Sang Penari

Sang Penari
#Terakhir kalinya#


__ADS_3

Kaley dan Alex sudah menghabiskan sarapan pagi mereka, kini keduanya sudah bersiap untuk pergi mengantar Kaley pulang ke mention meskipun Gadis itu menolak untuk pulang ke rumahnya sendiri.


Karena dia takut Alex tidak akan pernah mau menemuinya lagi seperti yang sudah-sudah karena gangguan dari Daddynya.


Kaley terus bergelayut manja di lengan kekar milik Alex karena dia sedang merayu Alexander agar tidak mengantarnya pulang.


Namun, pria itu terus berusaha meyakinkan Kaley jika saat ini dia harus pulang, agar tidak menambah kemarahan Christopher. Alex juga berjanji akan sering menemuinya dan akan menjemput Kaley saat libur kuliah.


Setelah mereka mengobrol panjang lebar, Alexander bahkan melarang keras Gadis itu minum minuman beralkohol lagi.


Kaley pun dengan sangat mudahnya berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi.


"Yank,,, aku tidak mau pulang."ujar Kaley.


"Honey,,, dengarkan aku dulu oke, kita akan menikah aku janji,,, tapi please ikut apa yang akan aku lakukan agar semua ini akan jauh lebih baik."ujar Alex.


"Baik bagaimana? yang,,, kamu tau sendiri Daddy tidak akan pernah membiarkan kita untuk bersama dan aku tidak mau itu Alex aku tidak mau lagi kehilangan dirimu."ujar Kaley.


"Hi,,, sayang tidak akan ada itu lagi aku janji akan perjuangkan kamu semampu aku jika perlu hingga tetes darah penghabisan."ujar Alexander sambil membingkai wajah cantik itu.


"Alex,,, kamu benar-benar sudah berjanji tolong jangan ingkari itu lagi karena jika tidak aku lebih baik mati."ujar Kaley yang kini membenamkan wajahnya di dada bidang Alex dia memeluk erat tubuh atletis itu


"Sayang,,, aku tidak mau dengar kata-kata itu lagi sudah cukup."ujar pria itu sambil mencium bibir Kaley sedikit lebih kasar entah kenapa? mendengar kata itu membuat hatinya sakit dan tidak terima.


"Aku mohon lakukan hal yang aku katakan kemarin, agar kita tidak akan terpisah lagi."ujar Kaley yang lagi-lagi meminta Alexander untuk menghamilinya.


"No,,, sayang kita akan punya anak setelah kita benar-benar menikah."ujar Alexander.


"Baiklah,,, kamu tidak usah lakukan apapun,,, karena aku sadar aku tidak pantas untuk kamu perjuangkan."ujar Kaley yang hendak berdiri namun Alexander langsung menarik nya dan menahannya.


"Apa? yang kamu katakan itu Kaley! aku tidak melakukan hal itu karena aku tidak ingin merusak mu! kau terlalu berharga bagiku bahkan lebih dari apapun aku menjaga mu karena aku sangat mencintaimu."ujar Alexander yang kini berusaha meraih rahang gadis itu tapi Kaley berulang kali menepis itu.


"Aku tidak pernah pantas untuk siapapun karena Daddy ku tak akan membiarkan aku untuk memilih jalan hidupku Alex aku sudah putus asa."lirih Kaley sambil berurai air mata.


"Begini saja tolong akhiri hidupku sekarang juga daripada aku terus seperti ini."ujar Kaley yang hendak melepaskan genggaman tangan Alex.


"Honey! Stop aku bilang stop! apa? kau tidak dengar apa... yang aku katakan heuhhhhh." bentak Alexander.

__ADS_1


Kaley melepas genggaman tangan Alexander, dia langsung bergegas pergi dan tidak mau menggubris panggilan Alexander yang kini terus berusaha menghentikan langkahnya.


"Kaley berhenti sayang,,, jangan seperti please kita akan bicara agar semua baik-baik saja."ujar Alexander yang kini berusaha menghentikan langkah Kaley.


"Lepas bukanya kamu ingin aku cepat pergi dari tempat ini, aku akan segera pergi."ujar Kaley.


Alexander langsung meraih pinggang Kaley yang kini tengah memukul-mukul dada bidang Alex meluapkan rasa sakit nya.


Alex, merangkul erat pinggang ramping itu memeluknya erat.


"Jangan pernah coba-coba untuk melangkah keluar sedikit pun tanpa aku, karena jika itu terjadi kamu akan kehilangan ku."ujar Alexander lirih dan itu membuat Kaley berhenti berontak.


"Kamu jahat,,, kamu jahat Alex kenapa? aku tidak diberikan kebebasan untuk memilih kenapa? hiks hiks hiks kenapa?."ujar gadis itu menangis sesenggukan di dada bidang Alex.


Yang awalnya akan segera pergi menuju Mension milik Kaley, kini keduanya malah berdiam diri saling memeluk di atas sofa, setelah perdebatan menguras emosi dan air mata.


Alexander berulang kali mengecup puncak kepala Kaley penuh rasa sayang.


Hingga bel pintu berbunyi nyaring Alex melepas pelukannya.


Kaley hanya terdiam.


Sementara Alexander pergi untuk membukakan pintu.


Sampai saat pintu itu di buka tampak Kalan, bersama dengan beberapa orang pengawal berdiri gagah di hadapan Alexander.


"Uncle dimana? kakak."ujar nya datar.


"Masuklah dia ada di dalam, rencananya kami baru akan kesana."ucap Alex.


Kalan masuk mengikuti langkah Alexander namun dia meminta anak buah nya untuk menunggu di luar.


Sampai saat dia melihat Kaley, yang terlihat habis menangis pria itu langsung berkata.


"Apa? Uncle menyakiti kakak."ujar Kalan.


"Tidak,,,Kalan kakak hanya tidak ingin pulang tapi uncle terus memaksa."ujar Kaley sedikit berbohong.

__ADS_1


"Tapi Uncle benar kakak harus segera pulang bersamaku karena Daddy sedang dalam perjalanan kesini kita akan segera kembali ke Indonesia."ujar Kalan.


"Kamu dengar itu Alex,,, kamu dengar kan."ujar Kaley begitu putus asa.


"Kakak jangan menentang Daddy lagi, kasihan Mommy terus saja disalahkan."ujar Kalan.


"Aku tidak akan menentang Daddy lagi sekalipun aku harus pergi dari dunia ini aku akan pergi."ujar Kaley yang langsung pergi tanpa menghiraukan Alexander yang kini hendak mencegah Kaley.


"Uncle, biarkan dia pergi jangan buang-buang waktu karena semua tidak ada gunanya."ujar Kalan.


"Biarkan aku yang mengantar Kaley untuk yang terakhir kalinya."ujar Alex.


"Tidak Uncle, Daddy yang meminta ku untuk menjemput kakak maka tidak bisa dibantah lagi bekerja sama lah."ujar Kalan.


"Kalan,,, please setidaknya beri kami waktu untuk berbicara agar dia tetap baik-baik saja."ujar Alexander.


"Sepuluh menit."ujar Kalan tegas.


Alexander langsung bergegas pergi mencari keberadaan Kaley.


Sampai saat Alex turun di lobby pria itu melihat Kaley hendak menghindarinya namun Alex langsung meraih tubuh Kaley.


"Lepas,,,, semua telah berakhir."ujar Kaley.


"Yank,,, aku akan segera menyusul percayalah."ujar Alexander.


"Tidak perlu, jangan buang-buang waktu mu pergilah."ujar Kaley yang melepaskan genggaman tangan Alex.


"Aku janji Yank kamu bisa pegang kata-kata ku."ujar Alexander.


"Jangan pernah berjanji jika kamu."ucapan Kaley terhenti saat Alexander mencium bibir Kaley dengan ciuman panas dan bahkan begitu memabukkan untuk keduanya hingga air mata mewakili rasa itu.


Kaley tau Alexander hanya ingin menenangkan nya untuk yang terakhir kalinya.


Kaley langsung melepaskan ciuman yang mungkin akan ia dapatkan untuk yang terakhir kali itu.


"Tunggu aku aku janji akan menjemput mu."ujar Alexander sambil kembali mencium bibir wanita yang ia cintai itu.

__ADS_1


__ADS_2