Sang Penari

Sang Penari
#Lupa diri#


__ADS_3

Sekembalinya dari apartemen tersebut, dokter NATO, langsung masuk kedalam rumah yang terlihat begitu sepi, hanya saja lampu ruangan masih menyala semua, NATO, masuk kedalam kamar nya, ternyata sang istri, sudah terlelap di dalam tidurnya.


"Sayang maafkan aku, pulang terlambat, apa? kamu juga menunggu ku untuk makan malam bersama"ucap NATO, yang kini tengah duduk di samping sang istri yang terlelap dalam tidur nya.


NATO, mencoba membangunkan Rosella, karena melihat makanan dimeja masih utuh begitu juga piring yang masih dengan posisi yang sama tertelungkup.


"Sayang.... bangun, kamu pasti laper bukan"ucap NATO, lembut.


"Heumm, Abang dah pulang"ujar Rosella lirih.


"Iya, sayang lain kali, jika kamu laper sebaiknya makan duluan saja, maaf Abang tadi lupa mengabari mu, sayang"ucap NATO.


"Tidak apa-apa mas bagaimana keadaan Agatha"ucap Rosella.


"Dia baik-baik saja, saat tadi Abang tinggal kan"ucap NATO.


"Alexander, sudah keterlaluan"ucap Rosella.


"Bukan Alex, tapi kedua orang tua nya"ujar NATO.


NATO, pun menuntun istrinya untuk bangkit, menuju kamar mandi agar istrinya membasuh wajah nya terlebih dahulu.


"Sayang ayo Abang bantu membasuh wajah"ucap NATO.


"Aku bisa sendiri bag"ucap Rosella.


Sejak mereka menikah pun, NATO, selalu memanjakan dirinya, baik dari materi maupun dari perlakuan yang dia berikan.


"Sudah selesai sayang ayo, Abang, temani kamu makan, ujar NATO.


"Apa? Abang sudah makan"tanya Rosella.


"Heumm, tadi Abang makan bareng mereka"jawab NATO.


Rosella pun terdiam, saat mengetahui bahwa, NATO, dan keluarga nya, sudah makan bersama di acara ulang tahun Agatha, Rosella, sedih bukan tanpa alasan, wanita itu tidak pernah diakui sebagai bagian dari suaminya, sementara ikatan suci itu akan terus terjalin, sampai kapan pun, sampai NATO, sudah tidak lagi mencintai nya, jika itu mungkin terjadi.


"Jangan sedih sayang, kamu tidak perlu sedih jika memang mereka tidak mengakui mu sebagai menantu setidaknya, aku suamimu yang akan selalu membuat mu bahagia, lihat aku saja jangan lihat orang lain"ucap NATO lembut.


"Terimakasih bang"ucap Rosella lembut, dia pun mulai menyuapkan makanan ke mulutnya, sementara NATO, dia senantiasa menemani isteri nya yang tengah makan malam yang hampir terlewat itu.


Setelah selesai makan, NATO pun, kembali mengandeng istrinya untuk menaiki tangga, hingga sampai di dalam kamar, NATO, kembali membawa istrinya untuk berbaring di atas ranjang, karena malam pun, sudah larut, NATO pun berbaring di samping Rosella, dan menyelimuti tubuh keduanya dan NATO, memberikan kecupan di kening istrinya dan memeluk nya, mereka pun terlelap dalam mimpi indahnya.


Hingga menjelang pagi hari nya, Rosella, sudah bangun dan sudah berdandan cantik, wanita itu bahkan sudah membuat sarapan sehat untuk sang suami tercinta, siapa lagi jika bukan dokter tampan itu.


Setelah itu, dia pun menyiapkan air hangat untuk suaminya, mandi, karena, saat ini adalah hari dimana mereka akan pergi untuk berbulan madu, ke pulau Dewata Bali.


"Abang bangun, sudah pagi"ucap Rosella.


"Heumm, sayang baik'lah kita akan segera berangkat hari ini juga"ucap NATO.


"Belum sayang mandi dulu, lalu sarapan pagi dulu, setelah itu baru berangkat"ucap Rosella .


" Abang tadi mimpi mandi bersama sayang, habis kamu sudah cantik dan wangi begini sih jadi pengen mandi bareng, hehehe"canda NATO.


"Abang cepetan"ujar Rosella.


"Iya sayang... iya.... Abang, pergi mandi dulu tapi temenin" ujar NATO, manja.


Rosella hanya bisa menggelengkan kepalanya, setelah itu dia pergi membereskan cafe, dan berpesan pada karyawan nya, agar tetap buka dan menyajikan semua yang ada di sana termasuk cake, yang sudah dia buat untuk beberapa hari kedepan karena karyawan nya juga sudah bisa membuat semua itu, karena sudah berpengalaman seperti Rosella, jadi wanita itu pun bisa dengan tenang untuk meninggalkan cafe tersebut.


Sampai suaminya selesai mandi dan bersiap, Rosella, pun menjemput suaminya untuk sarapan pagi lebih dulu, setelah itu mereka akan segera berangkat karena saat ini sudah waktunya mereka berangkat.


Sarapan pagi pun selesai Rosella dan NATO, sudah berangkat dengan mobil nya, mereka berdua begitu serasi, penampilan nya seakan-akan mewakili pasangan muda lainnya, yang benar-benar serasi padahal usia Rosella dan NATO, kini NATO, berusia 30 tahun, sementara Rosella, sembilan belas belum genap dua puluh tahun.


Memang benar bahwa perawatan kulit yang selalu dilakukan oleh NATO, membuat membuat dua lebih awet muda lima tahun, dari usianya.


"Sayang, setelah bulan madu, semoga kamu segera hamil ya, agar kamu tidak kesepian, saat aku tinggal bekerja"ujar NATO.


"Aku sedikasihnya saja Bang, lagian aku juga belum tau udah siap atau belum nya, jika tiba-tiba, dikasih, aku nya gak siap bagaimana? ucap Rosella.


"Rosella, sayang kamu tidak sendirian, sayang ada abang ada juga baby sister yang akan membantu mengurus anak kita jika kamu belum siap, usia Abang, sudah hampir kepala tiga Sayang, jika terlambat punya Baby, Abang takut, gak ada umur panjang buat ngerawat mereka kelak"ujar NATO.


"Baiklah Abang sayang, Rosella, akan berusaha lagi pula, Ros, juga tidak pernah KB, berdoa saja semoga cepat dapat"ujar Rosella.


tentu saja Sayang"ujar NATO.


Sampai akhirnya, mereka tiba di depan bandara internasional Soekarno-Hatta, Rosella dan NATO tidak menunggu lama karena datang tepat waktu setelah pengecekan tiket pesawat yang dia pesan lewat online.


Hingga Rosella dan NATO pun terbang menuju Bali, hanya butuh waktu dua jam, akhirnya pesawat landing di bandara internasional Ngurah Rai Bali, dari sana mereka sudah dijemput oleh sopir hotel tempat menginap mereka, sesuai yang ada di agen travel.


Sesampainya di villa resort, yang sudah dia pesan NATO, langsung mengajak istrinya, makan di sana makan siang romantis, yang NATO lakukan karena setelah mengisi perut, dia bahkan akan menyiapkan tenaga untuk nanti malam dan beberapa hari kedepan.


Rosella, sendiri yang biasanya selalu berusaha untuk menghindar dari gencatan senjata, yang dilakukan oleh NATO, suaminya itu, kini terlihat jauh lebih siap.

__ADS_1


Tapi sebelum itu, NATO, mengajak istrinya untuk bersantai di lantai atas sambil menikmati sunset.


"Abang, tempat ini sangat nyaman, aku jika sudah punya banyak uang ingin juga buat villa, seperti ini, di sana"ujar Rosella.


"Jika kamu mau, kita bisa bangun secepatnya, bahkan tinggal tunjuk saja, dimana tempat nya"ujar NATO.


"Tidak Abang aku ingin, bangun rumah itu dengan hasil jerih payahku sendiri agar, suatu hari nanti, saat keluarga Abang datang meminta buat perhitungan, aku masih punya rumah pribadi dari hasil jerih payahku"


...🌸..........🌸...


Sementara itu di kampus, Agatha, kini berteman dengan beberapa orang pasangan muda-mudi, mereka begitu baik pada Agatha, meskipun mereka tidak tahu, siapa? Agatha sebenarnya.


Karena selama ini, Agatha, selalu menyembunyikan tentang jati dirinya.


Agatha, tengah bersiap untuk mengikuti mata kuliah, pertama, dia diapit oleh ke empat kawan barunya itu.


Rio, Rere, Reina Rega dan anggun, mereka kini tengah berbisik-bisik, rencananya, mereka ingin merayakan ulang tahun Rega, kekasih anggun, yang ke, dua puluh tiga.


"Agatha, Lo... wajib ikut, agar kita bisa bergoyang bersama di sana"ucap Rere dan Reina, kedua anak kembar beda, usia dan beda orang tua itu begitu kompak.


"Baiklah, tapi gue minta es krim, harus ada disana"ujar Agatha.


"Baiklah-baik ,eskrim doang itu sih gampang"ujar nya Rio.


Dosen, pun masuk, dan mereka pun kembali fokus dengan mata kuliah mereka.


Sampai jam kuliah pertama berakhir ke enam manusia itu, pergi menuju kantin, Agatha, langsung memesan steak Wagyu dan juga salad sayur, yang sedari dulu dia pesan dan wanita itu tengah sibuk mengotak-atik ponsel sambil menunggu, makanan tersebut, begitu juga dengan mereka berlima, dengan mulut rempong mereka, tiba-tiba saja mereka membuka jejaring sosial media Facebook, dan Instagram keduanya mengabarkan tentang pernikahan pengusaha sukses, Alexander Abraham, dengan wanita pilihan nya, yang sangat cantik dan elegan.


Agatha, langsung mematung melihat mereka memamerkan sosial media tersebut, dan tidak lupa dengan decak kagum"suatu hari jika gue, sudah lulus, gue akan menikah dengan pria tampan dan gagah seperti Alexander Abraham, ini sudah tampan tajir pula"ujar Reina.


"Gue juga"ujar Rere.


"Kalian memang benar-benar kembar"ujar Rio.


"Syirik aja Lo"ujar gadis itu.


Agatha, Lo kok, diam, saja apa? Lo tidak tertarik dengan dia"ucap Rega.


"Ini dari dia, saat dia pamit ninggalin gue"ujar Agatha.


"Agatha, Lo serius"ucap Rega.


"Jika Lo semua tidak percaya, makan Lo bisa tanya, mereka semua"ucap Agatha.


"Keluarga ku" ujar Agatha.


"Heumm, jika menghayal jangan, terlalu tinggi nanti pas jatuh sakit"ucap Anggun, terserah saja.


"Terserah kalian"ucap Agatha.


"Kalian, suka tatto"ucap Agatha.


"Tentu saja gue suka Lo lihat ni badan"ujar mereka unjuk badan bertatto.


"Besok datang ke apartemen gue"ucap Agatha.


"Ngapain?"tanya Rega.


"Bersih-bersih"ujar Agatha kesal.


"Gue serius"ujar Rega.


"Gue mau buat gambar bebek di tubuh Lo semua"ujar Agatha.


"Kenapa? tunggu besok sekarang pun bisa"ucap mereka.


"Baiklah pulang kuliah"ucap Agatha.


Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan kampus, setelah kuliah selesai dengan empat mobil, seolah Agatha, dapat penyerangan mereka berjalan beriringan menuju, unit apartemen milik Agatha.


"Agatha, ini sih wow"ucap mereka saat tiba di lobby apartemen tersebut, kisaran delapan puluh miliar"ucap mereka.


"Ah itu cuma perkiraan saja murah kok"ucap Agatha, biasa saja.


"Lo itu sebenarnya anak siapa? sih"ujar anggun.


"Anak nyokap, bokap gue lah"ujar Agatha.


Sampai mereka di unit Agatha.


"Ah ini sih benar-benar gila, Lo punya sugar Daddy"ucap Rio.


"Sugar gula yang ada"ucap Agatha.

__ADS_1


Sontak semua orang terbahak-bahak, sampai Rere, melihat foto kebersamaan Alexander dan Agatha, yang tidak hanya satu tapi banyak, mereka terdiam sejenak,"A***ng...ini sih benar-benar gila, lo sugar baby nya Alexander"ujar Rega tidak percaya.


"Sayang mommy bawakan makanan untuk makan malam mu"ucap Anggita, yang berjalan dengan anggun melewati ruangan dimana mereka berada saat ini.


"Thanks mom"ucap Agatha.


"Dokter Terry Anggita Sari Alexander"ucap semua nya.


"Kalian, teman putri ku"ucap Anggita.


"I iya dokter" ucap mereka semua mengangguk.


"Mereka teman satu jurusan mom, tapi tidak usah khawatir mereka baik kok, meskipun kadang tidak tau diri"ucap Agatha, sambil terkekeh.


"Dokter, apa? benar dia putri dokter, dan apa? benar Alexander Abraham adalah mantan kekasih nya"ujar Anggun, yang selalu paling penasaran.


"Tolong jangan bahas, itu lagi ya, saya tidak ingin putri bungsu saya kembali bersedih, dan sayang apa? itu semua belum dibereskan"ucap Anggita.


"Belum mom"ujar Agatha menunduk.


"Sayang, semua sudah berlalu"ucap Anggita.


"Iya mom"jawab Agatha.


Anggita, harus terus mengingatkan jika semua adalah masa lalu, dan Agatha pun hanya bisa pasrah.


"Baiklah, mommy, pulang dulu, ingat jangan lakukan hal bodoh"ucap Anggita.


"Tidak mom, hanya ingin buat tatto kok"ucap Agatha jujur.


"Tidak ditubuh mu"ujar Anggita.


"Siap... mommy ku sayang"ucap Agatha.


"Bagus lah sayang"ujar Anggita, yang kembali pamit.


"Hati-hati di jalan ya mommy"ucap Agatha.


"Mommy, dengan sopir sayang"ucap Anggita.


Sampai Anggita pergi, semua orang tertegun, mereka merasa sangat bersalah kepada Agatha.


"Kenapa? kalian diam ke sambet Lo pada ya"ucap Agatha.


"Agatha Lo anak dari tuan Alvin Alexander"ujar Rio.


Agatha hanya tersenyum.


Wanita itu langsung masuk kedalam kamar nya, lalu berkata lirih" Selamat tinggal kak, Alex, aku harap kamu bahagia"ujar Agatha sambil mengusap sudut mata nya.


"Agatha, minta minuman nya boleh?"ucap salah satu nya.


"Ambilah di lemari pendingin"jawab Agatha.


Gadis itu pun tidak lama keluar setelah berganti pakaian terlihat minuman kaleng berserakan, meja padahal baru beberapa detik.


"Baik'lah, setelah itu bereskan semua sendiri-sendiri"ujar Agatha, sambil masuk ke studio tatto, diikuti oleh mereka yang sudah membuang sampah.


"Wah benar-benar studio tatto yang, sangat berkelas"ucap Rere.


"Sudah sekarang siapa? yang mau buat tatto duluan"tanya Agatha.


Agatha kini tengah mempersiapkan alat-alat untuk membuat tatto.


"Regan kamu duluan"ucap Rio.


"Baiklah, tolong ukir kan wajah anggun di dada gue"ucap Regan.


Kirim foto anggun, gue harus, buat sketsa nya disini.


Sampai, semua siap Agatha, pun mulai membuat tatto,di tubuh Regan, di bagian dadanya, setelah wajah cantik anggun, terpampang nyata disana, barulah mereka tahu bahwa Agatha, sangat profesional, dan pengerjaan nya, sangat cepat.


"Gila-gila setelah ini, kau punya bakat apa? lagi"ujar Rio.


"Meskipun punya, banyak bakat, tidak semua orang akan suka dengan kita, jadi simpan saja , untuk diri sendiri"ujar Agatha.


Agatha pun, mengambil minuman dari dalam rak penyimpanan, dan itu membuat mereka semakin berdecak kagum.


Agatha, membagikan gelas ukuran kecil, pada mereka semua dan Agatha pun, menuangkan minuman tersebut meskipun hanya setengah gelas kecil yang mereka pegang.


"Gimana rasanya"ucap Agatha.


"Oh my God, ini sepertinya lebih enak dari yang ada di pesta"

__ADS_1


__ADS_2