
Saat sebuah ramuan di siram pada tanah dimana pohon itu sudah menancap di sana, tapi sayang tidak ada reaksi apapun.
"Yah payah hasil penelitian kita gagal."ujar Kala.
"Tidak tuan muda, itu adalah air nutrisi yang akan mempercepat proses pertumbuhan setidaknya tunggu hingga beberapa bulan lagi."ujar pria yang kini mendampingi mereka.
"Aku ingin yang cepat tumbuh besar."ujar Kala.
"Boy,,, yang namanya hidup itu butuh proses tidak ada yang instan."ujar Kristofer yang muncul di sana.
"Ah gak seru aku mau ngadain bengkel robot saja."ujar pria kecil itu yang kini merentangkan kedua tangannya minta digendong oleh sang Daddy yang langsung menyambut itu.
Kristofer menggendong putra bungsu nya saat ini, mencium puncak kepala nya.
Sementara sang kakak,,, kini tengah sibuk mengurus tanaman nya, dengan telaten Kaley menyiram dan mengelus bibit pohon kecil itu.
"Cepat tumbuh ya, jika kau sudah tumbuh tinggi dan besar aku akan membuat rumah di batang pohon mu."ucap Kaley seakan pohon itu bisa bicara.
"Daddy akan wujudkan keinginan mu princess."ujar Kristofer.
"Kalan,,sayang kamu sedang apa?." tanya sang Mommy yang baru datang untuk bergabung.
"Sedang melihat orang-orang yang kurang pekerjaan."jawaban itu membuat Agatha geleng-geleng kepala.
Pria kecil anak lelaki pertama Agatha dan Kristofer itu, adalah anak yang sangat kalem tapi jika sudah bicara, perkataan nya itu akan sangat tajam.
Sementara Kristofer hanya tersenyum, tanpa diajari untuk menjadi pribadi yang tangguh pun nyatanya sang putra sudah mirip dengan dirinya.
Hingga saat Kristofer membawa mereka bertiga ke tempat eksperimen bintang yang kini tengah dalam proses pengembang biakkan hewan betina tanpa adanya jantan, termasuk hewan darat dan air.
Sampai saat ini mereka masih melihat lihat dan mengagumi semua itu, tanpa mau mencoba semua itu.
Agatha membawa mereka kembali ke dalam tempat istirahat sambil membuat susu dan menyiapkan camilan untuk mereka bertiga.
"Honey sedang apa? heumm."ujar pria yang kini melingkarkan tangannya di perut buncit milik Agatha.
"Membuat susu untuk mereka dan camilan yang dibawa dari rumah."ujar Agatha.
"Heumm,, kamu tidak perlu melakukan ini, ada mereka yang akan melakukan hal ini."ucap Kristofer yang kini memberikan isyarat untuk memerintah anak buahnya mengambil alih pekerjaan istrinya itu.
"Kris,,, aku sudah biasa melakukan itu."ujar Agatha.
"Tidak mulai sekarang sayang,, kamu harus banyak beristirahat."ujar Kristofer.
Pria itu merangkul pinggang istrinya dan membawa Agatha pergi.
"Yank, aku sedang membuat."ucapan Agatha terhenti saat tubuhnya melayang di udara.
Kristofer membawa istrinya itu masuk kedalam kamar mereka.
__ADS_1
"Kris,, aku belum mengantuk."ujar Agatha.
"Aku ingin sesuatu sayang."rengek Kristofer.
"Tapi ini siang hari sayang bagaimana jika mereka datang."ujar Agatha mencoba mengelak .
"Tidak masalah."ujar Kristofer.
Pria itu pun membaringkan tubuh istrinya itu dengan sangat hati-hati.
Agatha langsung memejamkan mata nya, saat Kristofer hendak mencium bibir nya itu.
Hingga akhirnya percintaan di siang hari terjadi mereka pun lanjut tidur setelah semua selesai.
Sementara itu di kediaman Marvin saat ini NATO masih belum bisa mendapatkan maaf dari istrinya Rosella.
Wanita itu masih bersikap cuek saat ini.
Sementara itu di kediaman Piter, pria yang kini sibuk mengurus perusahaan, setelah pulang kerumahnya dia sibuk mengurus anak, dia bahkan tidak pernah bisa melepaskan sepenuhnya kepada baby sitter nya.
Disana ada orang kepercayaan nya, yang mengawasi putra putri nya selama satu kali duapululuh empat jam.
Pria itu mungkin tidak bisa memberikan keluarga yang utuh untuk kedua anak nya, tapi dia akan tetap berusaha untuk membahagiakan mereka.
Sampai saat ini Keduanya tidak pernah rewel mereka malah lebih nyaman tinggal bersama Daddynya kerena selama ini Piter selalu memberikan perhatian lebih pada mereka disaat ibunya sibuk menghibur diri di luaran sana.
Sementara Agatha yang baru-baru ini bisa menghubungi kedua keponakan nya itu kini sering menanyakan kabar mereka secara langsung.
Seperti saat ini dia menghubungi Patan dan Alina, anak Alana dan Piter.
"Hi,, sayang apa? kabar."Agatha.
"Baik aunty."Alina.
"Kapan? mau main ketempat Opah, nanti aunty ajak jalan-jalan."Agatha.
"Kapan ya tanya Daddy saja."Alina.
"Heumm Alina tanya Daddy nya ya."ujar Agatha.
"Kenapa? tidak tanya langsung honey, aku disini."ujar pria tampan yang tiba-tiba muncul itu.
"Kapan? kakak bawa anak-anak kerumah Opah."Agatha.
"Aku akan bawa kesana saat kamu menginginkan nya, dan saat itu kamu harus ada di sana honey,, aku sangat mencintaimu."Piter.
"Kak,,"
Agatha langsung mealhiri panggilan telepon tersebut.
__ADS_1
"Kau bicara dengan pria sinting itu lagi?."ujar Kristofer.
"Heumm,,, aku mencari keponakan ku, tapi ternyata dia ada di sana."ujar Agatha.
"Tentu saja dia ada di sana sayang itu rumahnya."ujar Piter datar.
"Yank,,, waktu itu aku hubungi mereka dan Alina yang menjawab bukan Piter."ujar Agatha.
Kristofer tidak berkata apa-apa lagi dia langsung pergi begitu saja.
Agatha pun tertunduk, wanita itu tau Kristofer tidak suka Agatha berhubungan dengan Piter karena hingga saat ini Piter masih mencintai istrinya itu.
Sampai saat malam hari tiba, pria itu tidak kunjung keluar dari dalam ruang baca, dia bahkan meminta kopi pada pelayan.
Kristofer masih sibuk dengan laptop nya saat Agatha masuk kedalam ruang baca itu.
"Yank,, kenapa? tidak makan malam."ujar Agatha.
"Aku sibuk."jawab Kristofer singkat.
"Mau aku suapi."ujar Agatha lagi.
Kristofer tidak menjawab dia hanya mengangguk pelan.
Agatha pun turun kebawah untuk mengambil makan malam untuk suaminya itu.
Hingga Agatha kembali dengan nampan berisi makan malam untuk Kristofer ya itu steak Wagyu dan kentang panggang yang diberi topping mojarela dan juga daun parslei .
"Sayang ini makan malam nya,"ujar Agatha yang kini mencari posisi duduk yang nyaman untuk menyuapi Kristofer.
"A,,,,"ujar Agatha sambil menyodorkan garpu depan steak Wagyu tersebut.
Kristofer langsung menerima suapan tersebut, sambil tetap fokus pada laptop nya.
"Heumm,, apa? pekerjaan itu begitu mendesak."ujar Agatha.
"Heumm,,"jawab Kristofer.
"Ayo A,,, lagi"kata Agatha.
Kristofer langsung membuka mulutnya lagi dan memakan makanan tersebut.
Sampai saat makan malam milik pria itu habis Agatha menyodorkan segelas air putih.
"Sudah selesai, aku akan langsung tidur kamu jangan terlalu lelah bekerja ingat,,, kesehatan lebih penting."ujar Agatha.
"Heumm,,"balas Kristofer.
Agatha Pun berlalu namun kini Kristofer menatap lekat punggung istrinya itu.
__ADS_1