena suamimu ini, banyak saham di mana-mana"ucap nya sambil tersenyum.
"Heummm, sombong nya kagak mau berubah, baiklah-baiklah suamiku yang tampan dan kaya raya jika begitu sekalian kamu temani aku shopping mall, dan pergi ke salon untuk perawatan, setidaknya uang itu akan lebih berguna jika aku gunakan"ucap ku sambil menatap kearah nya.
"Apapun, untuk sayangku ini,aku siap, sekalipun harus pergi ke angkasa untuk berlibur tapi tidak untuk memetik bintang, karena sampai sekarang aku sendiri tidak tahu ukuran bintang itu sebesar apa dan bentuknya bagai mana"ucap suamiku sambil terkekeh geli.
"Heummm, aku malas bulan madu di angkasa kejauhan, lebih baik yang masuk akal saja, Maldives, atau pulau Dewata gitu ini pergi ke angkasa mau ngapain"ucap ku sambil tertawa cekikikan, obrolan kami memang tidak terlalu banyak yang serius, setelah aku mendapat kan ingatan ku kembali, dan jika Arin, datang untuk melukai ku lagi, aku siap melawan nya, karena aku adalah Ariana rose yang, ada di masa lalu yang kini telah kembali, aku tidak mudah untuk ditindas oleh orang lain.
jika mereka bermain siasat aku juga bisa melakukan tindakan-tindakan yang lebih gila lagi, aku Ariana rose, tidak akan pernah kalah dengan manusia seperti mereka, aku kuat aku tangguh meskipun Doni, sahabat ku sudah tidak bersama dengan ku lagi.
Aku sudah selesai membantu suamiku bersiap kali ini mas Marvin, akan menemani ku shopping, sepuasnya meskipun aku bukan wanita yang gila belanja, barang-barang yang menurut ku tak berfaedah, seperti barang branded, atau barang mahal lainnya,selagi ada yang sama pungsi nya dan dijual dengan harga merakyat aku akan beli itu, meskipun suamiku mampu untuk membelinya.
"Sayang masakan mu benar-benar enak, mas jadi makan yang berat pagi ini"ucap nya.
"Tidak masalah mas, lagi pula sesekali biar gak jajan"ujar ku sambil tersenyum padanya.
"heummm, begitu lalu uang kita, yang banyak itu kita apakan?" tanya nya sambil tersenyum.
"Amalkan saja, untuk memberikan makanan pada qolbu kita"ucap Ariana, sambil tersenyum tulus.
"heummm, sepertinya nyonya sosialita ku, ini sangat dermawan"ucap nya sambil menarik pinggang ku.
"Ya ditumpuk juga percuma mas, yang dibawa mati hanya amalan kita, jadi sebaiknya kita sedekahkan sebagian harta kita pada orang yang lebih membutuhkan, agar bermanfaat dengan cara memberikan santunan kepada anak yatim, dan kaum duafa, mami selalu mengajarkan ku untuk berbuat baik, semoga saja wanita yang sudah berjasa dalam hidup ku itu masuk surga terindah nya Allah"ujar ku yang dimainkan oleh mas Marvin.
Mas Marvin, pun mengambil dompet dan juga ponsel nya, lalu dimasukkan kedalam saku celana nya, setelah itu dia merangkul pinggang ku, membawa ku berjalan keluar, untuk menuju ke garasi rumah kami.
mas Marvin memilih mobil nya, diantara lima mobil yang berjajar di garasi dan pilihan nya jatuh pada mobil sport berwarna merah, lalu dia memanaskan mesin mobilnya terlebih dahulu dan kita langsung pergi, setelah itu.
__ADS_1