Sang Penari

Sang Penari
#Pulang#


__ADS_3

Alana sudah bersiap dengan riasan wajah yang sangat cantik, gadis berusia sembilan belas tahun itu kini sudah lulus SMA, setelah Alvaro pindah ke Singapura satu bulan lalu.


suasana di rumah semakin sepi karena NATO juga dikirim ke Jerman untuk kuliah di sana.


sementara Alana, sudah mengatakan pada Alvin akan kuliah di Indonesia.


"Agatha sempat menangis sesenggukan saat ketiga kakaknya pergi, kini tinggal Alvin dan Anggita, juga Agatha karena Alana baru saja berangkat menuju Indonesia dengan pesawat .


Agatha masih sedih hingga saat ini gadis cantik itu tengah berada di pelukan sang Daddy dia juga ingin pergi ke London Inggris, entah lah untuk apa? tapi dia ingin tinggal bersama Mommy dan Daddy nya itu loh Lo? Anggita hanya bisa menggelengkan kepalanya, bingung dengan tingkah polos putri bungsu nya itu.


"Daddy pokonya aku ingin tinggal di London bersama Daddy dan juga Mommy" ujar Agatha.


gadis itu terus merengek minta tinggal di London Inggris.


"Agatha Sayang kita bisa saja tinggal di London tapi Daddy dan mommy mau kerja dimana, dan dapat uang dari mana, disana Daddy tidak punya pekerjaan"ujar Alvin menjelaskan, ya walaupun pun dia mampu tapi dia tidak mungkin harus terus mengikuti keinginan sang putri.


sementara itu di dalam pesawat sepasang kekasih kini tengah duduk bersama di sana, mereka benar-benar pergi bersama seperti rencananya, saat itu.


setibanya di Indonesia, Alana langsung dibawa oleh Piter menuju apartemen yang tidak jauh dari area kampus ternama di kota tersebut.


Alana sempat ragu saat akan masuk ke dalam apartemen tersebut"Kak aku sewa apartemen unit sebelah saja ya kita akan tetanggaan jika tinggal bersama aku takut Mommy dan Daddy akan marah"ujar Alana.


Tiba-tiba, raut wajah Piter pun berubah muram pria itu tidak berbicara dan berjalan masuk kedalam kamar nya.


"Kak, apa? kakak marah"ujar Alana sambil mengikuti Piter.


"Kak!"ujar Alana berteriak karena tidak mendapat kan jawaban.


Piter tidak menjawab dan tetap diam seribu bahasa.


"Baiklah, aku pergi saja ke rumah Oma"ujar Alana yang kemudian berjalan dan meraih koper nya, tapi tiba-tiba tangan Piter meraih lengan ala.


"Berani kamu pergi aku akan buat Mommy celaka"ujar Piter yang membuat Alana langsung mematung.di tempat.


"Aku hanya minta tinggal terpisah, itu saja"ujar Alana.


"Untuk apa? toh kita akan menikah"ujar Piter.


"Tapi aku takut kak"ujar Alana.


"Kapan kamu akan berani Alana?"ujar Piter.


"Aku masih punya keluarga lengkap, kenapa? harus menikah secara diam-diam"ujar Alana.


"Tidak usah khawatir Alana, setelah kamu selesai kuliah kita bisa meresmikan pernikahan kita"ucap Piter.


"Tidak kak, aku tidak mau seperti itu, lebih baik hubungi kedua orang tua ku atau Oma dan opa, bilang pada mereka kita akan segera menikah"ujar Alana.


"Sama saja kamu bunuh diri Alana, kamu sudah dengar bukan bagaimana Mommy dan Daddy mu bicara saat aku bilang akan segera menikah dengan mu"ujar Piter.


"Ya Mommy dan Daddy meminta ku fokus kuliah dan setelah itu baru bisa menikah"ujar Alana.


"Nah kamu bisa mikir tidak, jika nunggu waktu mu terus kuliah berapa lama Alana, lebih baik kita berpisah saja"ucap Piter yang tiba-tiba membuat mata Alana terbelalak kaget, dan itu artinya Agatha akan dilepaskan dari perlindungan keluarga Piter.


Alana pun terdiam, bagaimana cara nya dia bisa menikah dengan restu dari keluarga nya minimal Oma dan opa.


Alana pun terduduk lemas di sofa.


"Kamu bisa pergi sekarang juga tidak masalah"ujar Piter menantang.


tapi kemudian Alana pun mengangguk setuju mungkin suatu saat nanti jika kedua orang tua nya tau mereka akan memaafkan Alana.


Hingga saat Alana terdiam sejenak lalu mengangguk pelan"Baik'lah kita akan segera menikah secara siri"ujar Alana.


senyum manis pun, terlihat dari bibir Piter.


"Begini jauh lebih baik"ujar Piter.


Mereka pun masuk dan membawa koper-koper yang begitu besar itu masuk kedalam kamar mereka.


Alana dan Piter pun duduk di sofa yang terdapat di dalam kamar tersebut.


"Istirahat lah lebih dulu, aku masih ada yang harus di urus"ujar Piter.


"Baiklah"jawab Alana setelah selesai mandi dan berganti pakaian dia pun tidur di ranjang Piter, sementara Piter pergi ke luar entah kemana pria itu, hingga pagi menjelma pria itu tidak kunjung kembali, padahal hari ini rencananya Alana akan langsung masuk kuliah.


Alana pun langsung bersiap hingga saat dia hendak pergi Alana melihat Piter baru saja kembali.


"Mau kemana?"ujar Piter.


"Ada jadwal kuliah"ujar Alana singkat.


"Baiklah ikut aku"ujar Piter, pria itu pun berjalan menuju kamar nya.


"Kak, aku hampir terlambat"ujar Alana.


"Tunggu sebentar Alana, kamu tidak sabaran banget"ujar Piter, sambil terus berjalan.

__ADS_1


namun Alana berhenti di depan tangga dia tidak mengikuti Piter.


"Lana ayo"ujar Piter.


"Baiklah"ujar Alana.


Alana pun menyusul ke dalam kamar mereka, sesampainya di sana, gadis itu sempat mematung saat melihat pria itu membuka kancing kemejanya.


"Tolong ambilkan baju ganti ku honey"ujar nya yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Baiklah"ucap Alana yang kini menyimpan tas tersebut di atas nakas, dia langsung masuk ke dalam walk-in closed.


"Apa kamu hanya akan melamun, cepat lah bukan nya sudah terlambat"ujar Piter, sambil meraih stelan jas yang Alana siapkan.


"Heumm ya Baiklah"gadis itu pun membantu memasang kancing kemeja milik Piter lalu memasang dasi setelah itu Piter pun masuk kedalam kamar ganti untuk merapihkan penampilan nya.


saat ini dia sudah mulai bekerja mengurus perusahaan dan juga kampus tersebut dia akan menjadi dosen di universitas tempat Alana kuliah, karena kampus tersebut milik keluarga nya.


mereka berdua pun pergi, dengan mobil Piter, saat melihat sebuah cafetaria Piter langsung menghentikan mobilnya dan memarkirkan mobilnya di area parkir depan cafetaria tersebut.


"Kak, aku bisa pergi sendiri jika kakak ingin makan terlebih dahulu"ujar nya.


"Ikut aku dan jangan membantah lagi"ujar Piter.


mereka berdua pun masuk kedalam restaurant tersebut lalu duduk di bagian pojok.


"Pesan lah menu makanan yang kamu suka"ujar Piter.


"Kak, tapi aku sudah terlambat"ujar Alana.


"Alana"ujar Piter lagi yang saat ini terlihat menatap wajah cantik itu.


"Ok baik"ujar Alana lirih.


"Begini jauh lebih baik"ujar Piter.


Alana pun langsung memesan menu sarapan pagi yang ada di sana dia memesan salad dan susu.


sementara Piter pesan sandwich dan segelas kopi, sebenarnya tidak harus ke cafe untuk sarapan pagi seperti itu karena Alana juga bisa membuat nya.


...🌹💖💖💖🌹...


Sampai di kampus, Alana pun hendak bertanya dimana ruangan nya berada tapi Piter langsung meminta nya mengikuti dirinya.


Alana berjalan menuju pintu sebuah ruangan, dia pun dipersilahkan untuk duduk oleh Piter.


"Gunakan ini"ujar Piter yang langsung memasukkan cincin yang sangat mirip dengan cincin kawin.


"Kak"ucap Alana. karena tiba-tiba Piter pun mencium bibir Alana, sampai beberapa detik kemudian, barulah melepaskan nya.


"Bersiap lah sekarang kita ke kelas mu"ujar Piter.


Alana pun merapihkan penampilan nya, setelah itu mereka pun pergi ke luar dari ruangan milik Piter.


setiap orang yang bertemu dengan mereka bersikap hormat pada Piter, seolah-olah Piter penguasa di sana.


hingga melewati dua lorong yang ramai dengan mahasiswa yang baru berdatangan, akhirnya Piter pun masuk ke sebuah kelas ya itu kelas jurusan bisnis manajemen.


"Masuk lah ini kelas mu dan itu kursi disitu tempat duduk mu"ujar Piter yang menunjuk kursi kosong dibarisan paling depan.


"Tapi kak"lirih Alana.


"Mr, Alana"lirih Piter.


"Baiklah pak"ujar Alana yang langsung duduk di bangku miliknya.


"Selamat pagi" ujar Piter singkat dan padat.


"Pagi Mr"ujar semua nya.


Alana, pun terdiam dia baru yakin dengan perkataan Piter, mereka sudah bersiap untuk mata kuliah pertama mereka.


sementara Alana, begitu kagum dengan pembawaan Piter, saat tengah mengajar, dia begitu berkarisma dan jauh dari sikapnya saat bersama dengan nya, aura kelas terasa dingin dan mencekam karena Piter begitu tegas dalam mengajar tidak lupa sikap dingin nya mulai keluar.


Alana sendiri sampai bingung untuk memahami sikap Piter, kekasih nya itu, seperti pria dengan dua kepribadian kadang lembut dan kadang lebih menakutkan dari itu.


sampai saat Piter menatap tajam kearah nya, karena Alana, sempat mengobrol dengan teman pria yang ada di belakang nya meskipun dia hanya mengajak Alana untuk berkenalan.


tapi mata elang pria itu begitu tajam, meskipun mereka hanya berbincang lirih dan hampir tak terdengar.


pria itu langsung mendekat ke arah Alana.


"Saya tidak suka jika ada yang mengobrol saat saya mengajar karena itu artinya kalian sama sekali tidak menghargai saya"ucap Piter.


"Baik mister"ujar semua nya.


mereka pun akhirnya kembali fokus hingga saat mata kuliah berakhir, Piter langsung keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Alana pun langsung bergegas pergi karena hari ini hanya ada jadwal satu mata kuliah.


sampai saat dia tiba di parkiran, hendak mencegah taksi tangan nya ditarik seseorang.


"Hi, le"ucap Alana tiba-tiba terhenti saat melihat tatapan tajam dari pria yang ada di hadapannya saat ini.


"Apa? penjelasan ku tadi masih kurang"ujar Piter.


"Yang mana kak"tanya Alana.


"Aku sudah mengatakan bahwa kamu akan pergi kemanapun bersama dengan ku"ujar Piter.


"Maaf kak, tapi aku harus ke apartemen Mommy"ujar Alana.


"untuk apa?" ujar Piter.


"Hanya kangen kak"ujar Alana.


"Lain kali saja, sekarang ikut aku ke kantor"ujar pria itu yang langsung membuka pintu mobil nya.


setelah keduanya masuk Piter langsung menjalankan mobilnya menuju perusahaan milik nya.


pria itu hanya diam sepanjang perjalanan, begitu juga Alana yang terus menatap kearah jendela.


dia rindukan kota pertama yang ia singgahi saat kembali dari Jerman setelah sang Mommy selesai kuliah.


Indonesian adalah tempat kelahiran ibunya, sebelum akhirnya dia bertemu dengan keluarga Marvin dan membawa nya ke Singapura.


Marvin sering bolak-balik antara Indonesia dan Singapura dari kota ini pindah ke kota lain nya karena dia tidak hanya punya satu perusahaan melainkan banyak cabang perusahaan milik nya.


hingga Anggita kembali menetap di Indonesia dan mengurus tuan muda nya, di kota J tempat kelahiran Anggita, yang tersingkirkan dari rumah nya sendiri saat itu.


Sesampainya di perusahaan tersebut, Piter langsung disambut oleh asisten pribadi nya, yang usianya sedikit lebih tua darinya, dia berjalan sambil merangkul pinggang Alana yang sebenarnya merasa risih tapi pria itu benar-benar tidak bisa lagi di bantah.


hingga tiba di ruangan bertuliskan CEO akhirnya Piter pun meminta Alana untuk duduk di sofa panjang yang ada di sana dan dia langsung menduduki kursi kebesaran nya.


"Honey, mau makan siang di sini atau di luar"tanya Piter seakan berubah kembali.


"Disini saja aku malas keluar"ujar Alana.


"Kau dengar itu kan, segera pesankan makanan"ucap Piter pada sang asisten yang langsung mengangguk sebelum akhirnya pergi ke luar.


"Kak, tidak sopan memerintah yang lebih tua dengan cara seperti itu"ujar Alana.


"Lantas bagaimana Sayang"ucap Piter yang kini tengah fokus pada laptop nya.


"Tolong kek, atau apalah yang sopan gitu"ujar Alana yang memang terus diajarkan oleh Anggita untuk bisa bersikap sopan terhadap sesama.


"Baiklah Sayang ku"ujar nya sambil tersenyum.


"Sayang aku bisa minta tolong gak, tolong bantu aku periksa ini"ujar Piter.


"Baiklah"ujar Alana.


gadis itu langsung mendekat kearah meja kebesaran Piter, dan berdiri di samping kekasih nya itu.


"kemarilah"ujar piter yang kini mendudukkan Alana di pangkuan nya.


"Kak, malu tau"ucap Alana.


"Sama siapa?" ujar Piter.


Alana tidak menjawab lagi, sementara piter tetap fokus pada laptop nya sambil membuka berkas yang ada di hadapannya.


"Sayang kamu bisa mulai"ujar Piter.


Alana pun meraih berkas yang ada di tangan Piter dia mulai memeriksa semua nya, seperti yang selalu diajarkan Alvaro dan Alvin padanya.


setelah selesai dia pun mengatakan "semua sudah sesuai kak, tinggal di tandatangani"ujar gadis itu.


"Kamu pintar, lalu untuk apa? kuliah"ujar Piter.


"Untuk belajar"jawab Alana singkat.


"Lebih baik tinggal di rumah urus aku dan anak kita"ujar Piter.


"Aku juga punya cita-cita kak, selain itu aku juga harus mengurus perusahaan Mommy"ujar Alana.


"Aku tidak mengijinkan nya untuk apa? bekerja sementara uang milik suami mu saja sudah banyak"ujar nya.


"Aku tau itu tapi aku juga punya kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tua ku"ujar Alana.


"Biar orang ku yang akan mengurus semua nya, mulai saat ini, kamu harus fokus dengan kita"ujar Piter.


"Tapi kak aku"


"Tidak ada tapi-tapian mulai saat ini kamu harus terbiasa dengan itu"ujar nya.

__ADS_1


__ADS_2