
"Biar aku saja yang masak, tinggal menghangatkan makanan yang sudah siap saji ada mie instan juga sepertinya itu enak"ucap Alvaro.
"Apakah tidak akan ada masalah dengan perut mu"ucap Sari yang kini menoleh kearah Alvaro.
"Panggil aku sayang"ucap Alvaro.
"Tidak aku tidak mau"ucap Sari sambil tersenyum geli.
"Sayang,, kenapa? harus malu heumm"ucap Alvaro.
"Kak jangan paksa aku"ucap Sari.
"Bukankah dipaksa itu ada tantangan nya ya"ucap Alvaro.
"Heumm,,kakak gak jawab pertanyaan ku tadi bagaimana jika makan mie instan apa? tidak ada masalah"ucap gadis itu.
"Yank, kamu itu selalu mikirin aku ini aku itu tapi kenapa? tidak pernah memikirkan dirimu sendiri heumm"ucap Alvaro.
"Karena kakak masih punya keluarga yang akan menghawatirkan kakak sementara aku! aku tidak punya siapa-siapa"ucap Sari.
"Yank,, kenapa? harus berpikir seperti itu! aku adalah suami mu dan keluarga ku adalah keluarga mu juga kamu lihat kita terjebak di sini semua karena keluarga ku begitu menghawatirkan dirimu"ucap Alvaro.
"Semoga saja benar-benar begitu! tapi apa? kakak tidak mencemaskan aku"ucap Sari.
"Sayang,, aku sangat mencemaskan mu itu sudah pasti hanya saja aku tidak tau harus mencari dirimu kemana lagi"ucap pria itu.
Sari langsung memeluk leher pria itu dia membenamkan wajahnya di dada bidang Alvaro Sari menangis sesenggukan di sana tangis yang terdengar pilu itu membuat Alvaro menitikkan air mata.
Pria itu bahkan masih menghawatirkan istrinya yang tidak kunjung kembali tadi siang, dia teringat dengan mendiang istri pertamanya meskipun perjalanan mereka benar-benar berbeda Irma pergi melewati jalan raya sementara Sari pergi ke hutan untuk mencari rejeki bahkan disaat wanita lain akan bermanja-manja dengan segala perawatan kulit wajah dan tubuh, berbeda dengan istrinya dia bahkan memikul kayu bakar yang merupakan sebatang pohon yang lumayan besar untuk ukuran wanita dan itu tidak hanya satu tapi tiga.
Entah seperti apa? rasanya jika itu dialami oleh Alvaro, hidup di dalam hutan apa-apa serba mencari dadakan untuk makan sementara selama ini dirinya hanya menggunakan tangan nya untuk berkutat dengan Handphone dan laptop nya, dan jika pun ia mengangkat beban itu hanya untuk berolahraga tapi juga tidak harus pergi naik turun bukit melewati jalan tanah yang licin akibat air hujan juga bebatuan licin itu.
"Sudah sayang mulai sekarang kamu tidak perlu repot-repot untuk mencari makan, cukup duduk tenang di rumah menyambut ku mengurus Alercxa, dengan baik dan aku akan pastikan semua kebutuhan hidup mu akan terpenuhi! dan maafkan aku yang sudah bersikap kasar padamu saat itu"ucap Alvaro yang kini memeluk erat tubuh istri kecilnya itu.
Perbedaan usia lima belas tahun tidak membuat mereka terlihat berbeda jauh karena Alvaro yang sangat tampan dan awet muda itu jadi terlihat seperti pasangan yang tidak beda jauh usia nya.
__ADS_1
Sari pun menatap lekat wajah tampan itu, dia lalu berkata"Apa? aku boleh menganggap Alercxa sebagai putra ku sendiri"tanya Sari.
"Putra kita sayang,, dia putra kita! dan kita akan membesarkan anak-anak kita kelak seperti mommy dan Daddy membesarkan kami semua."
"NATO adalah anak sambung Daddy sebelum menikah dengan mommy Daddy pernah menikah dan sebelum menikah Daddy memiliki aku anak diluar nikah dan Mommy kandung ku tiada saat aku lahir ke dunia ini!."
"Itulah kenapa? aku terpuruk saat mendengar Xena meninggal dunia saat melahirkan Alercxa. aku teringat pada kisah masa lalu ku yang terjadi sama persis seperti yang ku alami hingga mendapatkan Alercxa, bedanya aku terlambat menyadari itu"ucap Alvaro panjang lebar.
"Aku minta maaf karena sempat tidak memahami bahwa kamu sedang sangat terpukul"ucap Sari.
"Tidak masalah sayang,, justru aku yang minta maaf karena telah menyakiti mu, jujur aku takut kehilanganmu meskipun waktu itu aku belum sepenuhnya mencintai mu tapi saat ini aku yakin Tuhan mengirim mu sebagai jodoh terbaik ku"ucap Alvaro .
"Mulai saat ini kita akan melewati semua itu suka duka bersama-sama"ucap Sari sambil tersenyum.
Mereka pun turun bersama, Sari menyalakan lilin dan lampu minyak lalu menyalakan kayu bakar di dalam tungku sementara Alvaro menyiapkan air kedalam panci .
Mereka hendak memasak mie instan.
"Sayang sepertinya sudah mendidih"ucap Alvaro.
"Iya sayang"Jawab Alvaro yang kini membawa mangkuk.
Sari langsung memasukkan bumbu mi instan tersebut kedalam panci hingga selesai masak mie. Sari langsung menghidangkan mie lalu duduk bersila sambil menyajikan pelengkap mie tersebut.
"Ayo makan"ucap Sari.
"Ya sayang terimakasih"ucap Alvaro.
Untuk pertama kalinya Alvaro memakan mie instan, tapi saat dia mencoba untuk satu suapan Alvaro begitu menikmati makanan itu.
"Sayang kenapa? mie instan itu seenak ini"ucap Alvaro.
"Iya kak,, tapi jangan kebanyakan tidak baik untuk pencernaan"ucap Sari.
"Baik sayang"ucap Sari.
__ADS_1
Sari tersenyum dia tengah menikmati mie tersebut dengan sambal super pedas itu hingga Alvaro langsung meminta Sari untuk menghentikan makan mie tersebut.
"Sayang sudah hentikan jangan diteruskan"ucap Alvaro.
"Kak,, ini enak banget"ucap gadis itu.
"Sayang,, aku gak mau nanti kamu sakit perut."ucap Alvaro.
"Ia ya sudah aku selesai."ucap gadis itu.
"Heumm,, jangan marah ya sayang"ucap Alvaro.
"Enggak Yank aku gak marah"ucap gadis itu.
Alvaro langsung mematung lalu kemudian dia tersenyum dan langsung memeluk Sari.
Betapa bahagianya Alvaro saat ini saat Sari tersenyum tulus.
"Aku sayang kamu aku benar-benar sayang kamu"ucap gadis itu.
"Aku lebih mencintaimu lagi"ucap Alvaro.
"Terimakasih"ujar Sari sambil balas memeluk suaminya.
Mereka pun pergi meninggalkan meja makan bersama-sama menuju kamar mereka saat ini.
Sementara itu, di kediaman Alana, Piter kini tengah duduk di balkon kamar nya pria itu tengah menyesap rokok dan segelas wine.
Sementara waktu, dia tidak pulang ke Mension milik Marvin karena Alana tidak ingin dia bertemu dengan Agatha.
Piter hingga pria itu selalu gelisah, dia masih belum bisa untuk melupakan gadis itu, sementara Alana pun tidak bisa ia lepaskan karena Piter mencintai keduanya saat ini.
Piter, semakin mencintai gadis itu namun semakin sulit untuk dia gapai saat ini karena Agatha masih mempertahankan pernikahan dirinya dengan Kristofer.
Rasa yang salah itu semakin besar seiring berjalannya waktu.
__ADS_1
"Sayang haruskah aku mati saja setelah itu barulah kamu sadar jika cinta ini begitu besar untuk mu"ucap Piter.