
Kalan kini tengah duduk di sebuah club malam tepat di ruang VVIP.
Pria itu tidak sedang minum melainkan sedang menunggu seseorang datang setelah dia mengetahui bahwa wanita yang telah menjadi istrinya itu kembali bekerja di sana.
Lama menunggu akhirnya Stefany datang ke hadapannya dengan membawa nampan berisi minuman.
Stefany bersikap biasa saja layaknya seorang pramusaji di club tersebut.
"Duduk."suara maskulin itu terdengar penuh penekanan.
"Apa? yang kamu inginkan."ujar Stefany.
"Duduk kataku."ujar Kalan.
Stefany pun duduk, gadis itu tidak berani menatap kearah pria yang ada di hadapannya.
"Lihat aku!."ujar Kalan dengan nada tinggi.
"Aku minta maaf,,, kelak aku akan mengganti seluruh kerugian itu."ujar Stefany.
"Begitu gampangnya kau berkata seperti itu."ujar Kalan.
"Aku terpaksa melakukan hal itu."ujar Stefany.
"Terpaksa menikah dengan ku,,, apa? itu juga termasuk."ujar Kalan.
"Tidak, bukan itu maksudku."ujar gadis itu sambil mengangkat wajahnya.
"Aku hanya tidak tega melihat mu terluka karena perbuatan yang aku lakukan, dan saat itu bersamaan dengan kembalinya ingatanku."ujar gadis itu.
"Tapi kamu tidak melupakan ku sebagai suamimu bukan."ujar Kalan.
Stefany terdiam dan menunduk sampai Kalan kembali berbicara.
"Apa? aku masih pantas untuk mengingat hal itu,,, kamu adalah pria yang baik aku tidak pantas untukmu."ujar Stefany lagi.
"Yang menilai pantas atau tidak itu harusnya aku bukan dirimu."ujar Kalan.
"Aku hanya sadar diri."ujar Stefany.
"Stefany aku membuang seperempat saham itu demi bisa menikahi dirimu aku tidak peduli kamu menipuku atau tidak yang jelas kamu adalah wanita yang aku inginkan dalam hidup ku kau harus kembali dan dimana kedua orang tua mu yang asli."ujar Kalan.
"Mereka sudah tidak di negara ini maafkan aku tidak bisa memberitahu dirimu."ujar Stefany.
"Aku hanya ingin membawa mereka hidup dengan kita Stefany aku janji akan menghidupi mereka seperti layaknya sebuah keluarga."ujar Kalan.
Kalan pun menggengam tangan istrinya itu" kembalilah ke rumah kita, aku akan membuat mu bahagia aku janji akan bekerja lebih keras lagi."ujar Kalan.
Stefany sempat terdiam"Kamu boleh membenci ku atau membunuhku sekarang juga tapi Maaf aku bukan orang yang pantas untukmu."ujar Stefany yang kini hendak pergi.
Namun tangan Kalan menghentikan langkahnya.
"Honey please aku tidak ingin wanita lain aku hanya ingin dirimu."ujar Kalan.
"Maafkan aku Kalan, kamu berhak mendapatkan yang terbaik."ujar Stefany yang berlari pergi.
"Setidaknya tetaplah berada di sisiku sebelum hutang itu lunas Stefany. jika itu yang kamu inginkan bayar kerugian ku itu dengan tubuhmu."ujar Kalan.
Pria itu mengeratkan genggaman tangannya bukan karena dia kesal tapi rasa sakit karena telah merendahkan istrinya itu.
"Ya,,, baik'lah itu jauh lebih baik daripada harus berada di sisimu sebagai istri tidak tahu diri, lebih baik jadi pelacur yang menjual harga dirinya kau benar."ucap Stefany yang kini terlihat tersenyum manis. namun Kalan tau bahwa itu adalah senyum yang dipaksakan.
"Berapa? tarip ku semalam agar aku bisa menghitung jumlah nya, sanggup atau tidak untuk membayar kerugian besar yang kamu alami."ujar gadis itu.
Kalan semakin mengeratkan kepalan tangannya hingga urat-urat itu terlihat menonjol di antara sela jemarinya.
"Apa? kau yakin bisa melunasi hutang itu, bahkan hutang itu masih berbunga setiap harinya."ujar Kalan.
"Aku yakin tapi saat siang hari ijinkan aku bekerja paruh waktu."ujar Stefany.
"Kau masih harus melayani ku sepanjang hari apa? kau masih bisa bekerja di luar."ujar Kalan tegas.
"Tenang aku juga akan memberikan mu bayaran untuk itu."ujar pria itu lagi.
"Ah,,, baik'lah semoga aku bisa mengurus semua itu."ujar Stefany.
"Ayo kembali."ujar Kalan yang kini meraih pinggang istrinya itu.
"Untuk saat ini dia tidak perduli dengan keadaan menyakitkan ini yang dia pedulikan saat ini adalah dia ingin mengurung istrinya itu dengan embel-embel balas jasa.
Stefany pun mengikuti Kalan setelah dia mengganti seragam tersebut dengan pakaian nya semula.
Sampai saat mereka tiba di mobil Kalan pun langsung meminta Stefany untuk duduk di samping nya.
Sopir pun melajukan mobilnya menuju Mension milik Kristofer yang ada di negara tersebut.
"Kini hanya tinggal Kalan yang ada di Mension itu, Karen Kala tinggal di Jepang. pria itu benar-benar ingin menjadi seorang ilmuwan robot terkenal, bahkan dia memiliki markas tersendiri untuk melakukan eksperimen terhadap robot ciptaannya itu.
Sementara kedua adiknya Kalas dan Kalen kini tinggal di Indonesia bersama dengan sang Mommy dan juga lebih dekat dengan saudaranya Farrel putra dari Alvaro kakak dari Agatha.
Kini semua sudah hidup jauh lebih baik dan tentram tanpa adanya masalah.
__ADS_1
NATO pun sudah mendapatkan cucu dari kedua anaknya.
Keduanya tinggal bersama dengan NATO di Mension utama milik Ariana yang juga dihuni oleh Alvaro dan istri juga putraya.
Semua itu Alvaro yang meminta agar Mension itu tetap terasa hangat dengan perkumpulan keluarga mereka.
Sementara Alana, dia tinggal dengan Piter dan juga anak mereka juga anak bungsu dari pernikahan kedua Alana yang kini sudah seperti anak Piter sendiri.
Pria itu tidak membedakan kasih sayang antara anak kandung dan anak sambung.
Mereka pun sudah jauh lebih bahagia daripada kehidupan mereka dulu.
Sementara itu di Kanada, Alexander yang setiap hari disibukkan mengurus perusahaan dan juga menjaga bumil yang kini hamil lima anak itu seakan tengah menjaga kesebelasan anak mereka.
Alexander setiap hari direpotkan dengan segala urusan bumil itu sendiri yang kini tengah melakukan cek kandungan di rumah megah milik Alexander itu.
Sejak istrinya hamil pria itu meminta petugas medis untuk datang ke rumahnya, karena terlalu merepotkan membawa bumil yang kian hari semakin kesulitan untuk bergerak bebas meskipun aslinya Kaley tidak pernah mau diam.
Sampai saat ini Alex selalu berada di sisi istrinya dalam kegiatan apapun itu.
Di kediaman Kalan sendiri kini keduanya baru saja terlelap setelah beraktivitas ranjang . untuk pertama kalinya mereka berbulan madu diatas perjanjian.
Meskipun Kalan benar-benar tulus mencintai Stefany dan memperlakukan dirinya dengan lembut, namun hingga saat ini Stefany seakan benar-benar melakukan perannya sebagai seorang pemuas nafsu bagi kalan.
Kalan pun sudah meminta Stefany bersikap wajar seperti layaknya seorang istri namun gadis itu seakan sedang menghukum dirinya sendiri.
Hingga mereka terbangun dalam keadaan berpelukan Stefany tiba-tiba menjauh dan memalingkan wajahnya.
"Kenapa? apa? kau tidak mau memeluk suamimu sendiri."ujar Kalan.
"B bukan itu, tapi kita hanya partner. "ujar Stefany.
...🌸......🌸...
"Apa? kau pikir kata-kata ku serius honey."ujar pria itu.
"Aku tidak tau itu yang jelas saat ini aku melakukan semua itu.*ujar Stefany.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan mu karena kau adalah istriku seutuhnya dan kita akan membangun sebuah keluarga yang bahagia sampai saatnya nanti."ujar Kalan tegas.
"Tapi Kalan aku."
"Stop berkata yang tidak-tidak Honey,,, percayalah kita akan segera memiliki Baby."ujar Kalan.
"Heumm,,, terserah kamu saja sayang."ujar Stefany yang akhirnya luluh.
Mereka pun akhirnya pergi membersihkan diri karena mereka sudah terlambat untuk ke kantor.
Saat mereka tengah sarapan pagi, seseorang datang menyampaikan pesan dari Agatha yang meminta Kalan datang bersama dengan menantunya itu ke Indonesia.
Kalan pun tersenyum manis pada istrinya saat ini.
"Ada apa? heumm,,, apakah ada kabar bahagia."tanya Stefany.
"Aku sedang berbahagia karena Mommy meminta ku untuk menemui beliau di Indonesia. apa? kau sudah siap sayang."ujar pria itu.
"Heumm,, baik'lah terserah kamu saja."ujar Stefany.
"Bersiaplah besok pagi kita akan berangkat ke sana."ujar Kalan.
"Tapi aku harus bawa apa? untuk bertemu dengan keluarga mu."ujar gadis itu.
"Cukup bawa senyuman termanis untuk mommy, dia bukan orang yang kaku. kau akan tau bagaimana rasanya menjadi menantunya."ucap Kalan.
"Heumm,,, baik'lah semoga saja Mommy mertua mau memaafkan ku."ujar Stefany.
Stefany sebenarnya bingung dengan semua itu namun dia percaya bahwa suaminya tidak akan membiarkan dia kesulitan.
Sementara itu di Jepang, pemuda tampan yang begitu mirip dengan Kristofer itu kini tengah sibuk menguji coba sebuah robot kucing yang dia ciptakan di tengah lapangan hijau tak jauh dari taman tempat orang bersantai.
Saat robot itu dinyalakan tiba-tiba sebuah robot kucing besar lainnya datang menyerah robot milik Kala Alexander Alen.
Seakan mereka adalah mahluk hidup dan hewan dari hutan belantara, keduanya kompak bertarung padahal mereka itu robot dengan memori yang diatur layaknya kucing pada umumnya.
Seorang wanita tiba-tiba datang dan meminta robotnya itu untuk berhenti berkelahi dan robot itu pun berhenti saat mendengar tuannya bicara.
Kala pun melirik wanita itu dan dia pun menatap lekat wajah cantik itu.
Kala tidak mengerti kenapa? dia selalu bertemu dengan wanita-wanita cantik yang memiliki bakat yang sama dengannya.
"Nona robot mu sudah melukai robot ku."ujar Kala.
"Suruh siapa? robotmu menantang dia."ujar gadis itu.
"Menantang apanya? aku sedang menguji coba robot ku. dan siapa? yang tau jika ada robot lain sekarang kamu harus ganti rugi."ujar Kala.
"Kau pikir aku yang salah apa? kau tidak melihat disana, dan disana juga disana. tempat ini adalah tempat untuk membawa robot mereka bersosialisasi."ujar wanita cantik itu.
"Apa? kau tidak bisa melihat jika mereka semua adalah robot dan tuan mereka tapi robot itu akan berinteraksi layaknya robot pada umumnya."ujar gadis itu.
Kala pun langsung membawa robotnya itu untuk pergi.
__ADS_1
Sampai saat wanita itu berteriak"Hi tuan kau harus belajar untuk bersosialisasi sepertinya kamu adalah orang sangat kaku dan tidak pandai bergaul."ujar pria itu.
"Heumm,,, baik'lah nona! sebaiknya kamu juga banyak berkaca saat ini gayamu itu kurang menarik.
"Sialan."umpat wanita itu.
Sementara Kala tertawa terbahak-bahak sambil berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
"Apa? hari ini adalah hari tersial di dunia, kenapa? aku harus bertemu dengan wanita menjengkelkan itu."ujar Kala.
Sementara asisten pribadi Kala hanya terdiam sambil fokus menyetir.
Gadis itu pun langsung bergegas pergi meninggalkan kawasan tersebut sama halnya dengan Kala wanita itu pun mengumpat karena Kala berani mengejek dirinya.
"Dasar pria sialan berani-beraninya mengejek dandanan super sempurna ini."ujarnya.
Hingga kedua orang berbeda jender itu tiba di rumah mereka masing-masing yang ternyata bertetangga.
Kedua saling tatap saat mereka berdua berpapasan.
Keduanya membuang muka.
Hari demi hari selalu seperti itu hingga suatu hari robot mereka yang juga masih satu tipe itu akhirnya kembali ribut dan kini bukan hanya robot yang ribut tapi pemilieh knya itu juga adu mulut.
Sampai salah seorang wanita lain datang membawa kedua robot mereka ke perkumpulan robot lainnya.
Mereka berdua pun kompak menol pada kedua robot mereka yang tiba-tiba menurut pada wanita itu.
"Hi,,, robot ku."ujar keduanya.
Mereka berlari mengejar kedua robot yang kini berlarian kearah wanita yang tadi mengajak mereka pergi.
Robot yang Kala bawa adalah robot pengawal.
Dan begitu juga yang wanita itu bawa entah kenapa? kedua orang itu selalu membawa robot yang sama meskipun berbeda bentuk.
Kala benar-benar dibuat geram dengan hal itu.
Kini keduanya pun berhasil membawa robot mereka kembali.
"Semua gara-gara kau dasar wanita aneh."umpat Kala.
"Kau pria plagiat."ujar wanita itu.
Keduanya tidak ada yang mau mengalah.
Sampai wanita itu kembali mendekat.
"Sepertinya kalian dari kutub yang berbeda hingga setiap kali bertemu selalu bertengkar."ujar gadis itu.
"Siapa! kau berani berkomentar."teriak keduanya dengan sangat kencang hingga tiba gadis itu tertawa terbahak-bahak.
"Kalian seperti jodoh."ujar gadis itu lagi.
"Diam!!."teriak keduanya.
"Heumm,,, baik'lah lanjutkan kata-kata cinta kalian robot kalian ikut dengan ku."ujar wanita itu lagi.
"Hi,,, kembalikan robot ku."ujar keduanya.
"Tidak."ujar wanita itu sambil pergi bersama dengan ketiga robot itu.
"Siapa? wanita itu."tanya Kala.
"Dia polisi keamanan disekitar sini."ujar gadis itu.
"Pantas saja robot ku menurut padanya."ujar Kala lagi.
"Dia bahkan lebih dari seorang peneliti robot, dan ada yang bilang dia menciptakan suaminya dari robot."ujar gadis itu.
"Hahaha.... apa? kau bercanda robot macam apa? yang bisa beraksi sebagai layaknya suami."ujar Kala.
"Lain kali kau akan bertemu dengan dia."ujar gadis itu.
Tiba-tiba mereka sadar bahwa saat ini mereka sedang mengobrol akrab.
Mereka berdua pun tiba-tiba saling membuang muka.
"Robot ku!!."teriak keduanya yang baru menyadari bahwa robot mereka raif di bawa orang.
"Semua ini gara-gara kamu."ujar gadis itu.
"Semuanya gara-gara kamu."ujar Kala tidak mau kalah.
"Kau penjahat."ujar gadis itu.
"Kau juga penjahat."ujar pria itu.
Keduanya kembali tidak ada yang mau mengalah.
Sampai saat mereka pulang ke rumah masing-masing Kala menghubungi seseorang.
__ADS_1
Setelah menghubungi orang itu, tiba-tiba Kala mendapatkan sebuah undangan makan malam dari wanita cantik yang tadi membawa robotnya itu.