
Agatha, dibantu Kristofer melepaskan bra nya tanpa melihat ke arah kearah Agatha, setelah terlepas dia langsung menggulung tubuh nya dengan selimut.
Agatha, terus meringkuk di atas ranjang menunggu asisten Kristofer mengirim pakaian ganti untuk Agatha.
Sementara Kristofer kini tengah berada di sofa menyibukkan diri agar fokus nya teralihkan saat ini pada Agatha yang sampai saat ini masih terlihat tubuh seksi nya itu meskipun digulung dengan selimut.
Kristofer terus fokus pada ponsel nya, sampai saat seseorang membunyikan bel pintu.Kristofer bangkit dan berjalan untuk membuka pintu sementara Agatha masih berbalut selimut tebal itu.
"Honey, mandi dan berganti pakaian dulu setelah itu kita pindah kamar"ucap Kristofer.
Agatha kini tengah berada di dalam kamar mandi setelah kristofer memerintahkan dia untuk segera mandi, karena setelah itu mereka akan segera pindah kamar, dan saat ini Agatha sudah siap dengan menggunakan dress selutut.
"Aku sudah selesai"ucap Agatha.
"Apa? begini sikap mu"ucap Kristofer yang kembali merasa sangat marah saat melihat Agatha bersikap dingin.
"Aku tidak tau ada apa? dengan dirimu Kris, aku tidak tau harus bersikap bagaimana lagi"ucap Agatha yang kini berjalan hendak pergi menuju pintu kamar nya.
"Apa? kau tau ini dimana"ujar Kristofer.
"Aku tidak peduli ini di mana dan apa? yang akan terjadi nanti aku tidak peduli, meskipun aku harus jadi gelandangan di jalanan"ucap Agatha.
Gadis cantik itu langsung pergi meninggalkan Kristofer yang kini berjalan mengikuti langkah gadis itu Kristofer hanya ingin tahu bagaimana Agatha menghadapi gangguan di luar sana.
Saat Agatha hendak naik lift, tiba-tiba Agatha bertemu dengan beberapa pria yang kini menghadangnya dengan tatapan mata yang lapar tiba-tiba mereka berebutan ingin memiliki Agatha yang kini tengah berada di hadapan nya dan mencoba meraih tangan Agatha, ada juga yang meraih dagu Agatha tapi dalam hitungan detik mereka semua tumbang oleh Agatha.
"Gadis cantik yang terlihat lemah dan manja itu sebetulnya memiliki ilmu bela diri yang sangat mematikan, Agatha bahkan bisa membunuh orang hanya dengan menggunakan jemari tangan nya, dan semua itu di ajarkan oleh Marvin, si pria tampan dan gagah semasa hidupnya.
"Jangan kau kira semua wanita bisa kau perlukan seperti ****** maafkan aku bukan orang nya"ucap Agatha yang kini melumpuhkan lawan terakhir nya.
Kris, menatap tak percaya, dia bahkan memeriksa satu persatu korban nya namun dia begitu kaget tidak ada satupun yang masih memiliki tanda-tanda kehidupan.
"Honey, ikut aku"ucap Kristofer, yang kini membawa Agatha kejalur khusus yang jarang dilewati oleh siapapun.
Kris, bahkan meminta anak buahnya untuk menghilangkan jejak kelima korban dengan menghapus Cctv dan juga memberikan korban pada buaya peliharaan nya.
Agatha dibawa ke sebuah rumah tempat dimana gadis itu akan tinggal, rumah yang cukup mewah meskipun tidak semewah mention.
"Rumah siapa?ini"tanya Agatha.
"Rumah kita"ucap Kristofer.
"Kris kita belum menikah"ucap Agatha.
"Kenapa? bukannya banyak pasangan yang sering kumpul dalam satu rumah bahkan tanpa menikah"ujar Agatha.
"Aku tidak tau"ucap Agatha.
"Heumm baik'lah tapi sekarang kita akan menjalani semua itu"ucap Kristofer.
"Pulang lah ke rumah mu"ucap Agatha.
"Honey disini rumah kita bertiga dan kamu akan sering bertemu dengan nya, semoga kalian tetap akur"ucap Kristofer.
Agatha yang shock dia bahkan tidak bisa berkata-kata.
Hingga seseorang datang dan memeluk Kristofer.
"Don, aku sangat merindukan mu"ucap wanita yang kini mengecup bibir kristofer.
Agatha langsung pergi menuju rooftops tangis Agatha pecah meskipun tanpa suara, dia benar-benar merasa hancur berkeping, bahkan tidak punya harapan untuk hidup lagi.
Agatha hendak bubuh diri tapi kemudian Kristofer datang mencegah nya, dia mencengkeram erat kedua tangan Agatha.
"Aku tidak akan pernah membiarkan mu, mati secepat itu dan asal kamu tahu aku akan tidak akan pernah membiarkan mu hidup tenang"ujar Kristofer.
__ADS_1
Agatha menatap lekat wajah pria yang kini seakan berkepribadian ganda tersebut.
Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Kristofer, dengan penuh kebencian dan sumpah serapah.
Agatha berjalan menuju ke luar tapi anak buah Kristofer menghadang langkah nya, Agatha tidak tinggal diam dia melakukan hal yang sama pada para bodyguard tersebut hanya dalam hitungan detik semua tumbang.
Agatha pun pergi meninggalkan rumah tersebut dengan memanjat gerbang rumah tersebut hingga akhirnya ia lompat dari ketinggian Kristofer, semakin kagum dibuat nya, hingga gadis itu akhirnya pergi entah kemana, tapi Kristofer tidak akan melakukan pencarian terhadap gadis itu, apalagi jika dia bisa lolos dari kejaran anak buah nya yang ada di luar sana.
Agatha kini sudah seperti buronan FBI didalam film.
Agatha kini tengah duduk di sebuah bangku taman, kelaparan kehausan itu sudah pasti hingga saat seorang anak kecil datang membawa es krim anak kecil itu duduk di samping Agatha, dia bahkan menawarkan eskrim pada Agatha, tapi gadis itu tidak tega jika menerima itu.
"Zain aku sudah mencari mu kemana-mana ternyata kau disini, maafkan adik saya nona apa? dia merepotkan mu"ucap pria muda dan tampan itu.
"Tidak tuan"ucap Agatha menggunakan bahasa Inggris.
"Sepertinya kamu baru disini"ucap pria tampan itu.
Agatha mengangguk, setelah itu dia pamit pergi gadis itu terlalu waspada terhadap sekeliking, termasuk pada orang yang baru ia temui, seperti yang selalu Marvin, ajarkan bahwa di dunia ini tidak ada yang benar-benar tulus kecuali kedua orang tua nya dan Oma juga opah nya, bisa dikatakan bahwa jika hanya saudara angkat atau kandung bisa bercerai berai berai dan bahkan kadang saling mengkhianati hanya karena uang, apalagi orang lain.
Hingga berulang kali, Agatha hampir jatuh bangun dia berjalan menuju bandara, gadis itu akan pulang ke negaranya meskipun harus menjadi penumpang gelap dalam pesawat.
Sampai seseorang mengenali Agatha, dia adalah tetangga lama mereka saat berada di luar negeri, Agatha kecil yang manja saat ini terlihat begitu menyedihkan.
Mobil wanita itu berhenti dan seorang perempuan menghampiri Agatha, saat itu juga.
"Agatha, ini benar-benar kamu"ucap wanita paruh baya itu.
"Aunty"ucap Agatha yang kini jatuh pingsan.
Wanita yang hendak menuju ke bandara tersebut, kini tengah berada di sebuah rumah sakit yang terdapat di area bandara tersebut.
Agatha, terbaring lemah dan saat ini wanita itu tengah menghubungi Anggita, yang terlihat menangis, Alvin yang hendak menjemput sang adik dihentikan oleh Ariana, dan kini adiknya itu akan di jemput oleh Ariana di negara tempat dimana wanita paruh baya itu mengenal Agatha.
...🌸........🌸...
Ada rasa sesak di dada Kris, biar bagaimanapun dia tidak akan pernah mendapatkan maaf dari Agatha, tentang perbuatan buruk nya terhadap gadis itu.
Tapi ada satu hal yang membuat dia bisa lega, setidaknya Agatha lolos dari maut karena istrinya adalah sang pemburu.
"Maafkan aku honey, aku memang egois, tapi semua karena aku sangat mencintaimu dan karena aku dirimu mengalami hal buruk"ujar pria itu.
Sementara Agatha sendiri setelah dibawa ke negara yang pernah ia tinggal dulu kini gadis itu tengah berada di rumah ternyaman nya, saat masih usia sembilan sampai sebelas tahun.
Gadis itu kini masih berbaring sambil menatap ke sekeliling kamar tersebut, Agatha bahkan menitikkan air mata, ada bayangan di setiap penjuru, kehangatan keluarga yang tidak pernah ia dapatkan setelah kepulangan nya ke Indonesia, dan masalah dengan ingatannya.
Agatha menghabiskan waktu masa kecil nya dengan bolak-balik rumah sakit, dan kadang dia tidak tenang akan satu hal, yang dia pendam sendiri.
Agatha memejamkan mata nya, dia memutuskan untuk tinggal di sana untuk selamanya, meskipun kelak akan ada seseorang yang kembali mengusik hidupnya.
Agatha duduk termenung di balkon kamar nya saat pagi tiba, dia tidak tau kenapa? bisa kabur semudah itu jika Kristofer tidak turun tangan.
Sampai saat seseorang datang dan itu adalah Ariana, Oma kesayangan nya, kini keinginan Agatha untuk tinggal di negara luar bersama dengan sang Oma, terwujud Ariana, kini memeluk nya, dengan tangis haru nya itu.
"Sayang Oma, begitu khawatir bagaimana bisa kamu lolos dari wanita itu"ucap Ariana.
"Sampai saat ini aku sendiri berpikir seberapa kejam nya pria yang pernah bilang bahwa dia mencintai ku, yang jelas aku tidak pernah menemukan kesulitan sama sekali selain rasa lapar dan dahaga"ujar Agatha.
"Oma, sangat yakin jika Kristofer diam-diam telah melindungi mu"ucap Ariana.
"Yang melindungi ku bukan dia omah tapi tuhan"ujar Agatha tidak ingin membahas tentang pria itu lagi sekalipun kejadian itu adalah benar, karena saat ini Agatha, begitu membenci pria itu.
Agatha kini berjalan mengikuti langkah sang Oma, menuju kamar utama yang akan Oma nya tempati.
"Oma, selamat datang di sini, semoga saja Oma betah"ucap Agatha.
__ADS_1
"Oma, akan betah tinggal di mana pun asal itu bersama dengan cucu kesayangan Oma dan opa"ucap Ariana.
"Terimakasih Oma"ucap Agatha.
Sementara itu di kediaman Kristofer, pria itu kini tengah menghabiskan waktunya dengan sang istri, di kamar nya, sementara bayangan Agatha, terus menari di kepalanya, Kristofer langsung menghentikan aktifitas tersebut hingga istrinya merasa kecewa karena mereka baru melakukan pemanasan.
"Sampai kapan kamu terus begini Don, sementara kita dituntut untuk bisa memiliki anak, dalam waktu dekat ini"ujar wanita itu.
"Masih banyak waktu"jawab Kristofer.
"Tapi sampai kapan? jika penyakit mu tidak sembuh juga, tidak akan pernah bisa punya anak dari ku"ucap wanita itu.
"Aku sibuk silahkan keluar dari kamar aku akan mengecek pekerjaan ku"ujar Kristofer.
Perempuan itu pun pergi meninggalkan kamar tersebut, yang memang kamar pribadi milik Kris.
Setelah kepergian istrinya itu Kristofer, membuka laptop, dia melihat foto cantik dengan wajah cantik yang polos yang ia cintai.
"Honey aku sangat merindukan mu"ucap Kristofer.
Sementara wanita yang kini ia rindukan tengah bekerja mengendalikan perusahaan nya dari jarak jauh, setelah Ariana membawa semua barang-barang nya.
Ada laptop handphone dan juga semua surat berharga milik gadis itu, Agatha bahkan sudah tidak perlu mengurus surat-surat lengkap untuk kembali tinggal di negara tersebut karena Ariana, sudah mengurus semua itu.
Agatha, masih duduk anteng di hadapan laptop nya, sampai Ariana datang wanita lanjut usia itu bahkan mengusap puncak kepala nya begitu begitu lembut.
"Sayang ini es krim nya, Oma yang memesan ini untuk mu secara langsung di kedai langganan mu"ucap Ariana.
"Heumm, benarkah?"tanya Agatha.
"Tentu saja Sayang, jika tidak percaya mungkin besok kita bisa berkunjung ke sana" ucap Ariana.
"Sepertinya itu seru omah baik'lah besok kita akan segera pergi"ujar Agatha.
"Malam semakin larut, setelah selesai berbincang sambil menikmati es krim, Ariana dan Agatha, kini berpisah untuk tidur di kamar masing-masing, tapi sayang bukan nya tidur Agatha, malah banjir air mata, saat mendapat pesan singkat yang menyatakan bahwa Kristofer, tengah bercinta dengan istrinya dari nomor tidak dikenal.
Bahkan adegan syur berdurasi sembilan menit itu, terpanggang nyata di hadapan nya.
Agatha, mengusap air mata nya kasar setelah itu ia mematikan ponsel nya.
Semua itu pasti perbuatan istri dari Kristofer sendiri.
Agatha, berusaha untuk melupakan semua nya, dia akan lupakan semua tentang pria itu, dia akan menganggap bahwa saat itu adalah mimpi terburuk nya.
Agatha, akan memulai hidup baru tanpa mengenal pria manapun selain keluarganya.
"Aku bisa melupakan semua nya, aku yakin"ucap Agatha lirih.
Hingga akhirnya gadis itu tertidur dalam keadaan terisak dalam tangis nya.
Hingga pagi tiba, gadis itu sudah bangun dan sudah fresh meskipun wajah sembab itu tidak bisa ia sembunyikan dari Ariana.
Sementara itu Ariana sendiri tidak mau banyak bertanya cukup tau saja jika saat ini cucunya sedang tidak baik-baik saja.
Sampai saat Ariana, mengajak Agatha, untuk jalan-jalan gadis itu hanya diam dan sesekali akan menjawab pertanyaan yang Ariana ajukan, Agatha.
Agatha, hanya tersenyum saat melihat es krim, dan Ariana memberikan es krim dalam jumlah terbanyak saat ini, dia tau bahwa cucu nya, akan melupakan semua nya saat dia menikmati itu.
Hingga akhirnya wanita itu tiba di sebuah taman kota yang begitu luas dan sangat nyaman, Ariana mengajak cucunya itu berfoto ria berdua dan kadang menyewa fotografer profesional yang ada di taman tersebut.
Foto-foto itu, akan Agatha simpan dengan baik di album foto yang sengaja ia beli agar foto itu tidak rusak.
"Oma, lihat ini lucu, yang ini juga sangat bagus, wah ini foto terkeren kita berdua"ujar Agatha heboh.
"Tentu saja keren sayang kamu sadar tidak wajah cantik kita begitu mirip, dulu kamu itu mirip dengan aunty mu, tapi sekarang kamu lebih mirip Oma, kamu versi muda dan Oma, versi tua, kamu adalah cucu kesayangan Oma dan opa semoga kamu selalu bahagia kedepannya sayangku"ucap Ariana.
__ADS_1
"Sama-sama Oma, semoga Oma selalu sehat dan panjang umur, agar kita bisa terus bersama-sama"
by