
Kaley sudah pergi bersama dengan Kalan, Alexander kini bersandar di samping mobilnya pria itu tidak ingin beranjak sampai saat Kaley menghilang dari pandangan nya.
Sementara itu di dalam jet pribadi kini Kristofer tengah berdebat dengan Agatha yang juga ikut untuk menjemput kelima anak mereka.
"Sudah kubilang jangan campuri urusan putri kita tapi kamu benar-benar tidak bisa dikasih tau apa? kamu pikir putri kita akan bisa menerima semua ini Kris,,, kau harus bertanggung jawab untuk semuanya jika sampai putri ku kenapa-napa."ujar Agatha.
"Honey aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, sampai kapanpun putri ku takakan ku ijinkan menikah dengan mantan kekasih mu itu."ucap Kristofer tegas.
"Kris jangan keterlaluan putri ku berhak bahagia."ujar Agatha.
"Dia memang akan bahagia tapi tidak dengan dia."ujar Kristofer.
"Baiklah jika kamu memang ingin semua itu terjadi lakukanlah Kris tapi ingat jangan pernah menyesal jika putri ku pergi maka aku akan ikut pergi."ujar Agatha.
"Honey!."teriak Kristofer.
"Kenapa? Kris kau pikir mudah dan bahagia hidup dalam ke kangan."ujar Kristofer.
Agatha langsung pergi meninggalkan Kristofer yang kini tengah menatap tajam kearah istrinya itu.
Dia sudah bisa mencerna ucapan istrinya, berarti selama ini Agatha mengatakan bahwa ia juga tidak bahagia hidup dengan dirinya yang selalu mengekang dirinya.
Kristofer langsung bangkit lalu menyusul istrinya masuk kedalam kamar yang ada di dalam jet pribadi tersebut.
"Honey katakan sekali lagi apa? yang kamu katakan tadi kau bilang kau tidak bahagia dengan pernikahan kita."ujar Kristofer.
"Aku tidak pernah bilang seperti itu, tapi seharusnya kamu bisa mencerna makna dari semua perkataan ku tadi."ujar Agatha.
"Honey jawab jujur apa? kamu bahagia dengan pernikahan ini."ujar Kristofer.
"Pertanyaan ini aku rasa tidak tepat ditanyakan sekarang Kris, kamu bisa menilai semua sendiri, apa? pernikahan itu bisa bahagia jika terus dihadapkan dengan pilihan orang ketiga."ujar Agatha.
"Aku tidak pernah mengkhianati cinta kita Agatha."ujar Kristofer.
"Agatha,,, ya kamu benar namaku Agatha dan aku tidak pernah lupa itu, aku hanya lupa berapa kali rasa sakit itu datang dalam hidupku."balas Agatha.
__ADS_1
Agatha hendak pergi meninggalkan Kristofer tapi tangan kekar itu menahan pinggang ramping Agatha.
"Maaf jika aku terlalu menyakiti mu."ujar Kristofer.
"Bukan itu yang aku mau Kris,,, sudah cukup aku saja yang mengalami semua hal yang menyakitkan dalam hidup cukup aku saja jangan kelima anak-anak ku, dan aku juga tidak akan mengalahkan kamu untuk semua yang aku alami dan karena ini adalah takdir hidup ku,,, tapi apa? aku salah jika aku menginginkan semua anakku hidup bahagia dengan pilihannya sendiri."ujar Agatha.
Kristofer terdiam dia melihat wajah cantik yang penuh harap pada dirinya saat ini.
Kristofer memeluk Agatha dan lalu ia berkata
"Aku akan mewujudkan apapun mimpi mu itu honey."ujar Kristofer.
"Kris aku tidak minta apapun padamu hanya untuk kali ini biarkan putri ku bahagia dengan pilihannya."ujar Agatha yang kini menangis sesenggukan sambil membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Agatha merasa sangat bersalah kepada suaminya itu, dia tau Kristofer berbuat seperti itu demi kebaikan Kaley. tapi itu tidak baik menurut Kaley.
Agatha hanya tidak ingin Kaley mengalami hal yang pernah Agatha lewati dulu, meskipun saat ini dia sudah sangat bahagia bersama dengan orang yang tepat menurut nya.
Tapi Kaley, dia tidak tau akan seperti apa? nanti saat dia benar-benar dipisahkan dengan Alexander.
Sampai saat mereka tiba di Mension, kelima anak mereka telah berkumpul untuk menyambut kedua orang tua nya. wajah-wajah mereka terlihat berseri namun tidak untuk satu-satunya anak gadis mereka.
"Kaley,,, bilang pada Alex untuk menemui Daddy sekarang juga."ujar pria itu tegas.
"No,,, Daddy jika Daddy ingin menghukum Alex Kaley yang akan gantikan hukuman itu dan itu akan jauh lebih baik daripada menghukum Alex yang tidak bersalah."ujar Kaley.
"Honey,,, apa? Daddy terlihat sejahat itu."ujar Kristofer.
"Daddy memang tidak jahat karena tidak pernah menghukum kami tapi orang-orang Daddy bisa menjalankan tugas dari Daddy sekalipun itu tugas untuk membunuh orang yang menjadi musuh Daddy."ujar Kaley.
Agatha langsung meraih putrinya itu kedalam dekapannya dia tau jika saat ini putrinya itu tengah merasa sendiri.
"Putri Mommy Kaley,,, maafkan Mommy sayang, Mommy sempat meragukan hubungan diantara kalian. tapi mulai saat ini Mommy akan mengijinkan kamu berhubungan dengan dia."ujar Agatha.
Namun Kaley malah menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Tidak Mommy,,, aku tau kalian terpaksa daripada kalian harus ribut gara-gara Kaley, lebih baik Kaley tidak berhubungan dengan siapapun."ujar Kaley.
"Tidak sayang,,, Mommy dan Daddy baik-baik saja, seperti yang kamu lihat saat ini."ujar Agatha.
Namun Kaley kembali menggeleng "Tidak Mommy Kaley sudah memutuskan untuk tetap sendiri."ujarnya lagi.
"Baiklah biar Daddy yang akan menemui dia."ujar Kristofer.
"Tidak! aku bilang tidak ya tidak,,, sekarang aku akan pulang seperti yang kalian inginkan."ujar Kaley dengan nada tinggi.
Semua orang tampak terdiam, saat melihat tatapan mata Kaley begitu tajam.
"Selamat kalian semua telah sukses untuk mencegah hubungan kami."ujar Kaley yang kini langsung menarik koper dia akan pulang lebih dulu ke Indonesia.
Sementara Agatha langsung menangis sesenggukan dan menundukkan kepalanya di atas kepala sofa, semua orang langsung menghampiri nya dan memeluk Agatha.
Sementara Kristofer langsung menghubungi Alexander untuk mencegah kepergian Kaley bahkan blokiran nomor Alexander yang selama ini Kristofer blokir kini telah dibuka.
Saat Kaley keluar dari taksi setelah tiba di area bandara tiba-tiba seseorang menghubungi Kaley.
Namun gadis itu tidak peduli dengan panggilan telepon tersebut, hingga saat Kaley hendak masuk ruang tunggu bandara gadis seseorang kembali menghubungi nya.
"Dimana kamu honey tunggu aku."ujar suara yang tidak asing lagi untuk Kaley.
Namun Kaley langsung blokir nomor tersebut. dia tidak ingin lagi membuat semua orang sedih karena dirinya.
Kaley, berulang kali membuang nafas kasar untuk menghindari tangis pilu yang sudah hampir terjatuh itu.
Dadanya teramat sesak, namun Kaley terus berusaha untuk menahan nya.
Kaley masih duduk sambil menundukkan kepalanya sampai saat ia menyadari bahwa seseorang telah berdiri di hadapannya.
"Aku rasa yang tidak menginginkan ku saat ini adalah kamu."lirih Alexander.
Kaley tetap diam seribu bahasa.
__ADS_1