
Sampai saat Alex keluar dari dalam kamar gadis itu setelah dia menuruti keinginan gadis itu untuk menemani dia di dalam kamarnya.
Tidak hanya itu ia juga diminta untuk mengelus puncak kepalanya.
Gadis itu benar-benar membuat sakit kepala.
Alexander baru bisa menarik nafas lega setelah keluar dari dalam kamar Kaley.
"Sebaiknya kamu hubungi Daddy mu suruh dia temui uncle Kaley tidak bisa dibantah."ujar Alexander.
Tidak bisa di pungkiri bahwa ia juga punya rasa yang sama. tapi kini keduanya tidak bisa menjalani hubungan itu begitu saja. karena ada konsekuensi yang harus di tanggung oleh Alexander tentunya karena Kaley bukan anak orang sembarangan.
Belum lagi saat Agatha tau dengan hubungan itu mungkin dia akan sangat menentang hubungan mereka karena masalalu mereka yang kelam.
Alexander akan bicara dengan Kristofer . tapi jika dia juga menolak hubungan antara mereka, maka Alexander akan menjauh demi kebaikan Kaley.
Seperti dulu saat dia menjauhi Agatha demi kebaikan wanita cantik itu.
Sesampainya di apartemen miliknya, pria itu langsung masuk kedalam kamar dia langsung berbaring di atas ranjang empuk itu.
Alexander pun berusaha untuk memejamkan mata setelah berusaha menepis bayangan kebersamaan dirinya dengan Kaley.
Sampai keesokan paginya Alex dikejutkan oleh seseorang yang sedang menghampiri dirinya dengan membawa secangkir kopi dan juga sandwich isi tuna seperti yang sering Alexander makan setiap kali sarapan.
"Selamat pagi sayang, kamu pasti lelah maaf semalam aku sudah membuat uncle repot."ujar gadis itu.
"Kapan? kamu datang dan kenapa? kesini pagi-pagi begini apa? kamu bolos kuliah."ujar Alexander.
"Uncle sayang aku tak akan pernah bolos kuliah, hanya jadwalnya sedikit bergeser agar aku bisa membantu calon suamiku bersiap sebelum berangkat keluar kota."ujar gadis itu.
"Kaley,, sudah cukup latihan nya. kamu sudah bisa menikah muda tentunya dengan kekasih mu yang sebenarnya."ujar Alexander yang terus berharap jika semua itu seperti kata-kata Kaley bahwa ia hanya ingin belajar pada Alexander.
"Ya,,, kita memang sudah seharusnya segera menikah sayang."ujar Kaley lagi.
Alexander hanya bisa mengacak rambut frustasi.
"Buruan cuci muka sayang kopi dan sarapan pagi nya keburu dingin."ujar gadis itu.
"Stop! Kaley cukup!. terserah kamu mau bilang aku apa? aku tidak perduli yang aku perduli. yang aku inginkan saat ini adalah kau menjauh dariku dan jangan pernah lagi temui aku."ujar Alexander tegas.
Sementara Kaley yang sedari tadi berbicara dengan mesra dan begitu bersemangat. kini suara itu tidak terdengar lagi.
Gadis itu benar-benar mematung di tempatnya saat ini.
"Uncle ingin aku pergi?."tanya nya lirih dengan air mata yang mulai berjatuhan.
"Ya,,, pergilah Kaley. jangan sia-siakan hidupmu karena masadepan mu masih panjang dan begitu cerah dan jangan buang-buang waktu lagi. bahkan kamu juga tidak perlu belajar untuk menjadi seorang istri yang baik. karena semua itu adalah naluri seorang wanita."ujar Alexander.
"Baiklah jika memang aku harus pergi uncle benar aku tidak perlu belajar lagi."ujar Kaley yang tiba-tiba sudah menodongkan pistol di kepala nya.
"Kaley! apa-apaan kamu, lepas Kaley itu bukan mainan."teriak Alexander yang langsung berdiri hendak merebut pistol tersebut.
"Lepas Kaley!."bentak Alexander lagi tapi Kaley malah menarik pelatuk pistol itu."
"Kaley,,, kamu pikir dengan bunuh diri masalah telah selesai,,, tidak Kaley kedua orang tua mu mungkin akan membunuhku saat itu juga. jadi berikan pistol itu aku saja yang pergi dari dunia ini tidak dengan dirimu kamu masih punya masadepan yang panjang."ujar Alexander.
"Tidak!! aku tidak mau kehilangan mu Uncle."teriak gadis itu yang langsung melempar pistol itu hingga bunyi tembakan tersebut begitu nyaring dari pelatuk yang tadi Kaley tarik.
"Kaley!"teriak Kristofer.
Pria itu akhirnya datang juga.
"Daddy."ujar gadis itu yang langsung pergi memeluk sang Daddy.
"Kamu baik-baik saja sayang ?."ujar Kristofer.
"Tentu Daddy."ujar gadis itu.
"Kamu pulang dulu bersama mereka, Mommy menunggu kamu di Mension."ujar Kristofer.
"Heumm,, baik Daddy."ujar Kaley.
Tapi sebelum pergi gadis itu berbalik menghampiri Alexander dan memeluknya erat.
Lalu dia berbisik." bicaralah baik-baik pada calon mertua mu uncle, karena jika gagal aku akan bunuh diri."ujar gadis itu yang membuat Alexander semakin tertekan.
"Daddy,,, jangan sakiti uncle Alex, aku sangat mencintai dia."ujar Kaley tanpa ragu.
"Heumm,, pulanglah Daddy hanya ingin bicara dengan teman lama Daddy."ujar Kristofer.
__ADS_1
"Heumm dah cinta tenang saja Daddy ku adalah pria yang sangat baik dan aku sangat percaya padanya."ujar Kaley sambil tersenyum manis.
Alexander hanya bisa membuang pandangannya.
"Duduklah tunggu sebentar di luar aku akan ke kamar mandi dulu."ujar Alexander.
Kristofer tidak menjawab, dia langsung pergi begitu saja setelah Alexander masuk kedalam kamar mandi.
Tidak sampai tiga puluh menit, Alexander sudah berada di hadapan Kristofer dan sudah menggunakan stelan jas rapih.
"Aku sudah berulang kali mengingatkan mu jauhi keluarga ku, tapi sepertinya kamu tidak menghiraukan itu."ujar Kristofer datar.
"Aku tidak pernah mendekati keluarga mu, kami bertemu tanpa sengaja dan dia yang selalu datang tanpa aku minta."ujar Alex.
"Aku tau kau punya dendam padaku tentang masalalu mu."ujar Kristofer.
"Aku sudah melupakan semuanya bahkan aku sudah merelakan wanita yang sangat aku cintai memilih dirimu." ujar Alex.
"Kau mencampakkan dia, jika kau lupa itu."tegas Kristofer.
"Aku terpaksa, tapi seperti yang kau tau aku masih sangat mencintainya."ujar Alexander tidak kalah tegas.
"Aku tidak perduli dengan itu, sekarang yang harus kau dengar baik-baik, tinggalkan putri ku. dan jangan pernah muncul dihadapannya lagi."ujar Kristofer.
"Itu pula yang akan aku lakukan, tapi kau tau apa? yang dia lakukan dan dia katakan. dia akan bunuh diri jika sampai itu terjadi."ujar Alexander.
"Kau sudah memberikan pengaruh buruk terhadap putri ku."ujar Kristofer.
"Terserah kau mau bicara apa? yang jelas semu itu adalah murni dan sangat alami tidak ada unsur apapun di dalamnya, asal kau bisa menjamin bahwa ia akan baik-baik saja aku pun akan pergi jauh mulai saat ini."ujar Alexander yakin.
Kristofer hanya mengangguk pelan setelah itu dia langsung berdiri dan beranjak pergi bersama dengan asisten pribadi nya.
Tapi setelah melangkah hingga beberapa meter dari posisi Alexander saat ini pria itu langsung berbalik.
"Terlalu mencurigakan jika kau pergi sekarang. aku akan mengirim seseorang untuk mu, agar kau bisa membuat putriku menjauh dari dirimu."ujar Kristofer.
"Terserah kau saja, yang penting dia benar-benar menjauh dan di pastikan akan aman aku akan mengikuti narasi yang kau buat."ujar Alexander.
Sampai akhirnya Kristofer benar-benar pergi dari apartemen tersebut, akhirnya Alexander menghela nafas berat.
"Maafkan aku Kaley,,, ini yang terbaik untuk mu, aku pun tidak ditakdirkan untuk berbahagia dengan pasangan pilihan ku sendiri."lirih Alexander.
Sampai saat Feliks datang menghampiri dirinya dan menepuk bahu nya.
"Siapkan keberangkatan ku sekarang juga, kamu tidak perlu ikut. aku titip perusahaan itu padamu dan tolong pegang kuat rahasia ini."ujar Alexander yang sudah bersiap dengan barang-barang pribadi nya.
Rencananya Alexander akan pergi menuju negara lain dimana disitu ada cabang perusahaan milik nya.
...🌸...............🌸...
Sementara itu di Mension, Agatha tengah berdebat dengan putri semata wayangnya itu.
Awalnya Agatha hanya ingin memberitahu jika Alexander tidak bisa dipercaya dan dia juga terlalu tua untuk dijadikan sebagai seorang suami yang seharusnya menjadi ayah Kaley.
Namun anak gadis Agatha satu-satunya itu tidak mau mendengarkan nasihat ibunya itu. dia malah bilang bahwa Agatha juga masih mencintai Alex.
Otomatis, Agatha naik darah namun Kristofer melerai perdebatan itu. dengan memberikan putrinya sebuah tantangan.
"Kaley,,, sayang Daddy tidak akan pernah melarang Kaley untuk jatuh cinta, tapi Daddy minta selesaikan dulu kuliah mu, dan satu lagi kamu harus bisa memimpin perusahaan yang akan kamu pimpin itu hingga benar-benar sukses dan berjaya setelah itu kamu boleh menentukan siapa? pria yang akan menjadi pasangan mu."ujar Kristofer.
"Lebih baik Daddy berkata tidak seperti Mommy karena perkataan kalian memiliki tujuan yang sama, baik'lah jika itu yang kalian mau Kaley akan pergi untuk selamanya. maafkan Kaley jika selama ini Kaley tidak berbakti pada kalian."ujar Kaley dengan air matanya yang mengalir deras gadis itu berlari ke kamarnya.
Kaley sayang jangan seperti ini, Mommy sedih kamu bahkan rela tiada. hanya karena dia."ujar Agatha.
Agatha berusaha untuk menghalangi jalan putrinya yang sedang sangat putus asa.
"Mommy tanya pada hati Mommy,,, apa? Mommy pernah merasakan apa? yang Kaley rasakan saat ini."ujar Kaley.
"Iya,,, Mommy akui tapi Mommy masih bisa membuka hati untuk Daddy mu. kamu juga bisa Kaley."ujar Agatha.
"Tidak Mom,,, rasa cinta aku pada uncle tidak bisa digantikan oleh siapapun."ujar Kaley.
"Kamu belum mencobanya sayang."ujar Agatha.
Wanita itu masih terus berusaha untuk meyakinkan putri nya itu.
Sementara Alexander kini sudah berada di dalam jet pribadi, pria itu tengah berusaha untuk memenangkan matanya. agar bisa menghilangkan kegundahan dalam hatinya.
"Alexander, kamu bisa."ujar Alexander.
__ADS_1
Kali ini dia bahkan pergi tanpa membawa handphone atau laptop, dia hanya membawa perlengkapan dirinya seperti baju dan aksesoris handphone dan dengan nomornya pun digantikan dengan yang baru.
Sampai saat dia tiba di negara tujuan, pada keesokan harinya, dia langsung disambut asisten pribadi nya yang tidak lain adalah adik dari Feliks, dia seorang wanita yang sangat cerdas.
Nama wanita itu Fiona.
"Selamat datang di rumah kedua anda tuan Alexander."ujar Fiona.
Gadis blasteran indo Kanada itu, terlihat sangat luwes dalam bekerja
"Terimakasih Fiona kapan kamu datang dari Indonesia."ujar Alexander.
"Dua bulan lebih tuan."ujar wanita itu.
"Aku sudah seperti saudara bagi sahabat ku Feliks, jadi anggap saja aku sebagai kakak mu."ujar Alex.
"Baik kak Alex, terimakasih."ujar gadis itu.
"Kecuali di kantor kakak mu selalu memanggil aku bos, memang kurang kerjaan."ujar Alexander.
"Kakak memang sangat kaku hingga sekarang."ujar Fiona.
"Bagaimana kabar sikecil."ujar pria itu.
"Dia baik dan sudah tumbuh besar, dia bahkan sudah terlalu rindu dengan kakak hanya saja ia selalu beralasan sibuk."ujar Fiona.
"Heumm,,, kakak mu masih tidak kuasa melihat putranya. dia selalu melihat istrinya yang tengah meregang nyawa saat melahirkannya."ujar Alexander.
"Heumm ya,,, karena itu kakak bahkan tidak ingin pulang."ujar Fiona sendu.
"Mungkin masih butuh waktu."ujar Alex yang kini menepuk bahu wanita itu pelan lalu masuk kedalam sebuah rumah mewah bergaya Eropa klasik, dengan nuansa cat serba putih tersebut.
Tepat di lantai dua rumah tersebut kamar utama itu berada, selebihnya hanya ada beberapa kamar lain yang bisa dijadikan sebagai kamar tamu.
Alexander dibantu oleh Fiona dan pelayan lain membereskan semua barang bawaan nya di dalam walk-in closed.
Setelah hampir satu jam akhirnya semua perlengkapan milik Alexander tertata sangat rapi di tempatnya.
Sementara yang punya kamar sedari tadi duduk di samping kolam renang sambil memangku laptop nya.
Sekarang tiada hari tanpa bekerja itu akan kembali Alexander jalani.
"Tuan saya permisi pamit pulang dulu, suami saya sudah menunggu.*ujar Fiona.
"Heumm terimakasih sampai jumpa besok di kantor."ujar Alexander.
"Heumm,,, baik'lah bos."ujarnya sambil mengangguk hormat.
Alexander pun menutup laptopnya dia membawa barang itu menuju kamar pribadi nya.
Disana ada beberapa orang pelayan yang merupakan pelayan di Mension lamanya.
Sesampainya di dalam kamar miliknya Alexander melihat handphone nya bergetar panggilan masuk terus menerus bergetar.
"Ya ada apa? Feliks.
"Tuan sebaiknya buka email yang saya kirimkan, sebuah Vidio."baik'lah."ucap Feliks.
Alexander pun langsung membuka handphone nya dia melihat email yang masuk dan tidak lama sebuah Vidio mengejutkan pun terpanggang jelas, saat ini Kaley, hendak bunuh diri setelah mendatangi apartemen yang kosong.
Gadis itu benar-benar frustasi, beruntung anak buah Kristofer langsung menghentikan semua itu.
Agatha menangis berteriak memanggil nama Alexander, dia bahkan berkata bahwa lebih baik dia mati saja daripada harus kehilangan Alexander.
Kaley, bahkan sudah hampir menggoreskan pisau tajam itu di lengannya. namun ternyata anak buah sate.
Sampai Akhirnya mereka bisa membawa gadis itu pergi.
Alexander pun mengusap sudut matanya yang basah karena air mata.
Pria itu merasakan hal yang sama, namun dia masih kuat untuk bertahan.
"Kamu bisa Kaley,,, aku yakin."ujar Alexander yang merasa perih di bagian dadanya.
Sementara Kaley sendiri saat ini dikurung di dalam kamarnya dan diawasi selama dua puluh empat jam.
Keempat adiknya pun merasakan dampak dari semua itu, kedua orang tua nya kini bahkan seakan enggan untuk berkomunikasi dengan mereka.
Seolah-olah mereka tidak begitu berarti hingga Kalan angkat bicara.
__ADS_1
"Apa? uncle Alex seburuk yang kalian kira. aku rasa Mommy dan Daddy salah.
"Jika uncle Alex tidak seburuk yang kalian kira. karena jika dia benar-benar buruk mungkin hingga saat ini akan ada banyak wanita disekes