
Anggita kini sudah menjadi ibu dari tiga anak, karena NATO, tidak pernah ada yang mengakui anak siapa Alvin dan Anggita pun memutuskan untuk menjadi orang tua anak itu, dan siapapun tidak ada yang boleh menganggu gugat.
sementara Alvaro yang jelas darah daging Alvin dari almarhum Agnes, dia pun punya hak yang sama dengan Alana, mereka bertiga tidak pernah berantem ketiganya kompak saat ini Alvaro sekolah di SD internasional sementara NATO, di TK, dan Alana di play group.
mereka bertiga memiliki asisten pribadi, yang sengaja di pekerjakan oleh Alvin untuk menjaga ketiga anak nya, saat Alvin dan Anggita bekerja terutama Anggita yang jadwal kerja nya tidak menentu, untuk Alana, mungkin pekerjaan sang bunda sudah bisa ia mengerti karena sedari bayi Anggita memang sangat sibuk selain kuliah dia juga harus mengurus usaha nya, dan sekarang setelah dia jadi dokter hebat wanita itu semakin sibuk dan putri nya sudah bisa mengerti dia juga sudah terbiasa.
berbeda dengan Alvin dia selalu protes meminta Anggita untuk berhenti bekerja, karena dia tidak bisa bersama dengan istrinya saat dia sedang sangat merindukan istrinya itu, terkadang saat mereka tengah terlelap tidur disaat Alvin tengah memeluk istrinya panggilan kerja itu selalu muncul, tapi semua sudah tugas Anggita untuk menolong banyak orang, yang membutuhkan nya, wanita itu akan bangun dan langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, karena sebagai pengantin baru Alvin tidak pernah absen untuk meminta jatah nya.
sementara itu di pagi hari ini, Alvin bangun saat pintu kamar terbuka terlihat wajah lelah sang istri, sehabis pulang dinas, Alvin langsung menyambut wanita itu dengan pelukan hangat dan kecupan di bibir, lalu mengambil tas kerja sang istri dan meminta nya untuk langsung berbaring karena dia sudah tau Anggita akan pulang setelah membersihkan diri terlebih dahulu, dan itu sudah menjadi kebiasaan untuk menjaga kesehatan dirinya dan keluarga.
"Sayang aku boleh? minta tolong"ucap nya lirih.
"Apa, itu yang"jawab Alvin.
"Tolong panggil kan aku tukang pijit rasanya tubuh ku pegal-pegal aku berdiri selama empat jam kamu bisa bayangkan pegel nya kaya apa? pasien ku tadi ada dua orang yang menjalani operasi"ucap Anggita, sambil menitikkan air mata dia mungkin seorang dokter tapi hatinya begitu lembut, tak kuasa saat melihat seseorang ibu menderita tapi dia tidak memiliki biyaya.
"Sayang kamu nangis heumm ada apa? apa... sebaiknya kamu dirawat di rumah sakit saja, aku takut sakit mu serius"ucap Alvin yang melihat istrinya menangis.
"Aku tidak menangis karena rasa pegal ini mas, aku menangis karena kasihan saat melihat wanita paruh baya yang menderita sakit parah tapi tidak memiliki uang untuk berobat, dan aku hanya bisa membantu dia untuk menjalani operasi, terlebih dahulu sementara soal biyaya akan ditagih setelah dia benar-benar pulih itupun aku yang menjamin wanita itu, agar segera mendapatkan penanganan dan aku sendiri yang menjalankan tugas itu"ucap Anggita lirih.
"Sayang berdoa saja semoga ibu itu benar-benar sehat seterusnya soal biyaya mas bisa bantu, tapi mas tidak bisa melihat istri mas menangis"ucap Anggita.
"Maaf mas, aku hanya teringat pada ibu,dulu aku selalu menangis saat pulang sekolah karena di ejek gara-gara jatuh miskin dan sudah tidak bisa lagi bergaul dengan mereka, tapi aku bahkan tidak pernah tau bahwa selama itu,ibu berjuang mati-matian untuk menyekolahkan ku, seperti sebelumnya tetap sekolah di sekolah yang terbaik, sementara aku hanya bisa meminta tanpa berpikir bahwa mencari uang itu sangat sulit, aku juga selalu membebani dia dengan tangis ku setiap kali mendapatkan hinaan, dan ibu terus menasehati ku untuk besar, dia bahkan tidak pernah mengeluh meskipun hidupnya sangat lah sulit dia hanya memikirkan kebahagiaan ku saja, dan di saat hari terakhir dalam hidupnya aku bahkan tidak pernah bisa menemui atau menemani nya, dan sekarang setelah aku sukses meraih impian ku, ibu tidak ada bersama ku, aku tidak bisa membahagiakan nya"ucap Anggita sambil terus berderai air mata.
Alvin pun memeluk nya sambil mencoba untuk menenangkan nya, istrinya adalah wanita yang kuat dan sangat tegar dan jika pun dia menangis itu karena dia sudah sangat lelah atau karena sudah sangat tertekan, seperti saat ini.
"Sayang kamu pasti sangat capek bagaimana jika kita berlibur terlebih dahulu, sampai kamu benar-benar membaik"ucap Alvin.
"Aku baik-baik saja mas, aku hanya sedang ingat ibu"ucap Anggita.
"Kalau begitu sore ini kita temui ibu"ucap Alvin.
Anggita pun mengangguk dan dia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Alvin.
"Sekarang kamu istirahat ya, mas akan manggil pegawai salon kecantikan agar kamu bisa spa di rumah"ucap Alvin.
"Terserah mas saja"jawab Anggita Alvin pun meraih ponsel nya setelah itu dia langsung menghubungi pegawai salon, dan menelpon asisten pribadi nya, untuk mengurus pekerjaan nya, karena hari ini istrinya sedang tidak enak badan.
Anggita sendiri langsung memejamkan mata, nya meskipun sesekali dia meringis ngilu di bagian kaki dan badan nya yang pegal-pegal.
sementara ketiga putra dan putri nya yang ingin menemui Anggita, Alvin langsung melarang nya karena Mommy mereka tengah beristirahat.
Anggita sendiri tidak sadar jika pagi ini adalah tugas nya untuk mengurus ketiga anak nya, sebelum berangkat sekolah meskipun hanya sekedar membuat sarapan atau bekal untuk mereka, saat dia sempat dan jika tidak ada asisten rumah tangga yang akan melakukan hal itu.
hingga dua orang pegawai spa datang Alvin langsung meminta nya masuk kedalam kamar tamu dan membangunkan istrinya.
karena istrinya sedang lemas Alvin pun menggendong istrinya menuju kamar tamu, dia tidak ingin privasi nya dengan sang istri terganggu, oleh orang lain kecuali asisten rumah yang akan membersihkan kamar nya dua hari sekali, itu pun karena dia dan istrinya masih ada di rumah jika tidak ada keduanya pintu kamar akan terkunci secara otomatis.
__ADS_1
Anggita pun sedang menikmati pijatan khusus, untuk merilekskan otot tubuh nya yang terasa kaku, yang dilakukan oleh tenaga ahli, yang sudah biasa melakukan hal itu.
sementara Alvin senantiasa mendampingi sang istri, sambil memangku laptop nya, pria itu bahkan belum mandi hanya mencuci muka dengan gosok Gigi, selebihnya ganti baju dengan t-shirt dan celana jeans pendek.
karena hari ini Alvin ingin mandi bersama dengan istrinya setelah melakukan spa.
Anggita pun kembali tertidur dengkuran halus itu hampir tidak terdengar dia tidak perduli dengan keadaan sekitar nya, yang dia lakukan saat ini menikmati pijatan lembut dari tangan lembut wanita itu.
sementara itu kedua nya, sesekali melirik ke arah Alvin yang terlihat sangat tampan meskipun pria itu tidak mandi sama sekali, aroma maskulin tersebut masih tercium jelas.
Alvin cuek saja, saat tau saat ini kedua wanita cantik itu tengah memperhatikan nya.
🌸..............................🌸
setelah dua jam kemudian, Anggita pun bangun, dia bahkan tidak sadar jika saat ini pegawai salon kecantikan itu, sudah tidak ada di sana, yang ada hanya suaminya saja dengan laptop di pangkuan nya dia masih sangat fokus.
"Mas aku ketiduran, kamu tidak menunggu ku kan?"ucap Anggita bertanya.
"Tidak sayang aku sedang memeriksa laporan, jika kamu masih ingin tidur silahkan saja, mas akan menunggu sambil memeriksa pekerjaan mas"ucap Alvin.
"Aku belum mandi tidak enak, rasanya lengket"ujar Anggita yang sudah bangkit dan bergegas berjalan keluar dan pergi meninggalkan Alvin, yang kini bangkit berdiri sambil membawa laptop nya yang masih menyala, Alvin langsung menyimpan laptop nya di atas meja didalam kamar nya.
pria itu bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri menyusul istrinya yang ternyata tengah siap untuk berendam.
"Mas, kenapa? masuk bukan nya mas sudah mandi tadi"ucap Anggita yang melihat suaminya masuk kedalam kamar mandi, dan memeluk nya dari belakang, Alvin membantu melepaskan kain panjang yang melilit tubuh istri nya itu.
"Kita mandi bersama sayang"ucap Alvin sambil mencium tengkuk leher Anggita yang langsung melirik pada Alvin.
"Mas, aku capek, kita mandi saja ya"ucap Anggita menolak halus.
"Baiklah sayang"ucap Alvin yang langsung mengangkat tubuh Anggita membawa nya masuk kedalam bathtub.
Anggita pun hanya bisa pasrah suaminya membantu dia untuk mandi saat ini.
setelah selesai Anggita pun langsung menggunakan bathrobe dan lilitan handuk di kepala nya, saat ini jam menunjukkan pukul sembilan pagi, Anggita langsung bergegas menuju dapur meskipun masih menggunakan bathrobe, dia membuat susu rendah lemak dan kalori, setelah itu dia membuat salad dan steak ikan salmon segar, setelah selesai semua nya dia langsung membawa semua itu ke kamar nya..
"Sayang kamu masih menggunakan bathrobe, pergi ke dapur, bagaimana jika ada laki-laki lain di sana"ucap Alvin.
"Tidak ada mas ayo makan sarapan nya aku mau pakai baju dulu"ucap Anggita yang menawarkan sarapan pagi pada suaminya itu.
"Sayang mas belum pakai baju"ucap Alvin.
"Oh iya aku lupa, ini aku ambilkan"ucap Anggita sambil mengancingkan dress selutut yang ia kenakan saat ini.
"Makasih yang, kamu semakin cantik dan seksi, dan aku cinta"ucap Alvin yang mendekat dan mengecup bibir istrinya.
"Apa? hari ini mas tidak kekantor"tanya wanita itu baru sadar.
__ADS_1
"Tidak sayang, mas lebih menghawatirkan mu, dari pada menghawatirkan pekerjaan"ucap Alvin.
"Keduanya penting loh..."ucap Anggita.
"Iya sayang penting, tapi kamu lebih penting dari segala nya, kamu hidup mas"ucap Alvin.
"Heummm, bukan nya masih ada yang lain"ucap Anggita yang sampai saat ini tidak tau bahwa Alvin, sudah resmi bercerai dengan istri pertama nya.
"Sayang jangan ungkit masalalu, semua sudah berakhir kini kita mulai hari baru dan hidup baru"ucap Alvin.
"Loh, kok masa lalu bukan nya semuanya adalah masa depan"ucap Anggita.
"Aku sudah lama menceraikan dia sayang dan percayalah saat ini hanya kamu yang ada dalam hidup ku"ucap Alvin.
"Kamu ceraikan dia bukan karena aku kan mas, aku tidak meminta mu untuk melakukan itu, lalu kenapa? kamu ceraikan dia"tanya Anggita sedikit kecewa sekaligus merasa bersalah.
"Sayang kamu itu aneh deh bukan nya, bersyukur karena sudah menjadi wanita satu-satunya dalam hidup ku, ini malah protes"ucap Alvin.
"Bukan begitu mas, tapi kenapa? setelah aku ada bersama dengan mu, kamu membuang dia, kenapa? sedari dulu tidak kamu lakukan, apa? kamu benar-benar mencintai nya"ucap Anggita yang kini menghentikan tangan nya yang tengah menyisir rambut nya itu.
"Cinta heuhhhhh, yang benar saja sayang aku bahkan tidak pernah mau menyentuh nya, jika aku tidak di jebak oleh nya dengan obat "ucap Alvin.
"Alah, alasan saja laki-laki mana yang akan tahan hidup berdua selama bertahun-tahun lamanya jika tidak pernah menyentuh nya, kecuali pria yang belok, tapi ini kamu normal bahkan aku hampir kewalahan, jadi tidak usah berbohong aku tau setidaknya jika bukan karena cinta pastinya karena kebutuhan"ucap Anggita yang membuat Alvin melotot tajam.
"Jangan suka menebak-nebak apa yang terjadi, karena kamu tidak tau rasanya jadi aku, aku sudah lama menderita karena sangat merindukan mu, bahkan aku sangat merindukan percintaan kita dulu, dan jika itu terjadi, aku akan mengurung diri di kamar"ucap Alvin.
"Bersama dengan nya"ucap Anggita lirih.
Anggita langsung meraih gelas susu dan meminumnya hingga habis seperempat, dan setelah itu dia langsung memakan salad dan memotong-motong steak ikan salmon tersebut lalu memasukkan nya kedalam mulutnya tanpa peduli dengan tatapan Alvin.
Anggita masih mengunyah makanan tersebut saat Alvin mencium bibir nya dan memberikan gigitan kecil, sebagai hukuman karena Anggita sudah salah faham pada dirinya.
"AW,,, sakit mas kamu itu jika ingin itu ya minta baik-baik ini main nyosor saja"ucap Alvin.
"Nyonya Alvin yang sangat cantik dan baik hati, kamu itu sedang aku hukum, karena kamu sudah berburuk sangka pada suamimu ini dan itu adalah hukuman nya"ucap pria itu.
"Makanan nya nungguin loh... jika mas terus mendiamkan nya, nanti keburu tidak enak"ucap Anggita.
"Baiklah sayang tapi aku mau kamu cabut kata-kata mu dulu buang kecurigaan mu itu, aku tidak akan makan sebelum kamu mencabut kata-kata mu itu"ucap Alvin.
"Baiklah tuan Alvin yang tampan aku minta maaf, jika ucapan ku salah, aku cabut kata-kata ku saat ini juga"ucap Anggita.
"Terimakasih sayang, tapi jika kamu penasaran kamu bisa lihat seluruh rekaman Cctv atau tanya langsung pada orang nya langsung"ucap Alvin.
pria itu langsung menyuap kan sarapan pagi miliknya yang sudah menunggu untuk di santap sedari tadi.
"Kaya orang kurang kerjaan saja, lebih baik aku kerjain tugas ku dari pada harus mencari bukti untuk semua itu, lagipula mau bagaimana pun itu urusan kalian berdua"ujar Anggita sambil menatap ke lain arah.
__ADS_1
"Aku suka lihat kamu cemburu"ucap Alvin sambil meraih pipi Anggita mengelus nya penuh kelembutan.