
Saat ini Kinara masih berada di dalam kamar sampai saat pria itu datang membawa pakaian dalam untuk gadis yang ada di dalam kamar pribadinya.
Namun sayang di tengah jalan Tiara yang sedari tadi menunggu bubur dan minuman yang dijanjikan oleh Kinara.
"Yank kamu bawa apa?."tanya Tiara.
"Ini milik Kinara dia tengah menunggu di kamar."ucap pria itu jujur.
"Tiara pelayan itu."ucap Tiara.
"Sayang,,, aku ingin bicara jujur."ucap Kalen yang membuat wajah Tiara seketika berubah penuh tanya.
"Dia adalah."
"Tolong!!."teriak gadis yang kini berada di dalam kamar.
Keduanya tiba-tiba saja berlari menuju ke arah kamar.
"Tolong...!! teriak Kinara yang kini berpura-pura terjatuh di lantai.
Padahal dia sudah mendengar percakapan keduanya, Kinara tidak bisa mendengar kejujuran dari Kalen.
Dia tidak mungkin menyakiti Tiara.
"Tolong! ah...kaki ku sakit."ucap gadis itu yang tanpa sadar masih belum menggunakan bra dan underwear.
Beruntung handuk itu menutup bagian paha mulusnya itu.
"Kamu kenapa? bisa begini."ucap Kalen yang kini tengah meraih tubuh ramping itu dengan sekali tarikan langsung digendongnya hingga keatas ranjang empuk miliknya.
"Aku jatuh gara-gara tidak hati-hati terimakasih sudah membantu dimana pesanan ku, tolong tinggalkan aku sebentar."ucap Kinara.
"Tapi aku belum memeriksa kondisi mu."ucap Kalen.
"Aku belum menggunakan apa-apa jadi tolong keluar lah biar nona Tiara saja yang temani dan membantu ku disini."ucap gadis itu.
"Baiklah tapi setelah selesai cepat beritahu aku."ucap Kalen tegas.
"Iya,,."ucap Kinara.
Sementara Tiara masih mematung di hadapan mereka, dia tengah berfikir bagaimana bisa Kalen mengistimewakan gadis pelayan itu dibandingkan dengan dirinya yang merupakan kekasihnya sendiri.
Saat Kalen pergi keluar, gadis itu langsung memanggil Tiara yang kini tengah bengong.
"Nona dengarkan aku, saat ini aku terancam dibunuh oleh tuan Kalen dia menginginkan aku untuk menjadi istri keduanya aku mohon jika nanti aku diminta dia untuk mengaku bahwa aku adalah calon istri kedua tuan Kalen kau harus menolak ku dan membantu aku untuk pergi dari sini aku mohon."ucap Kinara yang kini memohon kepada Tiara.
"Apa? yang kamu katakan, jangan main-main."ucap Tiara tidak percaya.
"Aku serius apa? nona tau aku hampir saja kehabisan nafas karena dia mengguyur ku dengan air dalam keadaan tangan dan kaki ku terikat baru saja, nona bisa cek sendiri cepat keburu tuan Kalen datang."ucap gadis itu.
Tiara yang saat ini ingin membuktikan kebenarannya dia masuk kedalam kamar mandi, dan saat dia masuk Kinara langsung menggunakan underwear tersebut dan juga bra.
Secepat kilat dia sudah berhasil memasang itu namun rupanya Kalen sengaja tidak membelikan baju ganti untuknya agar gadis itu tidak bisa pergi.
Sampai saat wanita itu keluar dari dalam kamar mandi Tiara percaya dengan apa yang ia lihat.
"Jika kamu pergi kamu mau pergi kemana?."ucap Tiara.
"Aku ingin kembali ke Kanada tempat dimana aku dibesarkan oleh kedua orang tua angkat ku."ucap gadis itu.
"Tapi paspor dan semua dokumen ku berada di Mension keluarga besar tuan muda aku tidak bisa mengambil itu."ucap Kinara serius.
"Lalu bagaimana? bisa aku menolong mu, kenapa? kamu tidak mengiyakannya untuk menjadi istri kedua lagipula dia tampan dan kaya raya."ucap Tiara dengan sengaja.
"Tidak aku tidak ingin berbagi suami, aku tau bagaimana akhir cerita semua tidak akan berakhir indah pada waktunya, yang ada hanya mati pada akhirnya seperti kedua orang tua angkat ku."ucap Kinara.
"Aku tidak akan pernah bisa berbuat apa-apa Kinara, jika Kalen sudah berkehendak."ucap Tiara pasrah .
"Tidak nona aku mohon."ucap Kinara.
"Kamu membohongi aku Kinara!."kata pria itu dengan nada tinggi.
"Tidak tuan muda bohong apanya kaki ku masih sakit."ucap gadis itu.
"Yank,, aku pusing."ucap Tiara.
"Owh kemarilah aku akan membawa mu ke meja makan bubur buatan Kinara sudah jadi dan berikut minuman untuk mu, sebentar lagi juga akan ada dokter yang menggantikan perban."ucap Kalen lembut.
__ADS_1
Melihat itu, ada rasa ngilu di hati Kinara.
Keduanya pergi meninggalkan gadis yang kini berbaring di ranjang Kalen, dia ingin mengistirahatkan tubuhnya yang masih merasa lelah setelah kembali dari rumah sakit.
Sampai beberapa jam kemudian, Kalen datang ke kamar itu dia membangunkan Kinara untuk segera makan malam.
Tapi Kinara menolak karena tubuhnya benar-benar lemas mungkin karena guyuran air yang disiramkan oleh Kalen tadi membuat tubuhnya kembali merasa tidak nyaman.
"Nara ayo bangun kamu belum makan malam."ucap Kalen.
"Tolong tuan muda berikan saya waktu untuk istirahat terlebih dahulu saya benar-benar lemas."ucap Kinara.
Kalen pun mendekat pria itu langsung menempelkan punggung tangan itu di kening Kinara, dan Kalen mengernyitkan dahinya karena Kinara tidak demam.
"Kinara mau sampai kapan kamu menghindari ku."ucap Kalen.
"Apa? maksud tuan muda aku benar-benar lemas tuan."ucap gadis itu yang hendak bangkit karena Kalen tidak percaya dengan kata-katanya.
"Saya akan bangun tuan."ucap Kinara yang mencoba untuk bangun tapi tiba-tiba gadis itu terjatuh dan hampir saja membentur lantai tapi Kalen langsung menahan tubuh gadis itu.
"Kau itu kenapa? apa? perlu aku panggilkan dokter."ucap Kalen.
"Tidak perlu, aku sudah ada obat di Mension tolong antarkan aku kesana."ucap Kinara.
"Obat apa? itu Kinara,,,, tolong jangan buat aku takut."ucap Kalen.
"Obat untuk pemulihan tenaga saja tidak lebih."ucap gadis itu.
"Sudah berapa lama kamu menggunakan itu."ucap Kalen.
Pria itu malah mengintrogasi Kinara yang kini kesulitan untuk menjelaskan semuanya.
"Dua tahun."ucap gadis itu.
Ayo kembali ke rumah sakit, kita akan segera memeriksa kondisi mu."ucap Kalen.
"Tidak perlu tuan muda, karena pemeriksaan itu akan sangat panjang dan melelahkan sekarang tolong antar aku pulang dulu ke Mension untuk mengambil itu."ucap gadis itu.
"Nara, jika kamu berani menyembunyikan sesuatu dariku maka aku akan pastikan bahwa kamu tidak akan pernah bisa lolos dari hukuman yang akan aku berikan."ucap Kalen.
"Hukum saja aku bila perlu sampai aku tidak lagi terbangun dari mimpi buruk ini."ucap Kinara yang kini membalas tatapan Kalen.
"Aku akan bersyukur jika kamu bisa melenyapkan ku tanpa rasa sakit yang melebihi rasa lemas ku ini."ucap Kinara yang kini menangis.
Mengingat nasib naas yang telah dia lewati selama beberapa tahun ini.
Gadis itu akan merasa lemas yang teramat sangat semua itu karena seseorang sudah menyuntikkan cairan obat yang bisa melumpuhkan syaraf jika obat itu tidak dia konsumsi selama beberapa hari.
Semua itu dilakukan oleh pemilik club malam tersebut agar gadis itu ketergantungan dengan penawar derita yang kini ia rasakan dan tidak akan pernah lagi berniat untuk berhenti dari club malam tersebut.
Itu sebelum pria itu tau bahaya yang ditimbulkan oleh obat tersebut yang akan berefek jangka panjang dan bahkan bisa membuat seseorang lumpuh total jika tidak bisa melawan efek obat tersebut.
Hingga pria itu memberikan semua obat penawar yang harus dia minum secara rutin. jika tidak rasa lemas itu akan menyerang Kinara.
...🌸..........🌸...
"Dimana? kamu meletakkan obat tersebut, aku yang akan mengambil itu langsung untukmu."ucap Kalen.
Aku menyimpan itu di laci nakas yang ada di dalam kamar bibi semoga saja tidak dibuang."ucap Kinara.
"Jangan sampai atau aku akan membunuh bibi mu."Kalen yang kini membantu Kinara untuk berbaring kembali dan menyelimuti tumbuhnya itu.
Kalen mendaratkan kecupan di kening Kinara sedikit lebih lama, dan untuk pertama kalinya gadis itu merasakan hal yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
"Tunggu aku kembali, jangan bergerak kemana pun."ucap pria itu lembut.
"Sementara itu di kediaman almarhum Marvin, kini tengah makan malam bersama setelah resepsi pernikahan itu selesai digelar, mereka tidak sadar bahwa sepanjang hari Kalen tidak ada diantara mereka.
Hingga saat pria itu datang dengan terburu-buru hanya menyapa kedua orang tuanya dan keluarga yang lainnya setelah itu berlalu pergi menuju ke belakang Mension menuju kediaman para pelayan utama.
"Nak kamu mau kemana? dimana Kinara sudah dua hari ini kami tidak melihatnya."ucap Agatha yang tiba-tiba mengikuti putranya itu.
Dia ada di apartemen ku, bersama dengan Tiara Kinara akan baik-baik saja selama dia bersama dengan ku mom."ucap pria itu yang kini masuk tanpa izin ke kamar bibi Kinara.
"Sayang tunggu kamu sedang mencari apa?."ucap Agatha.
"Barang milik Kinara mommy dia sedang membutuhkan semuanya."ucap Kalen.
__ADS_1
"Biar mommy yang meminta bibinya untuk menyiapkan semuanya."ucap Agatha.
"Mommy minta saja aku sedang menyiapkan barang yang lebih penting untuk Kinara dan barang yang lainnya bisa menyusul nanti mom."ucap pria itu yang kini tengah mengotak-atik nakas yang ternyata kosong.
"Sialan dimana dia menyimpan itu."ucap Kalen.
Agatha yang semakin dibuat bingung oleh anak laki-lakinya itu kini kembali bertanya.
"Sayang perlu bantuan mommy."ucap Agatha.
"Tolong panggilkan wanita sialan itu mommy jika dia benar-benar membuang itu aku bisa membunuhnya."ucap Kalen yang kini benar-benar tengah Panik.
Agatha buru-buru berlari menuju ke ruang makan dimana semua pelayan utama tengah menikmati makan malam bersama dimeja terpisah yang ada di bagian dapur.
"Alma,,, tolong temui putra ku di kamar mu dia ingin menanyakan sesuatu."ucap Agatha yang terlihat ikut panik pasalnya saat ini baru pertama kali melihat putranya itu terlihat benar-benar diliputi kemarahan.
Alma langsung bergegas menuju kamar pribadinya, sesampainya di sana wanita paruh baya itu kaget melihat Kalen sudah membuat seisi kamar itu bertabrakan.
"A ada apa? ini tuan muda."ucap wanita itu sambil gemetaran.
"Dimana? obat yang Kinara simpan di sini."ucap Kalen dengan tatapan mata tajam.
"O obat i itu saya buang ke tong sampah."ucap wanita paruh baya itu.
"Sialan kau tau jika sepupumu tidak mengkonsumsi itu dia bisa mati!!."teriak Kalen.
Wanita itu langsung kaget setengah mati bukan hanya karena bentakan Kalen, tapi juga karena kabar yang dia dengar.
Wanita itu buru-buru membongkar tong sampah yang ada di samping ranjang tersebut beruntung obat itu masih berada di dalam kemasan plastik dan botol jadi tidak lagi akan terkena bakteri karena itu juga tong sampah yang masih bersih.
Kalan langsung merebut itu dari wanita itu lalu berkata kirimkan semua barang-barang Kinara ke apartemen besok pagi dan jangan sampai ada yang terlewat satupun.
Agatha yang mendengar itu dia ikut dengan Kalen, jujur Agatha sangat khawatir pada Kinara.
"Ini sudah malam mommy ayolah mommy bisa datang besok pagi bersama dengan daddy, aku harus segera menyelamatkan calon istri ku."ucap pria tampan itu tanpa sadar.
Agatha yang mendengar hal itu dia begitu kaget apa? dia tidak salah dengar saat ini.
Agatha pun mengalah dan mengikuti permintaan putranya itu sambil masuk dan mencerna ucapan anak laki-lakinya itu.
Sementara itu di apartemen Kinara kini tergeletak bersimbah darah di lantai, gadis itu nekad mengakhiri hidupnya karena sudah benar-benar putus asa.
Kalen langsung berteriak seketika itu juga saat melihat darah segar yang masih mengalir deras di tangannya.
"Kinara!!."pria itu langsung membawa gadis itu di sambil berteriak minta tolong pada Tiara untuk segera menelpon satpam dibawah untuk menyiapkan mobil karena saat itu juga Kinara harus segera diselamatkan.
Tiara yang kaget pun langsung berlari menuju tempat dimana? telpon rumah itu berada.
Dia langsung menghubungi layanan darurat di gedung apartemen tersebut setelah meminta satpam menyiapkan mobil dia pun berlari menyusul Kalen yang kini tengah berada di dalam lift yang turun menuju lantai bawah.
darah segar itu terus mengalir Kinara sudah tidak sadarkan diri saat ini.
Sesampainya di lobby apartemen tersebut beberapa satpam membantu Kalen saat itu juga Kinara dan Kalen dilarikan ke rumah sakit.
Sampai saat tiba di rumah sakit yang hanya beberapa puluh meter dari area apartemen tersebut Kalen langsung disambut oleh dokter karena ternyata satpam sudah menelpon pihak rumah sakit.
Hingga saat dokter menghentikan pendarahan tersebut akhirnya gadis itu pun dilarikan ke ruang operasi.
Kalen yang kini tengah terduduk di kursi tunggu depan pintu ruang operasi tersebut dikagetkan oleh gadis yang merupakan calon istrinya itu yang tiba-tiba saja duduk di sampingnya dan memeluk Kalen erat.
"Kenapa? semua ini bisa terjadi, apa? yang sebenarnya kalian rahasiakan dariku."ucap Tiara.
"Tiara sayang.... aku dan Kinara adalah sahabat masa kecil, meskipun dia adalah anak dari seorang pengawal Opah dan juga ibunya merangkap sebagai pelayan Mension. tapi kami hidup selalu berdampingan dan tidak pernah jauh, dan mommy begitu menyayangi Kinara dia dan omah selalu memberikan makanan dan pakaian yang sama seperti yang diberikan pada kami berdua antara aku dan Kalas."
"Tapi sejak insiden kecelakaan itu terjadi, tepatnya ada yang ingin menghabisi opah Alvin mereka berdua yang ada di mobil yang berbeda menghadang mereka hingga keduanya tewas di tempat."
"Dan saat itu, Kinara kecil yang hanya tau area Mension dan tidak pernah tau bagaimana? kehidupan di luar Mension dia pun dibawa ke rumah sakit untuk melihat kedua orang tuanya untuk yang terakhir kali, tapi saat melihat dan dia sendiri yang membangunkan keduanya namun tidak bangun juga. pada saat itu dia pergi entah kemana? ditengah kami semua yang tengah berduka."
"lima belas tahun kami mencari dia, namun semua nihil tidak ada satupun jejak yang menunjukkan bahwa gadis itu masih hidup dan berada di suatu tempat, dan saat aku pergi ke Kanada aku menemukannya yang tengah bekerja keras untuk membalas Budi baik keluarga yang telah membesarkannya selama ini."tutur Kalen.
Obrolan mereka terus berlanjut, hingga Tiara mengerti apa? maksud dan tujuan pria itu.
"Nikahilah dia, kita bisa berteman."ucap gadis itu.
"Tidak aku ingin menjaga kalian berdua."ucap kalen tegas.
"Baiklah jika begitu berlakulah adil pada kami berdua, tapi jika saat itu tiba dan salah satu diantara kami terluka karena itu, tolong lepaskan salah satu diantara kami."ucap Tiara.
__ADS_1
"Aku yang berhak untuk memutuskan."